Pendekar Dibalik Layar

Pendekar Dibalik Layar
BAB III - KETUA PARTAI BARU


__ADS_3

Malaikat sadis yang meskipun sudah berusia paruh baya namun tubuhnya masih terlihat gagah,  tidak pernah sekalipun menggubris rayuan ataupun ajakan cabul dari si perempuan  tersebut. Bukan dikarenakan tampang maupun tubuh si iblis betina yang tidak menarik. Perempuan ini, meski sebenarnya seumuran dengan malaikat sadis namun entah menggunakan ramuan atau ilmu apa, wajahnya masih terlihat cantik. Tubuhnya sangat menggairahkan, ditunjang dengan penampilan keseharian dari cara berpakaiannya yang seronok terutama belahan dadanya yang sengaja dibuat demikian lebar, serta belahan pada pakaian bawahnya yang memanjang dari pertengahan pahanya yang putih mulus dan kencang hingga ke bawah tumit kaki, seolah sengaja memamerkan bentuk kaki belalangnya yang pastinya semua penampilan ini akan mengundang decak kagum setiap lelaki. Namun dibalik penampilannya tersebut, sesungguhnya menyimpan sebuah jalan lubang kubur bagi lelaki yang mencoba untuk menikmati tubuhnya. Bahkan dia tidak pernah segan-segan memaksa setiap lelaki yang bisa membangkitkan birahi cabulnya, meski nantinya setelah dia bosan korbannya tersebut akan dia bunuh tanpa sedikitpun rasa belas kasihan. Ketidaktertarikan malaikat sadis, terutama yang berkaitan dengan hasrat kelelakiannya adalah terjadi semenjak kematian istrinya sepuluh tahun lalu, yaitu beberapa bulan setelah melahirkan puterinya. Dia berubah menjadi laki-laki yang sangat dingin dan tidak lagi tertarik dengan perempuan. Ketika puterinya telah mulai bisa berjalan, dia menyerahkan seluruh rumah yang ditinggalinya kepada pembantu rumah dan pengasuh anaknya. Mereka kemudian hidup berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Dia bahkan kembali lagi terjun ke dunia persilatan yang dahulu sudah dia tinggalkan semenjak bertemu dengan seorang wanita dusun yang akhirnya menjadi istrinya. Dengan kelihaian yang dia miliki, namanya melambung demikian cepat dan mendapat julukan malaikat sadis dari utara, akibat jenis ilmu silatnya yang tergolong aneh dan juga perilakunya yang sangat sadis dalam pertempuran menghadapi lawan-lawannya, entah mereka dari golongan hitam bahkan aliran putih sekalipun. Lima tahun yang lalu dia bertemu dan bertarung dengan sepasang iblis pembetot sukma. Selama lima hari berturut-turut dia bertempur dengan pasangan iblis tersebut, namun meski dikeroyok, sepasang iblis juga tidak mampu mengalahkannya, demikian pula sebaliknya, dirinya juga kesulitan mengalahkan mereka. Hingga akhirnya pada hari ke enam, mereka bertiga sepakat untuk beristirahat dan dalam kesempatan itulah mereka melanjutkan dengan bercakap-cakap dan malahan mendirikan partai yang mereka beri nama gagak tombak, dimana sepasang iblis menjadi ketua dan dia ditunjuk sebagai penasehat. Maka dari situlah awal mula partai tersebut terbentuk dan dalam waktu yang relatif singkat telah berubah menjadi satu partai terbesar dalam dunia persilatan.


