Penantian Safara

Penantian Safara
widya and safa


__ADS_3

‘’wah bagus sekali ini’’ ucap Widya dengan keras memuji kendaraan roda empat didepannya, sehingga Safa yang berada dipintu sebrang terdengar.


‘’dah masuk aja’’ ajak Safa


Masuklah mereka berdua kedalam mobil kuning baru milik Safa tanpa Pak Mamat yang selama ini setia mengantarnya. Dimana mobil ini termasuk mobil limited edition di negaranya.


‘’Saf kau bisa menyetir?’’ tanya Widya karena dia tak pernah melihat safa menyetir mobilnya sendiri


‘’aku bisa dong’’ ucapnya menyombongkan diri


Widya membalas dengan mengerutkan dahinya dan mencoba menyatukan rambut alisnya, seakan tak percaya.


‘’beneran ih’’ setengah menegaskan


Mobil melaju melewati gerbang rumah Safa.


Sementara Widya sangatlah ketakutan ketika temanya sudah menancapkan gas, pikirnya Safa masih belum bisa menyetir dengan baik.


‘’Oh tuhan tolong akuuuuuuu. Selmatkan akuuu’’ teriak Widya didalam mobil sembari memejamkan kedua matanya


Safa yang mendengarnya hanya tersenyum jahil.


Safa mengeraskan volume music yang sedang diputar, lagu jazz kesukaannya, memecahkan keheningan didalam mobil. Sedari tadi Widya hanya memejamkan mata tanpa mau melihat arah jalan, pikirnya Widya lebih baik terpejam dari pada terbuka dengan was-was.


‘’buka matamu Wid, lihatlah aku sangat lihai’’ ujar Safa


‘’aku tak mau, jantungku sudah berdegup kencang’’ jawab Widya masih memejamkan mata

__ADS_1


‘’buka dulu atau aku benar-benar ngebut’’ sedikit mengancam


Widya pelan-pelan membuka kedua matanya, pandangan melihat kedepan dan ternyata memang benar Safa mampu mengendarai dengan baik.


‘’kau bisa nyetir tapi kamu gapernah bawa mobil sendiri si?’’ tanya Widya penuh keheranan


‘’aku udah lama bisa mobil, sekitar setaun lalu si diajarin Pak Dadang. Pak Dadang disuruh Wiliam’’ kata Safa ‘’kau tau tidak?’’ sambungnya lagi


‘’tidak, kau saja belum cerita’’ jawab Widya


‘’kemarin Kak Wiliam bertemu mantan pacarnya’’ tanpa menjawab pertanyaan Widya


*flashback*


‘’Wiliam?’’ Alicia terkaget setelah didapati Wiliam didalam ruangan


‘’Cia mari masuk, aku yang menginginkanmu’’ jawab Wiliam seraya menggerakan jari manisnya maju mundur


‘’sini duduk’’ ajak Wiliam sembari menepuk-nepuk sebelahnya yang kosong


Alicia menurut dengan Wiliam, kemudian duduk disamping Wiliam.


‘’katanya mau di facial Wil?’’ tanya Alicia


‘’iya tapi tidak jadi, aku ingin mengobrol saja’’ jawab Wiliam


‘’akan menganggu pasien temanku’’ bisik Alicia kepada Wiliam

__ADS_1


‘’Adiku tidak akan terganggu, tenang saja’’ Jawab Wiliam dengan santai


‘’Oh dia ternyata Adikmu’’ jawab Alicia manggut-manggut


‘’kita ngobrol saja di ranjang sana, nanti mereka berdua menguping’’ ajak Wiliam sembari menggandeng tangan Alicia


*flashback selesai*


‘’Wah sosweet sekali Kak Wiliam, pasti Wanita yang bernama Cia itu sangat beruntung mendapatkanya. Udah tampan sosweet setia pula, bela-belain pesen satu ruangan’’ kata Widya membangga-banggakan Wiliam


‘’ya begitulah Wiliam’’


Mobil melaju dengan santai, karena jalanan masih sedikit ramai. Maklum suasana Kota, tidak ada kemacetan bukan Kota namanya.


Mobil kuning milik Safa sudah memasuki area parkir Mall, dan Safa berhasil memarkirkan Mobil dengan rapi.


‘’kita nonton’’ ucap Safa kepada Widya


Dan kemudian mereka berdua keluar dari Mobilnya, dan melangkah menuju Bioskop yang terdapat didalam Mall.


Setelah sedikit berdebat, akhirnya mereka memutuskan untuk menonton film horror dan langsung memesan dua tiket satu popcorn dan dua minuman bersoda.


Dua jam pemutaran film berlangsung, dan akhirnya selesai.


‘’kita ke Club Kak Rendi yuk’’ ajak Safa senang


‘’apa ga salah ?’’ tanya Widya Heran ‘’Club kan tempatnya orang-orang yang ngga baikSaf, mereka minum disana’’ sambung Widya dengan segala keresahanya

__ADS_1


‘’iya aku tau Wid, makanya aku mau kesana. Aku mau coba, aku mau ngabari Kak Rendi kalo aku mau kesana’’ kata Safa santai


‘’hey jangan bertingkah seperti itu Safa bahaya untuk gadis polos kaya kita’’ Ucap Widya khawatir


__ADS_2