Penantian Safara

Penantian Safara
bertemu kembali


__ADS_3

Wiliam menengok ke sumber suara.


Didapatnya Wanita Cantik, rambut pirang digulung rapi. Hidung mancung, wajah yang putih memiliki bentuk wajah yang oval dan tirus, matanya bagai mata elang memiliki mata bewarna coklat tanpa memakai lensa. Tubuh yang ideal dengan tingi sekitar 165cm. memakai setelan bewarna coklat susu selutut, melihatkan kaki putihnya yang mulus. Setetlah coklat sama seperti karyawan-karyawan di Klinik kecantikan dimana Wiliam berada.


‘’Wiliam?’’ panggil wanita itu seraya bertanya


Wiliam mengerutkan dahinya, seperti orang bingung. Perasaanya tidak menyangka akan menemukan wanita yang lama tidak pernah berjumpa denganya.


‘’kamu pasti lupakan sama aku?’’ tanya wanita itu lagi


‘’Aku Alicia’’


‘’Aku Cia’’ ulang wanita itu


‘’Cia??’’


‘’iya, Cia teman SMP kamu. Sekaligus mantanmu dulu Wil’’ jawab Wanita itu


‘’Cia?’’


‘’benar kamu Alicia? Cia?’’ Wiliam beretanya seraya telapak tanganya sudah menempel di sisi wajahnya.


‘’Cia’’ Wiliam langsung memeluk tubuh Cia, menumpahkan segala kerinduan yang selama ini dipendam. Wanita yang sudah lama sekitar lima tahun mereka tidak lagi bertemu, waktu yang cukup lama bukan?


‘’akhirnya kita bertemu lagi Cia’’ ucap wiliam lirih mengeratkan pelukanya mengusap halus punggung milik wanita yang bernama Wanita yang bernama Cia


Sementara semua yang bearada didalam, semua memandang kearah Wiliam dan wanita yang bernama Cia.

__ADS_1


‘’haih bagaimana pegawai itu bisa dipeluk sitampan itu’’


‘’aku ingin menjadi wanita itu’’


‘’apa pegawai itu pacar sitampan itu’’


‘’haih bagaimana bisa pegawai itu bermesraan ditempat kerja.’’


‘’ah hatiku sangat sakit melihat pemandangan ini’’


‘’belum juga berjuang, aku sudah kalah. Hiks hiks’’


‘’aku jomblo harus melihat adegan ini?sedih sekali’’


Mereka yang melihat berbicara seperti itu , bergumam dengan teman disampinya. Ada perasaan iri dan tidak terima dari mereka.


‘’Wiliam lepaskan, ini tempat umum. Mereka memandangi kita’’ ucap Cia yang masih didekap oleh Wiliam


‘’aku susah nafas wili’’ sambung Cia


dengan tingginya yang hanya sampai dada kekar Wiliam membuatnya Cia harus rela wajahnya terbenam didada Wiliam. Lantas hal itu membuat Cia sesak dan pengap, Wiliam terlalu erat memeluknya tanpa ada celah sedikitpun untuk bernafas.


Menurutnya jika ia tahu akan dipeluk mungkin wajahnya akan menhadap kesamping lebih dulu.


‘’maafkan aku Cia. Aku terlalu rindu denganmu’’ jawab Wiliam yang sudah melepaskan pelukanya


‘’aku akan kembali bekerja ya Wil. Sampai nanti’’ ucap Cia yang sudah melangkah menjauhi Wiliam

__ADS_1


Wiliam hanya bisa memandangi punggung milik Cia yang sudah berjalan menjauh menuju ruang dalam klinik, dan hilang dari pandanganya setelah tembok menghalanginya.


‘’bagaimana aku bisa lupa menanyakan nomernya’’ gumam wiliam dan mengacak-acak rambut


Kemudian Wiliam menuju tempat Administrasi.


‘’ada yang bisa saya bantu tuan?’’ sapa Wanita yang berada ditempat Administrasi


‘’apakah lelaki juga bisa melakukan perawatan?’’ tanya wiliam kepada wanita yang dihadapanya


‘’bisa tuan, tetapi hanya facial tuan karena semua pegawai disini wanita kecuali satpam dan dokter pria’’


‘’baiklah, tetapi aku ingin Alicia yang pegang’’ jawab Wiliam


‘’baik tuan’’


‘’siapkan tempat yang kosong untuku’’


‘’tetapi tuan….’’


‘’tidak usah khawatir, aku tidak akan macam-macam dengan Alicia. Bila perlu gadis yang bernama Safa bisa dipindah ke tempatku. Ohiya satu lagi, jangan beri tahu Alicia jika aku yang akan dirawat’’


‘’baik tuan, tunggu sebentar. Menunggu nona yang bernama Safa pindah menuju tempat yang anda pesan’’


Wiliam duduk kembali, kali ini duduknya tidak terlalu jauh dengan tempat Administrasi.


Setelah beberapa menit menunggu, seorang pegawai datang menghampiri Wiliam dan mengajaknya menuju ruangan perawatan.

__ADS_1


Sampailah didepan ruang perawatan, pegawai itu dengan sopan membuka pintu yang tertutup dan memepersilahkan Wiliam masuk.


Dilihatnya didalam sudah berada Safa, dan satu pegawai yang sedang memijitnya.


__ADS_2