Semenjak itu diantara mereka bertiga tidak pernah lagi terdengar bertempur. Si penasehat lebih memilih banyak berdiam diri dan tinggal serta membesarkan puterinya di markas partai mereka yang dibangun layaknya sebuah istana, sementara sepasang iblis lebih suka memgembara mengumbar nafsu dan perangai mereka. Sesekali saat mereka pulang, sepasang iblis membawa rampasan berupa satu pemuda atau satu gadis yang di beberapa hari berikutnya apabila mereka sudah bosan, para tawanan tersebut telah berubah menjadi mayat dan anak buah mereka yang membuang entah kemana. Pernah satu kali terjadi saat sepasang iblis pergi keluar kandang, beberapa anak buah mereka mengadakan pesta sebagaimana sang ketua lakukan, dengan membawa dua sampai tiga tawanan gadis ke dalam markas mereka. Namun baru saja mereka akan melangsungkan pesta mereka, keburu satu persatu terbaring kaku dengan kondisi kepala pecah lah atau ************ remuk akibat dihajar si penasehat mereka. Sejak saat itulah para anak buah gagak tombak yang mendapat giliran tugas menjaga markas sangat takut terhadap si penasehat juga puteri dan pengasuhnya. Kira-kira empat atau tiga bulan lalu, sepasang iblis terlihat mulai sering tinggal diam di markas.  Namun demikian wajah mereka terlihat pucat menandakan sedang dalam kondisi sakit dengan keluhan sering mudah merasa lelah. Kemudian para anak buahnya silih berganti berdatangan sambil membawa tawanan berstatus tabib terkenal, namun tidak satupun yang berhasil memyembuhkan penyakit sepasang iblis.


Suatu sore tiga hari yang lalu ketika si penasehat baru saja pulang sehabis pergi beberapa hari menghilangkan penat dan kejenuhannya, dia mendapat laporan dari pengasuhnya bahwa sang puterinya sudah dua hari ini demam dan berwajah pucat. Amarahnya seketika memuncak demi mendengar laporan dari si pengasuh yang terlihat ketakutan namun tidak mempunyai pilihan lain selain mengatakan yang sebenar-benarnya bahwa puterinya menunjukkan gejala demam sehari kemudian sejak sekembalinya bermain dari rumah samping yang ditempati sepasang iblis. Pada sebelah dalam tangan kiri puterinya pun kini  tergambar lukisan kecil berupa selembar bulu ekor burung merak akibat dari perintah iblis betina tepat saat dia selesai di gambar oleh pelukis bayarannya. 


Selesai mendengar laporan dari si pengasuh, secepat kilat malaikat sadis terbang ke rumah samping. Dan ketika dilihatnya seorang pria yang tidak pernah dia kenal sebelumnya sedang sibuk melukis sesuatu pada punggung si iblis jantan, langsung dia luncurkan hentakan tenaga dalamnya dari telapak tangan kanannya yang tepat menghantam si pelukis hingga tubuhnya terlempar ke dinding sebelah sana dengan kondisi tubuh yang tidak lagi utuh alias remuk. Saat dia akan mengibaskan tangannya yang kedua kali ke arah iblis jantan yang tadi sedang digambar, orang dimaksud keburu kabur dan berteriak-teriak memanggil pasangannya dan tidak berani meladeni serangan malaikat sadis.


"ssrrreettt,....dhuarrrr,....srreettt,...dhuar,..." demikian terdengar serangan dari malaikat sadis yang bertubi, namun selalu luput dari sasaran dan hanya menghancurkan beberapa perabot utama bahkan dinding ruangan.


Keributan tersebut segera menarik perhatian semua anggota partai di markas, tetapi begitu melihat yang terjadi, tak seorangpun dari mereka mempunyai nyali untuk mendekat apalagi melerai.


Sesaat kemudian terdengar bentakan dari iblis betina;


"hentikan seranganmu malaikat sadis, atau aku bunuh puterimu ini,..."


Kerika orang dituju mendengar ancaman tersebut, dia segera memghentikan serangannya. Dengan napas memburu menahan amarah, diapun berteriak kalap;


"lepaskan dan jangan libatkan puteriku,... atau aku akan mengadu nyawa dengan kalian berdua"


Wajah sepasang iblis yang sudah pucat kini menjadi semakin dingin seperti mayat demi mendengar ancaman tersebut, terutama si iblis betina yang nyata-nyata isengnya berakibat menjadi malapetaka bagi mereka berdua. Namun nasi telah menjadi bubur alias terlanjur. Sejenak dia berpikir dan segera memiliki ide yang menurutnya sangat bagus.


"puterimu telah ku cekokin dengan pil racun tak berasa tak berbau, jadi kalau engkau macam-macam aku tidak segan lagi untuk menghancurkan satu-satunya penawar yang ada padaku lalu kita bertarung setelahnya".... demikian gertaknya.


