
Chapter 5.
Di dalam sebuah Gua Kristal Abadi yang terkenal akan tekanan Qi yang sangat besar, nampak seorang pemuda lusuh yang tengah duduk bersandar di sebuah Kristal berwana emas.
Pemuda itu tak lain adalah Zhao Feng, putra angkat dari Tetua Zhao Yun, dan juga pemuda yang dikenal dengan julukan 'Sampah Sekte Seribu Bintang'.
Sudah sebulan dia berada di Gua ini, dengan selalu merasakan siksaan yang teramat pedih. Ia hanya bisa berpasrah diri, sebab di dunia, yang kuatlah yang akan selalu menindas yang lemah.
Memang, dirinya sudah pernah merencanakan berbagai cara hanya untuk lolos dari Gua yang penuh kesengsaraan ini, tapi tak peduli betapa banyaknya rencana yang dirinya buat, semua rencana itu terasa tak berarti terhadap keamanan yang begitu sangat ketat.
Pernah pada suatu hari dia hampir saja lolos dari Gua ini dengan menyamar sebagai salah satu Murid yang tengah menjaganya. Namun semuanya berakhir gagal, sebab pada hari itu adalah hari dimana Tetua Shin Mo datang untuk melihatnya.
Alhasil, dirinya dihajar habis-habisan oleh Tetua Shin Mo, sampai-sampai Zhao Feng hampir kehilangan nyawanya sendiri. Namun Tetua Shin Mo tentunya tidak akan membiarkan itu terjadi, dengan menggunakan Pil Penyembuh Level 2, membuat Zhao Feng yang tadinya sekarat, berangsur-angsur mulai membaik.
Semua harapannya untuk pergi dari sini telah hancur pupus, ia hanya bisa duduk termenung sembari menunggu keajaiban yang ia harapkan untuk datang kepadanya... Tapi apakah keajaiban itu akan terjadi? Memikirkannya saja sudah membuat Zhao Feng menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hei Zhao Feng! Terima jatah makananmu!"
Saat Zhao Feng tengah termenung dengan pemikirannya sendiri, tiba-tiba saja terdengar suara yang berasal dari luar Gua. Memang, didalam Gua Kristal Abadi terkenal dengan tekanan Qi nya yang sangat besar, oleh karena itu Tetua Shin Mo sangat melarang para murid-muridnya yang masih ada di Ranah Pengembangan Qi tingkat 5 kebawah untuk masuk kedalam, meskipun jika mereka memakai Artefak pelindung.
Berbeda dengan Tetua Shin Mo yang berada di Ranah Kaisar bintang 5 dan juga putranya, yang berada di Ranah Prajurit Emas bintang 7, yang bisa sesuka hati untuk masuk kedalam, karena ia dan putranya memiliki Artefak berharga yang membuat tekanan Qi kuat tersebut tidak berpengaruh kepadanya.
Sedangkan para murid-murid ingusan itu tidak akan berani masuk, walau selangkah. Sebenarnya mereka sedikit tidak takut untuk masuk kedalam, namun mereka sangat takut akan larangan yang dibuat oleh Tetua Shin Mo.
Seharusnya tekanan Qi yang besar itu berlaku kepada Zhao Feng, namun entah kenapa itu tidak berlaku padanya. Hal itu juga sangat mengejutkan Tetua Shin Mo, namun dirinya juga merasa sedikit lega, sebab tidak akan ada Tetua yang berani membebaskan Zhao Feng dari gua ini, dan itu berarti bahwa dirinya bisa memastikan untuk membuat Zhao Feng menderita untuk lebih lama lagi.
Gua Kristal Abadi, atau yang lebih dikenal dengan Gua larangan bagi Sekte Seribu Bintang adalah sebuah Gua yang terletak di pinggir wilayah Sekte. Membuat keberadaan Gua ini tersembunyi bagi para murid-murid Sekte Seribu Bintang, namun itu tidak berlaku bagi para murid-murid Tetua Shin Mo.
