
Chapter 14.
Zhao Feng memandangi tubuh Kalajengking Racun Malam yang telah kaku, pertanda bahwa jiwa dari sang Kalajengking telah melayang.
Zhao Feng menghela nafas lega, pada akhirnya hari ini bukanlah hari terakhirnya, dan ia merasa senang akan itu. Namun ada sesuatu yang harus dilakukannya sekarang, yaitu membersihkan Racun Malam yang ada di tubuhnya.
Namun sebelum Zhao Feng melakukan itu semua, ia perlahan mendekati tubuh Kalajengking Racun Malam yang telah mati, dan menyobek salah satu bagian dagingnya. Setelah itu ia berjalan mendekati Yun Zae Si yang terlihat tengah berdiri mematung.
"Apa kamu ingin makan daging bakar Kalajengking Racun Malam?"
Zhao Feng bertanya kepada Yun Zae Si dengan senyuman lebar, sebelum pandangannya mulai mengabur. Dan...
Bruk!
Pandangan dari Zhao Feng tiba-tiba menggelap, yang berarti bahwa ia telah kehilangan seluruh kesadarannya. Namun ia tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, sebab ia bisa mempercayakan kondisinya kepada Yun Zae Si.
...----------------...
"Ehhh..."
Zhao Feng perlahan membuka kedua matanya, dan mendapati langit biru yang tengah membentang dengan begitu cerah. Ia cukup terkejut, saat menyadari bahwa dirinya masih bernyawa sampai saat ini.
"Gadis inj, aku terlalu meremehkannya..."
Zhao Feng berkata dengan lirih sembari tersenyum ringan, ia tidak menyangka bahwa Yun Zae Si memiliki kemampuan untuk menjaganya tetap hidup. Suatu hal yang mengejutkan, padahal gadis itu sebelumnya telah bertindak dengan begitu bodoh.
Zhao Feng perlahan mencoba untuk membangunkan tubuhnya, dan merasakan sedikit sakit di seluruh tubuhnya. Namun rasa sakit itu sudah tidak begitu sakit, dibandingkan rasa sakit saat ia tengah dihajar oleh sang Guru dulu.
Zhao Feng perlahan bangkit dan mulai berjalan menyusuri area sekelilingnya, ia hanya ingin memastikan dimana ia berada saat ini, guna untuk berjaga-jaga saja.
"Feng Gege!"
Namun pada saat Zhao Feng tengah asyik memandangi area sekelilingnya, tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh suara seorang gadis dari arah belakangnya.
Belum sempat Zhao Feng menoleh untuk melihat sosok gadis itu, ia tiba-tiba saja dikejutkan setelah ia merasakan sebuah pelukan hangat dari arah belakang.
"Kakak Feng! Aku sangat senang melihatmu bisa bangkit kembali!"
Zhao Feng hanya bisa terdiam saat menyadari bahwa yang memeluknya adalah Yun Zae Si, sesosok gadis yang baru saja ditemuinya beberapa hari yang lalu.
"Terimakasih sudah menjagaku."
Zhao Feng berkata dengan suara yang hangat, ia merasa sangat senang, saat menyadari bahwa Yun Zae Si selama ini telah merawatnya, bahkan ia sebelumnya berpikir bahwa gadis ini telah pergi meninggalkannya. Namun ia senang bahwa semua dugaannya itu telah salah.
Yun Zae Si sontak melepaskan pelukannya dari tubuh Zhao Feng, yang membuat Zhao Feng sedikit terkejut. Namun pada saat ia melihat wajah dari Yun Zae Si yang telah memerah, ia menjadi sedikit paham tentang perasaan yang telah dirasakan oleh gadis dihadapannya itu.
