
Chapter 29.
Dihadapan Zhao Feng, nampak kedua orang yang sebelumnya telah ia tolong, tengah berbincang-bincang dengan penuh rasa kebahagiaan, membuat Zhao Feng yang melihatnya, tidak bisa untuk tidak mengurai sebuah senyuman lembut diwajahnya.
Ia memandangi kedua orang tersebut dengan tatapannya yang terlihat berkaca-kaca, seolah-olah bisa saja air mata mengalir keluar dari kedua matanya. Ingatan indahnya bersama dengan kedua orangtuanya dulu, ingatan indahnya semasa ia masih dihormati di Sekte Seribu Bintang dulu, dan ingatan saat dirinya tengah bersama dengan seorang gadis yang sangat berharga baginya dulu, kini kembali terkenang didalam benaknya.
Entah bagaimana nasib gadis yang telah menjadi teman dekatnya tersebut, Zhao Feng sama sekali tidak tahu, meskipun ia juga yakin, bahwa gadis tersebut mungkin sudah melupakan dirinya dan mulai membencinya, sama seperti yang telah orang-orang lakukan kepadanya saat ini. Akan tetapi, Zhao Feng akan terus menyimpan kenangan indah tersebut jauh didalam ingatannya, sebagai bukti bahwa setidaknya ia pernah merasa bahagia hidup di dunia ini.
...----------------...
Pada sebuah Sekte yang berukuran sangat besar, terlihat banyak sekali orang-orang dan juga para murid-murid Sekte tersebut yang tengah berdiri rapi disamping pintu masuk utama Sekte tersebut. Mereka semua memasang raut wajah yang terlihat senang dan penuh kebahagiaan, karena akan ada sesosok paling dihormati yang akan datang.
Lampu berkelap-kelip dimana-mana, dan suasana sekitar Sekte terasa semakin meriah seiring berjalannya waktu, sungguh, benar-benar area Sekte tersebut terlihat begitu sangat ramai diisi oleh berbagai orang-orang yang tengah merayakan datangnya seseorang.
"Meriahkan! Meriahkan! Karena Kaisar Liu Yang Shin akan segera datang!" Seru salah satu Tetua Sekte tersebut dengan lantang, sembari terus memperlihatkan senyuman lebar diwajahnya yang tidak lagi muda.
Suasana pun terasa semakin ramai, saat dari kejauhan, terlihat berbagai cahaya lampu yang saling berkelap-kelip, dengan diiringi hembusan angin yang terasa cukup kencang. Mereka semua seketika bersorak-sorai, karena setelah menantikan hampir seharian penuh, sosok yang telah mereka tunggu-tunggu pada akhirnya telah datang. Malam itu, adalah malam terindah yang pernah mereka rasakan, tetapi di lain sisi, malam tersebut akan menjadi awal dari sebuah malapetaka yang tidak akan mereka pernah duga-duga.
Didalam sebuah kamar mewah yang berukuran besar dan luas, nampak seorang anak kecil berambut keemasan yang tengah duduk diatas kasurnya sembari menatap ke luar ruangan melalui sebuah jendela berukuran besar yang terdapat dihadapannya. Sosok anak kecil tersebut terlihat menatap dengan intens, kearah cahaya berkelap-kelip yang terlihat dari kejauhan.
Anak kecil tersebut mempunyai paras yang tampan, tatapan matanya yang terlihat menyorot, rambutnya yang berwarna keemasan yang tergerai sampai di tengkuk lehernya, dan yang paling mencolok, adalah kedua matanya yang berwarna keemasan dan juga memancarkan cahaya keemasan yang bersinar sangat samar sekali.
Berbeda dengan orang lain yang saat ini merasa sangat senang, anak kecil tersebut justru tengah memasang raut wajahnya yang terlihat khawatir. Sangat mengherankan sekali, padahal semua orang-orang tengah merasa senang dan gembira, tetapi sosok anak tersebut malah menunjukkan yang sebaliknya, tetapi sebenarnya, ada sesuatu hal yang menjadi alasan mengapa sosok anak kecil tersebut sama sekali tidak menunjukkan raut wajahnya yang terlihat senang, suatu alasan yang tidak dimiliki oleh orang lain selain dirinya.
Tetapi kemudian, pintu kamarnya tiba-tiba saja terbuka, dan memperlihatkan seorang wanita yang memiliki paras yang sangat cantik, tengah mendekatinya dengan sebuah senyuman lembut yang terlihat diwajahnya. Wanita tersebut mempunyai rambut panjang berwarna putih bersih, kedua matanya yang lebar dan wajahnya yang masih terlihat sangat cantik meskipun ia sudah berumur 25 tahun keatas.
"Zhao Feng, ayo kita pergi keluar untuk menyambut kedatangan ayahmu dan juga Kaisar Liu..." Ucap sosok tersebut dengan lembut, sembari mengelus lembut kepala putra semata wayangnya itu.
__ADS_1
Sosok wanita tersebut, ternyata adalah sosok Ibu dari anak kecil dengan kedua matanya yang berwarna keemasan tersebut, yang tidak lain dan tidak bukan adalah sosok Zhao Feng yang masih kecil. Zhao Feng kecil pun perlahan menolehkan kepalanya, menatap sosok ibu yang sangat ia sayangi tersebut dengan kedua matanya yang nampak masih sangat polos dan lugu.
Zhao Feng menatap ibunya yang tengah berdiri disampingnya dengan sebuah senyuman lembut diwajahnya, sosok wanita yang sangat ia sayangi dan cintai melebihi apapun di dunia ini, dialah Shui Yan Hui, sosok ibu dari Zhao Feng.
"Ibu, apakah semuanya akan baik-baik saja?" Tanya Zhao Feng kecil dengan suaranya yang terdengar lirih, menatap kearah ibunya dengan kedua matanya yang lebar.
"Tidak akan ada yang terjadi, putraku. Semuanya akan baik-baik saja." Balas Shui Yan Hui dengan senyuman lembutnya yang terlihat sangat indah dan penuh kasih sayang.
Shui Yan Hui pun menggandeng tangan kecil Zhao Feng, dan menuntunnya untuk keluar dari dalam kamarnya. Selama beberapa hari ini, Zhao Feng kecil selalu saja mengurung dirinya didalam kamar, yang bahkan membuat kedua orangtuanya merasa khawatir kepadanya. Entah apa yang terjadi kepadanya, tidak ada yang tahu pasti, tetapi nampaknya, setelah melihat raut wajah Zhao Feng yang sangat murung sekali, pastinya ada sesuatu hal yang tidak beres.
Meskipun Shui Yan Hui sudah tahu akan apa yang dialami oleh Zhao Feng kecil selama beberapa hari ini, tentunya ia juga merasa khawatir jika nantinya akan ada apa-apa dengan putra semata wayangnya tersebut. Tetapi suaminya, Shao Lan Yang memberitahunya bahwa Zhao Feng mulai merasakan kekuatannya sendiri dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Pada akhirnya, Shui Yan Hui dan Zhao Feng telah sampai didepan gerbang utama Sekte Seribu Bintang, semua orang yang melihat kedatangan keduanya, segera terdiam dan mulai membungkukkan tubuhnya kearahnya dan juga Zhao Feng. Semuanya harus hormat, karena Shui Yan Hui Adalah istri dari Tetua Utama Sekte Seribu Bintang, dan Zhao Feng adalah seorang anak jenius yang hanya muncul ribuan tahun sekali.
Zhao Feng bersama dengan ibunya, berdiri tepat didepan pintu utama Sekte Seribu Bintang, untuk menyambut sendiri kedatangan suaminya sekaligus Kaisar Liu yang tengah membawa suatu kejutan untuk Zhao Feng kecil. Suasana terasa semakin riuh sekali, saat rombongan dari Kekaisaran semakin dekat dengan Sekte Seribu Bintang.
Tidak berlangsung lama, rombongan kekaisaran telah sampai tepat dihadapan Shui Yan Hui dan juga Zhao Feng kecil, yang seketika membuat suasana kini kembali terasa sunyi. Hembusan angin juga terasa semakin kencang, karena tepat didepan Sekte, sudah banyak sekali Kultivator-Kultivator dengan Ranah Kultivasi yang sangat tinggi, salah satunya adalah Kaisar Liu itu sendiri.
