
Di halaman depan tampak wiliam duduk sendirian di kursi yang sengaja diletakan, biasanya untuk menenagkan diri disaat pagi, sore maupun malam. Karena halam depan memiliki taman yang sengaja ditumbuhi bunga yang disukai mendiang Ibu Safa, bisa juga dijadikan tempat untuk mengobati kerinduan kepada Ibu.
‘’kak wili’’ panggil safa yang masih berada di ambang pintu utama. Kemudian berlari menuju wiliam yang masih tak bergerak untuk menghampirinya
‘’kak wili’’ panggil lagi dengan posisi sekarang sudah berada disamping wiliam
‘’yaudah ayok’’ jawab wiliam singkat
Mereka berjalan menuju mobil hitam mengkilap milik wiliam, yang sudah terpakir rapi didepan hjalaman depan setelah kaluar dari garasi yang terletak berada di samping rumah.
‘’eh tunggu saf’’ celetuk wiliam memberhentikan jalanya sejenak
‘’kenapa kak’’ jawab safa
‘’eehhm, baru dua minggu udah berubah aja penampilanya. Yang biasanya pakaianya model biasa , aja wajah tanpa make up , pake kaca mata bunder. Sekarangg udah begini’’ ucap wiliam sembari melihat safa dari bawah ke atas
‘’kan disuruh kaka, gimana si. hhmm’’ jawab safa memuta kedua bola matanya sedikit kesal dengan wiliam dan melanjutkan jalanya
__ADS_1
Dibukalah pintu mobil ferari hitam mengkilap milik wiliam, safa duduk disamping kemudi. Dimana kemudi dikendalikan oleh wiliam.
Hening selama perjalanan, Safa bergelut dengan pikiranya, akan membawa kemana wiliam hari ini ? bukanya enggan untuk bertanya, sudah lebih dari tiga kali dihari ini safa melakukanya. Tetapi jawaban yang didapat ‘’udah ikut aja, ntar juga tau’’
Memang wiliam nyebelin dan suka usil dengan adik-adiknya. bukan hanya safa, cacha yang masih lima tahun saja sering dibuat nangis. Tetapi dibalik keusilanya wiliam sangat menyayangi adik-adiknya.
‘’dek kalo mau ganti mobil. Kamu mau yang apa?’’ ucap wiliam memecahkan kesunyian
‘’emm, kalo mau ya mobil kaya keysi ka’’ jawab safa
‘’loh kok kaka tau si, kaka kan gatau keysi kaya gimana orangnya?’’ tanya safa menatap tajam wiliam
‘’kaka paham lah, anak sekolah tuh kebanyakan pake mobil itu’’ jawab wiliam tetap tenang meski harus memutar otak sebelumnya untuk mencari alasan
‘’ohh’’ jawab safa mencoba menyatuka kedua alis tetapi tidak menyatu, seperti belum puas dengan alasan wiliam.
**** ****, untung Safa ga curiga. Gumam Wiliam dalam hati
__ADS_1
‘’menurut kaka sih jangan yang model kaya gitu deh, pasaran’’ ucap wiliam tetap santai mengemudi ‘’kaya mobil kaka aja tapi beda warna tetep kece kok’’ sambung wiliam sedikit merayu
Dengan memonyongkan bibir dan menggelengkan kepala, menandakan ia tak setuju dengan wiliam.
Mata yang sedari tadi biasa saja menjadi melotot tak berkedip dengan mulut sedikit melongo, setelah melihat ruko besar dengan mobil-mobil baru didalamnya hingga kemudian mobil yang ditunggangi terpakir rapi diparkiran.
Ini kan shorum mobil? Tanya safa dalam hati
‘’ayok kluar’’ ajak wiliam dan membuka pintu , secepat kilat sudah berada di luar mobil tak lupa pintu diitutup. Kemudian safa keluar dari mobil melihat wiliam sudah melangkah menjauhi mobil menuju kearah dalam ruko dimana mobil-mobil baru berjejeran.
Warna sangat mengkilap, berbagai bentuk model, dan merk ternama berada disana.
Safa dan wiliam dibarengi dengan salah satu pegawai yang bertugas untuk mendampingi ,berjalanan menyusuri mobil yang berjejer rapi. Tak banyak safa bertanya karna ia tidak tahu mengenai mobil, melainkan wiliam yang sering bertanya kepada pegawai yang mendampingi mereka.
Hingga mata safa tertuju pada mobil bentuk minimalis bewarna kuning mengkilap.
Mobil itu simple banget mewah karna warna. Eit tungggu dulu, disekolah aku tidak pernah melihat mobil seperti itu dan warna itu deh. Gumam safa dalam hati dengan mata tajam melihat
__ADS_1