Pencarianku

Pencarianku
Persiapan lamaran


__ADS_3

Pagi ini ketiga Arjuna dari Jakarta itu melangkah keluar dari kediamannya. Mereka berlari kecil mengelilingi kompleks.


"Paman, kenal ya?" Bayu memperhatikan seseorang yang sedari tadi memandang ke arah pak sahril.


"Ngak" jawab pak sahril malas.


"pagi-pagi sudah tp-tp" goda Fahri.


Pak sahril berlalu meninggalkan dua pemuda itu. Tapi keduanya terus mengekor di belakang sambil terus ghibah tentang pria paruh baya tersebut.


"Kalian baru nyadar kalo pesona kalian jauh tertinggal." pak sahril menengok kebelakang sambil berlari mundur.


"Hahahaha........ lihatlah bapak tua itu begitu percaya diri." Bayu mulai akrab dengan pak sahril.


"Aku mah apa" Fahri memelas sambil ngelap hidung.


Mereka tertawa bersama.


"Kau mengatakan aku bapak tua, cih......kau bahkan masih jomblo. Lihat wajahmu penuh dengan aura kegelapan. Lihat tanganmu dih .... kayak lengan klening servis yang kebanyakan memegang sapu. Mana ada otot secuil kek gini." pak sahril mengolok Bayu habis-habisan.


Bayu hanya bisa melongo. Dan Fahri tertawa lepas.


Bayu mulai kelelahan mengikuti ayah dan anak yang sangat kuat berlari. Bayu terengah-engah kemudian menepi. Fahri menoleh diikuti pak sahril.


"Dasar siput!" pak sahril menyindir.


"Aku akui paman bukan sekedar bapak tua, tapi superhero." Bayu lompat ke punggung pak sahril.


Tanpa diduga, pak sahril malah mengangkat bokong Bayu dan sesekali menepuk tanda tidak keberatan menggendongnya.


Fahri terheran, beberapa waktu yang lalu sang ayah begitu sinis terhadap Bayu. Tapi kini mereka sangat akrab. Meski Fahri tau ayahnya orang yang hangat, tapi Fahri tidak menyangka akan secepat itu pak sahril berubah pikiran.


Tiba di taman komplek, mereka bertiga memesan teh panas di salah satu kedai. Fahri bertemu salah seorang customernya, mereka berbincang di kursi taman. Sedangkan Bayu dan pak sahril masih asyik dengan tehnya.


"Paman, aku ingin bertanya boleh?"


"hemm...."


"Seandainya paman ingin Fahri mengurus perusahaan paman di luar negeri kemudian dia tidak setuju apa paman marah?"


"Buat apa marah, aku lebih suka dia berusaha sendiri. Di manapun berada sesuai keinginannya. Kenapa?"


"Tidak. Aku hanya sangat bahagia jika aku adalah anak paman."


"Cihhh....itu sama saja dengan menolak takdir."


"Aku hanya iri dengan Fahri."


"Lakukan semuanya sebaik mungkin, jangan takut apapun. Hasil akhir bisa maksimal kalo kita mengerjakan dengan sabar dan ikhlas"


"Siap! " Bayu menghormat.

__ADS_1


Kini Pak sahril bisa menebak apa yang menjadi kegundahan Bayu.


Hari semakin siang, mereka kembali ke rumah. Mereka mulai membagi tugas membersihkan rumah dan menyuruh Fahri memasak. Bayu benar-benar bahagia, dia melupakan semua bebannya seketika.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Fahri menjemput kiki di kontrakannya setelah membuat janji. Pak sahril dan Bayu menunggu di sebuah resto.


"Kenalin ini ayah, masih ingat?" Fahri pernah memperkenalkan Ayahnya lewat sebuah album foto pada Kiki saat masih di kampung.


Kiki menyalim tangan pak Fahri. "Apa kabar paman?"


"Baik, duduklah!"


"Sayang, karena putraku sudah ngebet pingin nikah, maka paman akan melamarmu secara resmi. Jadi, apakah ada perwakilanmu di sini?"


Mendengar semua itu Kiki gemetar karena gugup.


"Saya akan meminta bantuan ibu dan teman-teman kontrakan. Karena saya tidak ada siapapun di sini."


"Baiklah, persiapkan diri Minggu depan kami kesana."


"Baik paman"


"Ayah! oke?" pak sahril meralat.


"Baik ayah"


Diantara rencana itu adalah lamaran akan dilaksanakan di kontrakan Kiki, setelah itu Kiki di iring ke rumah pak Sahril untuk melaksanakan pernikahan.


Setelah semua deal dengan rencana yang telah dirundingkan, mereka kembali ke tempat masing-masing. Bayu masih bersama pak sahril menuju rumah. Sedangkan Fahri mengantar Kiki pulang.


Kiki mempersilahkan Fahri untuk mampir dan memperkenalkannya kepada ibu kos dan beberapa temannya. Kiki menceritakan rencananya, ibu kos sangat senang dan bersedia membantu, begitupun teman-temannya. Mereka bersorak Sorai mendengar rencana Kiki.


Sementara di rumah pak sahril menyuruh Bayu membantunya memindahkan beberapa barang yang ada di ruang tamu. Dan merapikan beberapa ruangan lainnya. Termasuk kamar Fahri.


"Istirahatlah, nanti sore kita belanja keperluan lamaran."


Bayu mengangguk dan segera membersihkan diri.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Sore hari, tiga Arjuna kembali beraksi. Berjalan beriringan menuju mall. Pak sahril menyarankan untuk membeli rangkaian seserahan lamaran.


Pak sahril masuk ke toko perhiasan, segera mengeluarkan ponsel dan terlihat sedang menghubungi seseorang.


"Tolong perlihatkan beberapa set model keluaran terbaru." pak sahril memerintahkan pada salah seorang pramuniaga.


Kemudian dia memberikan katalog produk terbaru. Pak sahril memperlihatkan kelayar ponselnya. Bu Hanny menunjuk salah satu set perhiasan tersebut. Kemudian memperlihatkan kepada Fahri dan ia setuju. karena di situ tertulis cincin size 22 sesuai dengan jari manis Kiki.


"Huuufft.....ku pikir paman sangat luar biasa bisa memilih perhiasan. Ternyata....." Bayu menggerutu tapi masih bisa didengar oleh dua Arjuna lainnya.

__ADS_1


"Hai...... urusan perempuan, nyonya-nyonya lebih paham." sahut pak sahril.


Setelah mereka melihat barangnya kemudian membayar dan melanjutkan ke toko kosmetik.


Disana mereka bingung, kembali pak sahril menelpon.


"Pa, cari toko perlengkapan seserahan biar dapet lengkap."


Bu Hanny memberi saran.


Mereka menuju ke tempat lain. Dan mereka pun telah mendapatkan semua yang mereka inginkan.



"Wah ini memang benar-benar menyenangkan" celetuk Bayu saat memandangi koleksi seperangkat alat sholat. Sementara pak sahril dan Fahri saling tersenyum bertatap muka.



"Astaga!!! Yang seperti ini bisa dihias cantik juga." Bayu sangat terpukau ketika melihat set dalaman yang dirangkai cantik.


"Hai anak muda itu hanya cover, kalau kau tau isinya, aku yakin kau tidak akan bisa menghentikan ilermu menetes hahahaha........." pak sahril berbisik sehingga membuat Bayu malu dan membuat Fahri menatap dengan penuh tanda tanya.


Bayu terus menundukkan kepalanya, Fahri menyenggol tangganya berulang-ulang tanda meminta penjelasan.


Namun hanya gelengan kepala yang ia dapatkan.


"Paman, ayo kita Selfi." Bayu menggandeng kedua partnernya dan berfoto.


Ditempat seramai mall Bayu tidak ragu melakukan aksi yang biasanya dia sebut lebay. Fahri terus menggelengkan kepalanya setiap kali Bayu menunjukkan actionnya. pak sahril hanya tersenyum menanggapi kekakuan pemuda itu. Sesekali memukul pelan kepala Bayu.


"Mengapa makin hari aku merasa kau makin kekanakan?"


Fahri menegur Bayu.


"gue cuma menikmati moment bang. Makin kesini gue makin iri sama lu!"


"Apa yang membuatmu iri?"


"Bokap lu!"


"Kapan mulai kerja? sampai kapan aku harus menanggung kehidupanmu? ingat!!!aku akan punya tanggungan lain."


"Astaga!!!!!! kok hajad baged lu bang!!!!"


"Di dunia ini gak ada yang gratis!!!" pak sahril menyela.


"Paman..... anggap saja aku ini anak angkatmu, kasihanilah diriku yang sebatang kara ini" sambil menyatukan kedua tangannya Bayu memelas.


"Kau pikir aku bapak panti?" pak sahril memalingkan wajahnya.


Bayu hanya mencibir sambil memeluk Fahri dan disambut tawa mereka bertiga.

__ADS_1


TBC


__ADS_2