
Safa merebahkan tubuhnya diatas kamar, dengan baju seragam dan sepatu yang masih melekat ditubuhnya. setelah seharian ia belajar disekolah, sekolah yang penuh kesedihan dan ketakutan.
Matanya melirik laci disamping ranjang dan berjalan menuju laci itu membuka perlahan kemudian mengambil benda pipih berwarna hitam yang layarnya sudah tidak karuan.
‘’kan ini hanya layar yang rusak, aku coba sambung dengan laptop sapa tau bisa melihat data di smartphone ini yang sudah dibanting keysi’’ ucapnya kepada diri sendiri
Segera ia menghampiri meja belajarnya, dimana laptop itu diletakan beserta perlengkapan dari laptop.
Safa menyambungkan laptop dengan smartphone yang malang itu, dibantu menggunakan kabel panjaang penghubung keduanya.
‘gggrrtt’
Benda pipih itu bergetar dan menyalakan cahaya putih menyeluruh, setelah sekian lama tak ia pakai batre smartphone terkuras habis dengan sendirinya.
Pencet tombol power guna mengidupkan benda itu kembali, setelah menunggu beberapa detik beberapa data muncul di layar laptop milik safa. Disalinlah semua data yang masih tersimpan dismartphone merah itu.
Dengan menggunakan kacamata bulat, membuat safa jeli melihat satu persatu gambar dihadapanya.
Hingga tertuju pada salah satu foto lelaki tampan yang kala itu ia abadikan.
__ADS_1
‘’wih adeku sedang jatuh cinta ya’’ ucap lelaki yang tiba-tiba berada dibelakangnya
Kedatangan wiliam yang tiba-tiba didalam kamarnya membuat safa kaget, tetapi masih tidak menoleh menghadap wiliam berada.
‘’kak wili, kenapa ga ketuk dulu sih’’ tanya safa sedikit kesal
‘’tadi kaka udah ketuk pintu sekali kamu ga denger’’ jawab wiliam
‘’kan baru sekali kaka mana safa denger’’ jawab safa lagi
‘’kan yang penting kaka udah ketuk adek’’ jawab wiliam lagi tak mau mengalah
‘’itu siapa dek?’’ tanya lembut wiliam
‘’ini cowo namanya dio kak’’ jawab safa tanpa menoleh wiliam yang dibelakangnya
‘’pacar kamu?’’
‘’bukanlah kak, ini pacar keysi. Teman sekelas safa’’ jawab safa masih tak melirik wiliam ‘’cowo setampan dia mana mungkin mau sama safa yang dikenal cupu disekolah’’ sambung safa yang tak menyadari segala perkataannya
__ADS_1
‘’apa? Anak dari Darwis Artana menjadi gadis cupu di sekolah?’’ jawab kaget wiliam
Mendengar ucapan wiliam sontak membuat safa menutup mulutnya dan menoleh keberadaan wiliam
‘’eh bukan itu kak” tak banyak kata keluar dari mulut safa karena terpotong akan ucapan wiliam
‘’apa?kamu menggunakan kacamata? Bentuknya bulat lagi? Sejak kapan? Lalu kenapa tak beritahu aku dan ayah” pertanyaan wiliam memberondong safa
Tak bisa berkata apa-apa, seperti terkunci mulutnya untuk menjelaskan. Antara takut dan harus jujur masih berputar dikepala.
Ulangan kenaikan kelas sudah dilalui, sekarang waktunya untuk menerima laporan hasil prestasi selama satu semester ini dan pengumuman kenaikan kelas. Dan safa naik kelas menjadin kelas XII dan berhasil menajadi juara dengan nilai tertinggi disekolah.
‘’saf kamu sudah berjanji untuk merawat diri kamu jika sudah liburan kenaikan kelas’’ ucap wiliam yang bearada disamping safa ‘’lumayan loh 3 minggu’’ sambungnya lagi
‘’iya kak’’ jawab safa lemas pandangan tertuju kedepan
‘’ikuti kaka dan jangan banyak bertanya’’
Wiliam dan safa pergi meninggalkan area sekolah, dengan menunggangi mobil ferari hitam milik wiliam.
__ADS_1
Setelah melaju sekitar 15 menit, sampailah ditempat tujuan. Dimana tujuannya tertuju pada klinik kecantik terbagus dikota ini.