
Rencana membuka kembali perusahaan yang telah tutup bukanlah hal mudah. David harus bekerja extra untuk mewujudkan mimpinya.
Perusahaan itu terpaksa tutup karena tidak mampu bertahan akibat kebutuhan biaya perawatan sang mama. Setelah tiga tahun berlalu, perkembangan usaha David menunjukkan kejayaannya. Sehingga ia bertekad membangun kembali usaha yang pernah dirintis sang mama.
Alasan sebenarnya adalah agar Fahri bersedia join dengannya. Karena sesungguhnya dalam hati kecil David sangat menginginkan untuk bisa lebih dekat dengan adik tirinya. Namun ia tidak mempunyai alasan untuk semua itu. Kadang untuk sebagian orang, menunjukkan perhatian kepada seseorang yang dianggap penting itu tidak mudah.
Jika tidak hati-hati , mungkin akan terjadi salah paham yang berakibat semakin menjauhlah mereka.
Malam ini David kembali ke Indonesia. Dia menyempatkan diri untuk makan malam bersama keluarganya.
Keakraban mertua dan menantu terlihat sangat bahagia. David hanya menjadi pengamat di sana. Hanya donasi senyum seperti biasanya.
Seusai acara yang mengundang banyak tawa terhenti, David pamit untuk membersihkan diri. Sementara yang lain bercengkrama di teras depan rumah.
Bel berbunyi, sosok pemuda yang sudah tidak asing bagi mereka datang membawa sekantong snack. Dialah Bayu, mereka menyuruhnya datang setelah melakukan panggilan telepon beberapa waktu lalu.
Selang detik berikutnya David keluar, dengan stelan T-shirt dan celana pendeknya. Mereka terus bercanda hingga suasana hening seketika saat sebuah mobil berhenti di depan rumah mereka.
Perempuan berwajah tirus dengan leher jenjang sempurna
perlahan menghentikan langkahnya untuk menyapa mereka.
"Selamat malam, maaf mengganggu. Perkenalkan saya kekasih David. Saya datang kemari karena dia enggan bertemu dengan saya."
Seketika wajah -wajah mereka membeku. Terutama sang mama. Kekhawatiran yang selama ini ia rasakan terjadi sudah.
Wanita dengan tubuh bertopang kursi roda itu sangat memahami dunia putranya. Ditambah David yang sempat bergelut dengan dunia malam sebelumnya, perasaan wanita paruh baya itu semakin meresahkan jiwa.
"Selesaikan dengan baik-baik" kalimat itu terucap dengan lembut. Karena takut putranya salah langkah.
Tepukan tangan sang papa semakin menguatkannya untuk bisa terlepas dari ular betina yang sudah putus urat malunya.
Mereka berdua berjalan masuk, Kiki pamit untuk membuatkan minuman kepada tamu yang baru saja datang.
Betapa terkejutnya Kiki saat mendapati sang wanita menguasai pria bertubuh kekar di dalam rumah mertuanya. sontak ia menutup mulutnya rapat. Ia melihat wanita itu menodongkan pisau dileher David kemudian beralih ke perutnya sendiri.
Setelah David terlihat lengah, wanita itu menciumnya dengan brutal tanpa arah. Wanita itu berada diatas David, membedah kemejanya sendiri secara acak. Merobek rok mininya hingga terlihat utuh paha mulusnya. Tanpa segan ia duduk di atas pusaka yang masih tersimpan dalam peti. Tangannya meraba kasar benda kasat mata yang masih terlelap di sarangnya. David mendorong keras wanita tersebut hingga terjengkang. Suara benda jatuh mengejutkan para insan yang sedang hening di taman depan.
Seketika mereka menghampiri sumber suara. Mereka benar-benar mendapat kejutan yang luar biasa.
Bu Hanny terkejut tidak percaya mendapati pemandangan yang luar biasa. Tamu wanita itu menangis menghiba atas perlakuan David. Namun, David tidak bisa berkata-kata. Dia bingung mau menjelaskan dari mana.
"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan" ucapan itu membuat semua orang menoleh ke arah sumber suara.
