
Didepan kaca, Fahri melihat bayangan dirinya memegang dada kiri sambil meringis seolah kesakitan. Entah apa yang dipikirkan, setiap kali melihat bekas luka yang ada di lengan kirinya, ia tidak bisa menahan emosi. Bayangan masa lalu itu selalu terngiang di kepala. Ketika ia berjanji untuk membawa Kiki ke Kota.
"Aku akan menjemputmu setelah kau lulus, belajarlah dengan giat, jangan mengecewakanku. Aku akan mencarikan pekerjaan untukmu di kota." Janji itu kini menjadi pisau yang selalu menghujam dadanya setiap saat tanpa tau kapan harus mengelak.
Tanpa sadar disudut ruangan ada seseorang yang memperhatikan dengan penuh tanda tanya, "apa sebenarnya yang dia sembunyikan dibalik otot sexinya. Mengapa dia terlihat kesakitan setiap kali melihat bayangan dirinya?" Bayu menghembuskan nafasnya kasar. Ia tidak berani bertanya, khawatir membuka luka yang disembunyikan rapat-rapat oleh sahabatnya.
Meskipun Bayu dan Fahri sudah seperti saudara, mereka saling menghargai privasi masing-masing. Mereka akan berbicara ketika mereka ingin, dan diam adalah privasi yang mereka jaga.
Bayu adalah pribadi yang riang, sedangkan Fahri sosok pendiam dan sedikit tertutup. Meskipun demikian, mereka tidak pernah mempermasalahkan semua itu.
Beberapa tahun yang lalu, Bayu mengalami kecelakaan. Ia dikeroyok sekelompok preman tak dikenal. Ketika itu, ia tengah pulang setelah apel kerumah gadis yang belum lama ini ia kenal. Ditengah jalan yang sudah mulai sepi dari lalu lalang manusia, ia dihajar habis-habisan dalam mobil jazz kesayangannya.
Tanpa tau apa kesalahannya, para preman menghancurkan mobil yang dikendarai Bayu luluh lantak. kaca pecah, body tak karuan bentuknya. Kemudian, sebuah kayu menghantam kepala Bayu hingga bercucuran darah.
Saat itu, Bayu berfikir apakah ia akan mati? namun tiba-tiba ia merasa ada seseorang yang mengangkat tubuhnya. Teriakan warga membubarkan para preman itu, diikuti suara sirine yang bersahutan. Pada pandangan terakhir, "Fahri?" senyuman mengembang. Hingga pandangannya menggelap dan tak sadarkan diri.
.........
FAHRI POV
"Sepertinya aku kenal dengan mobil itu," sejenak Fahri berfikir dan akhirnya mencari bantuan warga sekitar yang sedang begadang di warkop terdekat. Sesuai perkiraannya, itu adalah mobil Bayu. Teman kuliah yang belum lama ia kenal dalam sebuah pertandingan basket.
Dengan sigap Fahri berteriak minta tolong, warga berdatangan membubarkan aksi para preman, segera ia menelepon polisi dan ambulance.
Malam itu malam Minggu, jika pasangan muda-mudi menghabiskan waktu bersenang-senang. Tidak dengan seorang Fahri, ia merasa galau menyusuri jalanan kota Bandung tanpa ada tujuan. Berharap ada keajaiban yang bisa mempertemukan dirinya dengan Kiki, teman masa kecilnya.
.........
DI RUMAH SAKIT.....
"Bagaimana keadaanmu?" sapa Fahri. Bayu baru saja sadar.
"Aku di rumah sakit?" tanya Bayu, Fahri menganguk
"Aku tak tahu harus menghubungi siapa, ponselmu hancur di sebelah kemudi." Fahri berbicara sambil menuangkan air.
__ADS_1
"Bisakah kau menemaniku di sini? hingga dokter mengijinkan ku pulang," tersenyum. "Please!" Bayu memohon.
"hmm... baiklah! minum dan istirahat, aku tebus resep dulu."
Bayu tidak menghubungi keluarganya, karena ia tau kedua orang tuanya sedang sibuk dengan pekerjaannya di Jakarta. Alasan utamanya adalah ia tidak ingin kecewa dengan pernyataan tidak bisa datang karena padatnya pekerjaan.
Selama seminggu ini Bayu merasa nyaman dengan Fahri. Seolah mempunyai saudara, ia merasa bahagia. Sikap Fahri yang lembut dan perhatian membuat Bayu betah berlama-lama di rumah sakit. Seolah sedang menjadi raja, Bayu selalu mendapatkan keinginannya.
Dari sinilah awal persahabatan mereka. Fahri bahkan mengantar Bayu pulang kerumahnya.
"sepi banget?" Fahri masuk kerumah Bayu.
"gua tinggal sendiri bro, bonyok gue sibuk dengan pekerjaannya, rumah ini hadiah ultah gue dari bokap," Bayu tersenyum kecut. Fahri membatin, "Gak jau beda dengan hidupku."