**Entah kenapa gadis ini mengingatkan ku kepada Zhao Ling.**
Zhao Feng berkata dalam hati sembari tersenyum lembut, ia sangat merindukan adik perempuan kecilnya yang sangat ia sayangi itu. Entah apa yang sedang terjadi padanya, yang jelas ia hanya bisa mendoakan sang adik agar bisa menjadi sesosok gadis yang hebat, yang mampu membanggakan Sekte Seribu Bintang.
Zhao Feng tersenyum lembut saat melihat tingkah laku dari Yun Zae Si, entah kenapa tingkah laku dari gadis dihadapannya itu sama seperti tingkah laku adiknya dulu.
"Aku akan membersihkan diriku."
Namun Zhao Feng pada akhirnya memutuskan untuk pergi membersihkan dirinya, sebab ia menyadari bahwa aroma dari Darah Kalajengking Racun Malam masih tercium dari tubuhnya.
"Baiklah..."
__ADS_1
Yun Zae Si menjawab dengan suara yang sangat pelan, namun masih mampu untuk didengar oleh Zhao Feng. Menyadari bahwa suasana akan semakin canggung jika ia masih berada disini, Zhao Feng tanpa membuang-buang waktu segera berjalan pergi untuk mencari aliran sungai terdekat.
...----------------...
Zhao Feng pada akhirnya sampai pada sebuah sungai yang memiliki air yang sangat jernih, bahkan ia dapat melihat ikan yang tengah berenang di dalamnya.
Tanpa pikir panjang, Zhao Feng dengan cepat melepaskan seluruh pakaiannya dan melompat ke dalam air sungai yang terlihat sangat menyejukkan.
Byuur!
Benar saja, setelah Zhao Feng berendam di dalam air sungai, ia merasakan sejuknya air yang begitu menenangkan baginya. Ditambah lagi dengan pemandangan asri di sekitarnya, semakin menambah suasana kedamaian tersendiri baginya.
Namun ia tidak ingin untuk membuang-buang waktu lebih lama lagi, mengingat waktu yang terus berjalan. Bahkan saat ini saja ia sudah merasa sangat telat dari target awalnya, oleh sebab itu ia tidak ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi.
Setelah membersihkan seluruh tubuhnya, Zhao Feng juga sempat menangkap beberapa ekor ikan yang kebetulan tengah berenang disekitarnya. Setelah memastikan tidak ada sesuatu yang mencurigakan, pada akhirnya Zhao Feng memutuskan untuk kembali ke tempat Yun Zae Si berada.
...----------------...
Zhao Feng berjalan pelan sembari menikmati suasana asri disekitarnya, walaupun hutan ini penuh dengan Spiritual Beast, namun keindahan hutan ini masihlah tiada bandingnya.
Setelah menghabiskan beberapa menit dalam perjalanan, Zhao Feng pada akhirnya sampai di tempat dimana Yun Zae Si berada. Dan ia bisa melihat, bahwa gadis itu tengah terduduk sembari mencoba untuk menyalakan api unggun.
Bush!
Pada satu kedipan mata saja, muncul api yang lumayan besar dari telapak tangan Yun Zae Si, pertanda bahwa gadis itu memiliki elemen api.
"Zae Si, aku telah membawa beberapa ekor ikan untuk kita berdua makan."
Zhao Feng berkata sembari menyerahkan 4 ekor ikan kepada Yun Zae Si, sebab ia tahu bahwa gadis dihadapannya ini mempunyai nafsu makan yang begitu besar. Oleh sebab itu ia membawakan 4 ekor ikan, 3 untuk Yun Zae Si, dan yang satu untuk dirinya sendiri.
"Terimakasih!"
Setelah semuanya dirasa bersih, Yun Zae Si segera membakar keempat ikan itu diatas api unggun. Rasa laparnya sudah tidak dapat dikompromi, mengingat selama beberapa hari ini ia belum makan, sebab ia harus menjaga Zhao Feng sepanjang waktu.
"Maaf jika aku telah menyusahkan dirimu, Nona Yun."
