
Kaki sudah melangkah kearah mobil itu berada, tak menghiraukan keberadaan wiliam dan pegawai pendamping. Langkah demi langkah, safa sudah berada dekat dengan mobil itu.
‘’itu mobil terbaru nona keluaran tahun ini bulan lalu. Hanya ada lima dengan warna yang berbeda dinegara ini. Karena memang dipasarkan untuk setiap Negara hanya lima dan itu disetiap warnanya berbeda nona. Ada hitam, silver, merah, kuning, dan biru tua’’ jelas pegawai pendamping mengagetkan safa yan masih terpesona dengan mobil dihadapanya
‘’ini Warna Kuning, disebelahnya warna ada Warna hitam dan Silver nona. Warna merah dan biru sudah terjual. Bisa anda lihat, siapa tau nona naksir salah satu warna dari mobil ini‘’ sambung pepgawai pendamping itu
‘’gimana saf ? kayanya cocok buat kamu ini’’ ucap wiliam
‘’silahkan boleh dilihat didalamnya nona dan tuan’’ ucap pegawai pendamping itu dengan ramah
Dibukalah pintu mobil dengan cara biasa dan pintu akan membuka keatas . terdapat 3 kursi didalamnya, dimana 2 untuk bagian depan dan satu tetapi panjang bisa untuk tiga orang berada dikursi belakang. Kursi yang empuk, dan bagian dalamnya didesain elegan seperti bagian luarnya.
‘’kak, aku mau ambil ini mobil yang ini. Mobil yang sedang kita coba’’ ucap safa dengan tangan memegang kendali kepada wiliam yang sedang berada di sampingnya.
Dipilihlah mobil kuning, yang dari pandangan pertama Safa memang sudah tertarik. Mobil yang menurut Safa simple bewarna kuning , dan bentuknya hampir seperti mobil Wiliam.
__ADS_1
Safa dan Wiliam melaju menggunakan mobil ferari hitam menjauh dari shorum mobil, setelah deal dan membayar lunas harga mobil itu tinggal menunggu segala beberapa surat dan mobil akan dikirim kerumah.
Tujuan selanjutnya menuju klinik kecantikan, setiap 2 minggu setelah perawatan safa diharuskan untuk selalu kembali melakukan perawatan diseluruh tubuhnya jika menginginkan hasil maksimal dengan cepat.
‘’kalo aku ditinggal lagi, ogah’’ brontak safa kepada wiliam
‘’emm’’ wiliam malas menjawab pandangan menghadap kedepan.
‘’aku bakal berhenti perawatan-perawatan kaya gini kalo kaka beneran ninggalin lagi. Kan emang dasarnya aku sudah cantik. Kulitku juga sudah putih dan mulus’’ ucap safa lagi memuji diirinya sendiri
Setelah sampai dan sudah memasuki dalam klinik, Safa dan Wiliam langsung disambut pelayan yang memang sedang bertugas untuk berada dipintu dan menyambut tamu.
Wiliam merasa sangat bosan, bagiaimana tidak? Wiliam sudah setengah jam lebih menunggu Safa yang sedang melakukan perawatan. Dan merasa risih ditempat itu, terlalu banyak wanita didalam klinik maka terlalu banyak pasang mata yang terus memandanginya.
Demi adiknya, demi perubahan Safa agar tidak disepelehkan oleh teman-teman di sekolah, Wiliam rela mememani. Hal ini salah satu bukti Wiliam sangat menyayangi Adiknya.
__ADS_1
Meski hal ini memang hal lumrah bagi pria tampan seperti wiliam, tetap saja dia merasa sangat tidak nyaman jika tetap berada didalam terus jika dipandangi terus menerus dengan banyak wanita.
‘’ah siapa dia ?’’
‘’tampan sekali’’
‘’sedang apa pria tampan seperi dia berada disini?’’
‘’pasti lagi nunggu kekasihnya,untuk apa pria kemari kalo nggak antar kekasih’’
‘’pupus harapanku’’
Percakapan dua wanita yang duduknya tidak terlalu jauh dari tempat duduk Wiliam.
Tenang Wil, demi safa. Gumam Wiliam dalam hati
__ADS_1
‘’Wiliam?’’ panggil seseorang kepada wiliam
Mearasa ada yang menyebut namanya, Wiliam langsung menengok ke sumber suara