Pendekar Penakhluk Surga

Pendekar Penakhluk Surga
Chapter 9 : Mulai Sekarang Kau Adalah Muridku


__ADS_3

Chapter 9.


Gelapnya malam yang mengandung kesunyian kini telah berakhir dan digantikan oleh cahaya sang surya yang menerangi seluruh belahan bumi dengan keagungan sinarnya.


Disebuah hutan yang jauh dari tempat kehidupan umat manusia, nampak seorang pemuda yang tengah mempersiapkan segala peralatannya.


Setelah menghabiskan malamnya di hutan yang bahkan dirinya tidak ketahui, Zhao Feng memutuskan untuk segera keluar dari hutan ini. Sebab mulai banyak mata yang semakin datang untuk mengawasinya, dan tentu saja semua itu membuat dirinya semakin khawatir jika berlama-lama di hutan ini.


Dengan bermodalkan tekad yang kuat, Zhao Feng kembali menyusuri hutan yang tidak dikenalinya ini. Tanpa mengetahui arah yang akan ditujunya, ia melangkahkan kakinya dengan niatan untuk segera keluar dari hutan misterius ini.


Namun tanpa disadari oleh Zhao Feng, sesungguhnya langkah kakinya tengah diarahkan oleh sesosok misterius yang semalam telah mengawasinya sepanjang waktu. Dan melalui arahan dari sesosok makhluk itu, ia akan menemukan jati dirinya yang selama ini tersimpan bersama dengan kekuatan yang begitu sangat menggetarkan dunia ini.


...----------------...


Sudah 6 jam Zhao Feng menyusuri penjuru hutan misterius itu, namun dirinya tidak melihat tanda-tanda bahwa dirinya akan segera keluar dari tempat ini, melainkan ia merasa telah semakin masuk kedalam jantung hutan misterius ini.


Pada akhirnya Zhao Feng memutuskan untuk kembali bermalam di hutan ini, sebab cahaya dari sang Surya perlahan mulai tenggelam di ufuk barat, menandakan bahwa hari akan berganti malam.


Dengan memanfaatkan keterampilannya dalam berburu, Zhao Feng dengan sangat mudah untuk mendapatkan hasil buruannya. Kali ini hasil buruannya adalah seekor rusa, namun terlihat sangat berbeda dari rusa-rusa pada umumnya. Rusa itu memiliki ukuran yang dua kali lebih besar, dan memiliki satu mata tambahan di dahinya.


Saat pertama kali Zhao Feng melihat bentuk dari Rusa aneh itu, ia mengira bahwa itu adalah salah satu dari Hewan Buas Mistis, atau bahkan Spiritual Beast. Namun ia senang bahwa anggapannya itu salah.


Dengan hati yang senang bahwa ia akan makan dengan kenyang malam ini, Zhao Feng berjalan kembali ke area bermalam nya dengan membawa tubuh Rusa itu dipunggung nya.


Daging Rusa itu dipotong sedemikian rupa oleh Zhao Feng, agar bisa disimpan untuk hari-hari selanjutnya. Dengan begini ia tidak akan kekurangan bahan makanan.


Saat Zhao Feng tengah memakan dengan lahapnya, ia tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang tengah menatapnya dengan sedemikian rupa. Namun hanya dalam beberapa detik saja, sepasang mata itu kembali menghilang kedalam gelapnya hutan, seolah-olah sepasang mata itu tidak pernah ada disana.


Setelah memastikan bahwa area sekitar telah aman, Zhao Feng menggunakan salah satu pohon yang sangat tinggi untuk dijadikan tempat beristirahat. Dia melakukan itu semua untuk mengindari sergapan dari Binatang Buas, mengingat hutan ini masih belum terjamah oleh tangan manusia, tentunya banyak sekali hewan buas yang menghuni hutan ini.


Zhao Feng merenung menatap langit malam yang penuh dengan gemerlap bintang yang berkelap-kelip, sembari memikirkan apa yang harus dilakukannya kedepannya. Tak terasa air mata berlinang dari kedua matanya, saat mengingat kembali kenangan indah yang ia dapatkan dari keluarganya. Sebuah kenangan indah, yang tak akan pernah bisa ia lupakan.


