
Keesokanya, safa keluar dari kamarnya dengan seragam yang rapi dan rambut diikat kebelakang, kaos kaki tinggi sepaha seperti roknya yang sepaha ,dan bersepatu pustih, tas punggung coklat miliknya tak lupa kacamata bulat yang menghiasi matanya. Tak ada satupun make up simple menghiasi wajahnya.
‘’selamat pagi semua’’ ucap bahagia safa di hadapan keluarganya
‘’pagi juga anaku’’ jawab ayah tersenyum
‘’pagi juga adekuu safa’’ jawab wiliam
‘’ohya, good morning cacha’’ safa tersenyum memandang adik kecilnya yang imut itu
‘’morning too’’ jawabnya cacha imut
Safa menggeret kursinya. Dan kemudian duduk di samping kanan ayahnya, sementara wiliam berada disamping kiri ayah, dan cacha berada disamping kiri wiliam.
Simbok jika ada keluarga besar dirumah, ia memilih untuk berada didapur menjadi sok sibuk, karena tak enak hati jika ia dipersilahkan duduk bersama keluarga majikannya.
‘’safa. ayah dan cacha besok kembali ke perancis’’ ucap ayah memecahkan kesunyian dimeja makan
‘’wiliam, ia akan berada disini, dan ingin kuliah disini, sudah ayah siapkan perguruan tinggi terbaik di kota ini untuknya’’ sambung ayah
__ADS_1
‘’benarkah kak?’’ memandang wiliam
Hanya anggukan kepala dan senyuman yang safa dapati, karena wiliam masih mengunyah roti isi yang disiapkan simbok. Jika ia membuka mulut maka ia takut tersedak.
‘’aku berangkat sekolah dulu ya ayah’’ ucap safa yang sudah menyelesaikan makananya itu, tak lupa menaruh bekal makanan yang sudah disiapkan oleh simbok.
Tak lupa juga untuk mengecup pipi ayah sebelum ia pergi untuk bersekolah.
Sesampainya disekolah, safa meminta pak Mamat untuk menurunkannya disamping gerbang sekolah. Safa turun dari mobil, setelah pak mamat membukakan pintu.
kemudian pergi dari area sekolah atas suruhan dari safa. Setelah mobil yang tadi ia tumpangi sudah menjauh, barulah ia melangkahkan kaki memasuki gerbang skolah.
‘’bruk’’
‘’makanya kalo jalan tuh liat-liat’’ jawab keysi merasa tak bersalah yang masih berada di dalam mobil merah yang menabraknya
‘’punya empat mata kok ga diguanin’’ timpal jeni
Mobil merah milik keysi, sudah jauh darinya menuju tempat parkir khusus mobil.
__ADS_1
sementara safa merapikan kembali bajunya, agar tetap rapi.
‘’kring…kring…kring’’
Bel sekolah berbunyi tiga kali, menandakan kegiatan belajar mengajar hari ini sudah selesai dan waktunya untuk semua murid pulang.
‘’wid, aku mau ketoilet dulu ya. Kamu sana pulang dulu’’ ucap safa kepada widya
‘’okeh safa aku pulang duluan yah’’ melambaikan tangan kepada safa tanda perpisahan
Sementara safa, seorang diri menuju toilet sekolah dekat lapangan basket karna toilet yang dekat kelasnya sudah jauh terlewat. tak kerasa dibuntuti oleh keysi dan kedua temanya, setelah ia masuk dan menutup pintu.
Keysi langsung melaksanakan aksinya, mengunci dari luar pintu toilet yang digunakan safa.
Keysi yang sudah melancarkan aksinya, berpamitan kepada Dio karena tidak bisa menunggu Dio latihan hari ini, karena keysi ada urusan dengan keluarganya.
tak lupa pelukan hangat yang diberikan dio untuk keysi, kemudian keysi, jeni, dan ria pergi meninggalkan Dio yang sedang berlatih basket.
‘’guys, aku ke toilet dulu ya’’ ucap dio kepada seluruh teman basketnya
__ADS_1
Saat Dio berada didepan toilet wanita, mendengar suara pintu digedor-gedor. Tapi ia hiraukan dan lanjut menuju toilet lelaki.
Setelah ia menyelesaikan masalahnya, ternyata suara gedoran itu masih ada, merasa ingin tahu ada hal apa dari dalam, ia memberanikan diri untuk memasuki toilet wanita.