
Chapter 16.
Zhao Feng saat ini tengah berjalan menyusuri kedalaman hutan bersama dengan Yun Zae Si, dan juga para utusan dari Kekaisaran. Meskipun ia sudah sadar bahwa akan ada musuh yang menyergap, namun saat ini ia hanya bersikap tenang, seolah-olah tidak ada ancaman yang dirasakannya.
Mengapa ia memutuskan untuk berperilaku seperti itu? Tentu saja agar para musuh-musuhnya itu tidak curiga, jika mereka sampai curiga, maka strategi yang akan mereka gunakan pastinya juga akan berbeda.
"Kakak Feng, darimana kamu berasal?"
Yun Zae Si bertanya pada Zhao Feng, sebab ia masihlah penasaran dengan asal usul dari pemuda itu. Sedangkan Zhao Feng sebenarnya sudah menduga bahwa Yun Zae Si akan bertanya seperti itu kepadanya.
"Aku berasal dari Sekte Seribu Bintang."
Zhao Feng membalas pertanyaan dari Yun Zae Si dengan jujur, sebab ia sudah menaruh kepercayaan kepada gadis itu. Sedangkan Yun Zae Si hanya menganggukkan kepalanya pelan, setelah mendengar penjelasan dari Zhao Feng.
"Sekte Seribu Bintang? Bukankah itu adalah Sekte aliran putih terbesar yang ada di Kekaisaran ini?"
Pemimpin utusan Kekaisaran pada akhirnya ikut untuk bergabung pada obrolan yang tengah dibicarakan oleh Zhao Feng dan juga Yun Zae Si, sebab ia ingin untuk mengikat tali persahabatan lebih dalam lagi kepada pemuda yang telah menyelamatkan nyawanya.
"Benar, paman. Aku berasal dari sana."
Zhao Feng menimpali perkataan dari pria paruh baya itu dengan senyuman ringan, sebab mengapa juga ia tidak terlebih dahulu mengingkatkan tali persahabatan? Juga semua itu akan membantu dirinya jika ia tengah kesusahan dikemudian hari.
Namun saat ini hari telah berganti malam, yang membuat pemimpin utusan memutuskan untuk bermalam di tengah-tengah hutan belantara ini. Sementara Zhao Feng hanya menurut saja, sebab ada kemungkinan juga jika akan ada bahaya jika mereka terus melanjutkan perjalanan.
Yang ditugaskan berburu adalah Zhao Feng, bukan ditugaskan sebenarnya, melainkan dirinya sendirilah yang mengajukan jasanya secara sukarela. Mengingat para utusan utusan yang tersisa sedang dalam kondisi yang terluka.
Zhao Feng berjalan perlahan diantara gelapnya malam, walaupun akan sangat berbahaya jika dirinya sendirian. Namun ia tidak merasa akan sangat berbahaya, sebab ia sudah menyiapkan kartu andalannya jika dirinya sampai terpojok.
Namun dengan tiba-tiba saja Zhao Feng menghentikan langkahnya, dan melemparkan sebuah pisau kecil kearah pepohonan yang ada disekitarnya.
Jleb!
"Akh!"
Teriakan kesakitan dari seseorang terdengar di sepenjuru hutan, dengan diiringi jatuhnya sebuah tubuh dari salah satu dahan pohon dimana Zhao Feng telah lemparkan sebuah pisau kecil.
"Keluar! Kalian semua jangan menjadi pengecut!"
Zhao Feng berteriak dengan sangat lantang, sebab dirinya tidak ingin membuang waktunya terlalu lama lagi. Setelah teriakan dari Zhao Feng terdengar disepenjuru hutan, puluhan orang berjubah hitam tiba-tiba saja keluar dari balik pepohonan yang begitu sangat rimbun.
"Dasar bocah brengsek! Berani-beraninya kau menghabisi salah satu anggota ku!"
Salah satu orang yang mengenakan jubah hitam dengan sebuah lambang spiral di bagian dadanya, berteriak dengan sangat kesal kepada Zhao Feng, yang membuat Zhao Feng berkesimpulan bahwa orang itulah yang menjadi pemimpin dari anggota-anggotanya yang lain.
"Apa yang kalian inginkan dariku?!"
Zhao Feng berkata dengan sangat dingin, sorot matanya begitu sangat tajam. Ia saat ini sudah tidak ragu-ragu untuk membunuh mereka semua, sebab jika ia sampai ragu-ragu dalam membunuh mereka semua, akan ada kemungkinan bahwa dirinyalah yang akan terbunuh.
"Tak ada yang kami inginkan, selain nyawamu!"
Pemimpin itu berkata dengan lantang, sembari mencabut pedang yang ada di pinggangnya. Sontak saja para bawahannya segera melancarkan serangannya kepada Zhao Feng secara bersamaan, yang membuat Zhao Feng sedikit kerepotan.
__ADS_1
Zhao Feng melompat kesana-kemari, demi untuk mengindari serangan yang semakin lama semakin mematikan. Ia sangat terkejut, saat menyadari bahwa dirinya terlalu meremehkan musuhnya. Maka kini ia harus menanggung semua resiko itu sendiri!
"Tekhnik Pedang Nirwana : Tarian Pedang Kesunyian!"
Zhao Feng segera melancarkan serangan balasan, yaitu berupa sebuah tebasan yang cukup dahsyat. Suara dari serangan Zhao Feng sama sekali tidak mengeluarkan bunyi, selain suara tubuh seseorang yang telah terjatuh keatas tanah.
Bruk!
Sebuah tubuh tanpa kepala telah tergeletak diatas tanah, yang membuat pemimpin sekaligus bawahannya terkejut. Bagaimana bisa pemuda itu melakukan serangan semacam itu? Sedangkan Ranah Kultivasi nya masih berada di Ranah Kultivasi Pengembangan Qi Bintang 3!
Saat semua bawahannya tengah terkejut setelah melihat pemandangan mengerikan itu, Zhao Feng kembali melancarkan aksinya.
Clash! Buk!
Satu tubuh tanpa kepala kembali terjatuh, yang juga disebabkan oleh serangan dari Zhao Feng. Semua bawahan penjahat itu sangat terkejut sekaligus ngeri, saat melihat betapa cepatnya Zhao Feng membunuh rekan-rekan mereka sendiri.
"Dasar bodoh! Cepat mundur!"
Pada akhirnya pemimpin penjahat itu menyuruh semua bawahannya untuk mundur, sebab serangan dari Zhao Feng sangat susah sekali untuk diprediksi, bahkan olehnya sendiri.
Zhao Feng kini telah berdiri dihadapan beberapa orang penjahat yang tersisa, dari sebelumnya yang berjumlah dua puluh orang, kini hanya tersisa sebanyak delapan orang saja. Itupun hanya dalam beberapa menit, Zhao Feng mampu untuk membasmi keduabelas orang lainnya dengan sangat senyap.
"Jangan bertindak bodoh! Kita lakukan formasi serangan kita!"
Pemimpin penjahat itu memutuskan untuk menyerang Zhao Feng menggunakan formasi serangan terkuat yang dimiliki oleh Kelompok Ninja Bayangan, yakni Kegelapan Tiada Akhir. Yang mana, Formasi tersebut akan menyegel seluruh upaya dari musuhnya dan akan menggelapkan penglihatan targetnya.
"Formasi Ninja Bayangan: Kegelapan Tiada Akhir!"
Pandangan dari Zhao Feng seketika menggelap, yang membuatnya menjadi merasa sangat panik. Sabetan demi sabetan harus Zhao Feng terima secara beruntun, tanpa mengetahui siapa yang telah menyerang dirinya.
Darah seketika merembes keluar dari tubuh Zhao Feng, saat semakin banyak sabetan yang terbentuk di tubuhnya. Semakin keras dirinya untuk mencoba melihat sekelilingnya, maka akan semakin gelap pula penglihatannya.
"Arghh!"
Zhao Feng berteriak dengan sangat keras, sebab ia sudah sangat marah atas semua rasa sakit yang telah diterimanya. Seluruh penjuru hutan bergetar dengan sangat hebat, dengan diiringi petir-petir yang menyambar dengan sangat dahsyat.
Kedua mata dari Zhao Feng telah menunjukkan sebuah keanehan, yaitu bersinar terang dengan cahaya berwarna keemasan. Perubahan dari Zhao Feng, mampu membuat formasi Ninja Bayangan seketika hancur berkeping-keping.
Semua penjahat-penjahat Ninja Bayangan seketika terpental dengan sangat jauh, kecuali pemimpinnya. Walaupun hampir seluruh organ dalamnya telah hancur setelah terkena tekanan Qi yang amat sangat besar, namun pemimpin Kelompok Ninja Bayangan tersebut masih mampu untuk bertarung melawan Kultivator dengan Ranah Kultivasi Pendekar Emas Bintang 7.
Walaupun dengan luka yang cukup fatal, pemimpin kelompok Ninja Bayangan masih merasa percaya diri, karena ia berada pada Ranah Kultivasi Pendekar Emas Bintang 8, jauh berada diatas tingkat Kultivasi Zhao Feng, yang hanya berada pada Ranah Kultivasi Pengembangan Qi Bintang 3. Ia pun kembali berdiri dengan sempoyongan, dan menyeringai lebar kearah Zhao Feng.
Dengg!
Namun pada saat ia menatap tepat kearah kedua mata Zhao Feng, jantungnya tiba-tiba terasa seperti berhenti berdetak. Terbesit rasa ragu-ragu dalam dirinya, tetapi pada saat ia menyadari bahwa Ranah Kultivasi pemuda tersebut masih berada dibawahnya, membuatnya kembali merasa percaya diri.
"Majulah!"
Kini Zhao Feng telah merasa sangat marah, sebab belum pernah dirinya mendapatkan luka seperti ini. Bahkan gurunya saja masih belum memberikan semua luka yang begitu parah seperti ini, memikirkan bagaimana tikus-tikus ini telah bertindak sejauh ini, tentu saja membuat Zhao Feng sangat marah!
"Teknik Pedang Nirwana : Tarian Dewa Pedang!"
__ADS_1
Zhao Feng mengeluarkan Teknik berpedangnya yang menjadi kartu andalannya, yaitu Tarian Dewa Pedang, yang mana teknik itulah yang selama ini diajarkan secara langsung oleh sang Guru.
Pedang yang ada di tangan kanan Zhao Feng, mulai mengeluarkan cahaya putih yang begitu sangat terang. Melihat pemandangan dihadapannya, tentu saja membuat pemimpin Ninja Bayangan merasakan ketakutan yang luar biasa.
Walaupun ia menyadari bahwa Ranah Kultivasi pemuda itu masihlah berada di Ranah Kultivasi Pengembangan Qi bintang 3, namun setelah melihat dengan jelas Kekuatannya, saat ini kekuatan dari Zhao Feng bahkan setara dengan Kultivator dengan Ranah Pendekar Emas Bintang 9, lebih tinggi setingkat darinya.
Zhao Feng mengayunkan pedangnya dengan begitu sangat lembut, tanpa terdengar deru angin sedikitpun. Namun setiap serangan pedang dari Zhao Feng, tebasan pedang darinya akan dibuat berkali-kali lipat! Bahkan sekali tebasan pedang darinya, mampu membuat puluhan pedang yang terbuat dari cahaya putih, semua pedang-pedang itu melaju dengan sangat cepat kearah musuhnya.
"Tembok Tanah Menderu!"
Tentu saja pemimpin Ninja Bayangan tidak akan membiarkan semua serangan dari Zhao Feng untuk dapat mengenainya. Dengan satu hentakkan tangannya di atas tanah, tiba-tiba saja muncul sebuah dinding tanah dari kedalaman tanah yang ada disekitarnya.
Duar!
Ledakan yang amat sangat dahsyat terjadi, saat pedang-pedang dari Zhao Feng bertemu dengan dinding tanah milik pemimpin Ninja Bayangan. Bongkahan-bongkahan batu serta tanah terlempar ke segala arah, yang membuat seluruh area pertempuran ditutupi oleh gelapnya debu.
Namun semua itu tidak berpengaruh bagi Zhao Feng, meskipun semua area pertempuran tengah ditutupi gelapnya debu, ia masih dapat dengan jelas melihat area sekelilingnya. Dan ia dapat melihat, bahwa musuhnya itu tengah berlutut di atas tanah dengan tubuh yang penuh darah.
Dengan langkah pelan, Zhao Feng berjalan mendekati musuhnya itu. Setiap langkah yang diambil oleh Zhao Feng, maka semakin dekat pula kematian yang akan menghampiri pemimpin Kelompok Ninja Bayangan tersebut.
"Semoga ini bisa memberikan pelajaran kepadamu, semoga di kehidupan selanjutnya, kau bisa menjadi orang yang lebih baik lagi."
Zhao Feng berkata dengan suara yang sedikit melunak, saat melihat bahwa musuhnya tidak bisa melakukan apa-apa lagi, ia merasa tidak tega untuk mengambil nyawa musuhnya. Namun jika ia tidak membunuhnya, maka kemungkinan besar akan ada masalah lain yang harus dirinya tanggung.
"Terimakasih, anak muda. Mungkin dengan gelapnya dosa, semua dosa-dosa itu telah menutupi mata hatiku dari terangnya cahaya hidayah yang selama ini selalu saja memperingatkan diriku."
Pemimpin dari Ninja Bayangan itu berkata dengan suara yang serak, sebab ia sudah tidak bisa menahan lagi air matanya. Mengapa ia baru tersadar saat kematian sudah ada dihadapannya? Ingin rasanya ia berubah, namun semua sudah tidak mungkin. Tapi jauh di lubuk hatinya, ia ingin diberikan kesempatan untuk berubah, di kehidupan yang selanjutnya.
Clash!
Sebuah tebasan dari Zhao Feng, telah memenggal kepala dari pemimpin para Ninja Bayangan. Darah seketika menyembur kemana-mana, saat kepala sudah terlepas dari tubuh pemimpin para Kelompok Ninja Bayangan.
Bruk!
Tubuh tanpa kepala telah tergeletak dihadapannya, yang membuat Zhao Feng semakin meneguhkan pendiriannya. Inilah yang akan terjadi, jika bukan dirinya, maka orang lain. Dirinya juga tidak ingin menjadi naif, dengan membiarkan orang-orang seperti ini melarikan diri, maka akan semakin jauh pula tindakan yang akan mereka perbuat.
"Selamat malam, Saudara-saudaraku. Semoga kalian bisa berubah di kehidupan yang selanjutnya."
Zhao Feng berkata dengan suara yang lirih, dan dengan satu tebasan dari pedangnya, muncul beberapa pedang cahaya berwarna putih yang langsung melesat masuk kedalam hutan.
Akh! Arhhh!
Teriakan demi teriakan dapat terdengar dikedua telinga Zhao Feng, yang membuat ia semakin bertekad untuk mewujudkan impiannya. Yaitu sebuah kedamaian, dimana semua orang tidak perlu merasakan sakitnya kematian yang sia-sia.
Setelah memastikan tidak ada anggota-anggota Kelompok Ninja Bayangan yang tersisa, Zhao Feng memutuskan untuk kembali menuju tempat dimana teman-temannya berada.
Hembusan angin yang lembut, dapat dirasakan oleh Zhao Feng dari segala sisi. Setiap kali hembusan angin itu terasa di tubuhnya, maka semakin tenang pula perasaannya.
Walaupun ia merasa sedikit menyesal telah melakukan itu semua, tapi dirinya yakin bahwa semua ini dilakukannya juga demi kebaikan orang-orang yang telah ia bunuh. Dengan ini, para anggota-anggota Kelompok Ninja Bayangan tidak perlu untuk membunuh lebih banyak lagi, dimana itu semua hanya akan menambah dosa-dosa mereka semua.
Dengan ini mereka tidak akan terlalu lama menjalani proses penyucian atas dosa-dosa mereka, dan pada akhirnya mereka semua masih akan diberikan sebuah kesempatan untuk berubah. Memang tidak untuk saat ini, namun nanti. Dan Zhao Feng juga berharap, bahwa mereka semua bisa menemukan takdir hidup yang jauh lebih baik lagi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...