...----------------...


Dinginnya malam kini telah berganti menjadi hangatnya pagi hari, saat cahaya dari sang Surya mulai merengsek masuk melalui rimbunnya pepohonan. Tak jauh dari pohon yang berukuran paling tinggi dibandingkan dari yang lain, nampak seorang pemuda yang tengah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanannya.


Pemuda itu tak lain adalah Zhao Feng, setelah menghabiskan dua malam di hutan yang tak ia kenali, ia telah bertekad bahwa hari ini dirinya harus segera keluar dari hutan misterius ini, apapun yang terjadi.


Dengan berbekal perlengkapan berburu yang dirinya buat dengan bahan seadanya, Zhao Feng memulai perjalanannya dengan berlari melewati rimbunnya hutan tanpa memikirkan makhluk-makhluk yang tengah mengawasinya.


Namun setelah menghabiskan beberapa jam berkeliling menyusuri hutan, Zhao Feng dibuat kembali terkejut setelah menemukan sebuah Gua yang berukuran cukup besar.


Awalnya Zhao Feng tidak terlalu memperdulikan hal itu, saat dirinya ingin melanjutkan perjalanannya, ia merasa bahwa ada sesuatu hal yang tengah memanggil dirinya dari dalam Gua itu, untuk masuk kedalam.


Semakin dirinya mencoba untuk tidak menghiraukannya, semakin kuat juga panggilan yang dirasakannya dari dalam Gua itu. Merasa bahwa ada sesuatu yang aneh dari dalam Gua itu, pada akhirnya Zhao Feng memutuskan untuk mengeceknya kedalam.

__ADS_1


Jika dilihat-lihat olehnya, bagian depan Gua ini terlihat seperti Gua biasa pada umumnya, namun ia merasa ada sesuatu yang berada didalamnya. Dengan hanya bermodalkan tekad yang kuat, pada akhirnya Zhao Feng memutuskan masuk kedalam tanpa memikirkan semua resiko yang akan segera ditanggungnya.


Saat Zhao Feng telah berada di Gua itu, ia dapat melihat bagian Gua yang terdapat sebuah kolam berwarna keemasan. Namun dirinya tidak terlalu memperdulikan hal itu, sebab ada sesuatu hal yang tengah mencuri seluruh perhatiannya.


Zhao Feng perlahan berjalan mendekati salah satu sudut dinding Gua, yang terlihat sangat aneh baginya. Yaitu, dinding itu mempunyai rangkaian gambaran yang terlihat telah memudar.


Zhao Feng melihat rangkaian gambar pertama, rangkaian gambar tersebut memperlihatkan seseorang yang tengah berdiri sembari memegang sebuah pedang yang berwarna keemasan, dan didepannya nampak seseorang yang terlihat tidak begitu jelas bagi Zhao Feng.


Sesosok itu nampak seperti manusia pada umumnya, namun ada suatu keanehan pada tubuh sosok itu. Nampak sosok itu seperti memiliki sebuah tanda di keningnya, namun Zhao Feng tidak yakin tanda apa itu.


Zhao Feng mengalihkan pandangannya ke rangkaian gambar selanjutnya, nampak gambaran itu telah memudar, yang membuat dirinya tidak begitu jelas untuk melihatnya.


Namun setelah diamati beberapa saat olehnya, pada akhirnya Zhao Feng dapat melihat gambaran itu. Walaupun sedikit, ia dapat melihat orang yang tengah membawa pedang itu tengah bertarung dengan sosok yang memiliki tanda di keningnya, namun dirinya tidak terlalu memahami gambaran itu, sebab sebagian besar dari gambar itu telah memudar.


Walaupun dirinya sudah menghabiskan banyak waktu untuk memperhatikan gambaran itu, Zhao Feng masih tidak dapat memahami seluruh artian gambar kedua, sebab sebagian besar dari rangkaian gambar tersebut telah memudar.


Tidak ingin untuk terlalu lama untuk mengharapkan sesuatu hal yang tidak pasti, pada akhirnya Zhao Feng memutuskan untuk beralih ke rangkaian gambar selanjutnya. Dan alangkah terkejutnya ia setelah melihat rangkai gambaran ketiga.