"Kami selaku Tetua Sekte Seribu Bintang, menyambut kedatangan Yang Mulia Kaisar." Ucap ... Sembari membungkukkan badannya kearah rombongan kekaisaran yang kini telah berada dihadapannya.
Semua orang juga ikut membungkukkan badannya mengikuti Shui Yan Hui, begitu juga dengan Zhao Feng, meskipun masih berumur 4 tahun, ia sudah diajarkan tata krama dan norma-norma baik oleh kedua orangtuanya. Suasana terasa sangat sunyi sekali, yang terdengar hanyalah suara kibaran bendera-bendera Kekaisaran Liu yang tertiup oleh hembusan angin yang cukup besar.
Sampai pada akhirnya, dari dalam rombongan tersebut, keluar seorang pria yang mempunyai wajah tampan, raut wajahnya yang terlihat menindas dan mengintimidasi, serta wajahnya yang terlihat tampan. Pria tersebut tengah mengenakan pakaian khas Kekasaran Liu, sebuah jubah berwarna putih bersih, dengan lambang Naga berwarna emas dibagian dadanya, tengah menatap kearah Shui Yan Hui dan juga Zhao Feng dengan tatapannya yang tajam.
Bahkan Zhao Feng kecil sampai merasa ketakutan saat melihat sosok pria tersebut yang kini telah berada dihadapannya. Tidak hanya penampilannya yang terkesan menindas dan mengintimidasi, pancaran aura kekuatan pria tersebut sama sekali bukanlah main-main. Hanya dengan merasakan pancaran auranya saja, sudah membuat Zhao Feng kecil merasa begitu sangat sesak dengan penglihatannya yang mulai mengabur.
"Terimakasih atas sambutan dari kalian semua. Saya selalu Kaisar dari Kekaisaran Liu, mengucapkan terimakasih atas segala sambutan meriah kalian demi untuk menyambut kedatangan diriku ini." Ucap pria tersebut dengan suaranya yang lantang, menatap setiap orang yang berada disekitarnya dengan tatapan matanya yang begitu menyorot.
__ADS_1
Suasana masih terasa sangat sunyi, tidak ada seorangpun yang berani untuk bersuara, saat Sang Kaisar Liu Yang Shin terlihat tengah mengamati sekitarnya dengan begitu sangat seksama. Raut wajahnya terlihat datar, tanpa ada sedikitpun senyuman diwajahnya yang tampan, begitu sangat mengintimidasi sekali. Sampai pada akhirnya, terjadi sesuatu hal terhadap Sang Kaisar, yang langsung membuat orang-orang disekitarnya terkejut.
"Hahaha ... Aku bersungguh-sungguh berterimakasih kepada kalian semua! Walaupun kedatanganku begitu sangat mendadak, tapi kalian semua berhasil menyambut diriku ini dengan begitu meriah!" Ucap Kaisar Liu Yang Shin dengan lantang, dengan diiringi tawanya yang terdengar begitu sangat menggelegar.
Setiap mata dari orang-orang yang melihat perubahan mendadak dari sikap Kaisar Liu Yang Shin yang sebelumnya sangat dingin dan mengintimidasi, menjadi begitu hangat, tentunya merasa sangat terkejut setengah mati. Suasana terasa hening selama beberapa detik, sampai pada akhirnya orang-orang mulai berteriak-teriak dengan riuh, begitupun dengan Kaisar Liu itu sendiri.
"Putriku, kemarilah!" Teriak Sang Kaisar pada rombongannya, memanggil putrinya untuk datang kepadanya.
Semua mata orang-orang seketika tertuju pada rombongan kekaisaran, sampai pada akhirnya, sesosok gadis kecil mulai terlihat keluar dari dalam rombongan tersebut. Parasnya yang sangat cantik, raut wajahnya yang terlihat sangat bahagia, senyuman indah yang terbentuk diwajahnya yang cantik dan imut, rambut panjangnya yang berwarna putih, sungguh, gadis kecil tersebut seperti seorang Malaikat, membuat semua orang yang melihatnya seketika terkagum-kagum, tidak terkecuali bagi Zhao Feng kecil itu sendiri.
