Pendekar Penakhluk Surga

Pendekar Penakhluk Surga
Chapter 15 : Mata Surgawi, Pinjamkan Kekuatan Kepadaku


__ADS_3

Chapter 15.


Zhao Feng menatap tajam kedua pemuda dihadapannya itu, tentu saja ia sangat marah saat melihat bahwa kehormatan sahabatnya sedang diinjak-injak, oleh sebab itu ia kini tidak akan tinggal diam lagi.


"Pergilah! Aku memberi kalian kesempatan!"


Zhao Feng berkata dengan sangat dingin, yang cukup untuk membuat kedua pemuda itu bergetar dengan ketakutan. Namun saat menyadari bahwa Kultivasi dari Zhao Feng masih berada di Ranah Kultivasi Pengembangan Qi bintang 3, kedua pemuda itu secara perlahan mulai mendapatkan kembali kepercayaan dirinya.


"Cari mati!"


Tak ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi, salah satu pemuda itu dengan cepat melancarkan serangannya kepada Zhao Feng, guna untuk dapat mempercepat perampokannya.


"Tinju Meteor!"


Pemuda itu melancarkan serangannya yang ternyata berupa sebuah tinjuan, namun tinjuan itu bukanlah sebuah tinju sembarangan. Teknik Tinju Meteor, adalah salah satu teknik yang cukup mematikan, tetapi sama sekali tidak dihadapan Zhao Feng.


Tentu saja Zhao Feng tidak akan tumbang semudah itu, serangan dari pemuda tersebut layaknya serangan anak-anak baginya, terlalu sangat mudah! Dengan memiringkan tubuhnya kesamping, Zhao Feng telah menghindari seluruh serangan dari pemuda itu, dan kini saatnya ia yang harus memberikan pelajaran yang tidak akan bisa dilupakan oleh mereka berdua.


Zhao Feng memegang lengan kanan pemuda itu, dan langsung memutarnya 180 derajat, yang langsung membuat lengan kanan pemuda tersebut patah seketika.


"Akhh!"


Pemuda itu lantas saja berteriak-teriak dengan sangat kesakitan, sebab saat ini lengan kanannya telah terpelintir 180 derajat. Ia tentu saja sangat tidak menyangka, bagaimana bisa pemuda yang memiliki Ranah Kultivasi dibawahnya bisa melakukan hal seperti ini kepadanya!


Melihat temannya yang telah tumbang, membuat teman dari pemuda yang telah dikalahkannya menjadi murka. Dengan secepat kilat, pemuda itu mencoba untuk melumpuhkan Zhao Feng menggunakan Teknik bertarungnya sendiri.


"Tinju Glasier!"


Pemuda itu melayangkan tinjunya kearah Zhao Feng, namun semuanya berakhir sama seperti sebelumnya. Zhao Feng dapat dengan mudah mengindari serangannya, yang seketika membuat pemuda tersebut gelagapan.


Tanpa pikir panjang Zhao Feng langsung menendang perut pemuda itu, yang seketika membuat pemuda tersebut harus menerima kekalahan dengan sangat telak. Semua orang tiba-tiba saja berkerumun, guna untuk melihat pertarungan antar Zhao Feng dan juga para perampok yang dikenal dengan "Kelompok Ninja Bayangan".


"Akh!"


Kedua perampok tersebut berteriak dengan sangat keras, sebab mereka berdua tengah merasakan sakit yang sangat luar biasa. Namun Zhao Feng hanya terdiam, dengan mengurai sedikit senyuman di wajahnya saat melihat kedua lawannya yang tengah menderita.


"Mari pergi, Yun Er."


Zhao Feng segera menggenggam tangan dari Yun Zae Si dan menariknya untuk segera pergi dari tempat ini, semua Zhao Feng lakukan guna untuk mengindari masalah yang akan segera datang kepadanya.


"Kakak Feng, seharusnya kamu tidak perlu melakukan hal itu."


Yun Zae Si berkata dengan suara yang pelan, ia sedikit takut perkataannya akan membuat Zhao Feng marah. Namun semua pemikiran dari Yun Zae Si hancur seketika, saat dirinya melihat Zhao Feng yang tengah tersenyum dengan lembut kearahnya.


"Aku tidak bisa membiarkan orang lain menghina dirimu serendah itu!"

__ADS_1


Zhao Feng berkata dengan senyuman lembut, yang mampu membuat mulut dari Yun Zae Si terdiam seribu kata. Melihat kelakuan yang cukup menggemaskan dari Yun Zae Si, membuat hati dari Zhao Feng semakin menghangat.


"Tidak perlu takut, aku akan melindungi mu."


Zhao Feng berkata sembari terus melangkah pergi menjauh dari kerumunan, sebab ia sudah merasa ada sepasang mata yang tengah mengawasinya saat ini. Namun tak peduli apapun itu, ia akan melenyapkan, jika sampai pemilik mata itu menghalangi jalannya.


...----------------...


Hari telah berganti pagi, dengan ditandai dengan cahaya dari sang Surya yang mulai nampak dari ufuk timur. Disaat semua orang tengah terlelap dalam tidurnya, Zhao Feng dan juga Yun Zae Si telah melanjutkan kembali perjalan mereka.


Pada awalnya Yun Zae Si memberikan usulan kepada Zhao Feng untuk berangkat pada saat tengah hari, guna untuk menghindari bahaya. Namun Zhao Feng menolak lembut usulan dari Yun Zae Si, dengan beralasan bahwa ia tidak memiliki banyak waktu lagi.


Setelah berbincang-bincang selama beberapa saat, pada akhirnya mereka berdua sepakat untuk pergi pada saat cahaya Matahari baru menampakkan sinarnya. Tanpa menghiraukan hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang-tulang mereka berdua, kedua pemuda-pemudi itu terus saja berjalan pergi menjauh dari desa.


Setelah beberapa jam menghabiskan waktu dalam perjalanannya, sayup-sayup Zhao Feng dapat mendengar suara pertempuran yang tengah memanas. Dengan menggunakan kekuatan matanya, pada akhirnya Zhao Feng dapat melihat beberapa orang yang tengah bertempur melawan puluhan ekor Spiritual Beast. Walaupun penglihatan itu sangat samar sekali untuk dilihat, namun Zhao Feng yakin bahwa pertempuran itu telah menelan banyak korban jiwa dari pihak manusia.


"Kita harus cepat!'


Zhao Feng tanpa memperdulikan keadaan Yun Zae Si, segera melesat untuk menolong orang-orang itu dari serangan Spiritual Beast yang semakin mengganas. Dengan memanfaatkan kekuatan matanya, pada akhirnya Zhao Feng tahu bahwa orang-orang itu merupakan para utusan dari Kekaisaran.


Setelah dirinya baru saja sampai di medan pertarungan, ia dapat melihat begitu banyak sekali mayat-mayat Spritual Beast yang sudah hancur tak berbentuk. Namun diantara banyaknya mayat-mayat Spiritual Beast, juga terdapat mayat-mayat manusia yang telah menjadi korbannya, yang tak lain adalah anggota dari mereka sendiri.


"Banyak sekali."


Zhao Feng lantas saja sangat terkejut saat melihat betapa banyaknya Spiritual Beast yang telah mengepung utusan-utusan dari Kekaisaran Liu. Ternyata dugaannya salah, sebab saat ini ada kira-kira ratusan ekor Spiritual Beast dari berbagai tingkatan.


"Mata Surgawi, pinjamkan kekuatan padaku..."


Lantas saja kedua pupil dari mata Zhao Feng berubah warna, kini kedua pupil matanya telah berubah warna menjadi keemasan, yang sebelumnya berwarna coklat.


"Langkah Dewa Angkasa!"


Zhao Feng bergerak dengan sangat cepat, bahkan sampai tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Semua Spritual Beast yang sebelumnya akan menyerang para utusan utusan dari Kekaisaran, kini telah berhamburan ke segala arah. Sebab mereka semua telah dikejutkan oleh serangan yang sama sekali tidak terlihat.


Serangan dari Zhao Feng langsung mengarah bagian vital dari para Spiritual Beast itu, yaitu inti rohnya, yang ada di bagian dalam jantung. Para Spiritual Beast yang masih luput dari serangan Zhao Feng, segera berlari kocar-kacir masuk kedalam hutan, guna untuk menyelamatkan diri.


Clash! Clash! Clash!


Zhao Feng terus menerus melakukan serangannya, yang berimbas pada banyaknya Spritual Beast yang semakin berkurang. Darah merah menyembur dimana-mana, yang membuat para utusan dari Kekaisaran hanya bisa terdiam mematung saat melihat pembantaian dihadapan mereka semua.


Pada akhirnya semua Spritual Beast berhasil dipukul mundur oleh Zhao Feng, namun juga banyak sekali Spritual Beast yang berhasil ia tumpas. Pedang yang sebelumnya ia gunakan untuk membantai puluhan Spiritual Beast, kini telah patah berkeping-keping.


Zhao Feng berdiri mematung saat melihat begitu banyaknya mayat dari Spritual Beast yang dirinya bantai. Jujur saja, di dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia sedikit menaruh rasa kasihan pada para Spiritual Beast itu. Namun jika ia tidak melakukan ini semua, maka nyawa dari utusan Kekaisaran yang akan menjadi korbannya.


"Terimakasih atas bantuannya..."

__ADS_1


Pemimpin utusan dari Kekaisaran, pada akhirnya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan oleh pemuda dihadapannya itu. Walaupun ia dapat melihat bahwa Ranah Kultivasi pemuda itu masih berada sangat jauh dibawahnya, namun saat dirinya melihat betapa mengerikannya pemuda itu dalam melakukan pembantaian, membuat pria paruh baya itu menjadi tidak berani dalam menyinggungnya.


"Tidak apa-apa, aku hanya kebetulan lewat."


Zhao Feng membalas dengan suara yang sangat dingin, sebab ia masih terjebak dalam pemikirannya sendiri. Semua rasa bergejolak di dalam tubuhnya saat melihat begitu banyak mayat dihadapannya, yang membuat ia sedikit merasakan kengerian akan pembantaian yang baru saja dilakukannya.


Zhao Feng pada akhirnya memutuskan untuk pergi, sebab ia juga masih memiliki urusan untuk dirinya selesaikan. Namun dengan tiba-tiba saja, Yun Zae Si muncul dari semak-semak, yang membuat para utusan dari Kekaisaran terkejut.


"Anda?! Anda Nona Yun Zae Si?!"


Pemimpin dari para utusan itu dibuat sangat terkejut akan kehadiran dari seseorang yang selama ini dirinya cari. Yun Zae Si, seorang putri dari Patriark klan Yun, yang dinyatakan hilang seminggu yang lalu, kini telah berada dihadapannya sendiri.


"Iya benar, aku Yun Zae Si."


Yun Zae Si membalas pertanyaan dari pemimpin utusan Kekaisaran dengan penuh tanda tanya, sebab bagaimana bisa para orang-orang asing ini mengetahui namanya, padahal dirinya tidak pernah menyebutkan namanya sendiri, kecuali kepada Zhao Feng.


"Nona Yun, Patriark telah meminta bantuan dari pusat Kekaisaran, untuk ikut membantu dalam pencarian anda!"


Yun Zae Si lantas saja terkejut saat mendengar penjelasan dari pemimpin utusan Kekaisaran, ternyata mereka selama ini telah berusaha mencari keberadaannya. Tentu saja setelah mendengar penjelasan dari pemimpin utusan Kekaisaran, membuat perasaan dari Yun Zae Si sangat senang.


"Nona, Anda kami minta segera ikut bersama dengan kami, guna untuk dapat membawa anda pulang dengan selamat!"


Pemimpin utusan Kekaisaran, segera menyuruh Yun Zae Si untuk ikut bersama dengan rombongan mereka. Walaupun dengan kondisi yang sangat buruk, pemimpin utusan Kekaisaran akan melakukan apa saja demi bisa membawa Yun Zae Si pulang dengan selamat, meskipun semua itu berarti bahwa ia akan kehilangan nyawanya sendiri.


Yun Zae Si terdiam beberapa saat setelah mendengar usulan dari pemimpin utusan Kekaisaran, jika ia ikut bersama mereka, bagaimana dengan Zhao Feng? Tentu saja ia tidak ingin untuk membiarkan pemuda itu melanjutkan perjalanannya sendiri.


"Kakak Feng, bagaimana jika kamu ikut bersama rombongan utusan Kekaisaran? Tentu saja aku akan memberimu imbalan saat kita sampai di Kota Bunga Persik."


Yun Zae Si memberikan sebuah usulan kepada Zhao Feng, meskipun ia tahu bahwa kemungkinan pemuda itu menyetujuinya sangat kecil. Namun ia harus mencoba, daripada tidak sama sekali.


"Baiklah. Aku berharap kamu bisa memenuhi perkataan mu, Nona Yun."


Zhao Feng menimpali usulan dari Yun Zae Si dengan singkat, karena ia masih terjebak dalam pemikirannya sendiri. Untuk ikut bersama dengan rombongan, maka berarti ia akan menunda waktunya lebih lama lagi. Namun jika ia ikut, ia masih bisa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari hal-hal yang ada di Kota Bunga Persik. Khususnya buah Mistis, yang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat.


Zhao Feng pernah mendengar beberapa rumor saat dirinya berada di Sekte Seribu Bintang dulu, yaitu Buah Mistis. Sebuah buah Persik yang bukanlah sembarang buah biasa. Buah itu memiliki khasiat, dimana jika seorang wanita yang memakannya, maka ia akan mendapatkan berkah dari sang Dewi Nirwana.


Tentu saja Zhao Feng tidak berniat untuk mengambilnya, sebab buah itu tidak akan berpengaruh kepada laki-laki. Namun ia hanya ingin mempelajarinya saja, barangkali ada sesuatu yang tidak ia ketahui tentang Buah Mistis yang menjadi simbol dari Kota Bunga Persik.


Zhao Feng pada akhirnya memutuskan untuk ikut, dengan adanya Zhao Feng dalam rombongan, Pemimpin utusan Kekaisaran tidak terlalu khawatir akan serangan dari Spritual Beast, sebab ada penolong mereka yang telah ada bersamanya.


Namun tentu saja Zhao Feng tidak bisa terus-menerus memberikan pertolongan, sebab untuk mengeluarkan kekuatan penuh dari matanya, membutuhkan Qi yang sangat amat besar. Dan kini ia hampir saja kehabisan seluruh Qi, maka jika ada serbuan dari Spritual Beast lagi, maka itu berarti dia harus mengucapkan selamat tinggal.


Namun serangan dari Spritual Beast tidak terlalu membuat Zhao Feng khawatir, sebab ia memiliki benda istimewa yang sebelumnya diberikan oleh sang Guru. Benda itu bukanlah benda sembarangan, melainkan sebuah kalung, yang berfungsi untuk menghalau para Spiritual Beast yang akan mendekatinya.


Memikirkan bahwa perjalanan ini akan berlangsung lancar, juga tidak mungkin bagi Zhao Feng. Sebab ia sudah mengetahui ada beberapa mata yang telah mengawasi dirinya selama ini, namun ia biarkan, sebab ia ingin untuk memberikan sebuah kejutan pada semua musuh yang telah menargetkan dirinya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2