Pencarianku

Pencarianku
Lamaran


__ADS_3

Hari yang dinanti telah tiba, rumah Pak Sahril di dekor alakadarnya hasil karya mereka bertiga. Yah, siapa lagi kalau bukan tiga Arjuna penghuni rumah. Dengan dibantu oleh teman Fahri yang mempunyai usaha catering, sehingga mempermudah berlangsungnya acara.


Ketiga Arjuna beserta beberapa teman Fahri beriringan menuju kontrakan Kiki. Sesampainya di sana, mereka disambut dengan suka cita. Setelah berbasa-basi dan saling serah terima sebagai simbol lamaran, kedua insan calon pengantin itu saling bertukar cincin.



acara selanjutnya adalah pengiringan pengantin yang akan berlangsung di kediaman mempelai pria.


Di kediaman mempelai pria......


Kedua mempelai dirias ala pengantin Sunda. Sambil menunggu penggulu, para tamu dipersilahkan mencicipi jamuan-jamuan yang telah dipersiapkan.


Tidak berapa lama penghulu datang, dan semua orang bersiap menjadi saksi hidup pernikahan Fahri dan Kiki.


Bayu memberikan kode agar Fahri keluar dan mempersilahkan duduk di depan penghulu. Kemudian Bu Sri (ibu kontrakan Kiki) menggandeng Kiki dan mendudukkannya di sebelah Fahri. Sedangkan pak sahril sibuk membenarkan posisi kamera agar prosesi acara bisa tertangkap dengan baik oleh kamera, karena pak sahril sedang melakukan live Skype dengan Bu Hanny dan David.


Penghulu mulai menjabat tangan Fahri, menanyakan apakah perlu latihan dulu atau langsung. Memakai bahasa Arab atau bahasa Indonesia.


Fahri memilih langsung dan yakin dia mampu melafalkan ijab qobul dengan menggunakan bahasa Arab. karena lebih mudah dan simple menurutnya.


Suasana hening ketika penghulu mengucapkan ijab dan segera dijawab oleh Fahri dengan sekali nafas. Penghulu menoleh kearah pak sahril dan para saksi. Mereka serempak berkata "Sah!" Alhamdulillah acara akad nikah berjalan dengan baik. penghulu mulai melafazkan do'a untuk kebahagiaan kedua mempelai.


Kedua mempelai saling berhadapan Kiki mulai mencium punggung tangan Fahri yang kini menjadi suaminya. Fahri mencium kening kiki lantas berbalik menghadap Pak Sahril.


Pak Sahril memeluk kedua mempelai memberikan restu. Kemudian kedua mempelai menghadap layar meminta restu Bu Hanny. Setelahnya, mereka menghadap ke arah Bayu. Fahri memeluk sahabatnya itu dan disambut dengan tangis bahagia. Sedangkan Kiki menjabat tangan Bayu.


"Non, titip my bro ya. Kalau sewaktu-waktu aku butuh aku pinjam dan jangan pernah melarangnya!" Bayu berbicara dengan nada menekan. Sedangkan Kiki hanya tersenyum.


"Apa dia tidak rela? ahhhh .... pertanyaan bodoh" Kiki bergumam dalam hati.


Tanpa mempedulikan fikiran-fikiran negatifnya, Kiki mengekor di belakang Fahri untuk menyalami tamunya satu persatu.

__ADS_1


Setelah perhelatan berakhir, Fahri menggandeng tangan Kiki masuk kedalam kamarnya. Fahri membalikkan badannya menghadap Kiki. Kedua tangan mereka saling bertautan. Fahri tersenyum manis terhadap Kiki dan menatap intens kedua bola matanya.


"Sayang, mulai detik ini aku tidak akan membiarkan kau jauh dariku." Fahri berkomitmen.


" Begitupun aku" balas Kiki.


Perlahan Fahri memajukan kepalanya begitupun Kiki, refleks mendongakkan wajahnya. Mereka menautkan bibirnya secara khidmat.



Dalam balutan suasana hening, mereka menikmati kebersamaan yang sangat mereka nantikan. Perlahan ciuman itu menghangat dan membuat mereka merasakan perasaan aneh yang sedang berdesir dalam diri masing-masing.


Ketukan pintu membuyarkan ritual mereka. Kedua mata mempelai bersirobok dan saling tersipu malu.


Pak Sahril membawakan kudapan untuk kedua mempelai. Pak Sahril memposisikan dirinya duduk di atas ranjang dan menyuruh kedua mempelai berjongkok menghadap ke arahnya. Kemudian pak sahril mulai menyuapi mereka secara bergantian, serta memberikan minum pula.