Mendengar ancaman balik si iblis betina, malaikat sadis langsung terdiam apalagi dia tahu persis bahwa si iblis betina memang suka mengoleksi berbagai macam jenis pil aneh. Kemudian dia menjawab;


"apa mau kalian hah ? kalian yang lebih dulu melempar kerikil ke permukaan air yang tenang, apalagi puteriku jelas-jelas tertular penyakit busukmu"


Dalam hati iblis betina menjadi sedikit tenang atas pernyataan si malaikat sadis karena kalimat tersebut berarti membuka dialog dan menagih sesuatu atas kekeliruan yang dibuatnya. Oleh karena itu segera dia menyahut;


"aku yang muda memohonkan berlaksa maaf atas perbuatan yang sudah aku lakukan terhadap puterimu, namun mengertilah bahwa aku hanya sekedar ingin memberi tanda kenangan kepada puterimu dan nyatanya gambar tersebut juga tidak jelek bahkan justru lebih mempermanis penampilan puterimu yang cantik jelita. Engkau juga tahu bahwa aku sebenarnya juga menginginkan seorang anak perempuan, tapi itu tidak mungkin terjadi. Kalau aku bermaksud jahat terhadap puterimu aku bahkan bisa berbuat lain yang lebih buruk dari hal tersebut, namun tidak aku lakukan karena sebenarnya akupun memyayangi anak bening"


Malaikat sadis mencerna kalimat panjang lebar yang diutarakan oleh iblis betina, sekaligus memperhatikan cara dia memegang Bening puterinya saat itu pada kedua pundaknya dan terlihat tidak seperti orang yang sedang mengancam, karena iblis betina tidak menaruh senjata apapun ke tubuh anaknya atau juga dalam posisi jari tangannya mencengkeram titik darah kematian di leher anaknya;


"lalu kenapa anakku jadi tertular penyakitmu ? dan kenapa juga kamu mesti mencekokinya dengan pil racun segala ?"


"mengenai sakitnya putrimu, belum tentu tertular penyakit,...bisa saja hanya karena bawaan infeksi jarum lukis. Mengenai pil racun setidaknya ini menjadi jaminan buatku bahwa engkau tidak akan lagi berlaku macam-macam dengan kami berdua, Lagi pula, besok kami akan pergi ke lembah halimun hijau untuk menemui tabib sakti dan aku ingin serta membawa Bening puterimu untuk memperoleh kesembuhan juga. Selepas dari sana, aku akan menyerahkan satu-satunya penawar pil racunku dan kalian bebas pergi kemanapun jika itu kamu anggap baik"


Ketika dilihatnya malaikat sadis sedang berpikir, dia menambahkan kalimatnya;


"untuk melawan pil racunku sementara ini, jika engkau berikan dia hawa saktimu sebentar saja maka dia tidak akan terlihat pucat lagi"

__ADS_1


Untuk menambah keyakinan malaikat sadis, dengan cerdik iblis betina melepaskan tangannya di pundak Bening dan membebaskan totokannya serta menyuruhnya untuk menghampiri ayahnya. Demi mendapati niat baik iblis betina, sambil menyongsong dan sekaligus mengangkat puterinya, malaikat sadis berbalik sambil berkata;


"baiklah,...kita buktikan ucapanmu nanti"


Ibarat batu besar yang tadi menghimpit ke dada mereka dan kini telah menggelinding lepas, sepasang iblis tersebut saling pandang dan menyeringai kecut.


Demikianlah asal muasal kenapa mereka sampai tiba di desa tersebut dan menyebar malapetaka.


Lalu bagaimana reaksi malaikat sadis atas ajakan cabul si iblis betina ?


"kemari bergabunglah dengan kami penasehat, aku masih mampu melayani kalian bertiga sekaligus,.....hihihi"


Sambil berkata demikian, si iblis betina nampak mengerling padanya sambil mempermainkan satu jari manisnya dengan cara menjilat dengan lidah.


