Penantian Safara

Penantian Safara
semoga kembali bahagi


__ADS_3

‘’kok Keysi belakangan ini ga pernah main si ?’’ celetuk Ibu kepada Dio saat makan siang berdua dimeja makan


Dio hanya diam , dan melanjutkan makan siang


‘’kamu berantem atau putus?’’ tanya Ibu


"putus? "


"berantem? "


"break sebentar? "


"sayang sekali jika kalian harus berpisah. ibu sangat menyetujui hubungan kalian loh. sudah hampir 3 tahun kalian berhubungan. keysi juga anak yang sopan baik kok. kurang apalagi dia?


cantik? dia sangat cantij dio.


dia juga anak dari orang berada." ucap Ibu membuat Dio jadi kesal


‘’Yo, ditanya tuh jawab dong’’ ucap Ibu yang sudah kesal dengan Dio yang sedari tadi tidak menjawab


‘’gatau Bu’’ jawab singkat Dio


‘’putus ya?’’ tanya Ibu memastikan


‘’eemm’’ jawab dio malas


‘’his anak ini’’ ucap Ibu lirih


Sementara dirumah Safa, dengan celana jeans ketat bewarna biru muda dengan bagian lutut sobek, dengan atasan mengenakan kemeja crop abu-abu polos, rambut panjang hitam lurus dan make up simple menghiasi wajah cantiknya, bibir dengan degradasi merah bagian dalam dan pink bagian luar menambah kesan cantik diwajahnya.

__ADS_1


Tak lupa mengenakan sneakers bewarna putih menutup kaki putih mulusnya.


Ini adalah Kali pertama safa mengenakan pakaian yang modis dan make up diwajahnya dengan tangannya.


‘tok…tok…tok’ suara pintu terketuk dari luar


‘’non safa, tuan wili menunggu’’ suara serak wanita paruh baya terdengar dari luar kamar safa


‘’oh, simbok masuk aja sini. Nggak safa kunci mbok’’ ucap safa dari dalam yang masih berdiri didepan cermin meja riasnya.


‘krreet’


Pintu terbuka darii luar, terlihat seorang wanita yang usianya sudah setengah abad lebih, wanita itu tak lain adalah simbok.


‘’wah cantiknya non safa’’ ucap simbok takjub melihat safa ‘’simbok baru pertama kali liat non safa penampilan begini’’ sambung simbok


‘’bagus ini mbok? Safa ngga norak kan?’’ tanya safa tangan menjukan wajah baju celana yang dikenakan bergantian, kepada simbok yang sebenarnya tidak tau akan penampilan


‘’yaudah safa turun dulu ya mbok nemuin kak wili’’


Meraih slimbag hitam kecil diatas ranjang, kemudian pergi meninggalkan kamar dimana simbok masih berada didalam kamarnya.


‘’semoga non safa kembali bahagia’’ gumam simbok dalam hati setelah melihat punggung safa sudah menghilang dibalik tembok pintu kamar


hay hay semua readers


mohon maaf jika episode kali ini lebih singkat


author ingin sedikit menyampaikan sesuatu

__ADS_1


mohon untuk memberi kritik yang membangun, kritik yang lebih membuat saya selaku penulis "penantian safara".


agar saya bisa lebih semangat melanjutkan cerita ini ya.


saya sadar saya hanya penulis amatir, saya hanya penulis yang sangat sangat pemula.


jika cerita ini tidak menarik saya persilahkan untuk komen, tetapi tetap ingat berikan komentar yang membangun.


jika kalian suka dengan cerita ini berikan komentar yang baik, yang dapat memberikan saya (author) semangat menulis lagi.


saya sudah menemukan hobi baru belakang ini, yaitu ini menulis dan mengarang cerita dengan semampu saya agar saya bisa memberikan cerita yang baik dan menarik.


terimakasih bagi yang sudah membaca


saya ucapkan banyak terimakasih


dan jangan lupa kan 4 hal ini :


untuk vote ya


untuk tip juga


favorit jika kalian ingin


like jangan sampai lupa


komen, tetap komen yang membangun.


happy reading

__ADS_1


membaca lebih baik dari pada menggosip diwaktu luang.


hehe salam damai dari author


__ADS_2