
Saat Dio berada didepan toilet wanita, mendengar suara pintu digedor-gedor. Tapi ia hiraulan dan lanjut menuju toilet lelaki. Setelah ia menyelesaikan masalahnya, ternyata suara gedoran itu masih ada, merasa ingin tahu ada hal apa dari dalam, ia memberanikan diri untuk memasuki toilet wanita.
Ada satu pintu tertutup, dan suara gedoran itu berada dari sana.
‘’ada orang didalam?’’ tanya Dio menggema di dalam toilet
‘’ada orang diluar?’’ jawaban yang diterima Dio
‘’hey aku bertanya, mengapa kau balik tanya’’ geram Dio
‘’ahiya, tolong buka pintunya’’jawab safa menggema dari dalam
‘’cekrek’’
‘’kret’’ pintu terbuka
Didapatinya wanita didalam pintu yang terkunci itu, tak lain wanita itu adalah safa. Mukanya putih alami menjadi putih pucat, karena sudah kelamaan didalam kamar mandi yang sempit.
‘’aku dehidrasi, butuh minum’’ ucap safa dengan nafas terengah-engah
‘’bbbaaikk, mari ikuti aku’’ Dio menarik lembut tangan safa, dan membawanya keluar menuju lapangan basket.
‘’siapa dia yo?’’ tanya Sijay
‘’lo selingkuh yo?’’ timpal anton
Dio hanya diam, tak menjawab perkataan dari mereka berdua ,sahabat karibnya yang ditemukan disekolah ini.
Dio mendudukan Safa disamping lapangan, dan memberikanya ia minuman.
__ADS_1
Dengan nafas yang tak teratur, safa menghabsikan sebotol air putih yang diberikan oleh Dio.
Dio, Anton dan Sijay hanya melongo melihat seorang gadis meminum sebotol air minum secepat ini.
‘’syukurlah aku selamat’’ ucap safa tanpa sadar sedang diperhatikan oleh ketiga lelaki tampan
‘’kau manusia kan?’’ Sijay seceplosnya
Perkataan sijay membuat safa tersadar, bahwa ia sedang berada dilapangan basket dan dikelilingi oleh ketiga lelaki tampan, dan salah satunya ada lelaki pujaan hatinya.
‘’aaakkk kkkuu, mmmaaann nnnuussiiiaaa’’ jawab safa terbata-bata
‘’Aku terkunci dilemari hampir 2 jam’’ sambung safa
‘’apah? Siapa yang tega si mengunci seperti ini’’ jawab Sijay geram
pertaanya yang memberondong, membuat Safa tak menjawab pertanyaan mereka.
‘’sudah pulang denganku saja’’ jawab Dio menyambar hati Safa
‘’kau bilang pada semua, yang ingin pulang silahkan pulang. Latihan hari ini selesai. Sambung nanti Sabtu dirumahku saja jam 8’’ ucap Dio kepada Anto dan Sijay
Tanpa banyak kata, Dio menarik tangan kanan safa menggandengnya sampai menuju parkiran motor.
sedangkan safa berperang dengan dengan spikiranya, tak menyangka ia bisa pulang bersama Dio.
‘’Kau anak baru di sekolah ini?’’ tanya Dio membuyarkan rasa khawatir jika ia bertemu keysi
‘’aakku sudah 2 tahun disekolah sini’’ jawab safa
__ADS_1
‘’berarti kita satu angkatan, lalu kenpa aku tak pernah meelihat kamu disekolah ini?’’ tanya dio lagi
‘’aku tak sepopuler kamu’’ jawab singkat safa
‘’aku tak popular, aku juga gatau kenapa semua mengenalku’’ ucap Dio merendah
Sedang asyiknya Safa mengobrok dengan Dio, tiba-tiba Mobil berwarna hitam mendekati motor yang ditunggangi oleh Dio dan Safa.
‘’Non, Non Safa’’ ucap lelaki dalam mobil
Safa yang merasa dipanggil menoleh ke sumber suara.
‘’pak mamat?’’ tanya heran
‘’siapa dia?’’ tanya Dio
‘’eehhm, berenti disni ya. Pak mamat menjemputku ternyata’’ safa tanpa menjawab pertanyaan Dio
Dio menepikan sepeda motornya, dibarengi mobil hitam milik safa didepanya.
‘’makasih ya Dio, ternyata kamu baik’’ ucap safa turun dari motor Dio
‘’sama-sama’’ jawab dio tersenyum
Pak mamat keluar, dan membukakan pintu untuk nona mudanya itu. kemudian safa masuk kedalam mobil, pintu mobil tertutup kemudian jalan meninggalkan Dio sendirian.
‘’pacarnya ya non?’’ tanya pak mamat meledek
‘’hus, bukan pak. Cuma temen’’ jawab safa tersenyum malu-malu
__ADS_1