Pendekar Penakhluk Surga

Pendekar Penakhluk Surga
Chapter 20 : Pelatihan Yang Penuh Penderitaan Dimulai!


__ADS_3

Chapter 20.


Cukup lama Zhao Feng mencoba untuk menyerap energi Qi yang ada disekitarnya, sampai pada akhirnya ia terhenti karena mendengar suara yang sangat tidak asing baginya.


"Muridku, Teknik Kultivasi milikmu sangatlah berharga dan akan sangat membantu dalam perjalananmu kelak, tapi sayangnya, kamu masih belum dapat untuk menguasainya."


Dihadapannya sudah ada Sang Guru yang terlihat tengah tersenyum dengan lembut kearahnya. Disampingnya, nampak sebuah mayat Spritual Beast berupa Beruang berwarna Hitam yang berukuran sangat besar dibandingkan beruang biasa pada umumnya.


"Benar, Guru. Aku masih belum menguasainya."


Zhao Feng menghela nafas panjang karena setelah melewati tiga tahun pelatihan bersama dengan Guru pertamanya, ia masih belum bisa mempelajari dasar-dasar Teknik Kultivasi tersebut. Sang Guru juga sebenarnya sadar, mengapa muridnya itu sangat sulit sekali untuk mempelajari Teknik Kultivasi atau semacamnya. Sebenarnya itu bukanlah kutukan, melainkan sebuah berkah.


"Tidak masalah. Lebih baik kita makan saja, untuk masalah itu, kita akan menyelesaikannya besok hari."


Mengesampingkan masalah Kultivasi Zhao Feng, Sang Guru memutuskan untuk segera memakan sesuatu untuk sekedar mengisi perutnya. Sebenarnya, para Kultivator dengan Ranah Kultivasi tinggi tidak lagi membutuhkan makanan, sebagai pengganti makanan, mereka akan menyerap energi Qi dan memurnikannya sendiri, itu sudah lebih dari cukup untuk tetap menjaga kondisi mereka segar dan bugar.


Tempat yang sama, hutan yang sama, pagi pada akhirnya datang, dan Matahari untuk yang kesekian kalinya telah terbit dan menyinari seluruh dunia ini dengan cahayanya yang agung.


Hari ini adalah hari pertama Zhao Feng memulai pelatihannya, tidak tahu metode apa yang harus dirinya lakukan nantinya, pemuda tersebut nampak sangat bersemangat untuk segera memulai pelatihannya.


Pagi hari ini ia mulai dengan berlari mengelilingi area sekitar hutan sebanyak 50 putaran penuh, cukup berat memang, tapi ia melakukannya dengan penuh semangat. Terik Matahari juga tidak terlalu panas, ditambah lagi dengan kondisi sekitarnya yang masih sangat asri, membuat awal pelatihannya ini terasa tidak begitu sengsara.


"Terus! Jangan berhenti sampai Terik Matahari berada tepat diatas kepalamu!"


Dari kejauhan, Zhao Feng dapat melihat Sang Guru yang tengah duduk diatas sebuah batu besar sembari memakan apel segar. Kakek tua tersebut tengah memandangi dan menyaksikan Zhao Feng yang tengah berlatih keras, layaknya menonton sebuah pertunjukan.


Mengusap keringat dari dahinya, Zhao Feng kembali terus berlari mengelilingi area sekitar Hutan. Walaupun ia merasa sangat lelah, tapi ia tidak berniat untuk berhenti sedikitpun, sebenarnya, ia juga sudah menjalani pelatihan seperti ini pada saat dirinya berlatih bersama dengan Guru pertamanya, tapi tetap saja, latihan ini sangat menguras tenaganya dan cukup sulit. Sedangkan ini hanyalah awal saja, awal dari perjalanannya untuk menjadi seorang yang kuat.


"Selanjutnya, masih pelatihan untuk meningkatkan kualitas Tulang Naga Langit milikmu, tapi latihan ini sangat jauh berbeda dari yang sebelumnya. Jadi, persiapkan dirimu."


Setelah menyelesaikan putaran penuh sebanyak 50 kali, Zhao Feng kini masih melanjutkan pelatihannya, tetapi metodenya berbeda dibandingkan yang sebelumnya. Ia berdiri dengan telanjang dada, didepan sebuah danau besar yang mengeluarkan asap berwarna putih dari dalam airnya.


Zhao Feng menelan ludahnya sendiri pada saat melihat danau yang ada dihadapannya, sebab ia sudah tahu, bentuk pelatihan apa yang akan dirinya jalani. Danau tersebut mempunyai pemandangan sekitar yang sangat indah, dengan airnya yang sangat jernih. Tetapi anehnya, tidak ada hewan ataupun makhluk satupun yang terlihat berada disekitar danau tersebut.


Danau tersebut bukanlah danau biasa, dan Zhao Feng juga sepenuhnya sadar akan hal tersebut. Pastinya akan ada bahaya yang ada disana, tetapi sebelum dirinya mengeceknya, ia tidak akan tahu bentuk bahaya apa yang ada didalam danau tersebut.

__ADS_1


Dengan memberanikan diri, Zhao Feng dengan perlahan mulai mendekati danau tersebut. Semakin ia dekat dengan danau itu, maka akan semakin panas pula suhu yang ia rasakan. Kulitnya terasa mulai terbakar, namun walaupun begitu, ia terus berusaha untuk mendekat.


Cshhh!


Zhao Feng perlahan merendamkan salah satu kakinya kedalam air danau tersebut, alhasil, kakinya seketika terbakar. Sangat panas dan sakit, tetapi ia harus tetap menjalankan pelatihan ini, juga ini semua untuk kebaikannya sendiri.


Cshhh!


Zhao Feng berendam di tengah-tengah danau tersebut, menahan rasa panas dan sakit yang teramat, pemuda tersebut mulai menutup kedua matanya untuk fokus dalam meningkatkan kualitas tulangnya.


Kretek! Kretek!


Dari dalam tubuhnya, Zhao Feng dapat mendengar suara tulang-tulangnya yang tengah berderit. Ia menggigit bibirnya sendiri sampai berdarah-darah, demi untuk menahan segala rasa sakit yang tengah Zhao Feng rasakan.


Tetapi sayangnya, Zhao Feng masih belum mampu untuk menjalankan pelatihan tersebut secara penuh, tidak berselang lama, pemuda tersebut kehilangan kesadarannya dan tubuhnya mulai tenggelam ke dasar danau.


...----------------...


Hari berganti, tetapi pelatihan masih tetaplah yang sama. Zhao Feng mengawali harinya dengan berlari sebanyak 50 kali mengelilingi Hutan tempat dirinya berlatih. Sama seperti sebelumnya, cukup susah, namun ia masih mampu untuk menyelesaikan putaran penuh sebanyak 50 kali.


Setelah menyelesaikan pelatihan pertamanya, kini ia lanjut untuk melaksanakan pelatihan ketiga. Berbeda dari hari yang sebelumnya, Zhao Feng tidak perlu lagi untuk berendam pada danau mematikan tersebut, kali ini Sang Guru hendak membantunya dalam memperkuat kesadaran dan kekuatan jiwanya.


Awalnya, semuanya terasa sangat tenang dan damai, hanya ada suara kicauan burung yang bisa didengar oleh Zhao Feng. Sampai pada akhirnya, ia mulai bisa mendengar suara melodi seruling yang terdengar sangat menenangkan nan indah.


Zhao Feng sampai terlena pada saat mendengar melodi seruling tersebut, ditambah dengan suasana sekitar yang sangat damai, seolah-olah membuatnya merasa seperti berada di Surga. Tetapi dengan tiba-tiba saja, melodi seruling yang menenangkan nan indah tersebut seketika berubah.


"Arghh!"


Zhao Feng berteriak dengan sangat keras saat mendengar suara melodi seruling yang sangat menyakitkan. Suara melodi yang sebelumnya terdengar indah, kini telah berubah menjadi penuh penderitaan dan sangat-sangat buruk.


Zhao Feng berteriak dengan sangat keras sembari memegangi kedua telinganya yang tengah mengeluarkan darah. Sungguh, terasa sangat menyakitkan sekali, jiwanya terasa seperti dicabik-cabik, penderitaan ini jauh berkali-kali lipat dibandingkan semua penderitaan yang pernah ia alami disepanjang hidupnya.


Semakin lama Zhao Feng bertahan, maka akan semakin bertambah besar pula rasa sakit yang ia rasakan. Ia terus berteriak dengan sangat keras, menyuruh melodi seruling tersebut untuk segera berhenti. Tetapi, melodi seruling tersebut sama sekali tidak berhenti, dan terus menyiksa Zhao Feng dengan penderitaan yang amat sangat dahsyat.


Sampai pada akhirnya, lagi-lagi Zhao Feng seketika kehilangan kesadarannya karena tidak mampu lagi untuk merasakan penderitaan tersebut lebih lama lagi. Tetapi dibalik penderitaan dahsyat tersebut, sebenarnya ada juga manfaat dan kelebihan yang terselip didalamnya. Dengan ini, pemuda tersebut akan jauh lebih mengenal rasa sakit dibandingkan sebelumnya, tidak ada kesuksesan dan keberhasilan, tanpa melalui rasa sakit dalam perjuangan.

__ADS_1


...----------------...


Seminggu pun berlalu, dan seminggu penuh itu juga telah Zhao Feng isi dengan pelatihan yang keras dan sangat sulit. Tetapi lama kelamaan, ia menjadi terbiasa, untuk awal pelatihan, ia sudah mampu untuk menyelesaikan putaran penuh sebanyak 50 kali tanpa kelelahan yang berarti.


Untuk latihan kedua, Zhao Feng juga sudah mulai terbiasa akan panasnya air dan ilusi penglihatan yang ia terima pada saat berendam pada danau mematikan tersebut. Walaupun tidak lama, ia hanya bisa bertahan sekitar 1 jam saja, tetapi itu juga bisa dianggap sebagai kemajuan.


Dan untuk pelatihan yang terakhir dan yang paling menyakitkan, Zhao Feng hanya bisa bertahan sekitar 5 menit saja. Jujur, pelatihan pengembangan dan penguatan jiwa adalah yang tersulit, rasa sakit saat jiwa terasa tengah dicabik-cabik adalah rasa sakit yang sangat dahsyat, bahkan ia sendiri belum pernah sekalipun merasa rasa sakit yang sangat parah seperti itu.


Setelah melakukan ketiga pelatihan tersebut, Zhao Feng diberikan arahan oleh Sang Guru untuk berendam pada sebuah kolam kecil yang ternyata berada di kedalaman Gua. Ternyata, di kedalaman Gua tempat ia dan Sang Guru tinggal, tengah menyembunyikan sesuatu hal yang amat berharga.


Hal tersebut berupa sebuah kolam kecil dengan airnya yang berwarna putih bersih dan memancarkan energi Qi yang sangat murni. Air tersebut juga bercahaya berwana putih bersih, dan mampu menerangi area sekitarnya.


Saat pertamakali Zhao Feng berendam pada kolam tersebut, sensasinya terasa sangat luar biasa, dan tidak akan pernah bisa ia lupakan. Sensasi nyaman, hangat dan tenang, akan menjadi satu-satunya rasa kenikmatan yang tidak akan pernah dirinya lupakan.


Zhao Feng juga tidak perlu lagi untuk memurnikan setiap aliran energi Qi yang ia serap, karena pada dasarnya, aliran energi Qi pada kolam tersebut sangatlah murni, jadi ia tidak perlu berusaha untuk memurnikannya sendiri. Alhasil, Zhao Feng dengan sangat cepat mampu untuk menerobos ke Ranah Kultivasi selanjutnya.


