
wiliam Entah siapa yang sedang di televon oleh wiliam, membuat safa tidak penasaran.
Tak menunggu waktu lama, seseorang yang ditelevon segera menjawabnya.
‘’halo ayah’’ sapa wiliaam
‘’ayah, besok wili beli mobil yah. Kan gada mobil nih disini buat wili. Cuma ada mobil safa doang. Mobil safa juga kan dipake buat safa. Boleh ya ayah ?’’ ucap wiliam memberondong kepada seseorang yang dipanggil ayah yang sedang jauh disana.
Hanya wiliam yang mendengar jawaban seseorang yang sedang ditelvonya.
‘’eehm. Mobil ferari hitam ya ayah biar keren’’ jawab wiliam lagi
Safa yang mendengar wiliam meminta mobil ferari kembali melotot. Kali ini tak dihiraukan oleh wiliam yang terus melenjutkan televonya.
‘’okeh ayah besok ya. Bye’’ ucap wiliam mematikan televon, dan menaruh smartphonenya ditempat semula.
*****
Seperti biasa, safa selalu datang lebih awal dibanding murid lainya. Duduk di barisan terdepan yang masih sendirian. Sampai satu persatu murid lainya memenuhi ruang kelas ini, menjadikan ruang yang semula sepi menjadi rame.
Tiga serangkai, yakni Keysi Ria dan Jeni memasuki ruangan kelas paling akhir. Ditambah mereka bertiga suasana kelas ini menjadi tambah rame.
__ADS_1
‘’kalian tau ga? Aku kemarin dimall kan ketemu cowo ganteng banget. berwajah eropa, gantengnya melebihi dio loh’’ ucap keysi yang sengaja mengeraskan uaranya sembari melirik keberadaan safa yang memunggungiya
‘’sicupu bakal ngefoto dia didiem-diem lagi gak ya ?’’ sambung keysi
‘’haha. Mungkin key. Kan dia sicupu yang memimpikan pangeran tampan’’ jawab Ria samping keysi sembari melirik keberdaan safa
Safa yang merasa disindir hanya mengepalkan kedua tanganya, ingin dia membalas tetapi apadaya. Safa hanya dipandang gadis cupu, sementara keysi ratu sekolah. Dan tak mungkin jika safa melawan keysi, karna semua akan berpihak membela kepada keysi.
*****Flashback*****
Beberapa lelaki disekolah ini, sedang berlatih bermain bola basket. Diantara dari mereka, salah satu diantaranya adalah lelaki tampan pujaan hati semua siswi.
Tak sedikit dari siswi bersorak menyemangati lelaki tampan itu dari pinggir lapangan basket.
diam-diam mengabadikan moment lelaki tampan itu melalui smartphone miliknya.
Hingga munculah suara gadis meneriakinya “heh safa, berani sekali kau?’’ ucap gadis itu penuh amarah membuat gadis yang bernama safa melirik seseorang yang mempunyai suara.
‘’siapa suruh mengembil foto dioku?’’
‘’lancang sekali kau?’’
__ADS_1
‘’sudah baik aku, mengizinkan mereka meneriakan semangat untuk dio’’
‘’malah kau lancang mengambil foto diam-diam’’
‘’tidak ada dari mereka yang berani seperti ini padaku, hingga kakak kelaspun tidak ada yang berani melawanku’’
Berondong ucapan gadis yang sedang memuncak amarahnya
‘’sini smartphonenya’’ gadis itu mengambil paksa smartphone yang sedang dipegang gadis yang menunduk dihadapanya
‘’jangan keysi, aku mohon’’ jawab gadis yang dipanggil safa
‘’lancang kau safa’’ bentak keysi, kemudian menarik paksa smartphone dari gengaman safa
‘prak’
Suara benda pipih merah dilemparnya, terdengar sangat keras ditelinga safa. sehingga layar benda itu menjadi tak karuan.
Suara keras itu tak membuat mereka yang melihat beranjak untuk menolong safa yang sedang terpojok, malah mereka memilih melengos dan melanjutkan kembali tontonan langka disekolahnya.
Safa segera mengambil smartphone yang layarnya sudah tak teratur setelah keysi dan kedua temanya pergi meninggalkan safa yang sendiri menangis meratapi smartphone yang baru dibelikan ayah.
__ADS_1
*****flashback selesai*****