
Chapter 10.
Di kedalaman hutan yang tidak pernah terjamah oleh tangan manusia, terdapat sebuah Gua yang berdiri dengan sangat kokoh.
Hutan itu dipenuhi oleh berbagai macam hewan buas, dan juga Spiritual Beast yang mendominasi seluruh penjuru hutan, membuat hutan itu menjadi ancaman besar bagi siapapun yang ingin mendatanginya.
Namun di jantung hutan itu, terdapat sebuah Gua yang berdiri dengan sangat kokoh, namun anehnya tidak ada hewan buas maupun Spiritual Beast yang berani mendekat, seolah-seolah ada kekuatan yang menghalau semua makhluk-makhluk tersebut untuk mendekat.
Di dalam sebuah Gua itu, telah terjadi sebuah keajaiban, dimana ada seorang anak manusia yang tinggal. Sangat menakjubkan, mengingat belum pernah ada manusia satupun yang sebelumnya pernah datang kemari.
Di dalam sebuah kolam yang berukuran tidak terlalu besar, nampak seorang pemuda yang tengah berendam dengan kedua matanya yang terpejam. Pemuda itu tak lain adalah Zhao Feng, yang tengah melakukan pelatihan dibawah bimbingan gurunya sendiri.
Sudah Enam Bulan dirinya berlatih di dalam Gua ini, yang membuat Ranah Kultivasi nya perlahan meningkat. Pada saat Zhao Feng tengah berendam, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan kecil dari dalam tubuhnya, yang membuat dirinya merasa sangat senang setelah mendengarnya.
"Selamat muridku. Walaupun kamu masih berada jauh di belakang pemuda-pemuda sebaya mu, namun itu adalah suatu kemajuan yang sangat amat menakjubkan!"
Mendengar ada suara ledakan kecil yang berasal dari dalam tubuh Zhao Feng, kakek tua yang selama ini membimbing Zhao Feng lantas saja tertawa senang.
Walaupun tingkat Kultivasi muridnya masih berada di bawah para pemuda-pemuda sebayanya, namun peningkatan dari Zhao Feng bisa dibilang sangat mengagumkan. Dari yang awalnya berada di Ranah Kultivasi Penguatan Tubuh Bintang 2, kini telah ada di Ranah Kultivasi Pengembangan Qi Bintang 1. Tentunya perkembangan itu sangat menakjubkan, mengingat dirinya masih belum memberikan teknik Kultivasi apapun kepada Zhao Feng.
Mendengar perkataan dari sang guru, membuat kedua mata dari Zhao Feng perlahan terbuka. Setelah menstabilkan seluruh Qi dalam peredaran Meridian nya, perlahan ia keluar dari dalam kolam yang selama ini menjadi tempat pelatihannya.
"Guru..."
Tak lupa Zhao Feng membungkukkan badannya kearah gurunya, sebab selama inilah sang guru yang telah selalu membimbingnya sampai dirinya bisa sampai sejauh ini.
"Hmmm... Sudah cukup kamu meresap Qi yang ada di kolam itu, sekarang waktunya kamu mempelajari Teknik Kultivasi ini."
Kakek tua itu berkata sembari menyerahkan sebuah kitab kepada Zhao Feng, memang yang bisa dilihatnya hanyalah sebuah buku yang cukup usang, namun ia yakin bahwa kitab itu bukanlah sembarangan.
"Tunggu! Jangan terlalu terburu-buru untuk membukanya!"
Namun pada saat Zhao Feng hendak membuka kitab itu, tiba-tiba saja sang guru melarangnya untuk membukanya. Alhasil ia dibuat terkejut sekaligus heran dengan larangan yang tiba tiba saja dibuat oleh gurunya.
"Jika kamu masih belum memiliki mata itu, maka kitab itu tidaklah berguna untukmu."
Kakek tua itu perlahan menjelaskan alasan mengapa dirinya melarang Zhao Feng untuk membuka kitab yang baru saja diberikannya, sebab kitab itu hanya bisa dipelajari oleh seseorang yang terikat takdirnya dengan kekuatan sepasang mata yang sangat kuat.
Sebelum semua yang dilakukan oleh Zhao Feng akan menjadi sia-sia belaka, sang guru bertanya mengenai apakah dia sudah mendapatkan kekuatan mata itu, sebab jika belum maka ia berniat untuk membantu muridnya itu.
"Aku tidak tahu, guru. Aku tidak mengetahui apapun tentang mata itu."
Pada akhirnya Zhao Feng membalas jika dirinya tidak tahu menahu soal kekuatan mata itu, sebab dirinya memang benar tidak tahu menahu.
Mendengar balasan dari Zhao Feng membuat kakek tua itu tersenyum lembut penuh makna. Ia sudah menduga akan jawaban itu, oleh sebab itu selama Enam Bulan ini ia hanya menyuruh Zhao Feng untuk meresap Qi yang ada di kolam, tanpa menggunakan Teknik Kultivasi apapun.
"Baiklah. Masuklah kembali kedalam kolam dan tutup rapat-rapat kedua matamu. Ingat! Jangan sampai kamu buka sedikitpun, kamu harus memastikan jika kedua matamu tertutup dengan rapat selama proses ini berlangsung!"