Gua ini sebenarnya adalah Gua peninggalan leluhur Sekte Seribu Bintang, Shao Lin Huang. Shao Lin Huang adalah seorang legenda yang sangat dikenal oleh semua yang ada di Sekte Seribu Bintang. Bahkan Kaisar Kekaisaran Liu sebelumnya juga mengakui kehebatan sosok Legenda itu.
Seorang Legenda yang dulunya pernah melakukan hal yang sangat tidak mungkin di dunia ini, yaitu menembus Ranah Saint. Ranah yang menjadi akhir dari puncak Kultivasi bagi orang-orang fana.
Namun itu semua, bukan berarti bahwa Zhao Feng dapat dihormati layaknya para pendahulu Klan nya, walaupun dirinya memiliki garis darah legenda yang mengalir di tubuhnya, itu semua tidak berarti lagi di dunia.
Memang benar, orang yang lemah akan selalu ditindas oleh orang yang kuat. Tak peduli apapun yang dimilikinya, yang lemah tetaplah lemah.
Meskipun Gua ini digadang-gadang sebagai tempat yang berbahaya bagi para murid-murid dan juga para Tetua Sekte Seribu Bintang, ada sesuatu hal besar yang tengah tersembunyi. Sebuah rahasia, yang sengaja disembunyikan, dengan tujuan untuk menunggu lahirnya sang Legenda baru yang akan datang dan mewarisi semua rahasia itu.
__ADS_1
...----------------...
Di gelapnya Gua yang penuh dengan tekanan Qi yang sangat besar, nampak seorang pemuda yang tengah duduk bersandar di sebuah Kristal berwana emas yang ada di pojok sudut Gua.
Pemuda itu tak lain adalah Zhao Feng, dengan tubuh yang penuh dengan luka memar, pemuda itu nampak tengah berpikir dengan sangat keras. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya, hanya dirinyalah yang tahu.
Tak terasa sudah 5 bulan berlalu semenjak ia dipenjarakan disini, dan semakin lama dirinya berada disini, maka akan semakin menyedihkan pula nasibnya. Tubuhnya yang dulunya nampak bugar, kini telah bertambah kurus, pertanda betapa mengenaskan kondisinya selama dirinya berada di Gua ini.
Belum juga efek dari tekanan Qi yang ada di dalam Gua, yang membuat tingkat Kultivasi Zhao Feng yang dulunya berada di Ranah Pengembangan Qi Bintang 2, kini merosot drastis membuatnya harus tetap tinggal di Ranah Kultivasi Penguatan Tubuh Bintang 2.
Tentunya Zhao Feng merasa sangat marah sekaligus kesal saat menyadari betapa jauhnya dirinya merosot. Terlebih lagi jika dia tidak segera keluar dari sini, maka seluruh Meridiannya akan hancur akibat tekanan Qi yang semakin lama semakin berakibat fatal baginya. Dan jika itu sampai terjadi, maka ia dipastikan tidak akan bisa menjadi seorang Kultivator selama seumur hidupnya.
Pencapaian Zhao Feng dalam bertahan hidup selama dalam Gua Kristal Abadi sampai pada detik ini begitu cukup mengagumkan, tidak akan ada murid yang ada pada Ranah Pengembangan Qi yang akan selamat. Paling lama mereka akan bertahan selama satu jam saja, itupun juga harus disuplai dengan Pil Penyembuh. Namun tidak bagi tubuh Zhao Feng, setidaknya dia bisa berharap untuk hidup, walaupun juga tidak akan lama.
Zhao Feng tiba-tiba saja teringat pada masa lalunya yang begitu sangat bahagia. Menjadi seorang yang terpandang, membuat Zhao Feng hidup dengan penuh kebahagiaan. Apalagi dengan tingkat kejeniusannya yang di luar nalar, lagi-lagi membuat dirinya hidup dengan penuh pujian.
Namun itu sekarang hanya menjadi kenangan pahit yang Zhao Feng rasakan. Semua kebahagiaan itu hancur berkeping-keping hanya dalam satu malam. Sebuah malam berdarah, yang telah merenggut semua yang dia miliki untuk selama-lamanya.
...----------------...
Malam itu rembulan bersinar dengan sangat terang, namun dengan dikelilingi oleh awan hitam disekitarnya. Malam itu juga hawa terasa sangat dingin, yang membuat orang-orang menjadi enggan untuk melanjutkan aktivitasnya.
Malam itu Kaisar dari Kekaisaran Liu, Liu Yang Shin dan juga putrinya, Liu Yun Ming baru saja meninggalkan Sekte Seribu Bintang. Malam itu suasana dipenuhi oleh keramaian dalam rangka melepas kepergian sang Kaisar untuk kembali menuju Kekaisaran. Tentunya semua orang tidak akan sanggup untuk melewatkan hal yang begitu sangat langka, yaitu dapat bertemu dengan sang Kaisar secara langsung.
Sebenarnya para Tetua kebanyakan tidak setuju dengan usulan itu, mengingat bahwa hari sudah malam, yang akan sangat berbahaya bagi Kaisar Liu Yang Shin untuk melakukan perjalan pulang.
Usulan itu tak lain berasal dari Tetua Agung Sekte Seribu Bintang, yaitu Shao Lan Yang, ayah dari Zhao Feng. Shao Lan Yang mengusulkan agar sang Kaisar untuk cepat kembali ke kekaisaran. Sebab dirinya merasa bahwa malam ini akan terjadi sebuah kejadian yang sangat besar.
Tentunya Tetua Agung tidak memberitahukan niatnya yang sebenarnya, berhubung bahwa sang Kaisar telah berteman baik dengan Tetua Agung Shao Lan Yang, membuat Kaisar Liu Yang Shin menerima usulan itu secara langsung.
Setelah berbincang-bincang mengenai pertunangan antara Zhao Feng dan juga Liu Yun Ming, pada akhirnya sang Kaisar telah berangkat untuk menuju kembali ke Istana Kekaisaran Liu.
Banyak Tetua Sekte Seribu Bintang yang dikirim untuk mengawal sang Kaisar, yang membuat pertahanan dari Sekte Seribu Bintang semakin melemah. Dan semua fakta itulah, yang semakin membuat kejadian itu akan semakin membesar.
"Suamiku, apa kamu merasa akan ada kejadian yang besar di Sekte ini?"
Melihat raut wajah suaminya yang terlihat begitu sangat khawatir, membuat ibu dari Zhao Feng, Shui Yan Hui, bertanya mengenai firasat suaminya itu.
"Ya. Aku merasakan akan ada hal buruk yang akan terjadi..."
__ADS_1
Shao Lan Yang membalas pertanyaan dari sang istri dengan suara penuh kekhawatiran, yang menandakan apapun kejadian yang akan datang itu, pasti akan menimbulkan efek yang sangat besar kepada Sekte Seribu Bintang.
Shao Lan Yang perlahan berjalan mendekati jendela yang tengah terbuka dengan lebar dihadapannya, memperlihatkan suasana malam yang perlahan mulai sunyi.
Namun dengan tiba-tiba saja, kedua mata dari Shao Lan Yang mengeluarkan api emas yang begitu membara, namun perubahan pada kedua mata dari Shao Lan Yang tak akan mampu dilihat oleh orang-orang sembarangan, bahkan istrinya sendiri saja tidak bisa melihatnya.
Ya, betul sekali. Kedua mata itulah yang memberikan peringatan kepada Shao Lan Yang tentang sebuah kejadian besar yang akan menimpa Sekte Seribu Bintang. Kedua mata itu adalah berkah yang telah dimiliki oleh Shao Lan Yang semenjak lahir, sepasang mata yang begitu sangat kuat, yang mampu untuk menyamai kekuatan dari para dewa itu sendiri.