Lelaki yang dibujuk malah mendengus dingin, lalu berbalik langkah serta ngeloyor pergi sambil bergumam;


"najis,....sudah jelas mereka sedang sakit tapi masih sempatnya mengumbar nafsu cabulnya"


Sesampainya di luar, dia berdiri ditengah jalan. Gerimis yang menimpa wajahnya tidak di hiraukannya saat dia mendongakkan kepalanya seolah sedang menghitung jumlah tumpukan mendung tebal diatas langit sana. Lalu dia menolehkan pandangannya ke arah rumah di ujung jalan dimana terdengar suara ketawa lepas anak-anak buahnya yang sepertinya sedang bersantai dan bercanda bersama, sehabis mengisi perut mereka. Tanpa menghiraukan hal tersebut, dia lalu bergegas masuk mememani puterinya. Baru saja dia menaruh pantatnya di pinggir dipan, mata anaknya terbuka dan memberinya pertanyaan;


"ayah,...makanlah dulu"


"puteriku, saat keributan tiga hari lalu apa yang sudah dimasukkan ke dalam mulutmu oleh perempuan itu sehingga membuatmu sakit begini?"


Jawaban puterinya kemudian, menimbulkan senyum kecut pada yang bertanya.


"tidak ada, bibi hanya menotok jalan darahku lalu membawaku dan tahu-tahu aku sudah melihat ayah sedang berkelahi dengan paman"


"baiklah, kalau begitu kamu coba pejamkan mata dan istirahat barang sejenak",......demikian bisik malaikat sadis kepada anaknya lalu berdiri dan melangkah keluar rumah. Sesampainya di depan rumah dia hanya menggeleng- gelengkan kepalanya sambil mengumpat sendiri;


"brengsek kalian sepasang iblis,.... beraninya kalian menipuku,....."


Dengan sekelebatan dia telah melesat seperti terbang di depan pintu kamar,.... lagi-lagi dia disuguhi pemandangan yang luar biasa. Mereka bertiga masih begitu asyik bergelut, namun kali ini posisinya telah berganti, terutama untuk sepasang iblis.


Si pemuda masih terlentang di bagian paling bawah dari tumpukan tiga tubuh, dimana  senjatanya keluar masuk ke lubang pembuangan iblis jantan yang juga dalam posisi terlentang. Sementara tubuh iblis betina berada di tumpukan paling atas, menelungkupkan badannya pada tubuh iblis jantan dan dengan melakukan gerakan pinggul sedemikian rupa, seolah-olah memaksa agar senjata iblis jantan melesak lebih dalam ke sarung miliknya. Begitu asyiknya mereka bertiga bergelut dan saling mengeluarkan lenguhan sahut menyahut sehingga tidak menyadari kedatangan malaikat sadis yang saat itu sedang terpaku. Bukan pada adegan seru yang sedang mereka lakukan, namun sedang memperhatikan gambar seekor burung merak yang terlukis pada pinggul iblis betina, dimana sebagian bulu-bulu ekor merak tersebut tergambar pada bongkahan pantat putih mulus si iblis betina, bahkan bulu ekor tersebut juga terlukis menjuntai hingga paha belakang iblis betina. Pelan-pelan otaknya mulai bekerja dan menyimpulkan mengapa puterinya memiliki gejala sakit yang mirip dengan sepasang iblis tersebut.


"pasti sakitnya puteriku ada kaitannya dengan gambar pada pantat busuk iblis betina ini".


Sampai disini geraham malaikat sadis berkeretakan lalu segera dia melesat keluar dan mengambil tombak panjang tiang bendera partai mereka yang di letakkan oleh anak buahnya si depan rumah tersebut.


"biarlah mereka kubuat mampus sekalian  sekarang juga,...." demikian gumamnya sambil bergerak kembali kedalam kamar dan seketika menghujamkan tombak tersebut dari atas punggung iblis betina hingga tembus ke bawah dipan.

__ADS_1


"aaaaakkhhhhh,....." teriakan kali ini bukanlah teriakan cabul yang dikeluarkan oleh si iblis betina, namun teriakan tersebut adalah teriakan sambutannya untuk menghadap iblis yang sebenarnya.