Kakek tua itu menjelaskan dengan penuh kehati-hatian, sebab jika ada kesalahan sekecil apapun, maka akan berakibat sangat fatal bagi Zhao Feng, dan tentunya ia tidak ingin hal itu sampai terjadi.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat guna untuk mempersiapkan segala sesuatu kepada Zhao Feng, pada akhirnya proses pun dimulai. Dimana Zhao Feng berendam di kolam, sedangkan sang guru berada di sebuah batu yang berada tak jauh di depan kolam itu.
Perlahan kedua mata Zhao Feng tertutup, yang menandakan bahwa proses ritual bisa saja kapanpun dimulai oleh sang Guru. Setelah memastikan semua berada dalam kendali, kakek tua itu pun pada akhirnya memulai prosesi ritual demi membangkitkan kekuatan mata yang tengah tersegel di dalam tubuh Zhao Feng.
Langit yang sebelumnya terlihat dengan sangat cerah, kini berubah menjadi mendung total. Seluruh penjuru hutan perlahan jatuh kedalam kegelapan, saat cahaya dari sang Surya tidak sanggup untuk menembus gelapnya awan.
Angin berhembus dengan sangat kencang, yang mampu menerbangkan segalanya, bahkan pohon yang telah berakar dengan sangat kuat. Dunia terasa sangat mencekam, seolah-olah akan ada suatu kejadian besar yang akan segera terjadi.
...----------------...
Petir-petir menyambar dengan sangat ganas, langit seketika menggelap layaknya hari telah malam, awan-awan tebal menutupi Sang Matahari dari menyinari dunia ini dengan cahayanya yang agung. Angin berhembus dengan sangat kencang, amukan alam ini, seolah-olah sebagai pertanda jika ada hal besar yang tengah terjadi.
Di Kerajaan Kekaisaran Liu, semua petinggi Kultivator kerajaan dikumpulkan di dalam satu ruangan, guna untuk membahas kejadian yang begitu sangat luar biasa. Semua para petinggi-petinggi Kultivator Kekaisaran saling memandang satu sama lain, sebab kejadian ini adalah yang pertama kali bagi mereka.
"Ayah. Semua petinggi Kultivator Kekaisaran telah berkumpul dan hanya menuggu kedatangan Ayah."
Nampak seorang pria paruh baya yang tengah memandangi langit yang begitu sangat mencekam dari balik jendela, pria paruh baya itu tak lain adalah Liu Yang Shin, Kaisar dari Kekaisaran Liu.
Mendengar bahwa para petinggi-petinggi Kultivator Kekaisaran tengah menunggu dirinya, sang Kaisar perlahan membalikkan badannya dan mendapati seorang gadis cantik yang tengah berdiri dihadapannya.
"Ming Er. Segeralah masuk kedalam kamarmu."
Kaisar Liu Yang Shin segera menyuruh putri satu-satunya itu untuk segera masuk kedalam kamarnya, untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat kejadian ini merupakan yang pertama kali baginya.
"Baik, Ayah."
Setelah memastikan semua penjagaan ketat di seluruh penjuru Kekaisaran, sang Kaisar dengan cepat menuju ke ruang rapat, untuk mendiskusikan apa yang tengah terjadi bersama dengan para petinggi-petinggi Kultivator Kekaisaran.
...----------------...
"Baiklah, aku ingin para petinggi-petinggi Kultivator mulai mendiskusikan pendapat masing-masing."
Tanpa menunggu terlalu lama, Kaisar Liu Yang Shin langsung saja memulai rapat Kekaisaran, guna untuk mengantisipasi waktu yang terus berjalan.
"Yang Mulia Kaisar, aku ingin mengutarakan pendapat yang telah kami semua diskusikan."
Setelah beberapa saat, pada akhirnya ketua dari seluruh petinggi Kultivator Kekaisaran mengutarakan pendapatnya yang telah disepakati oleh para petinggi Kultivator lainnya.
"Silahkan."
Sang Kaisar dengan cepat menyetujui untuk mendengarkan pendapat dari para petinggi, guna untuk mempersingkat waktu.
"Kami semua berpendapat, bahwa mungkin saat ini ada harta pusaka yang baru saja turun di benua ini."
Petinggi Kultivator itu menyampaikan pendapatnya dengan penuh kehati-hatian, yang hanya dibalas oleh anggukan oleh Kaisar Liu Yang Shin.
"Mungkin kalian benar, tapi itu mungkin saja jika kejadian ini, menandakan bahwa ada Legenda yang baru saja lahir."
Sang Kaisar menambahkan pendapatnya sendiri, yang membuat seluruh petinggi Kultivator Kekaisaran menganggukkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Namun apapun yang terjadi, kita semua harus bersiap kapan saja. Mengingat kita semua masih belum tahu pasti apa maksud dari semua ini."
Sang Kaisar kembali menambahkan pendapatnya, sebelum beranjak pergi dari ruang rapat. Dengan pikiran yang bercampur aduk, Kaisar Liu Yang Shin hanya bisa berharap jika ini semua tidak akan memberikan efek negatif kepada Kekaisaran Liu.