Zhao Feng mengedipkan kedua matanya selama beberapa detik, menyadari bahwa ia telah kembali teringat dengan salah satu kenangan indah yang masih ia simpan dengan baik dalam memorinya. Tak terasa, waktu telah berjalan dengan begitu sangat cepat, yang nyatanya mampu untuk merubah semua hal di dunia ini dengan begitu cepat pula, tak terkecuali bagi Zhao Feng itu sendiri.
Sebelumnya, ia adalah seorang jenius yang digadang-gadang hanya akan muncul selama ribuan tahun sekali. Tetapi kini, ia telah dianggap sebagai seorang sampah oleh orang-orang yang dulunya memuja dirinya. Zhao Feng tidak mempermasalahkan jika semua orang akan menganggapnya sebagai seorang sampah untuk selama-lamanya, tetapi, ia sangat mempermasalahkan orang-orang yang telah membunuh kedua orangtuanya dulu.
Walaupun ia sudah berusaha untuk mengikhlaskan setiap rasa sakit yang telah mereka berikan kepadanya, hanya ada satu hal saja yang tidak akan pernah ia ikhlaskan, yakni, pembunuhan tragis kedua orangtuanya dulu. Semakin ia mengingat apa yang terjadi di malam penuh darah tersebut, maka semakin besar pula kebencian dan rasa dendam yang terbentuk didalam dirinya.
Namun disaat-saat Zhao Feng tengah merasakan setiap kebencian, amarah dan rasa dendam yang kian menjadi-jadi dalam dirinya, tiba-tiba saja ia merasakan ada sesuatu hal yang mengenai kepalanya dengan begitu keras.
Tekk!
Sebuah batu kecil menerpa kepala bagian Zhao Feng, yang langsung membuat pemuda tersebut memasang kewaspadaan tingkat tinggi. Dengan kedua matanya yang memancarkan kobaran api berwarna keemasan yang bersinar samar, ia memperhatikan sekitarnya dengan begitu sangat seksama. Bagaimanapun juga, sosok yang telah melemparinya sebuah batu bukanlah seorang Kultivator biasa, pasti orang tersebut adalah seorang Kultivator dengan Ranah Kultivasi yang tinggi.
Bahkan Zhao Feng sama sekali tidak merasakan jika batu tersebut tengah melesat kearah kepalanya, bahkan ia juga sama sekali tidak dapat mendengar deru angin sedikitpun akibat hasil dari gesekan permukaan batu tersebut dengan udara. Juga, dengan Mata Surgawi saja ia masih tidak bisa mengetahui keberadaan sosok tersebut, membuatnya semakin yakin jika sosok tersebut merupakan Seorang Kultivator yang mempunyai Ranah Kultivasi yang tinggi.
Karena tidak dapat merasakan keberadaan sosok tersebut lagi, Zhao Feng langsung membatalkan kekuatan Mata Surgawi miliknya. Tidak hanya karena mengaktifkan kekuatan Mata Surgawi membutuhkan Energi Qi yang begitu amat sangat besar, Zhao Feng juga merasa bahwa sosok tersebut telah pergi menjauh darinya.
"Hahhh!"
__ADS_1
Zhao Feng hanya bisa menghela nafas panjang saat menyadari bahwa akan ada kejutan lain lagi yang akan datang kepada suatu hari nanti, meskipun tidak pasti, tetapi ia yakin jika hal tersebut pasti akan terjadi kepadanya. Ia pun memandangi sebuah batu yang sebelumnya mengenai kepalanya tersebut yang kini sudah berada diatas tanah dihadapannya, ia mengamati batu tersebut dengan seksama, sampai pada akhirnya ia menyadari adanya suatu keanehan disana. Sebuah senyuman lembut pun seketika terbentuk diwajahnya, saat ia menyadari siapa sosok yang sebelumnya melemparinya dengan batu tersebut.