Kegiatan Zhao Feng untuk berendam pada kolam tersebut juga harus dibatasi oleh Sang Guru, karena Zhao Feng sama sekali tidak boleh untuk menyerap aliran Qi murni yang ada di kolam tersebut dalam jumlah yang sangat banyak.


Pembatasan tersebut juga mempunyai alasan, sebab, lingkaran Qi yang ada pada Dantian Zhao Feng masih sangat sedikit. Jika sampai pemuda tersebut menyerap terlalu banyak energi Qi murni, maka lingkaran pada Dantiannya akan menggembung dan bisa saja membuat seluruh Meridiannya pecah karena tidak mampu untuk menyimpan energi Qi yang sangat banyak, apalagi energi Qi yang Zhao Feng serap adalah aliran energi Qi yang sangat murni.


Dan jika sampai itu terjadi, maka dipastikan Zhao Feng akan tewas, atau yang paling ringan, pemuda tersebut akan menjadi lumpuh dan tidak akan bisa Berkultivasi untuk selama-lamanya. Itulah alasan mengapa Sang Guru juga perlu membatasi waktunya untuk berendam pada kolam tersebut.


Malam harinya, pelatihan Zhao Feng masih belum berakhir. Sebagai penutup pelatihannya, ia diperintahkan oleh Sang Guru untuk berburu makan malam di kedalaman Hutan Ilusi Tiada Akhir. Memang sangat mudah, tapi akan menjadi sangat berbahaya jika ia sampai bertemu dengan Spiritual Beast.


Itu tidak akan menjadi masalah jika yang ia temui adalah Spiritual Beast Tingkat Roh Awal, tetapi jika itu adalah Spiritual Beast Tingkat Roh Tinggi keatas, maka ia akan berada dalam bahaya.


Sang Guru juga sangat melarangnya untuk menggunakan Teknik-teknik yang telah ia kuasai, ia hanya diperbolehkan berburu dengan kemampuan alaminya. Entah mengapa, Zhao Feng juga tidak tahu alasan mengapa Sang Guru melarangnya untuk menggunakan semua Tekniknya.


Bukan tanpa sebab, Sang Guru hanya menginginkan Zhao Feng untuk mengasah kemampuan alaminya sendiri, tanpa bantuan Teknik-teknik seorang Kultivator. Dengan itu, kemampuan bertempurnya dalam kondisi yang sangat sulit akan diasah, yang tentunya akan sangat membantunya dalam perjalanannya nanti.


Ditambah lagi, Dantian dan Meridian Zhao Feng masih belum stabil setelah menerima berbagai penderitaan dan tekanan selama pelatihan. Menggunakan Teknik layaknya seorang Kultivator akan berujung fatal, karena bisa saja Dantian dan Meridiannya akan rusak, dan yang paling buruk, keduanya bisa hancur dan akan membuat Zhao Feng tewas seketika.


Pelatihan Zhao Feng memang sangat sulit dan menyakitkan, tetapi itu semua tidak akan ada apa-apanya dibandingkan semua tanggung jawab yang tengah ia pikul. Memang saat ini dia menderita, tetapi di kemudian hari, semua penderitaan itu akan membuatnya semakin mengerti bahwasanya semua penderitaannya mengandung sebuah makna tersendiri.


Untuk saat ini, Zhao Feng tidak tahu makna apa yang sebenarnya terkandung didalam semua penderitaannya, tetapi ia akan tahu sendiri ketika ia telah melangkahkan kakinya ke dunia luar sana nanti.

__ADS_1


Dengan ini, Sang Guru akan dengan tenang melepas semua tanggungjawabnya dan menyerahkannya kepada Zhao Feng. Ia yakin, bahwa muridnya itu akan menerangi dunia ini dari kegelapan untuk yang kesekian kalinya. Percayalah, Matahari akan kembali bersinar dengan agung, mengusir setiap kegelapan, dan menghancurkan setiap bentuk keburukan di dunia ini. Sang Legenda akan segera datang, dan akan membela setiap makhluk yang menjunjung tinggi kebenaran di dalam jiwanya.



__ADS_2