Hari terus berganti, persahabatan mereka semakin erat. Pertengkaran kecil sering terjadi, tapi semua itu semakin membuat mereka lebih dekat.
Hingga kini persahabatan itu menginjak tahun ke-7. Bayu merasa berhutang nyawa kepada Fahri, berkali-kali ia di selamatkan olehnya.
Suatu ketika Bayu pulang dari kantor mendapati rumahnya di bobol perampok, Bayu babak belur dihajar tiga orang di dalam rumahnya sendiri. Saat itu, Fahri menelpon untuk mengajaknya makan malam. Bayu berusaha menjawab panggilan, namun tenaganya hanya mampu untuk memencet tombol hijau. Dari sini, Fahri tau bahwa Bayu sedang dalam bahaya. Segera Fahri menolongnya, meski para perampok berhasil lolos. Fahri membawa Bayu ke rumah sakit untuk yang kedua kali. Mirisnya, lagi-lagi Bayu tidak memberi tau orang tuanya.
Sejak saat itu, mereka bergantian menginap di rumah masing-masing. karena keluarga Fahri tengah berada di Singapura.
Ayah Fahri pergi ke kota meninggalkannya bersama sang nenek di kampung. Pak Sahril berniat mencari ibu Fahri yang sedang bekerja di Jakarta sebagai pelayan restoran.
Yah Reny, yang tak lain adalah ibu Fahri, sejak gadis telah merantau ke Jakarta. Setelah menikah, pak Sahril tidak mengizinkan ia bekerja lagi. Namun hingar bingar kota Jakarta selalu ia rindukan.
Suatu hari, terjadi keributan antara Reny dan pak Sahril. Hingga pak Sahril khilaf, "sekali saja kau pergi dari rumah ini, jangan pernah kembali lagi!" tapi semua itu tidak menyurutkan langkah Reny untuk kembali ke Jakarta.
Pak Sahril bertekad membawa Reny kembali ketika Fahri berusia 7 tahun. Semua itu ia lakukan karena Fahri selalu menanyakan tentang ibunya.
Dengan bekal alamat resto yang dikirimkan saat beberapa hari dia sampai di Jakarta. pak Sahril mulai menginjakkan kaki di ibukota. Sebulan lamanya di Jakarta pak Sahril tidak menemukan keberadaan Reny, karena telah resign dari tempat kerjanya.
Demi bertahan hidup di kota metropolitan, pak Sahril mencari pekerjaan. Alhasil, pak Sahril diterima sebagai supir pribadi anak janda kaya.
Karena pak sahril selalu memperlakukan anak itu dengan penuh kasih, sang anak menganggap pak Sahril seperti ayahnya.
Singkat cerita, sifat penyayang pak Sahril perlahan mengantarkan dirinya menjadi seorang suami janda kaya tersebut.
__ADS_1
David, anak tirinya begitu bahagia mempunyai ayah yg sangat sabar dan penyayang. Sedangkan pak Sahril selalu teringat putranya di kampung sehingga selalu menyayangi David setulus hati.
(nah bagaimana dengan Reny?)
Reny yang kala itu menjadi pelayan restoran ternama, tidak sengaja mengenal seorang pengusaha kaya hingga menikah dan mempunyai seorang putra.
Waktu berjalan begitu cepat, hingga mereka kini telah disibukkan dengan pekerjaan masing-masing.
Bayu kini menjadi seorang manager sebuah mall milik keluarganya. sedangkan Fahri, membuka distro dengan modal dari sang ayah.
Di Jakarta Fahri tinggal bersama keluarga ayahnya, bagaimanapun juga pak Sahril ingin putranya memiliki pendidikan yang lebih baik.
Karena itu pak Sahril menguliahkan Fahri di tempat yang sama dengan David putra tirinya. Namun, David selalu cemburu akan kehadiran Fahri, dia selalu membuat masalah ketika berhadapan dengan Fahri. Entah di rumah maupun di kampus. Tapi Fahri selalu mengalah, karena sadar diri bahwa ia numpang di tempat itu.
David selalu memandang rendah Fahri, dia selalu menunjukkan ketidak sukaannya dengan cara apapun. Tapi Fahri selalu menutupi semua hal itu dari ayahnya dia tidak ingin membuat Pak Sahril khawatir. Karena saat ini ayahnya sedang merawat mama David yang sakit akibat kecelakaan beberapa waktu lalu.
Mama David juga tulus menerima Fahri, karena suaminya yaitu pak Sahril juga tulus menyayangi David.
Tapi keberadaan orang tuanya yang jauh di negeri orang demi berobat, membuat David semakin leluasa menunjukkan sikap kasarnya kepada Fahri. Dia sering meremehkan Saudaranya. Tapi sifat Fahri yang lembut mampu membalikkan sikap David seiring berjalannya waktu.
Kini David bekerja di Singapura mengurus perusahaan mamanya, sedangkan perusahaan yang ada di Indonesia terpaksa gulung tikar untuk menutupi biaya rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC