
Fahri membereskan semua peralatan makan yang telah digunakan. David merekam aksi Fahri di dapur dengan penuh semangat kemudian mengirimnya kepada Hany. Hany tersenyum, kemudian menelepon David.
📱David
Shuuutt... sebentar, dia belum selesai
📱 Hany
Masak apa dia?
📱 David
Sup ayam, tapi entah mengapa Rasanya sangat berbeda
📱 Hany
Bagaimana? apa dia setuju?
📱 David
Ada kejutan
📱 Hany
Katakan!
📱 David
Dia akan mengatakannya sendiri
Sesaat kemudian ponsel sudah pindah ke tangan Fahri.
📱 Fahri
bagaimana kesehatan anda?
📱 Hany
Cepat katakan?"
David menggedikkan matanya ketika Fahri menatap dirinya seolah bertanya.
📱 Fahri
Apakah ayah di sana?
📱Hany
hmm
Memberi kode supaya suaminya segera mendekat.
📱 Fahri
Aku berencana meminang Kiki
📱 Sahril
Kiki yang mana? apakah sesuai dugaanku?
📱 Fahri
Benar
📱 Sahril
Lakukan apa yang menurutmu baik
📱 Fahri
Mohon doa restunya
__ADS_1
📱Sahril
Pasti! do'a terbaik untukmu
📱 Fahri
Jaga kesehatan mama
📱Hany
Terimakasih sayang
📱David
Aku juga mau do'a terbaik
📱Sahril
Pasti itu, apa kau juga minta do'a restu?
Akhirnya mereka semua tertawa sebelum mengucapkan salam dan mengakhiri panggilannya.
"Kak, sebaiknya tidur di kamarku. Kamar kakak sudah lama tidak di gunakan. Aku juga jarang membersihkannya."
"Baiklah, kita akan tidur bersama seperti kakak beradik yang selalu aku lihat di televisi. Dan jangan lupa, persiapkan dirimu untuk aku ganggu." David merasa senang dengan tawaran Fahri.
kini mereka telah berada di dalam kamar, ponsel Fahri berbunyi. Video call.
"Baru seminggu saja sudah lupa kau dengan dedek kau yang tamvan ini bang. Tak calling adek, tak tanya kabar adek, tak sekalipun kau menghubungi adek. Padahal hari-hari adek rindukan kau bang." Bayu berbicara versi alay.
"Njiiii**, kalian apa-apaan coba?
sejak kapan lu bergaya seperti itu? kalian ciih!!" David begidik melihat kelakuan Bayu.
"Obatnya habis," jawab Fahri singkat dengan muka datar yang membuat lawan bicaranya menjadi emosi berat.
"Kalian yaaa..... iihh kalian yang sekamar kok bisa-bisanya gue yang dianggap abnormal. Kamvr**!!" Bayu sangat kesal dengan kata-kata dua bersaudara itu.
"Udah habis, sekarang waktunya bobok!" pangkas David sambil mematikan ponselnya.
Bayu benar-benar kesal dengan kelakuan David. Tidak sabar menunggu esok pagi, David pergi menuju rumah Fahri menggunakan mobil kesayangannya dengan piamah tidur yang telah melekat di badannya.
Sementara itu David dan Fahri masih berbincang tentang usaha Fahri dan tentang kiki tentunya. David menceritakan kisahnya dengan Tasya kepada Fahri. David membeberkan semua peristiwa mengapa dia sampai tidak menolak Tasya. Fahri memberi saran, supaya David menghentikan kebiasaannya.
"Berhentilah bermain dengan sembarang wanita. Kau sudah pernah melihat kehancuran mama. Semua wanita tidak jauh berbeda dengan mama jika dihadapkan masalah dengan yang sama." Fahri menggenggam kedua tangan David. memberikan kepercayaan kepadanya.
"Apa kau membenciku?" David sedikit ketakutan akan tanggapan Fahri.
"Yang sudah berlalu, maka biarkanlah. Berusahalah memperbaiki segalanya."
"Baiklah, aku janji!" seketika David menghambur ke pelukan Fahri. Disaat yang sama, terdengar suara pintu dibuka. Kedua insan itu menoleh tanpa melepaskan pelukannya. Bayu melotot dan menyerang mereka berdua.
"Shiiii**!! kaliannnn!" sambil memisah dua bersaudara itu dan mendudukkan dirinya di tengah mereka berdua.
"Kapan kau kembali?" Bayu menoleh ke arah David.
"Tadi siang." David menjawabnya malas.
"Mengapa kau kemari? lihat pakaianmu! seperti sedang kena razia haaahaaahaaha...."
David tertawa bahagia bisa mengolok-olok Bayu. David sudah mengenal Bayu, karena mereka dari universitas yang sama. Tapi dia tidak mengira kalau hubungannya dengan Fahri begitu dekat. Bahkan dirinya yang berteman mulai putih abu-abu saja tidak seakrab itu.