Zhao Feng terkejut saat melihat bahwa rangkaian gambar ketiga telah kehilangan seluruh bentuk gambar rangkaiannya, tentu saja ia sangat terkejut sekaligus kesal, karena ia tidak bisa untuk melihat dan mengetahui kelanjutan dari kedua rangkaian gambar yang sebelumnya ia lihat.


Pada akhirnya Zhao Feng menyerah untuk mencari tahu arti dari semua gambaran yang baru saja dilihatnya. Kini perhatiannya tengah tertuju pada sebuah kolam berwarna keemasan yang berada tak jauh darinya.


Walaupun kolam itu terlihat sangat menarik bagi Zhao Feng, sebab dirinya tidak pernah melihat air kolam seperti itu. Namun ia tidak berani untuk bertindak gegabah, sebab ia tidak ingin terjebak kedalam suatu masalah baru.


Setelah melihat seluruh isi Gua, pada akhirnya Zhao Feng memutuskan untuk pergi, sebab apa yang ada disini bukanlah miliknya. Tak peduli seberapa berharganya itu, ia tidak akan mengambilnya, sebab itu bukanlah miliknya.


"Anak muda, setelah aku mengawasi seluruh kelakuan sekaligus sifatmu. Kini aku telah benar-benar yakin bahwa kamulah orang yang telah ditunggu-tunggu."


Zhao Feng sontak saja terkejut saat melihat kakek tua yang tiba-tiba saja muncul dihadapannya. Belum sampai keterkejutannya mereda, kini ia harus kembali dibuat kebingungan setelah mendengar perkataan dari kakek tua misterius itu.


"Setelah kau berada disini, maka jangan berharap kau akan keluar dari sini tanpa membawa ilmu apapun untuk bekal masa depanmu."


Belum sampai rasa kebingungan dari Zhao Feng mereda, ia kini harus kembali dibuat kebingungan oleh perkataan dari sang kakek misterius itu.


Tentu saja kakek misterius tersebut tahu jika pemuda dihadapannya itu sedang dilanda oleh rasa kebingungan yang besar, oleh sebab itu ia memberikan waktu agar pemuda itu bisa mencerna apa yang tengah terjadi.


Setelah beberapa saat mencoba untuk mencerna apa yang tengah terjadi, pada akhirnya Zhao Feng mulai mengerti tentang situasi yang telah dialaminya saat ini. Meskipun ia masih tidak mengetahui siapa dan juga asal usul dari kakek tua dihadapannya itu.


"Jangan khawatir, Anak Muda. Aku tidak akan berbuat buruk kepadamu, sebab kaulah yang telah ditunggu-tunggu kehadirannya oleh para dewa Nirwana."


Tahu jika pemuda dihadapannya itu tengah kebingungan tentang asal usulnya, kakek itu mulai menjelaskan secara perlahan mengapa dia ada disini.


...----------------...


Otak dari Zhao Feng bisa dibilang sangat cerdas, hanya dalam satu kali penjelasan dia sudah bisa mengerti tentang apa yang terjadi di masa lampau, dan juga apa yang kemungkinan besar terjadi di masa depan.

__ADS_1


"Aku tahu jika kamu sudah melihat rangkaian gambar itu, dan pastinya kamu bertanya-tanya tentang apa arti dari itu semua..."


Pada akhirnya kakek itu perlahan menjelaskan seluk beluk kejadian di masa lalu kepada Zhao Feng, sebab Zhao Feng adalah orang yang telah mewarisi kekuatan mutlak itu, dan ia juga berhak tahu tentang semua hal mengenai kekuatan mutlak yang dimilikinya.


Zhao Feng menganggukkan kepalanya pelan saat mendengar ucapan dari sang kakek, sebab memang benar apa yang telah kakek itu katakan. Ia sangat penasaran dengan apa arti dari rangkaian gambar yang sebelumnya ia telah lihat.


"Dahulu kala, ada seorang anak manusia yang baru saja lahir di benua Rasi Bintang ini. Namun anak itu bukanlah anak sembarangan, kelahirannya telah lama ditunggu-tunggu oleh dunia ini. Sebab anak itu telah membawa tanggung jawab yang besar semenjak dirinya baru saja dilahirkan."


