
Tibalah ditempat salah satu mall terbesar kota ini, mobil hitam mengkilap terpakir rapi.
keluarlah sepasang adik kaka keluar dari mobilnya itu. Berjalan tanpa tujuan untuk melepas bosan, belum menemukan tempat yang pas untuk bersinggah, tiba-tiba Safa berpamitan untuk toilet.
Wiliam hanya menunggu di pinggiran, yang dapat melihat pemandangan dibawahnya, sembari menunggu adiknya.
Belum juga memasuki toilet, keluarlah tiga wanita cantik yang dikenalnya.
‘’heh safa cupu ngapain ke mall gede ini?’’ ucap Ria sembari senggol bahu kanan safa
‘’hih pasti negmis ya’’ timpal jeni kembali mendorong bahu kiri safa
‘’apaan, sok-sokan pake baju dan barang branded gini’’ sambung safa memegang jiji baju safa
‘’mau beli baju branded juga tetep gabakal ngrubah safa cupu menjadi safa cantik. Lihat ini tambah jelek’’ ucap puas keysi yang masih memegang jiji baju safa
Merasa sudah cukup puas, keysi dan ketiga temanya pergi meninggalkan safa. Kemudian safa masuk kedalam toilet, guna menuntaskan masalah yang ditahanya.
‘brruk’
bahu kiri dan bahu kanan bertabrakan dua anak manusia yang sedang berjalan berlawanan arah.
__ADS_1
‘’aaww’’ rintih keysi
‘’eh maaf, aku ga sengaja. Mataku tertuju di layar smartphoneku’’ jawab lelaki yang menabrak bahu keysi
Gantengnya melebihi Dio. Smartphonenya juga keluaran terbaru. Pasti anak orang kaya. Gumam keysi dalam hati melirik wajah dan benda yang sedang gengam ditangan lelaki itu
‘’aah tidak apa-apa kok. Tidak sakit’’ jawab keysi manja ‘’kesini sendirian yaa?’’ sambung tanya keysi
‘’iya, kebetulan lagi bosan dirumah. Kenalin Aku
wiliam’’ ucap wiliam mengajak berkenalan
‘’aku keysi’’ keysi menjawab pertanyaan dan tangan lembut wiliam
‘’ih, boleh sekali kok. Nomornya 08198789’’ jawab keysi langsung, tanpa memikirkan seseorang yang sudah memiliki hubungan denganya.
‘’okeh makasih ya, udah aku chat, coba liat pesanmu. Aku pergi dulu ya’’ ucap bastian meninggalkan keysi dan kedua temanya, pergi menjauh dan memilih duduk di dekat toilet yang safa hampiri.
‘’ih ganteng banget dia’’ ucap ria memuji
‘’buat aku dong key, kan kam ada dio’’ sambung jeni
__ADS_1
‘’iihh enggak dong. Sepertinya juga anak orang kaya dia’’ ucap keysi , kemudian meereka bertiga melanjutkan jalanya menyusri mall ini.
Sementara masih mencari-cari keberadaan kakanya yang menghilang karna ditinggal ditoilet sebentar.
Buru-buru ia mengeluarkan benda pipih persegi panjang yang disebutnya smartphone yang tersimpan didalam tas punggung kecil miliknya.
[kak dimana?] pesan terkirim
[aku di tempat duduk dekat toilet] balas wiliam
[oke aku kesana] pesan terkirim tidak ada jawaban, tetapi sang penerima sudah membacanya
Bergegas safa menuju tempat yang ditujunya sendrian.
Safa menghampiri wiliam yang sedang duduk sendirian, melihat orang berlalu lalang dihadapanya. Tak merasa risih jika wanita-wanita yang melewatinya selalu memandang dirinya. Tetapi menurut safa, kakaknya seperti orang hilang karna duduk sndrian diantara keramaian.
‘’kak, ayo makan’’ ajak safa
‘’iya, tapi jangan di mall ini ya. Kita keluar’’ jawab wiliam, kemudian menggenggam tangan adeknya itu untuk bergegas pergi meninggalkan mall ini. Tak banyak bertanya meski merasa heran, safa menuruti saja kemauan wiliam.
Tak menjawab lewat suara pertanyaan dari kakanya, ia hanya menjawab lewat mata yang melotot dengan sendok yang masih memasuki mulutnya.
__ADS_1
‘’yaya, gausa melotot, maksud kaka cepetan abisin’’ jawab wiliam melihat jawaban adiknya.