
Dibukalah slingbag hitam milik Safa, dan didapati benda pipih yang tak lupa jika dibawa kemana selain lipstik dan kaca, benda itu dinamakan smartphone.
Safa asyik memainkan Smartphonenya dengan kedua tanganya, dan kedua Ibu jarinya sangat lincah memainkan layar smartphone miliknya.
[Kak, bilang sama Kak Rendi aku mau ke Club] pesan terkirim kepada Wiliam
‘’Sudah tenang, aku kenal dengan pemiliknya. Dia Kak Rendi teman Kak Wili’’ kata Safa menenangkan Widya
Safa tau wajah dari Widya terlihat sangat cemas, tapi bagaimana lagi Widya tidak bisa berbuat apa-apa selain mengingatkan. Karena Safa sudah bertekad untuk berubah, dan jika tidak bisa terlaksana maka Safa akan menghentikan perubahanya dan menjadi cupu kembali.
Widya tidak menginginkan Safa terus-terusan ditindas oleh Keysi dan kedua temanya.
Sampailah mereka berdua, yakni Safa dan Widya diarea parkir Club milik Rendi, Club milik Keluarga Rendi lebih tepatnya.
‘’Saf pulang aja yuk, aku takut mereka mabuk’’ Ucap Widya di balik punggung Safa
‘’sudah tenang, sebentar lagi Kak Rendy keluar’’ jawab Safa santai, meski mimik wajahnya sudah terlihat khawatir
[kontak Rendy : 876411124] pesan dari Kak Wiliam
[telephone saja Rendi, kaka lagi sama Cia] pesan dari Kak Wiliam
Dasar Wili, kalo pacaran gabisa diganggu. Gerutu Safa
__ADS_1
‘tuut…tut….tuut…’ dering Smartphone Safa
‘’halo Kak Rendy Safa sudah diparkiran, mobil kuning ya’’
‘’oke’’
Safa mematikan sambungan telephonenya denga Rendy, dan setelah menunggu beberapa menit Rendy sudah muncul dari kejauhan melambaikan tangan kepada Safa.
Safa dan Widya meenghampiri Rendy yang berada di pintu keluar parkir.
‘’kau Safa ? Adiknya Wiliam?’’ tanya Rendy penuh keheranan
‘’benar Kak, kenapa? Jadi cantik kan ?’’ tanya Safa balik
‘’aaww sakit Kak’’ rintih Safa ‘’ini tuh perjuanganku mendapatkan seseorang’’ sambungnya lagi
‘’cih, sangat bucin dirimu’’ ledek Rendy ‘’eh dia siapa Safa?’’ menunjuk Widya
‘’dia Widya Kak, sahabatku’’ Jawab Safa
‘’Rendy’’ ucap Rendy melayangkan tangan kananya mengajak berkenalan
‘’aku Widya’’ meraih tangan Rendy
__ADS_1
‘’wajahmu terlihat sangat takut ?’’ tanya Rendy kepada Widya dan melihat penampilan Widya dari bawah ke atas.
Widya mengenakan celana Jeans gelap dan baju sweater panjang polos bewarna abu-abu dan tas punggung melekat dipunggungnya.
‘’eehh anu….’’ Ucapan Widya terpotong
‘’dia takut masuk ke Club Kak, katanya banyak orang mabuk. Haha’’ celoteh Safa
Pantas saja, ternyata dia juga lugu seperti Safa. Cuman bedanya Safa sudah mau berubah sedangkan dia ......... yasudahlah bukan urusanku. Gumam Rendy
‘’gausah takut, nanti didalam kalian dijaga sama pelayan disini . tenang!’’ Ucap Rendy membuat Widya tenang
Masuklah mereka bertiga kedalam Club, dan duduk ditable yang sudah disediakan.
‘’kalian duduk disiini, nanti pelayan datang. Kalian mau minum ? alcohol atau non alcohol ?’’ tawar Rendy
‘’yang non alcohol aja Kak’’ jawab Safa
‘’baiklah, tunggu disini’’ ucap Rendy dan pergi meninggalkan Widya dan Safa sendiri
Safa dan Widya pertama kalinya masuk kedalam Club, pemandangan yang sangat tidak biasa mereka lihat. Banyak orang mabuk, joget-joget mendengarkan sang Disk Joki memainkan musik, dan banyak gadis-gadis cantik seusianya yang menuangkan minuman dengan lelaki yang sudah berumur.
Sangat menakutkan dunia malam untuk Safa dan Widya sebagai gadis yang masih lugu.
__ADS_1