
Wiliam mengantarkan safa memasuki area klinik kecantikan itu, dengan sebagian besar wanita membuat safa risih karena pandanganya tertuju pada mereka berdua lebih tepatnya kepada wiliam. Safa hanya memperoleh pandangan buruk, sementara kakanya memperoleh pandangan dan pujian yang baik. Seperti beauty and the beast, lebih tepatnya siganteng dan sijelek.
Tinggalah safa yang harus melakukan perawatan sendirian, sementara wiliam tak ingin menunggu sendirian memilih pergi meninggalkan safa sendirian ,tak lupa diberikan kartu kredit yang sudah berisikan uang.
[dek kaka mau jalan-jalan dulu. Kalo kamu udah tingal kabarin kaka] pesan wiliam untuk safa
Cih, orang ini. Sudah menyuruh malah ilang. Gumam safa dalam hati sembari melihat layar smartphonenya kemudian merilekskan tubuhnya dengan punggung sedang diusap halus oleh pegawai klinik kecantikan ini.
Sementara, Area sekolah mulai sepi dari murid-murid dan orangtua yang mengambil hasil laporan anaknya selama satu semester. Hanya tinggal murid laki-laki yang sedang latihan basket dan empat murid yang berada dilapangan parkir.
‘’ayo key kita pulang bareng, ibu udah jalan duluan dijemput supir. Aku juga bela-belain gak latihan basket’’ ajak Dio menarik lengan keysi
‘’Dio kamu pulang sendiri aja kalo ga latihan basket deh, aku mau sama Ria trus Jeni jalan-jalan’’ jawab keysi menolak halus ajakan dio kekasihnya
‘’aku ikut deh’’ jawab Dio tak mau membiarkan kekasihnya pergi tanpa dirinya.
‘’ih kok gitu? Kan kamu tau kalo aku lagi jalan-jalan sama ria jeni tuh kamu gausah ikut’’ jawab keysi menutup pintu mobil merah miliknya. Dan pergi menjauh pergi meninggalkan area sekolah.
__ADS_1
Dengan wajah muram, Dio kembali menuju lapangan basket dimana kedua sahabatnya berada, yakni Sijay dan Anto.
‘’lah kok balik lagi Yo?’’ tanya jay yang sedang duduk santai dipinggir lapangan basket, heran melihat Dio yang sudah berpamit pulang malah kembali kelapangan.
‘’aku mau latihan basket aja. gajadi pulang’’ jawab Dio dengan kedua tangan yang sibuk merogoh tas coklat miliknya ‘’nih titip tas’’ sambung Dio kemudian menuju kamar mandi membawa kain yang digenggamnya.
‘’ini mobil aku dirumah kamu aja ya Jen, kalo nih Mobil dirumah pasti Dio curiga’’ ucap keysi yang masih memegang kemudi mobilnya.
‘’okeh key’’ jawab jen singkat
‘’aku pulang aja yah key, mau siap-siap baju buat di bawa ke Rumah nenek’’ ucap Ria yang berada di kursi belakang
Sesampai dirumah jeni, yang sebelumnya sudah menurunkan amel di depan rumahnya. Karena rumah amel lebih dekat dengan sekolah, disusul dengan jeni kemudian keysi.
keysi sudah berganti baju , sebelumnya sudah disiapkan dari rumah disimpan didalam mobil. Dengan dress sabrina putih diatas lutut, dan sepatu putih tinggi 3 cm yang hanya menutupi sebagian punggung kakinya, tak lupa dengan tas slempang hitam dengan menambah kecantikanan dengan make up simple di poles diwajahnya. Tampilan yang sangat elegan dan memukau.
‘’wah dia sudah diluar jen’’ ucap keysi kegirangan menatap layar smartphonenya
__ADS_1
‘’yaudah ayok kita keluar key’’ jawab jen, kemudian berlarian dan menuruni anak tangga dirumah jeni yang berlantai dua.
Sesampainya di halaman depan, terlihat mobil ferari berwarna hitam mengkilap terparkir rapi dihalaman depan rumah jeni. Sedang sang pemilik ferari sedang duduk di kursi yang sengaja diletakan dihalaman depan.
‘’hey wiliam’’ sapa safa kepada pemilik ferari hitam
‘’hey juga, cantik banget kamu key’’ puji wiliam
‘’eemm, lama nunggu ya?’’ tanya keysi penuh senyuman
‘’engga kok key, aku baru nyampe’’ jawab wiliam
‘’yaudah ayok key, kita pergi’’ sambung wiliam, sembari melingkarkan tangan kanannya disamping kanan, menawarkan gandengan.
‘’ayok wiliam’’ jawab keysi, memasukan tangan kirinya dilingakaran tangan wiliam
"jen, aku pergi dulu yah’’ sambung keysi melirik arah jeni
__ADS_1
Wiliam dan keysi berjallan seperti sepasang kekasih menuju mobil ferari milik wiliam.
Wiliam membukakan pintu untuk keysi, disusul dirinya menuju pintu tempat pengemudi.