
Sekolah kini menjadi aktiv kembali, masa liburan telah usai waktunya Safa kembali untuk mengejar pendidikanya disekolah.
Diparkirkan kendaraan beroda empat bewarna kuning miliknya ditempat parkiran Mobil, dilihatnya Ada tiga gadis yang baru keluar dari Mobil merah yang tepat terparkir rapi disamping kanan Safa. Dan ketiga gadis itu memandang takjub Mobil Kuning yang keberadaan sangat terbatas.
Safa keluar dengan rasa angkuhnya, kali ini ia tidak bernyali ciut. Gemblengan Wiliam selama 3 minggu mampu membuat Safa bangkit dan bersemangat mengawali hari-harinya disekolah.
‘’Hay’’ sapa Safa kepada ketiga gadis itu yang ternyata Keysi, Ria, dan Jenni
‘’ck ck ck, libur tiga minggu kau jual diri?’’ tanya Keysi mendekati Safa
‘’untuk apa aku jual diri? Sedang Ayahku bisa membelinya?’’ jawab Safa menyombongkan diri
‘’cih, alasan. Kau kan gadis miskin yang menjual diri demi mendapatkan mobil ini bukan?’’ Keysi tak kalah menyakitkan ‘’lihat ganyamu saja berubah, apakah ucapanku salah?’’ sambungnya membelai jiji rambut Saf yang berwarna Hitam dan abu-abu
‘’apa ini seperti wanita penjual diri?’’ tanya Safa dengan wajah yang polos
‘’ya tentu’’ Keysi mengibaskan rambutnya
‘’jika iya seperti itu, maka kau juga sama. Malah lebih dulu dari ku. Lihat, kamu aja yang dicat merah dibawahnya, melambangkan sekali bukan?’’ jawab Safa menohok dengan tanganya menyentuh rambut Keysi yang bagian warna merah
__ADS_1
‘’kau, beraninya’’ ucap Keysi geram
Safa tak meladeni Keysi lagi, kini langkahnya mantap menuju dalam gedung sekolah.
Pasang mata memandang kagum gadis yang sedang berjalan santai didepanya. Dengan sedikit lipgols bewarna pink dan wajah yang hanya memakai morning skincare terlihat sedikit glow ,serta rambut terurai bergelombang membuat tampilan yang natural itu terlihat modis.
Meski Safa tidak terlihat jauh berbeda dari hari-hari biasanya tanpa hiasan diwajahnya. Hanya saja kini Safa terlihat lebih berseri dan segar diwajahnya serta rambut dan mata yang tidak menggunakan kacamata lagi.
‘’Dia kan Safa’’
‘’wah tiga minggu membuatnya berubah’’
‘’cantik sekali dia ya sekarang’’
Begitulah bisik-bisik kecil para pemandang yang takjub akan kecantikan alami Safa yang sedikit berubah.
Hingga sampai didalam kelas XII A, kelas yang ia dan teman-teman sekelasnya singgahi selama hampir 3 tahun.
Tetapi tunggu dulu, mata Safa melotot dilihatnya pikiranya masih tak menyangka seseorang lelaki duduk dibarisan paling depan. Lelaki itu Dio dan ia sedang duduk sendiri dengan tangan yang menopang dagu, dibarengi dengan kedua lelaki dibelakangnya itu yang sudah pernah Safa lihat di lapangan saat ditolong Dio dan di Club saat menolong Dio.
__ADS_1
‘’Hay Safa’’ panggil Dio saat Safa berjalan tepat didepanya
‘’eh Dio, kau pindah kelas?’’ tanya Safa yang masih berdiri dihadapan Dio
‘’em iya, aku juga tidak tahu tiba-tiba semalam ada Chat dari Walikelas katanya pindah dikelas A’’ jelas Dio ‘’eem, makasih ya waktu malam itu Saf’’ sambungnya lagi
Safa yang mendengar hanya manggut-manggut dengan senyuman yang melebar bingung akan menjawab apa.
‘’kau duduk dimana?’’ tanya Dio lagi
‘’eemm lagi tunggu Widya sih’’ jawab Safa dengan mata yang menelusuri seisi ruangan kelas
‘’duduk saja denganku, aku sendirian. Mereka berdua tak mau bersamaku’’ kata Dio dengan mata yang mengekor kebelakang guna menunjukan kedua sahabatnya itu yang sedang asyik memanikan smartphonenya yang dibiarkan miring.
‘’ta tapi……..’’
‘’aih kau menolak, yasudah aku tak memaksa’’
‘’baiklah aku duduk denganmu Widya juga sepertinya kesiangan’’ jawab Safa dengan terpaksa menuruti kata hatinya ini kesempatan.
__ADS_1
Widya berjalan menunduk memasuki kelas, dibarengi dengan Keysi dan kedua temanya yang berjalan dibelakangnya.