
Di hari libur yang cerah, cahaya matahari memasuki ruangan dengan melewati jendela kamar Dio. seseorang yang didalamnya masih terbaring nyenyak di atas ranjangnya, masih terlelap ditiudrnya dengan mimpi yang indah.
Sayangnya mimpi yang indah itu terpaksa kandas, ketika kehadiran seseorang yang nyelonong masuk kedalam kamar.
‘’Yo…Yo…bangun woy’’ teriaknya ditelinga Dio
Merasa dirinya terganggu, langsung saja dia membenamkan bantal menutupi kedua telinga.
‘’Woy Dio bangun gila’’ ucapnya lagi, kali ini ia menggoyangkan bahu Dio dan menarik paksa bantal yang menutupi kedua telinga Dio
Dengan sangat terpaksa Dio membuka kedua matanya, didapatinya seorang Jay yang tak lain adalah sahabat Dio.
‘’brengsek! gangguin orang tidur!’’ kesal Dio melemparkan bantal dengan kasar dan mengenai tepat wajah Jay
‘’bangun woy, orang tampan bangunya siang banget gila’’ kata Jay yang membalas lemparan bantal ketubuh Dio ‘’lupa apa ? udah ada janjian sama Safa Widya loh Yo. Kita kan hari ini mau kelompok ****. Anton udah siap dirumahnya tinggal nunggu kita samper’’ sambungnya lagi
‘’ah iya lupa Jay, yaudah mau mandi dulu’’ ucap Dio, dan langsung beranjang dari ranjang serta tak lupa menyambar handuk yang tergantung.
Dirumah Safa, ia sudah mandi dan sudah mengenekakan celana jeans pendek dan kaos oblong bewarna putih yang kombrong sehingga celananya hanya Nampak sedikit kelihatan dengan rambut yang sengaja dikuncir sembarang tetapi tidak mengurangi taraf kecantikannya.
Dimeja makan, terdapat segelas susu dan sandwich kesukaan Safa yang sengaja disiapkan oleh Simbok , yang teapt diletakan dihadapan Wiliam dan Safa. Seperti hari biasanya, Safa dan Wiliam sarapan berdua.
‘’Kak, nanti teman-temanku mau belajar kelompok disini’’ ucap Safa mendahului
__ADS_1
‘’siapa aja? ada yang namanya Keysi ?’’ tanya Wiliam dengan datar
‘’nggak ada kok kak, cuman aku, Widya, Jaya, Anton, sama Dio’’
‘’Dio?’’ Wiliam mengeryitkan dahinya ‘’Dio yang kamu suka?’’ sambungnya
‘’iya Kakak’’
‘’yaudah lah, habis sarapan Kakak mau berangkat kuliah trus ke Cafe’’
‘’oh baiklah’’
Ohya, Wiliam sekarang udah Kuliah dan Wiliam juga udah beraniin buka Café sendiri setelah menyisihkan uang jajan perbulan yang dikasih Ayahnya yang mencapai 10juta per bulan , termasuk Safa juga sama dengan nominal angka 10juta.
Safa sudah memantapkan untuk menuju perguruan tinggi apa dan mengambil fakultas Dokter Kulit atau kecantikan.
***
‘Ting tong….ting tong’
Suara bell menggema didalam rumah Safa, dengan malas Safa yang sedang asyik duduk menyender dengan kedua kaki juga ikut nangkring lurus di atas sofa dengagn tangan yang sibuk mengusap-usap benda pipih yang digenggamnya dan mata yang tak kedip dibuatnya.
Sementara Simbok sedang belanja kepasar untuk membeli beberapa kebutuhan pokok dapur dan sedikit cemilan untuk teman-teman Safa.
__ADS_1
‘’eh kamu Wid, masuk sinih’’ ucap Safa, setelah membukakan pintu
‘’yang lain belum pada dateng ya ?’’ tanya Widya, dan langsung melangkah masuk
‘’belum’’ jawab Safa singkat dengan mata yang masih melihat layar benda pipihnya dengan kanan kananya bergerak memutar kunci untuk kembali mengunci pintu
‘’asik banget kayanya, kamu nonton apa ?’’ tanya kepo Widya
‘’kepo’’
‘’ish pelit, ohya aku masih ga nyangka loh. Sekarang setelah kamu berubah, dan Dio masuk kekelas kita trus jadi satu kelompok sama kita. Sungguh beruntung ya kamu Safa’’ Kata Wodya sembari mendudukan dirinya disofa empuk samping Safa
‘’maksudnya?’’ tanya Safa dengan polosnya
‘’hmmm’’ Widyan menghela nafas panjang ‘’jadi gini maksud aku. Kamu kan udah berubah Saf, setelah kamu berubah malah Dio masuk kekelas Kita. Eh terus sekarang dia jadi sekelompok sama kita. Beruntung banget kamu, tuhan merestui apayang kamu inginkan untuk bersama dia’’ jelas Widya
‘’ah iya, benar juga apa katamu’’ Safa membenarkan
‘Ting Tong……Ting Tong……’
Suara bel rumah Safa kembali menggema pertanda ada orang yang memencetnya
‘’mungkin itu mereka bertiga Saf’’ Ucap Widya
__ADS_1