
Karna safa sendiri yang memilih untuk tinggal di Negara ini, agar dekat dengan peristirahatan terakhir bundanya, yang sudah meninggalkannya 5 tahun yang lalu karna melahirkan adik bungsunya.
‘’tut…tut…tut..’’ suara berdering
‘’halo safa, ada apa sayang ?’’ Setelah menunggu beberapa detik menunggu jawaban dari seseorang yang ditelponya
‘’hallo ayah, safa rindu’’
‘’hheemmm, ayah rencana minggu depan mengunjungimu sayang’’
‘’sama kak Wiliam dan Cacha juga kan ?’’
‘’yea,. Sudah dulu ya nak, ayah ada meeting. Nanti ayah video call ya kalo sudah dirumah’’
‘’loveyou dad’’
‘’love you too my child"
‘’tut’’
Setelah telephone dimatikan, safa tersenyum. Seperti senang, akan kabar kedatangan ayahnya minggu depan beserta kedua adiknya. Kemudian menuju keluar dan menunggu Pak mamat supir pribadinya datang unruk mengantarkanya ke sekolah.
__ADS_1
‘’kring….kring’’
Bel berbunyi dua kali, menandakan waktu istirahat. Semua murid memenuhi kantin, untuk jajan maupun makan siang disana. Seluruh bangku sudah terisi penuh oleh murid-murid yang kelaparan karna sudah jam makan siang.
Sememntara di kelas, hanya ada Safa dan satu lagi wanita lugu sedang makan siang membawa bekal dari rumah, dengan tenang tanpa menunggu bangku kantin kosong.
Satu persatu teman kelasnya memasuki kelas, seperti sudah tuntas dengan masalah diperutnya itu. Dan bekal makanan yang dibawa oleh safa dan widya habis tak tersisa.
‘’hey safa’’ teriak keysi yang berada di ambang pintu membuat safa kaget dan menoleh sumber suara dan berjalan penuh ketakutan menuju sang pemanggil.
‘’sini kau safa’’ membuka dan menutup telapak tanganya, mengisyaratakan untuk safa mendekat
‘’sepatuku kotor nih’’ ucap ketus Jeni yang sedang duduk diteras kelas sembari menunjukan sepatu putihnya yang kotor dengan noda merah saus.
‘’dasar bodoh, tanya kenapa?’’ teriak Ria pas dikuping Safa
‘’bersihkan bodoh’’ teriak lagi jeni
‘’lap dengan rok mu’’ bentak jeni
Sementara keysi hanya tersenyum licik, melihat safa diperlakukan oleh kedua temanya. Kemudian safa mengelap sepatu putih itu yang bernoda saus menggunakan rok sekolah miliknya.
__ADS_1
Tanpa disadari oleh Keempatnya, Widya diam-diam mengintip dibaalik jendela kelas. ‘’kasihan sekali kau Safa’’ ucapnya iba
*****
‘’ayah’’ safa berlari menuju sosok laki-laki berpawakan besar yang dipanggilnya ayah, masih berada diambang pintu rumahnya,
‘’aku merindukanmu ayah’’ memeluk lelaki yang disebutnya ayah
‘’wiliam, Cacha kau juga kesini?’’
Keluarga kecil, yang sudah lama tak berkumpul ini. Personil yang lengkap tanpa Bundanya.
Safa melepas kerinduan dengan makan malam bersama ayah dan kedua saudara kandungnya. Tak bisa disembunyik wajah bahagianya itu, karna kejadian ini sudah 3 tahun tak dirasakanya.
Walau satu bulan ayah selalu menjenguk Safa selalu seorang diri, tanpa dibarengi Wiliam kaka laki-laki kesayanganya itu yang hanya berjarak dua tahun dan Cacha adik kecilnya yang baru 5 tahun.
Sementara di rumahnya, Dio dan Ibunya melakukan makan malam dengan dua orang saja. Ayah yang bekerja lembur, dan Kaka yang kuliah di luar Kota.
‘’Bu, kapan lagi si kita bisa makan bersama-sama?’’ tanya dio sedih
‘’heem, Ibu jugag tidak tau nak. Seiring berjalannya waktu, semua sibuk dengan urusan masing-masing. Apalagi nanti kalo kamu sudah kuliah, kamu akan pergi seperti Radit’’ jawab ibu membuat hati sedih
__ADS_1
‘’aku tak akan keluar Kota Bu, taun depan aku akan bersungguh-sungguh agar menjadi lulusan terbaik agar diterima di perguruan tinggi terbaik dikota ini’’ jawab Dio penuh keyakinan