Kakek misterius itu perlahan menceritakan arti dari rangkaian gambar yang telah dilihat oleh Zhao Feng, namun juga dengan asal usul dari sang legenda yang ia lihat di dalam rangkaian gambar tersebut sebelumnya.


"Anak itu membawa keberkahan yang melebihi para dewa, yang diberikan langsung oleh Sang Dewa Agung. Tentunya Dewa Agung tidak memberikan kekuatan semacam itu tanpa ada tujuan yang jelas."


Kakek itu menjelaskan dengan sangat detail, sampai-sampai Zhao Feng terkagum-kagum akan kakek misterius dihadapannya, yang nampaknya sangat tahu tentang seluk beluk dunia ini. Namun cerita masihlah belum berakhir, setelah beberapa saat, kakek itu kembali melanjutkan ceritanya.


"Anak itu dilahirkan dengan hanya satu tujuan, yaitu melindungi dunia ini dari cengkeraman tangan-tangan yang tidak suci."


Kakek itu perlahan menghentikan ceritanya, yang membuat Zhao Feng semakin penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Namun setelah ditunggu beberapa saat olehnya, sang kakek masih tidak melanjutkan ceritanya.


"Maaf, Senior. Apa yang terjadi setelah itu?"


Zhao Feng tidak bisa untuk tidak bertanya, sebab rasa penasarannya jauh lebih besar dari pada rasa takutnya. Namun apa yang ditunggu-tunggu olehnya tidak kunjung terjadi, sedangkan sang kakek misterius itu hanya tersenyum dengan lembut kearahnya.


"Kelak kamu akan mengetahuinya sendiri."


Balasan dari sang kakek tentu saja membuat rasa penasarannya semakin besar, dengan penuh rasa penasaran, pada akhirnya Zhao Feng menyerahkan seluruh kelanjutan cerita itu kepada takdir yang akan datang.


"Kelak kamu akan mengetahuinya sendiri jika kamu bisa membaca kembali rangkaian gambar itu."


Namun pada saat Zhao Feng hendak menepis seluruh rasa penasarannya, kakek misterius itu tiba-tiba saja mengatakan sesuatu kepadanya.


Tentu saja perkataan dari kakek tua misterius itu membuat Zhao Feng semakin kebingungan, bukankah rangkaian gambar itu sudah memudar? Lalu bagaimana bisa ia membacanya?


"Rangkaian gambar itu tidak memudar, hanya saja kamu masihlah belum siap untuk mengetahuinya."


Zhao Feng akhirnya mengerti kenapa ia tidak bisa melihat seluruh rangkaian gambar itu, walaupun sangat tidak masuk akal baginya, tapi ia masih bisa menerimanya, sebab ia sadar bahwa saat ini dirinya masih sangatlah lemah.


"Apakah kamu menerima untuk menjadi muridku?"


Perkataan dari sang kakek misterius itu langsung saja membuat Zhao Feng kembali tersadar dari lamunannya. Tentu saja ia tidak bisa melewatkan kesempatan emas ini, setelah mendengar bahwa kakek tua itu tahu secara persis tentang masa lalu dunia ini, membuat ia semakin yakin bahwa kakek tua dihadapannya itu bukanlah orang sembarangan.


Dengan satu hentakan tangan dan sujud dihadapan kakek misterius itu, Zhao Feng menerima tawaran untuk menjadi muridnya. Setelah melihat bahwa sang Pewaris telah setuju untuk menjadi muridnya, membuat kakek itu tersenyum lembut.


Kakek tua itu perlahan mulai meneteskan air matanya, saat ingatannya dulu kembali terkenang di dalam benaknya. Saat melihat Zhao Feng yang tengah bersujud dihadapannya, membuat ia teringat tentang seorang Legenda yang dulunya pernah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


Hanya dengan satu sujud yang sangat tulus, mampu membuat bocah yang dulunya menyedihkan, kini telah menjadi seorang Legenda. Dan dengan satu sujud yang tulus pula, akan melahirkan kembali seorang Legenda yang akan menggetarkan seluruh dunia ini.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2