Pencarianku

Pencarianku
David


__ADS_3

Sejak kuliah David memang sering berganti-ganti kekasih.


Wajahnya yang menawan membuat para wanita bertekuk lutut, apalagi bila mendengar mulut manisnya, sulit untuk bisa berpaling darinya. Dari sekian banyak wanita, ada satu orang yang selalu ketagihan akan sentuhan David. Ntah karena cinta buta, ataupun maniak s***, wanita ini selalu mendamba kehadiran David. Karena David memang sangat mengenal dunia malam, David tidak pernah menolak jika ada tawaran dari si empunya.


Natasya, wanita itu sudah siap di lobby hotel. David merentangkan kedua tangannya saat melihat si cantik ini.


Natasya pun menghambur ke dalam pelukan David dengan bahagia. Setelah keduanya berjalan memasuki kamar hotel, tanpa basa-basi lagi Tasya mencium dan ******* bibir sexi David, hingga mereka berdua terbang menikmati puncak hasrat masing-masing.


"Apakabar sayang?" Tasya memulai percakapan dengan posisi masih polos dalam pelukan David.


"Seperti yang kau lihat," Seperti biasanya dan belum berubah, David menjawab dengan nada datar dengan memainkan ponselnya.


"Apakah kau tidak ingin menikah?" pertanyaan yang sama ia lontarkan setiap kali bertemu dengan David.


Tanpa menjawab David beranjak menuju kamar mandi. Reaksi yang sama, sejak bertahun-tahun selalu menghindar saat ditanya pernikahan.


"Shiiiit!!!! mulut lakn**. Bisa-bisanya mengucapkan hal itu. Bahkan dia tidak pernah menganggap hubungan ini. Bod**!!" Tasya merutuki dirinya sendiri.


"Ciiihhh...... Bisa-bisanya dia membahas pernikahan. Bukankah itu memang pekerjaannya. Aku menggunakan dia juga tidak gratis." David menertawakan ucapan Tasya sambil membersihkan diri di kamar mandi.


Pintu kamar mandi terbuka. David keluar dengan jubah mandinya. Kemudian menyuruh Tasya membersihkan diri. Tasya menolak, tapi David tidak bergeming. Tasya masih ingin menikmati sentuhan David lagi. Tapi sayangnya David sudah tidak bernafsu. Tasya terus merayu David, tapi semua perlakuannya membuat David semakin muak. Hingga akhirnya Tasya menyerah dan akhirnya masuk ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, Tasya keluar dari kamar mandi. David sudah menghilang.


Tasya menatap ke arah ponsel, ia mendapatkan notifikasi. Disana tertulis bahwa sejumlah uang telah ditransfer.


Tasya menghela nafas panjang. Asanya menerawang jauh ke arah balkon.


"Tidak adakah sedikit ruang dihatimu? aku akan menyerahkan seluruh hidupku untukmu." menghapus air mata. "Hehehe naif sekali diriku, siapa aku? apa yang aku serahkan. bahkan harga diriku saja sudah terbandrol."


Kepedihan itu kembali muncul dalam benak Tasya.


📱 Mr.X


Aku membutuhkanmu!


📱Tasya

__ADS_1


Dimana?


📱Mr.X


Hotel X, kamar 109


📱Tasya


Satu jam lagi.


📱Mr.X


Cepatlah kumohon!


Tasya mematikan ponselnya sepihak.


"Hahahaha hahahaha..... sekali jala** tetap jala** . Mengapa harus memandang ke langit, sungguh terlalu mimpi ini mengiris hati" tawa Tasya menggelegar dalam ruangan itu. Diikuti rentetan kata hatinya yang terlihat naif, sesekali dia mengusap kasar air matanya.


 


Dengan menggunakan taxi David pulang kerumahnya. Dia tertegun melihat Fahri yang sedang lelap di atas sova. David memandang intens wajah Fahri. Diam-diam mengagumi sosok yang pernah ia benci. Tak terasa air mata mengalir di wajah tampannya.


Merasa ada yang basah di dahinya, Fahri mengerjapkan pelan matanya sebelum benar-benar terbuka. David segera mengikis air matanya ketika melihat Fahri membuka matanya.


"Ada apa denganmu?" Fahri memandang David aneh.


"A - aku lapar." David tiba-tiba menemukan alasan.


"Bersihkan dirimu, aku akan menyiapkannya." Fahri melangkah menuju dapur. Sedangkan David masuk ke kamarnya.


"Mengapa bukan aku yang mempunyai perangai seperti dia. Mengapa bukan aku yang keturunan Sahril Hidayat. Mengapa harus aku yang mempunyai papa brengsek seperti itu."