Tanpa disadari, Bayu malah menyandarkan kepalanya di dada Fahri ketika David sedang asyik membully dirinya.
"Bang , lihatlah Monster itu. Dia benar-benar keterlaluan." Bayu mengadu dengan manja. Fahri hanya bisa tertawa kecil.
Malam itu mereka bertiga tidur sekamar, seranjang pula. Sebelum terlelap, mereka asyik bercanda saling bully satu sama lainnya.
Ditempat lain, Kiki gelisah. Dia membolak-balikkan badannya sulit terlelap. Chat Fahri tidak aktif. Kiki mulai memikirkan hal yang bukan-bukan.
__ADS_1
karena sangat kesal, Kiki mengirimkan pesan suara kepada Fahri.
🎙️ kiki
Kowe tak sayang sayang saiki malah ngilang
Tresnamu karo aku kuwi mung kiasan
Kowe tak gadang gadang tegane gawe wirang
Anggonku labuh kowe opo isih kurang
🎙️Kiki
Yi........
🎙️Kiki
Yi.......
🎙️Kiki
Dasar manusia tidak peka!!
Akhirnya terlelap juga Kiki setelah sekian lama berkutat dengan ponsel tanpa tujuan.
🌼🌼🌼🌼🌼
Sinar sang Surya menusuk mata ketika para pria dewasa itu masih telentang dalam satu ranjang. Fahri mengambil ponselnya di nakas untuk melihat jam. Dan ternyata ponselnya off, David mematikannya setelah panggilan Bayu berakhir.
Tanpa sadar Fahri membuka pesan suara Kiki semalam.
Mendengar pesan tersebut, Bayu dan David seketika terperanjat syock kemudian tertawa terpingkal-pingkal.
Tak bisa berkata apa-apa, tak bisa berkomentar, begitu pula Fahri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Fahri benar-benar merasa bersalah telah mengabaikan Kiki. Bagaimana tidak, setelah kembali dari solo, dia belum sempat menghubungi Kiki.
Fahri mulai menekan tombol video, namun Bayu segera mematikannya. Takut Kiki berfikir macam-macam. Karena sebelumnya Kiki telah mencurigai dirinya.
Ketiga pria itu akhirnya beranjak dari kasur dengan perasaan malas. Sesaat kemudian, David menerima telepon. Ada pertemuan mendadak dengan klien yang tidak bisa ditunda.
David segera memesan tiket pesawat secara online mengambil penerbangan malam. Fahri mulai berkutat di dapur, Bayu membantu memotong sayuran.
Menyaksikan kedua insan itu sibuk dan hanya dirinya saja yang begong, David mulai mencoba memotong bawang. Baru tiga kali potongan, matanya sudah pedih tidak karuan.
Karena merasa matanya panas, David mengucek matanya dengan tangan kiri yang tadi digunakan untuk memegang bawang. Alhasil dia histeris, Fahri segera memapahnya ke wastafel dan berusaha membersihkan mata David.
sedangkan Bayu tertawa puas karena berhasil mengerjai David.
Akibat ulah para pria-pria rese itu, sarapan jadi tertunda.
" Finish!" ucap Fahri.
Baru akan mengambil piring, Fahri dikejutkan dengan suara perut kedua makhluk yang sedang menantikan sarapannya.Sungguh Fahri tidak bisa berkata-kata hanya gelengan kepala yang dia tunjukkan.
Seusai membersihkan diri, ketiga insan sejenis itu berkumpul di ruang tengah. Hari Minggu kali ini Fahri memilih libur karena ada kakaknya. mereka menghabiskan waktu dengan menonton sebuah acara disalah satu televisi swasta, Bayu si usil berkomentar kemudian dilanjutkan oleh David, Fahri hanya menyahuti komentar-komentar makhluk astral di depannya.
Tidak terasa malampun tiba, David segera kembali ke Singapura. Bayu dan Fahri mengantarkannya ke bandara.
Setibanya di bandara, mereka bertiga di kejutkan oleh seorang wanita berparas cantik. Tanpa sadar Bayu bersiul begitu pula David. Tapi sayangnya, yang dilirik adalah Fahri.
David telah meninggalkan tanah kelahirannya. Bayu pulang kerumah orangtuanya, karena rindu dengan kedua orang tuanya setelah merasakan kehangatan keluarga semalam.
Bayu mulai memasuki rumahnya dengan antusias. Tapi sayang, seperti biasanya.
Rumah itu sepi karena kedua orang tuanya masih di luar kota.
Sedangkan Fahri, menyisir seluruh kamarnya yang kembali sepi tanpa sanak saudara.
TBC
__ADS_1