
‘kring…kring…kring’’
‘’iya Ria kenapa?’’
‘’key, kau sudah PR matemika?’’
Apaan Ria, hari libur saja masih memikirkan PR. Gumam Keysi
‘’urusan itu gampang, serahkan pada dia besok, sudah ya aku sedang jalan-jalan sama Dio’’
‘’tut’’
Mobil terus melaju, tak banyak kata bila Dio sedang mengendarai. Untuk menghilangkan suasana sunyi ini, keysi memutuskan untuk menyetel musik kesukaan mereka berdua.
*****
Keesokanya, seperti biasa Keysi, Jeni dan Ria. Mereka slalu berangkat bersekolah bersama-sama, dengan menaiki mobil milik Keysi, karna perjalanan terjauh adalah rumah keysi menuju sekolah, untung saja mereka bertiga rumahnya satu arah, jadi tak kesusahaan untuk mereka berangkat bersama.
‘’Saf, ni buku matematika kita kerjain semuanya’’ ucap keysi yang baru datang, sambil menyodorkan 3 buah buku tulis tak lupa menebarkan senyum liciknya.
__ADS_1
Tak banyak kata, safa langsung menyambar ketiga buku itu kemudian membuka dan menulis.
Sementara, keysi dan kedua temanya asyik bergurau dan bersolek didepan cermin yang tak lupa dibawa setiap hari oleh ketiganya.
‘’kring…kring…kring’’
Bell sekolah berbunyi, menandakan sekolah hari ini telah selesai.
Hari yang tenang untuk safa, karna seharian penuh tak sedikitpun keysi dan kedua temanya memarahi dan menyakitinya.
Safa merebahkan tubuhnya diatas kasurnya yang empuk. Menikmati suasana kenyamanan di dalam kamarnya. Kamar yang menjadi saksi bisu dalam disetiap malamnya karna perlakuan keysia dan kedua temanya, disetiap harinya selalu saja ada tetesan air mata membasahi pipi manisnya.
‘’syukurlah hari ini aku aman’’ ucap safa dengan tenang dan tersenyum ceria
‘’non, makan malam sudah siaap’’ ucapan dari luar kamar
‘’baik mbok’’ jawab safa dari dalam
Segera safa membuka pintu, dan menuju ruang makannya. Harum semur daging mengisi ruangan, membuat nafsu makan bertambah.
__ADS_1
Safa menarik kursi, kemudian duduk dikursi yang sudah disediakan piring dan juga sendok garpu serta segelas air putih, tak lupa lauk semur daging dan nasi juga sudah tersedia di atas meja makan.
‘’mbok, kenapa masih berdiri?’’ melihat yang dipanggil simbok masih berdiri disampingal g kursi yang diduduki safa ,‘’sini duduk samping safa, temenin safa makan’’ sambung safa sambil menepuk kursi kosong samping safa.
‘’eem, tapi non’’ ucapak simbong terpotong
‘’tapi apa mbok, aku kan sudah bilang. Simbok sudah kuanggap sebagai nenek aku, aku ga mandang simbok sebagai ART dirumah ini, kan simbok sudah menjagaku sejak aku kecil. Jadi jangan sungkan-sungkan’’ sambung safa menjelaskan
‘’baik non’’ wanita yang dipanggilnya simbok tersenyum, dan menarik kursi yang berada disamping kanan safa.
Safa dan simbok makan malam berdua. Safa hanya tinggal dengan Simbok, simbok ART di rumahnya yang juga sekaligus menjaga safa dari Balita sampain sekarang.
Ayah safa berada diluar Negeri bersama kedua saudara kandungnya. Ayah safa memimpin perusahaan keluarga yang ada disana.
Walaupun ayah safa memiliki hotel besar di negara ini, tetap ia memilih menjadi pemimpin di Perusahaan keluarganya. Sedangkan
hotel milik ayah safa dipimpin oleh saudara sekaligus tangan kananya.
Ayah safa hanya sebulan sekali mengunjungi putrinya, dan mengunjungi hotel miliknya, tak lebih dari seminggu pasti ia kembali ke perusahaan keluarganya.
__ADS_1
Safa sudah memaklumi kesibukan ayahnya, safa tak minta terlalu diperhatikan seperti kedua saudaranya yang bersama ayah.
Karna safa sendiri yang memilih untuk tinggal di Negara ini, agar dekat dengan peristirahatan terakhir bundanya, yang sudah meninggalkannya 5 tahun yang lalu karna melahirkan adik bungsunya.