Kegundahan hati seorang David kini mencengkeram jiwanya. David tau betul siapa papanya. Sejak kecil papanya selalu bermain wanita. David tidak pernah melupakan disaat ia diantar sekolah oleh papanya, di pinggir jalan papanya menghentikan mobil yang mereka kendarai dan membukakan pintu mobil tersebut untuk seorang wanita. Dan yang lebih menyakitkan, David menyaksikan langsung wanita itu mencium papanya sambil mengucapkan selamat pagi.


Bukan sekali dua kali David menyaksikan adegan romantis papanya dengan wanita lain. Namun David tak berani mengatakannya kepada sang mama. Karena takut membuat mamanya menangis. Hampir tiap malam ia mendengar Isak tangis sang mama.


Setelah bertemu ayah sambungnya, David merasakan kehangatan seorang ayah. Begitupun mamanya, karena itu Bu Hany mempercayakan perusahaannya kepada pak Sahril sementara waktu, sebelum David siap menjadi pewaris perusahaan tersebut.

__ADS_1


Dan kini David telah resmi menjadi pemegang perusahaan warisan leluhurnya. Sebenarnya pak Sahril masih harus membantu David menjalankan perusahaannya. Tetapi karena Bu Hany mengalami kecelakaan yang menyebabkannya lumpuh dan harus menjalani operasi dibeberapa bagian tubuhnya, pak Sahril kini hanya bisa menemaninya.


Suatu hari papa David menemuinya untuk membuat kesepakatan bisnis. Tanpa basa-basi Mr. Robert menawarkan putri tirinya kepada David. Pada saat itu David mengambil kesempatan tersebut demi membalas sakit hatinya selama ini. Dialah Natasya, setelah mahkotanya direnggut oleh David. Dia dengan gratis memberikan wanita itu kepada teman-temannya. Kemudian Natasya menjadi liar dan menjalani pekerjaan komersilnya. Tanpa Natasya sadari bahwa mamanya adalah wanita yang telah memporak-porandakan kehidupan David dan menjadi sumber masalah bagi masa depannya. Kebanyakan pria yang memesan Natasya adalah teman-teman David. Mereka menyukai Natasya karena servisnya memuaskan. Dan Natasya hanya mau melayani mereka - mereka yang telah mengenalnya. Karena jauh di lubuk hatinya berharap, bahwa salah satu dari mereka bisa menghalalkan dirinya. Rasa muak dan lelah selalu mendera dirinya seusai menghangatkan ranjang para pengusaha kaya.


Lamunan David buyar ketika mendengar ketukan pintu kamarnya. David membuka pintu dan berjalan menuju meja makan. Dia membuntuti Fahri berjalan perlahan.


"Makanlah kak!" panggilan Fahri membuat David berdiri dan memeluk Fahri. Usia David lebih tua beberapa bulan dibanding Fahri.


Ditengah khusuknya ritual makan, Fahri dibuat binggung dengan sikap David. Dia tiba-tiba saja sesenggukan tidak bisa menahan tangisnya. Fahri mendekati David, mengelus punggungnya dengan penuh kasih.


"Kenapa?"


"Makanannya sangat lezat." Jawab David yang masih sulit berbicara. Fahri tidak percaya dengan jawabannya.


"katakan ada apa?"


"Mengapa kau begitu baik, sama seperti ayahmu. Dan Mengapa ibumu meninggalkan kalian?" David merasa sangat bersalah dengan apa yang dilakukannya dahulu terhadap Fahri.


"Hah.... keserakahan," Jawab Fahri singkat dengan menghela nafas panjang. "Jangan lagi menyesali masa lalu, karena masa lalu hanyalah sampah kenangan. Cukup melihatnya sebagai spion dimasa depan." Kata bijak itu membuat tangis seorang David pecah seketika. Dia memeluk Fahri, meluapkan emosinya.


"Ikutlah ke Singapura, bantulah aku mengurus perusahaan!" pinta David sambil memohon.


"Sorry, bukan aku tidak mau. Tapi aku tidak ingin kemana-mana. Lagi pula pekerjaanku sudah oke selama ini. Hehehe.. menurutku!"


"Tapi, mama selalu mencemaskanmu. Karena sendirian di sini." David memberikan alasan.


"Lihatlah!! orang baik berjodoh dengan orang baik juga. Kau menyesalkan perbuatan ibuku, tapi bagaimana dengan papamu? sekarang, bagaimana dengan ayah dan mamamu?" Fahri mencoba berfikir realistis. Meski dalam hatinya menyimpan kekecewaan terhadap ibu yang meninggalkannya. "Tenanglah!! sampaikan kepada mama bahwa sebentar lagi aku tidak akan sendirian lagi." David menatap Fahri dengan penuh tanda tanya ketika Fahri mengeluarkan isi hatinya. "Aku akan membawakan menantu untuknya." Fahri tersenyum sambil mengusap sisa air mata David.


"Wooooow!!! aku kalah selangkah dengan adikku," David tertawa sambil bertepuk tangan bahagia.


"Good luck brother!!" doa David menyertainya. Kemudian dibalas senyuman oleh Fahri.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2