
Dalam ruangan bernuansa abu-abu pria itu merebahkan diri, mengerjapkan mata berulang-ulang melihat langit-langit berhias lampu berkelipan. Asanya melayang menembus setiap jejak langkah yang telah ia tinggalkan. Kepuasan akan waktu yang telah ia tempuh. Perjalanan panjang yang membuatnya begitu lelah. Kini terbayar sudah semua usahanya.
Perlahan pintu kamar mandi terbuka. Pria itu segera menutup mata. Sedangkan sang wanita melangkah perlahan-lahan menuju ranjang berhias mawar di atasnya. Ada semangkuk melati di nakas, menyemburkan wangi nan menawan.
Sang istri memandang wajah prianya terlelap, dia tersenyum. Antara malu dan bahagia, si wanita merebahkan tubuh perlahan di sampingnya. Masih dalam debaran jantung yang tidak menentu, Kiki merasa canggung dan mimilih memunggungi pria itu.
Suasana makin syahdu tatkala pria itu melingkarkan tangan di perut. Terkejut, tapi dia larut dalam sentuhan-sentuhan yang terasa lembut dalam balutan selimut.
Satu Kissmark tercipta sudah di bawah telinga sang wanita.
Tangan nakal itu kian melanglang buana, menjejaki bagian-bagian yang membuat sang wanita mendesah.
"Sayang" pria itu memperhatikan wanitanya yang kian melambung tinggi dalam belaiannya. Pria itu terus mengecup punggungnya hingga meninggalkan banyak bekas di sana. Tidak mendapat jawaban, sang pria melanjutkan aksi nakalnya. Dia mulai membalikkan tubuhnya menikmati bagian depan meninggalkan jejak di sana. Hingga menjelajah ke areah paling sensitif. Desahannya semakin menggoda.
Pria itu menatap kembali ke wajah wanitanya. Tatapan itu mendapat balasan. Bak gulali bibir itu terlihat menggoda, terlihat manis dan segera dikulumnya tanpa aba-aba.
Hingga nafas keduanya bersahutan, mereka benar-benar larut dalam permainan. Sang pria mulai mengetuk pintu bawah tanah, pandangannya meminta ijin agar diperoleh masuk berkunjung kesana. Wanita itu mengangguk tanda setuju. Tangannya mencengkram kedua lengan kekar di atasnya. Pandangannya telah berkabut, dia mendesah sambil menggigit bibir bawahnya. sang pria terus berusaha menerobos masuk menyusuri goa untuk meletakkan piaraannya.
Wanita itu menggigit dada sang pria membuat ia semakin bersemangat untuk memacu sang loko mengejar hasrat birahinya. Semakin cepat permainan, wanitanya semakin mendesah. Kembali sang pria ******* gulalinya, menyesap dan memainkan lidahnya di dalam sana. Kini wanita itu menginginkan lebih. Ia membalikkan tubuh kekar suaminya, dia memimpin permainan. Membuat sang suami benar-benar melambung diatas awan. Kini si pria sangat leluasa menikmati kedua buah dihadapannya. Dia terus memerah, menggigit dan menghisap hingga pasangannya salah tingkah. Nafas mereka bersahutan, sang wanita mempercepat gerakannya. Namun si pria memilih membalikkan tubuhnya, dia ingin menjadi pemimpin. Dengan kecepatan tinggi dia berpacu seiring keringat bercucuran membanjiri arena. Dan "aaahhrrrrgggg......"
suara keduanya mengakhiri guncangan hebat titik tertinggi gempa lokal malam itu. sang pria berhasil melepaskan kecebong piaraannya. Tidak ada suara hanya tersisa deru nafas semakin lama semakin melemah.
"Terimakasih " ucapan itu mendapat respon senyuman tipis semanis madu. Sang pria tumbang mendekap tubuh mungil miliknya. Hingga keduanya hilang di peraduan.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Sang Surya kini menembus setiap sisi-sisi rumah yang berhiaskan kaca. Dua pria sedang berkutat di area dapur.
Mengolah setiap bahan menjadi sesuatu yang bisa mengisi perut. Mereka sengaja tidak melibatkan Fahri kali ini.
__ADS_1
Hanya berdua, mereka melaksanakan ritual pagi agar bertenaga. Yah, sarapan. Hal itu tidak pernah terlewatkan oleh mereka. Meja tempat berbagi kisah akhir-akhir ini.
"Paman kapan balik?"