"Putraku, mulai hari ini kau telah memiliki sebuah tanggung jawab yang menurutku tidak mudah. Tapi percayalah jika kau menjalaninya setulus hati semuanya akan menjadi istimewa. Dan kamu nduk, jaga suamimu dengan seluruh kasih yang kau miliki. (mengusap air mata) maafkan ayahmu ini nak, yang tidak pernah bisa memberikan keutuhan keluarga. Tidak bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna. Cukup ayah yang merasakan kegagalan berumahtangga. Kalian berdua jaga ego masing-masing. Jangan sungkan untuk mengalah demi hal-hal kecil yang seharusnya bisa dibicarakan. Satu yang ayah minta, seandainya ada masalah jangan sekali-kali tidur berjauhan. Seberat apapun masalah yang melanda, tetaplah tidur dalam satu ranjang. Karena disanalah kalian akan menemukan jalan keluar." suasana mengharu biru.


"Ayah lihatlah aku sudah menikah, berbahagialah karena akan ada tangis tawa cucu-cucu ayah."


Pak sahril mengangguk dan menghapus air matanya. Setelah itu pamit meninggalkan kedua mempelai.


Sang penguntit segera menyembunyikan diri, saat menyadari pak sahril menutup kembali pintu kamar pengantin.


Dialah Bayu, manusia kepo luar biasa. Dia berlari menuju taman belakang. Disana dia memandang ke arah kolam renang sambil menahan tangisnya. Namun air matanya tidak bisa diajak kompromi. Butir bening itu lolos membanjiri pipinya.


Dia merasa terharu menyaksikan ritual dalam kamar pengantin. Dia merasa betapa besar kasih sayang sang ayah yang sempat terpisah dari putranya.


Sedangkan dia sendiri yang tidak pernah jauh dari kedua orang tuanya tidak pernah merasakan sentuhan dari sang ayah. Dia merasa hidupnya lebih tragis. Dia terus bertanya-tanya pada diri sendiri.


Apakah sang papa benar-benar melepaskannya, apakah dengan kejadian ini sang papa akan bersikap sebaliknya. Semua pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah bisa dia temukan jawabannya.

__ADS_1


Diantara kegelisahan hatinya, Bayu merasa seseorang membalikkan badannya dan menghambur dalam dekapannya. Seketika tangisan itu pecah tak bisa tertahan lagi.


"Dasar Cemen!"


Pak Sahril mengejek pemuda itu namun tak di gubris. Bayu terus tersedu hingga matanya sembab. Tak lama kemudian Pak Sahril memapahnya masuk ke dalam kamar.


Pak Sahril menenangkan Bayu hingga dia terlelap. kemudian menghubungi Bu Hanny. Namun David yang menerima telepon mengatakan bahwa mereka sedang melakukan pemeriksaan rutin. Maka pak sahril segera mengakhiri panggilannya.


Di kamar pengantin.......


Fahri telah usai membersihkan diri. Sedangkan Kiki masih sibuk melepaskan accesoris di atas kepalanya.


"Mari aku bantu" tangan Fahri segera bergerak melepaskan satu persatu penjepit yang masih menempel di rambut istrinya.


Kiki malah asyik menyaksikan pemandangan indah dari arah kaca rias. Senyum tipis menghiasi bibir manisnya. Fahri masih terus melakukan aktivitasnya. Tanpa disadari sang istri, Fahri melirik bayangannya di depan kaca. Fahri menundukkan kepalanya segera mengecup singkat pipi sang istri. Segera Kiki gelagapan karena merasa malu.


Fahri tersenyum geli melihatnya.


"Hmm" Fahri berdehem. Kiki makin menunduk, Fahri mengangkat dagunya dengan jari telunjuk.


"Lihatlah sepuasnya"


Kiki makin memalingkan wajahnya. Fahri memeluknya dari belakang menyandarkan kepalanya di bahu sang istri sambil mengendus leher pujaan hatinya.


Kiki merasa geli dan menggeliat . Namun Fahri makin nakal, memainkan tangannya di depan sana. Kiki yang merasakan tanda bahaya, segera berdiri dan berlari masuk kamar mandi.


😎😎😎😎😎


Hmmmm jujur saya agak canggung Yaaaa kalo harus menuliskan rincian keharmonisan rumah tangga .


TBC dulu deh......✌️✌️

__ADS_1


__ADS_2