Zhao Feng tentu saja tahu bahwa selama ia tidak sadarkan diri, Yun Zae Si lah yang selalu menjaganya. Meskipun Racun Malam tidak sembuh sepenuhnya dari tubuhnya, namun ia merasa sangat berterimakasih kepada Yun Zae Si yang telah menjaganya.
"Tidak apa-apa, kakak Feng. Aku lah yang seharusnya berterimakasih kepadamu, jika tidak aku pasti sudah kehilangan nyawaku sebelumnya."
Yun Zae Si berkata dengan penuh kelembutan, ia merasa bahwa dirinya sendirilah yang seharusnya berterimakasih, mengingat bahwa pengorbanan dari Zhao Feng begitu sangat besar untuknya.
Mendengar perkataan dari Yun Zae Si, membuat hati dari Zhao Feng menghangat. Ia merasa bahwa Yun Zae Si berbeda dari gadis-gadis yang ada di Sekte Seribu Bintang, oleh sebab itulah mulai saat ini ia akan melindungi gadis itu selama dirinya masih bersama dengannya.
"Terima ini, kakak Feng."
Yun Zae Si perlahan menyerahkan dua ekor ikan bakar kepada Zhao Feng, namun Zhao Feng hanya mengambil satu ekor ikan bakar.
"Aku hanya makan satu, makanlah sisanya, aku tahu bahwa kamu belum makan selama beberapa hari ini."
Zhao Feng berkata dengan suara lembut, ia tahu bahwa Yun Zae Si tidaklah makan selama beberapa hari ini. Mengapa ia tahu? Karena ia tahu bahwa Racun Malam akan mengeluarkan efek yang begitu parah pada tubuh seseorang selama 4-5 hari, dan kondisi dari orang itu juga harus di cek secara rutin.
"Tapi-"
Namun sebelum Yun Zae Si membantah, Zhao Feng telah terlebih dahulu menutup mulut dari gadis itu. Dengan penuh kelembutan, ia menyuapi Yun Zae Si, alhasil tindakan dari Zhao Feng seketika langsung membungkam mulut dari gadis tersebut.
"Makanlah."
__ADS_1
Zhao Feng berkata sembari tertawa ringan, sebab tindakan yang baru saja dilakukannya adalah suatu tindakan yang sama persis ia lakukan dulu saat ia membungkam mulut adik kecilnya.
Tanpa ada sepatah kata pun lagi, kedua pemuda-pemudi itu memulai kegiatannya masing-masing. Dengan diiringi kicauan para burung, suasana yang ada disekitar pemuda-pemudi itu mulai menghangat, yang menandakan bahwa hubungan dari keduanya semakin mengerat.
...----------------...
Cahaya dari sang Surya telah berpindah ke ufuk barat, pertanda bahwa hari akan menjelang malam. Namun untungnya saat ini Zhao Feng dan juga Yun Zae Si sudah berada tak jauh dari pemukiman warga sekitar.
Tentunya hal ini membuat Zhao Feng menjadi sedikit senang, sebab ia tidak pernah merasakan nyenyak dalam tidurnya, karena ia selalu mempertahankan separuh kesadarannya guna untuk berjaga-jaga.
"Kakak Feng! Lihat ada lampu!"
Yun Zae Si berkata dengan sedikit antusias, saat ia melihat gemerlap cahaya yang terlihat tak jauh darinya. Cahaya-cahaya itu tak lain berasal dari pemukiman warga, yang menandakan bahwa perjalanan mereka hampir sampai pada tujuan.
Setelah menghabiskan beberapa saat dalam perjalanannya, pada akhirnya Zhao Feng dapat melihat begitu banyak rumah-rumah yang telah berdiri dengan sangat kokoh. Begitu banyak lampu-lampu yang bercahaya, yang menandakan bahwa desa itu merupakan sebuah desa yang cukup besar.
"Berhenti! Biaya untuk masuk ke desa ini adalah sebesar 1 koin emas per orang!"