"Insyaallah besok, kasihan David kalo harus meninggalkan pekerjaannya terlalu lama. Kau!
kerja yang bener, jangan makan gaji buta." pernyataan itu membuat Bayu tersedak seketika.
Sejak Bayu meninggalkan rumah,dia selalu membantu Fahri mengurus usahanya. Meski belum secara resmi. Kini Bayu mengambil alih tugas-tugas Fahri agar sahabatnya itu bisa beristirahat dan menikmati kebersamaannya bersama sang istri.
Pengantin baru masih di dalam kamar. Masih terlelap dalam mimpi indahnya. Suara asing membangunkan mereka berdua. "kruuyuukk" bunyi perut salah satu dari mereka. Fahri menundukkan kepalanya, sedangkan Kiki mendongak. Mereka serempak tertawa. Fahri mengecup puncak kepala sang istri, mengambil piyamah yang tergeletak di lantai dan memakainya.
"Apa sakit?"
Melihat sang istri menggigit bibir bawahnya, Fahri respon mengelus rambut sang istri memberikan kecupan-kecupan di wajahnya, kemudian membopong tubuh mungil itu ke ruang dingin untuk membersihkan diri.
Melihat meja makan sudah penuh, Kiki merasa malu pada ayah mertuanya.
"Ayo cepatlah, sebelum makanannya dingin" ajak Pak Sahril.
Pasangan pengantin baru itu sedikit canggung. Sang suami menyeret kursi untuk istrinya.
Mereka memuaskan lidah dan perutnya.
"Hmhmmm...... bang gue berangkat dulu yaaaaa, takut dipecat kalo terlambat." Bayu pamit duluan. Fahri mengibaskan tangannya.
"Ayah balik besok pagi, semoga hari-hari kalian bahagia. Cepetan beri hasil." bisikan itu membuat Kiki tersipu seketika.
Pak Sahril menyerahkan sebuah kunci rumah.
__ADS_1
"Ini hadiah dari kami, aku yakin kalian butuh privasi"
"Terimakasih yah, tapi aku ingin membelinya sendiri."
"Terimalah, ini adalah hasil kerja ayah. Sejak lama ayah mempersiapkan ini semua dengan persetujuan mama tentunya."
"Terimakasih yah"
"Hmm..... lanjutkan ayah mau keluar sebentar beli oleh-oleh buat mama."
Tinggal mereka berdua di dalam rumah itu.
"Aku jadi g enak ni, tinggal makan aja"
"Ya sudahlah besok kita yang masak."
"Ya kita, karena aku tidak bisa masak sepertimu."
Fahri memang terbiasa memasak sejak tinggal bersama ayahnya. Di rumah itu tidak ada asisten rumah tangga karena riwayat hidup Bu Hanny pernah di selingkuhi mantan suami. Untunglah pak Sahril orang kampung itu pekerja keras. Beliau selalu membuat keluarganya bahagia meski dengan cara-cara sederhana seperti menyiapkan makanan. David juga sangat menyukai masakannya. Sehingga tidak ada beban meski tidak ada pembantu.
Sebenarnya Pak Sahril mempunyai misi membuat anak-anaknya mandiri. Dan memang benar bisa menyuguhkan sesuatu untuk seseorang yang kita sayang itu merupakan hal yang sangat istimewa meski tidak terlihat mewah.
Bisa mengerjakan tugas rumah bersama adalah salah satu qualitytime keluarga. Cara yang efektif untuk mempererat hubungan kekeluargaan.
Dengan bersenda-gurau, bisa menyatukan tabiat-tabiat yang berbeda. Sifat sabar dan mengalah yang dimiliki Pak Sahril membuat keluarganya harmonis. Bu Hanny yang selalu dirundung pilu mendadak menjadi seseorang yang penuh canda. David yang pemarah bisa mengendalikan egonya. Fahri merupakan anak yang penurut. Karena sejak kecil selalu dibimbing untuk mengasihi yang lebih muda, menyayangi yang lebih tua.
Hanya sedikit keluarga yang menyadari betapa pentingnya bekerjasama dalam merawat rumah. Pak Sahril termasuk orang yang dikagumi saat masih di kampung. Rasa penyayang yang diturunkan oleh keluarganya membuat beliau menjadi sosok yang dihormati oleh setiap usia. Kebijaksanaannya dalam mengambil setiap keputusan membuat dirinya disegani oleh bawahannya saat memimpin perusahaan sang istri.
TBC
__ADS_1