
silahkan Nona Safa’’ ucap salah satu pelayan lelaki memberikan sebotol minuman non alcohol dan sedangkan satunya membawa nampan berisi 2 gelas khas minuman bir.
‘’terimakasih’’ jawab safa sopan
‘’non mau kami jaga disini atau kami pantau dari sana ?’’ jawabnya menunjuk tempat kasir yang tak jauh dari keberadaan Safa
‘’kalian duduk saja disini, kalo mau minum juga gapapa. Gelasnya ambil sendiri hehe’’ jawab Safa
‘’baik nona’’ jawab kedua pelayan kompak
‘’aku ingin joget’’ ucap Safa kepada Widya
‘’aku engga Saf, takut banget masih gemeteran’’ jawab Widya jujur
‘’baiklah’’ jawabnya kepada Widya ‘’salah satu dari kalian bisa menjaga saya saat joget??’’ tanya Safa pada salah satu pelayan
‘’saya saja Nona’’ jawab Pria yang cukup manis yang wajahnya masih menunjukan pria yang masih remaja sama seperti Safa
‘’baiklah, ohya nama kau siapa ?’’ tanya Safa kepada lelaki itu
‘’panggil saja Doni ‘’
‘’okeh Don jaga saya dikeramaian itu’’
Belum juga sampai di area joget, mata Safa menangkap seseorang seseorang lelaki yang ia kenal.
‘’Dio’’ ucap Safa lirih
Safa melihat Dio sudah sangat mabuk berat di table sendirian, dengan 5 botol minuman minuman dihadapannya. Safa melangkah sedikit ragu menuju keberadaan Dio, sementara Doni tetap mengekor dibelakang Safa tanpa bertanya.
__ADS_1
‘’Dio’’ panggil Safa kepada Dio
‘’Dia sudah mabuk Nona, dengan 5 botol whiskey’’ ucap Doni menjelaskan tanpa diminta dan menunding botol-botol ditable Dio
‘’aa benarkah?’’ tanya Safa kaget, krena Safa tidak tahu mengenai minuman-minuman
‘’Dio’’ panggil Safa lirih, kali ini tanganya berani memegang halus wajah Dio
‘’Key, aku tau kau tak akan meninggalkanku’’ ucap Dio dan mememeluk Safa diluar kesadaran
Safa menyium aroma alcohol yang sangat tajam dari Dio, meski Safa merasa tidak nyaman akan baunya tetap saja Safa tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan kali ini.
‘’Dio yang sabar’’ jawab Safa lirih memblai halus punggung Dio
‘’eemm Don, disini ada kamar?’’
‘’ada Nona’’
‘’baik Nona’’
Kasihan kau Dio, pasti kalian bertengkar.
Disisi lain, Widya yang melihat Safa dipeluk oleh lelaki sangatlah kaget. Pemandangan pertama kali selama ia bersahabat dengan Safa.
‘’siapa lelaki itu ya’’ Widya bertanya-tanya dengan dirinya sendiri, penasaran dengan sesosok laki-laki yang hanya terlihat memunggungi dirinya
Tanpa pikir panjang, Widya akhirnya mendekat dikeberadaan Safa. Langkahnya tinggal sejengkal, dan wajah lelaki itu sudah terlihat dengan jelas dimata Widya.
‘’Dio’’ ucap lirih Widya dengan membungkam mulutnya dengan kedua tangannya sendiri.
__ADS_1
‘’hei kau gadis yang waktu itu terkunci ditoilet kan?’’ suara salah satu lelaki yang tiba-tiba berada belakang Widya
Dengan kaget Safa yang masih hangat dipelukan Dio dan Widya yang mempunggungi lelaki itu lantas langsung melihat keberadaan sang suara.
Terdapat 2 lelaki tampan, yang wajahnya tidak asing bagi Safa dan Widya. Tak lain kedua lelaki tampan itu adalah Jay dan Anton
‘’ii iiya’’ jawab Safa terbata-bata
‘’Dia sepertinya mabuk berat, kasihan Dio diputusin malah mabuk-mabuk gajelas’’ jelas Anton
‘’makasih ya, kami pulang dulu. Tapi kau sekarang berbeda dari waktu itu ya’’ ujar Jay yang memandang Safa
‘’ta tapi, aku udah siapin kamar buat Dio’’ kata Safa menahan ‘’aku kira dia sendirian’’ sambungnya
‘’tidak usah, biar dia pulang saja. Takutnya Ibunya nanti menghawatirkan Dio’’ jelasnya
‘’ba baiklah’’
‘’ehiya, ngomong-ngomong nama kalian siapa?’’
‘’aku Safa’’
‘’aku Widya’’
‘’oh baiklah terimakasih ya Safa dan Widya, kami pamit dulu’’
‘’iya hati-hati yah’’
Setelah Dio berhasil dipapah kedua sahabatnya, dan mereka sudah hilang dari pandangan mata. Tibalah Doni yang sebulumnya diperintah untuk menyiapkan kamar untuk Dio
__ADS_1
‘’non, temenya mana?’’ tanya Doni keheranan
‘’nggak jadi Don, udah sama temenya. Maaf yah’’