Namun pada saat Zhao Feng dan juga Yun Zae Si hendak melangkah masuk kedalam desa, mereka berdua tiba-tiba dihadang oleh sesosok penjaga yang menjaga pintu masuk desa.
"Apa? Tapi kulihat para pendatang-pendatang itu masuk tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun!"
Zhao Feng yang sebelumnya melihat bahwa pedagang-pedagang dapat masuk tanpa memungut biaya sepeserpun, tentu saja ia dibuat kebingungan oleh tarif yang baru saja dikatakan oleh penjaga pintu masuk desa.
"Mereka telah lama berbisnis disini, untuk orang baru, tarif satu keping koin emas memang sudah diterapkan oleh desa ini semenjak lama."
Penjaga itu berkata dengan penuh arogan, yang membuat Zhao Feng terheran-heran. Namun ia pada akhirnya membayar sebesar dua keping koin emas, guna untuk menghindari masalah.
Tentu saja melawan penjaga itu merupakan hal yang sangat mudah bagi Zhao Feng, namun ia masih tidak tahu menahu tentang seluk beluk desa ini. Ia tidak ingin membuat masalah, yang bisa saja membuat kehidupannya berakhir sia-sia.
"Kakak Feng, sepertinya penjaga tadi telah menipu kita berdua."
Yun Zae Si yang juga menyadari sebuah keanehan, pada akhirnya berkata kepada Zhao Feng. Namun hanya dibalas oleh senyuman ringan oleh Zhao Feng, tanpa mengatakan sepatah katapun.
Namun baru saja beberapa langkah dari pintu masuk desa, tiba-tiba saja mereka berdua dihadang oleh dua orang pemuda yang entah muncul darimana.
"Saudaraku, serahkan seluruh kekayaan mu, maka aku akan mengampuni nyawamu!"
Salah seorang pemuda itu berkata dengan suara sinis, dengan diiringi tawa oleh pemuda disampingnya. Kini Zhao Feng telah sadar, bahwa penjaga pintu masuk desa sebelumnya juga merupakan komplotan dari para pencuri-pencuri ini.
"Maaf, Saudaraku. Aku sudah tidak mempunyai kekayaan lagi."
Zhao Feng berkata sembari sedikit membungkukkan badannya, sebab ia masih tidak ingin membuat sebuah masalah. Lebih baik menghindari hal-hal yang akan terjadi, daripada harus memperbaiki hal-hal yang telah terjadi.
"Kalau begitu, sebagai gantinya, serahkan gadis itu kepada kami!"
Salah seorang pemuda tersebut kembali berkata sembari menunjuk Yun Zae Si yang tengah berdiri disamping Zhao Feng.
"Dasar pemuda brengsek!"
Yun Zae Si sontak saja marah setelah mendengar perkataan dari pencuri-pencuri dihadapannya itu. Tentu saja ia merasa sangat marah, saat menyadari bahwa kehormatannya sebagai seorang wanita telah diinjak-injak oleh kedua pemuda brengsek dihadapannya.
"Maaf, Saudaraku. Namun jangan salahkan aku jika kalian berdua tidak akan bisa melihat cahaya Matahari lagi di esok hari."
Namun pada saat Yun Zae Si hendak menghajar kedua pemuda yang telah merendahkan dirinya, tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh suara dari Zhao Feng yang terdengar begitu sangat dingin.
Perlahan Zhao Feng mengangkat tubuhnya, dengan diiringi suasana yang semakin dingin. Cahaya bulan yang sebelumnya telah bersinar dengan sangat terang, kini telah meredup sebab dihadang oleh gelapnya awan hitam yang begitu sangat tebal.
__ADS_1
Kini kedua pemuda itu telah membuat sebuah kesalahan yang begitu sangat besar, yang akan membawa keduanya pada sebuah konsekuensi yang tidak pernah akan pernah terbayangkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...