Penantian Safara

Penantian Safara
falsback safa


__ADS_3

Pagi yang medung, kini matahari tak terlihat sinarnya tertutupi oleh awan kelabu. Setitik air kian turun membasahi tanah, harum tanah yang basah menyeruak di indra penciuman Safa. Membuat siapa saja hanya ingin bermalas-malasan dirumah, tetapi tidak dengan Safa.


Ia sudah rapi dengan seragam sekolahnya, dan wajah yang cerianya. Ia tak menyangka, William benar-benar membuat Adik kesayanganya berubah. Kini Safa terlihat lebih cantik dibanding biasanya, penampilanya sekarang kini berubah. Dan sikapnya sekarang lebih berani dari siapapun yang meremehkanya.


Jika saja Kak Wili ngga mergokin ada foto Dio dilaptop, aku gabakal bisa berubah menjadi gadis cantik nan anggun.


*flashback waktu malam itu*


‘’itu siapa dek?’’ tanya lembut wiliam


‘’ini cowo namanya dio kak’’ jawab safa tanpa menoleh wiliam yang dibelakangnya


‘’pacar kamu?’’


‘’bukanlah kak, ini pacar keysi. Teman sekelas safa’’ jawab safa masih tak melirik wiliam ‘’cowo setampan dia mana mungkin mau sama safa yang dikenal cupu disekolah’’ sambung safa yang tak menyadari segala perkataannya

__ADS_1


‘’apa? Anak dari Darwis Artana menjadi gadis cupu di sekolah?’’ jawab kaget wiliam


Mendengar ucapan wiliam sontak membuat safa menutup mulutnya dan menoleh keberadaan wiliam


‘’eh bukan itu kak……” tak banyak kata keluar dari mulut safa karena terpotong akan ucapan wiliam


‘’apa?kamu menggunakan kacamata? Bentuknya bulat lagi? Sejak kapan? Lalu kenapa tak beritahu aku dan ayah” pertanyaan wiliam memberondong safa


Tak bisa berkata apa-apa, seperti terkunci mulutnya untuk menjelaskan. Antara takut dan harus jujur masih berputar dikepala.


Aku takut Kakak marah.


‘’cerita sejujurnya pada Kaka atau Kakak bakal ngadu ke Ayah. Dan menyekolahkanmu disana?’’ ucap Wiliam penuh keseriusan


Safa menunduk diam, ia ragu untuk bercerita semua kejadian selama ia bersekolah.

__ADS_1


‘’berceritalah Dek, jangan buat amarah Kakamu ini memuncak’’ ucapnya lirih, berubah menjadi lembut dengan membelai rambut Safa


‘’awalnya aku ga sengaja ngefoto Dio pas dia lagi main basket. Aku terpesona akan ketampananya Kak, aku menyukainya. Bukan hanya aku, semua gadis disekolahan juga terpesona Kak. Aku lancang mengambil fotonya diam-diam, saat aku selesai memfoto , Keysi langsung marah-marah dan ngebanting smartphoneku sampai layar pecah. Padahal itu kan hadiah dari Ayah’’ jelas Safa melihatkan Smartphone yang layarnya sudah tidak beraturan itu.


‘’terus?’’ Wiliam mulai penasaran akan kelanjutanya


‘’terus dari hari itu, Keysi dan kedua sahabatnya itu, Ria Jenni jadi musuhin aku Kak. Kebetulan aku sama Widya kan polos lugu cupu jadi dia lebih senang lagi menindas Safa sama Widya. Emang awalnya Widya yang duluan ditindas mereka karena mereka kelas X udah sekelas. terus sejak kejadian itu tambah lagi satu orang yang ditindas yaitu aku dan merekan kebetulan kelas XI sekelas sama Safa Widya, jadi lebih menjadi-menjadi mereka’’ tak sengaja air mata Safa menetes


‘’Safa sama Widya disuruh-suruh, dipermalukan, di tindas habis-habisan kalo ga menuhi apa yang mereka suruh’’ isak tangi Safa kini mulai terdengar ‘’dari disuruh bersihin noda caos disepatu pake rok Safa, ada Safa didorong sampe jatuh, ada ditabrak dari belakang’’ sambungnya lagi dengan isak tangis yang menjadi-jadi


‘’Safa pengen berubah Kak, aku pengen ga ditindas disekolahan. Aku pengen dapetin Dio dan aku pengen berubah penampilan Kak. Hiks hiks’’


‘’baiklah Dek, sebentar lagi kan kamu libur semester. Kamu harus janji sama Kaka bakal ngerubah diri kamu, dan kamu nurut akan omongan Kaka. Kaka bakal bantu kamu’'


Safa hanya terdiam mengangguk dan memeluk sang Kaka, kini hatinya sudah lega. Segala derita yang ia pendam, sudah terlampiaskan dengan benar dan dengan orang yang tepat.

__ADS_1


Wiliam sangat tidak terima, telinganya mendengar langsung dari ucapan adiknya yang polos situ. Meski ia memang sering mengerjainya, tetapi ia akan sangat murka jika Adiknya ada yang lebih kejam mengusilinya.


*flashback off*


__ADS_2