Tubuh ketiganya menggelepar sejenak lalu diam selamanya dengan kondisi mirip tiga ikan dalam satu tusuk sate. Perbuatan malaikat sadis tidak cukup sampai disitu, dalam sekejap  menyambarlah kilat ayunan pedang. Kemudian dia keluar dan berdiri tepat di tengah jalan. Sebuah siulan melengking panjang dia keluarkan, dilanjutkannya dengan suara tertawa terbahak membahana. Seketika panglima gagak tombak dengan diikuti oleh seluruh anak buahnya berlari mendekat ke hadapan malaikat sadis.


Demi melihat kondisi si penasehat yang berdiri tegap dengan tangan kanan menghunus pedangnya sementara tangan kiri menenteng dua buah benda yang tidak begitu jelas terlihat, mereka diam terpaku di posisi masing-masing. Beberapa saat kemudian malaikat sadis mengeluarkan suara tantangan sambil melemparkan dua buah benda yang ternyata dua batok kepala sepasang ketua mereka.


"kalian yang ingin membalaskan dendam sakit hati atas terpenggalnya dua kepala ketua kalian, segeralah hunus senjata dan hadapi aku sekaligus,..hahaha"


Demi melihat dan menghadapi kengerian di depannya, si panglima yang tadinya pucat pasi serta ciut nyali,... lantas membaca situasi dengan cepat. Lalu  kemudian memberikan reaksi yang bahkan tidak diperkirakan oleh si malaikat sadis sendiri. Tiba-tiba si panglima segera menekuk kakinya hingga kedua lututnya menyentuh tanah disusul dengan jidatnya juga, kemudian dia berteriak lantang ;


"hamba panglima gagak tombak, pemegang kekuasaan tertinggi atas seluruh pasukan partai di semua wilayah, menghaturkan sembah sujud kepada ketua baru,....hidup ketua"


"hidup ketua,...hidup ketua,...hidup ketua"


Demikian suara teriakan susulan yang dikumandangkan oleh seluruh anak buahnya yang juga segera menyusul menyembah hingga ke tanah.


Menemui perubahan yang tidak dia duga sebelumnya, malaikat sadis menarik nafasnya lalu menyarungkan pedangnya:


"bangkitlah kalian"


Setelah semua bangkit dengan gesit si panglima menghadap ke arah anak buahnya;


"kamu,...kamu,...kamu,...dan kamu,... segeralah pacu kuda kalian dan sampaikan berita pergantian ketua kita ke semua cabang di empat penjuru mata angin. Katakan begini, siapapun pimpinan cabang yang menentang dengan hal ini akan berhadapan langsung denganku"


Ke empat orang yang ditunjuk barusan, dengan sigap segera berlari ke arah kuda-kuda mereka dan segera pergi berpencar.


"kalian yang tersisa, segera bakar rumah ini beserta dua kepala sepasang iblis, lalu bersiaplah kalian untuk segera kita berangkat dan mendampingi ketua kita menuju lembah halimun hijau"


Demikian si panglima memberi perintah kepada anak buahnya. Lalu dia berbalik ke arah malaikat sadis dan bertanya;


"apakah ada perintah dari ketua?"


Demi melihat langsung kecerdikan dan kesigapan si panglima dalam mengambil hatinya, dia menjawab;


"segera lakukan"


Tanpa disuruh kedua kali, si panglima dan semua anak buahnya bergegas, demikian pula malaikat sadis langsung melesat mendapati puterinya. Dengan diterangi api yang menyala begitu besar membakar habis salah satu rumah  penduduk beserta semua yang ada di dalamnya, berangkatlah mereka melanjutkan perjalanan menuju ke lembah halimun hijau.


Demikianlah terjadi dua peristiwa besar pada hari itu, yaitu pertama terjadi pergantian pucuk pimpinan dari sebuah partai yang sangat kuat dan di takuti oleh dunia persilatan pada masa itu maupun juga disegani oleh dua kekaisaran yang bertikai. Adapun peristiwa besar yang ke dua adalah bahwa kejadian ini menjadi titik balik perjalanan hidup seorang bocah lelaki yaitu Waseso, dalam usahanya untuk tetap hidup agar dapat melukis takdirnya sendiri.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2