Namun jika itu sampai terjadi, maka dengan senang hati dirinya akan berkorban. Sebab semua kehidupan rakyatnya lebih penting daripada nyawanya sendiri, asalkan Kekaisaran ini bisa hidup dengan damai, maka ia tidak akan segan-segan untuk menukarkan itu semua dengan nyawanya sendiri.
...----------------...
Di dalam sebuah Gua yang ada di tengah-tengah hutan misterius, nampak seorang pemuda yang tengah berteriak dengan sangat keras.
Pemuda itu tak lain adalah Zhao Feng, yang tengah melakukan ritual untuk membangkitkan kekuatan matanya. Rasa sakit yang teramat pada seluruh tubuhnya hampir saja membuat ia kehilangan seluruh kesadarannya, namun setelah berpikir bahwa ia telah sampai sejauh ini, ia dengan tekad yang kuat berusaha untuk mempertahankan seluruh kesadarannya.
Kedua kelopak mata dari Zhao Feng perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan, yaitu munculnya api keemasan yang bersinar samar. Namun hanya beberapa saat saja, sebelum kembali sirna dengan begitu cepat.
Setelah menghabiskan satu jam untuk membuat kekuatan mata Zhao Feng bangkit, perlahan amukan alam yang begitu mencekam mulai mereda, dengan diiringi tubuh dari Zhao Feng yang terkulai lemah.
Melihat kondisi dari Zhao Feng, membuat kakek tua itu merasakan prihatin. Dia tidak bisa membayangkan betapa sakitnya apa yang telah dialami oleh Zhao Feng, namun semua rasa sakit itu telah menjadi setara dengan apa yang telah didapatkannya. YAITU SEPASANG MATA SURGAWI YANG MEMPUNYAI KEKUATAN SANGAT DAHSYAT.
Cahaya dari sang Surya perlahan mulai menyebarkan sinar keagungannya pada dunia ini, setelah sekian lama seluruh muka bumi ini diselimuti oleh kegelapan yang sangat mencekam.
Perlahan sinar yang begitu sangat terang masuk kedalam mata dari Zhao Feng, setelah sekian lama dirinya kehilangan kesadarannya. Setelah mencoba untuk membiasakan sinar yang masuk kedalam kedua matanya, perlahan Zhao Feng mulai berjalan keluar dari dalam Gua.
Pada saat Zhao Feng baru saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam Gua, ia bisa dapat melihat sang Guru yang tengah terduduk sendiri didepan Gua.
"Kamu sudah bangun? Bagus."
Baru saja Zhao Feng hendak menyapa gurunya, tiba-tiba saja dia dibuat sedikit terkejut saat menyadari bahwa sang Guru telah menyadari keberadaannya.
Namun pada saat Zhao Feng hendak untuk berjalan mendekati sang Guru, tiba-tiba saja gurunya melemparkan sebuah kitab kearahnya.
Dengan sigap Zhao Feng menangkap kitab itu dan mengamatinya, alhasil alangkah terkejutnya ia saat menyadari bahwa ia bisa untuk membaca aksara yang ada di sampulnya.
"Kitab Penakluk Surga?'
Tentu saja Zhao Feng sangat terkagum-kagum saat ia bisa membaca aksara yang terdapat pada sampul kitab tersebut, yang sebelumnya ia tidak bisa baca, bahkan lihat. Namun sekarang ia telah bisa membacanya, padahal ia tidak pernah mempelajari tentang makna dan arti darah Aksara tersebut.
"Mulai sekarang pelajari isi dari kitab itu."
Setelah mengatakan itu pada Zhao Feng, kakek tua itu kembali berjalan masuk kedalam Gua, meninggalkan Zhao Feng yang tengah berdiri mematung di mulut Gua.
Namun Zhao Feng saat ini merasa sangat senang, setelah menyadari bahwa ada harapan jika dirinya akan bisa kembali Berkultivasi lagi. Dengan penuh semangat, Zhao Feng mulai membayangkan apa yang akan terjadi saat dirinya bisa Berkultivasi kembali nanti.
Namun saat Zhao Feng tengah larut dalam kesenangannya, ada sepasang mata yang tengah mengawasinya dari kejauhan. Sorot dari sepasang mata itu terlihat sangat tajam, seolah-olah pemilik dari sepasang mata itu merasa tidak senang akan kemajuannya.
Namun setelah beberapa saat, sorot mata itu kembali menghilang menuju kedalaman hutan, tanpa meninggalkan jejak apapun yang akan Zhao Feng temukan.
Namun yang tidak mahluk itu ketahui, bahwa sebenarnya Zhao Feng telah mengetahui semuanya. Dengan mendapatkan berkah yang sangat luar biasa, Zhao Feng tidak akan segan untuk menumpahkan semua hal yang akan menghalangi jalannya. Tak peduli siapapun itu, bahkan dewa sekalipun akan dirinya tumpas, jika berani untuk menghadang jalannya demi membawa sebuah kedamaian bagi seluruh yang ada di muka bumi ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1