Penantian Safara

Penantian Safara
bosan


__ADS_3

*****


‘’pak, saya izin ketoilet’’ suara keras keluar dari biibir Dio, dengan memosisikan dirinya berdiri.


Tap…tap…tap


Suara hentakan sepatu hitam milik Dio terdengar diantara kesunyian dihalaman sekolah, dengan murid yang seluruhnya berada didalam kelas.


‘’bruk’’


Dio menghantam tubuh wanita kecil yang sedang sekuat tenanga menjaga buku yang memenuhi tanganya yang tiba-tiba muncul dihadapanya dari balik tembok , sehingga buku yang semula menumpuk memenuhi tangan mejadi berserakan di lantai


‘’eehm, maaf maaf aku tidak melihatmu’’ ucap seseorang yang ditabraknya ketakutan, segera duduk dengan kaki menekuk agar buku-buku dapat dijangkau.


Dio yang merasa telah yang menabrak ikut membantu mengambilkanya. Ya wanita yang dio tabrak adalah safa, gadis malang disekolah ini.


‘’nih bukunya’’ menyodorkan beeberapa tumpuk buku


‘’makasih ya’’ jawab safa , pandangan yang masih menunduk perlahan lahan mengangkat kepalanya guna melihat siapa yang menolongnya tadi.


Alangkah terkejutnya Safa saat melihat orang yang menolongnya adalah Dio.

__ADS_1


‘’bukankah kamu orang yang waktu itu terkunci di toilet kan?’’ tanya dio


‘’iiiiyaa’’ jawabnya gugup


‘’kelas kamu dimana ? biar aku bantu membawanya. Heran deh, kenapa gada satupun teman yang membantumu ?’’ ucacp dio


‘’eeh aanu temenku satunya lagi dikamar mandi’’ jawab safa


Bisa menjadi bulan-bulanan ini sama keysi, kalo aku dibantu dio. Safa


‘’Safa, maaf ya. tadi….’’ Ucap Widya tak meneruskan percakapanya setelaah melirik lelaki tampan yang sedang bberhadapan dengan safa.


‘’Oh nama Kamu Safa ?’’ tanya Dio dengan pandangan menghadap arah safa ‘’ini Bukunya’’ mengambil beberapa tumpukan buku dan mengembalikan tumpukan Buku kepada Widya


‘’eem, eh anu. Ayo Saf kita kekelas’’ ucap Widya berjalan mendahului Safa


Safa mengikuti langkah Widya, dengan hati yang berdebar.


Menengok sedikit Dio ditempatnya untuk memastikan keberadaan sudah pergi atau masih disitu. Didapatnya Dio sudah hilang dari tempat itu.


‘’hhhuuuhhhh’’ Safa menarik napas panjang ‘’

__ADS_1


‘’bisa mati kita kalo ketauan Keysi’’ ucap Widya takut


****


Dirumah yang megah ini, hanya ditinggali ora dua orang kakak beradik. Serta beberapa orang yang bekerja dirumahnya.


Safa dan Wiliam, tak sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka berdua, sibuk dengan urusan masing hanya mata yang bekerja. Mata yang tajam melihat layar besar menempel di tembok rumahnya di hadapanya, yang sedang memutar film kesukaan Safa. Sementara, Wiliam asyiknya bermain-main dengan benda pipih persegi panjang yang dibiarkan miring.


‘’huh aku bosan’’ geram wiliam, melemparkan smartphonenya ke lantai, untung saja lantai yang sedang ia tempati memiliki karpet yang tebal.


‘’hih apaan si ka? Gatau aku lagi nonton film’’ jawab safa yang merasa keganggu dengan tingkah kakanya


‘’ayo, kita pergi saf. Kakak bosan’’ ajak wiliam


‘’hih kakak aku lagi asyik ini’’ menolak halus


‘’itu sih bisa kamu putar ulang. Kan kita langganan progam tivi’’


‘’kaka pergi saja sama siapa gitu’’


‘’kaka disini Cuma sama kamu, Rendi lagi liburan dikampung Ibunya, Baim lagi magang, Ayolah safa, aku sangat bosa dirumah. Aku tak terlalu akrab dengan teman saat aku masih sekolah menengah pertamaku dulu’’ paksa bastian

__ADS_1


‘’yaudah aku ganti dulu’’ jawab safa akhirnya mengalah, karena Safa jga sebenarnya bosan tidak ada teman yang mengajaknya, sementara widya teman satu-satunya jika pulang sekolah sampai malam bekerja dihotel milik ayahnya.


__ADS_2