KiKi POV
"Apa yang dia lakukan?" Kiki menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dia yang merasa aneh dengan sikap wanita itu, segera menyembunyikan diri di balik tirai dan mulai merekam adegan penyerangan itu. Kiki berfikir akan terjadi pembunuhan. Namun detik berikutnya, dia menjadi lemas akibat trauma yang pernah ia rasakan saat berada di rumah tantenya.
__ADS_1
........
"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan"
Kiki dengan tubuh yang masih lemas berpegangan pada tirai.
Suaminya segera menghampiri dan memeluknya erat. Kiki menangis histeris. Tangannya menyerahkan sebuah ponsel. Fahri dengan sigap membuka video yang baru saja terhenti.
Fahri memberikan ponsel itu pada ayahnya. Mereka menyaksikan rekaman itu dengan seksama.
David lemas terduduk Seketika. Bayu melepaskan jaketnya, melemparkan pada wanita itu.
"Siapa dia?" pertanyaan itu tertuju pada David sang putra. Namun David masih tidak bisa berkata-kata.
Pak Sahril segera menenangkan istrinya. Dengan posisi yang lebih baik dan kondisi yang lebih tenang, Pak Sahril mulai berbicara.
"Siapa namamu?" pertanyaan itu tertuju pada si wanita.
"Natasya"
"Apa yang kau inginkan?"
"Bercinta!" tanpa tau malu dia mengungkapkan isi hatinya.
Semua yang diruangan itu melotot. David menggebrak meja. Kesabarannya habis sudah. Dia tidak peduli lagi meski ada sang mama. Dia benar-benar meluapkan amarahnya.
"Jal*** sia***!!! pernahkah kau paham akan statusmu?" David melempar sejumlah uang tepat diwajah wanita itu.
"David duduk!" Pak Sahril mencoba mengendalikan suasana.
Bayu mendekati David merangkul pundak dan mengusap punggungnya.
"Sejak kapan kalian berpacaran?" Pak Sahril menoleh kearah Natasya.
"Dua tahun" jawab Natasya cepat.
"Pacaran? aku membelinya pa!"
David meralat.
"Benarkah?" tatapan mata Pak Sahril belum berubah.
"Ya" Natasha menjawab dengan menundukkan kepalanya.
"Apa kau hanya melayaninya?"
Pertanyaan itu membuat mata terdakwa membulat. Perlahan kepalanya menggeleng.
__ADS_1
"Fix!!! jangan mengganggunya lagi. Putra kami bukanlah pria yang kau kenal dulu. Putra kami akan menjadi kebanggaan kami. Putra kami tidak akan melakukan kesalahan dua kali. Bisakah nona mengerti?"
Natasya diam, pandangannya tidak berpaling dari sang hakim.
David menghubungi seseorang.
📱David
Jala**mu di sini, apa kau masih menginginkannya?
📱Mr. X
Hah....
📱 David
Dia menggangguku, kalo kau sudah tidak menginginkannya aku bisa mengurungnya dengan jeruji.
📱Mr.X
Bukan urusanku
Panggilan terputus.
"Pantas saja kau mencariku, rupanya telah di tendang"
Pak Sahril meminta agar Natasya melepaskan David
dengan jaminan memberikan pekerjaan agar dia bisa hidup dengan baik dan meninggalkan profesinya.
Lembut dan penuh dengan realitas, Pak Sahril mampu membuat Natasya setuju. Dan segera meninggalkan kediamannya.
" Siapa dia sebenarnya?" sebagai papa, Pak Sahril mencoba berbicara dari hati ke hati.
David menceritakan kesepakatannya dengan Mr. Robert.
" Percayalah aku hanya ingin membalas apa yang dirasakan mama. Aku tau aku salah."
"Membalas? Katakan siapa jal*** itu?" kali ini Bu Hanny meradang.
David tidak bersuara.
"Kau benar-benar keturunan manusia breng*** itu!"
"Sayang! jaga kata-katamu" Pak Sahril spontan membentak sang istri, suara kencangnya membuat bulir bening lolos dari matanya. Dengan cepat ia memeluk istri yang selalu ia jaga selama ini.
"Aku tidak pernah menyadari darah brengseknya begitu kental." meraung Bu Hanny perih terasa hatinya kini.
__ADS_1
David memohon ampun kepada kedua orang tuanya. Berlutut dihadapannya hingga Mereka saling berpelukan dan bermaafan.
TBC