...----------------...
Amarah meledak-ledak dalam diri Zhao Feng saat dirinya kembali mengingat akan kejadian malam berdarah itu. Semakin ingin dirinya untuk melupakannya, maka semakin besar pula ingatan itu membekas di benaknya.
Zhao Feng dengan cepat bangkit dan membalikkan tubuhnya, dan dengan tiba-tiba saja...
"Haghhh!"
Sebuah tinju dilayangkan oleh Zhao Feng pada sebuah Kristal berwana emas yang sebelumnya dia gunakan untuk bersandar. Namun akibat dari tindakan itu, membuat tangan kanan dari Zhao Feng mengeluarkan darah sebab meninju Kristal yang mempunyai permukaan tajam.
"Akh! Betapa bodohnya aku! Seharusnya aku tidak boleh membiarkan amarah mempengaruhi pikiranku!"
Zhao Feng mengutuk tindakan bodoh yang baru saja dilakukannya, sebab luka yang dialaminya itu, akan berakibat fatal baginya. Mengingat bahwa tekanan Qi disini begitu sangat besar, yang mampu membuat luka sekecil apapun akan sulit untuk meregenerasi ulang.
Namun pada saat Zhao Feng yang tengah sibuk menggerutu karena kesal, tiba-tiba saja Kristal yang baru saja ditinjunya perlahan mengeluarkan cahaya samar.
Kejadian itu sontak saja membuat Zhao Feng terkejut sekaligus keheranan. Apakah kini ia juga telah membuat kesalahan? Jika benar, maka keberuntungan tidak akan memihak dirinya kali ini.
Saat Zhao Feng tengah bersiap untuk hal buruk yang akan terjadi, justru cahaya itu mengeluarkan sinar emas yang begitu sangat terang. Bahkan Gua Kristal Abadi yang sebelumnya gelap gulita, kini telah terlihat terang hanya dengan satu Kristal Es yang bercahaya.
Lantas saja itu semua membuat Zhao Feng terkagum-kagum, apalagi saat dirinya dapat melihat isi didalam kristal es emas itu. Nampak bahwa ada ukiran sepasang mata yang keduanya bersinar emas, kini ia sadar bahwa cahaya emas yang dikeluarkan oleh Kristal berwana emas itu berasal dari gambar ukiran sepasang mata yang ada didalamnya.
Namun pada saat Zhao Feng yang tengah terkagum-kagum setelah melihat gambar sepasang mata yang ada di dalam kristal es itu, tiba-tiba saja kedua matanya terasa seperti dibakar dengan api yang membara.
Zhao Feng terjatuh ke tanah dan berguling-guling diatas tanah sembari memegangi kedua matanya. Sungguh, terasa sangat menyakitkan baginya. Rasa panas itu, bahkan melebihi semua jenis api yang pernah disentuhnya.
Namun yang tak diketahui sekaligus sadari oleh Zhao Feng, gambar sepasang mata yang ada di dalam Kristal Es itu perlahan berubah menjadi dua buah cahaya kecil berwarna emas. Kedua cahaya itu perlahan terbang dari dalam kristal es itu, dan masuk kedalam kedua mata dari Zhao Feng.
Teriakan penuh rasa sakit dari Zhao Feng yang sebelumnya menggema di sepenjuru Gua, tiba-tiba saja terhenti pada saat kedua cahaya tersebut memasuki kedua matanya. Kini tidak ada yang tahu akan kondisi dari pemuda malang itu, namun yang pasti...
Sang Legenda yang telah ditunggu-tunggu oleh dunia ini telah lahir, dan pada akhirnya, sekali lagi cahaya akan kembali bersinar, untuk menerangi kegelapan yang selama ini selalu saja menghantui umat manusia.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...