Pendekar Penakhluk Surga

Pendekar Penakhluk Surga
Chapter 26 : Pemberian Tak Ternilai Dari Sang Guru


__ADS_3

Chapter 26.


Amukan alam semakin mengganas, menghancurkan apapun tanpa menyisakan sedikitpun yang tersisa. Hujan turun dengan sangat deras, langit dikerumuni oleh awan-awan hitam yang memunculkan petir-petir berwarna keemasan yang menyambar-nyambar.


Sementara itu, di kedalaman hutan Ilusi Tiada Akhir, nampak sebuah petir besar berwarna keemasan yang menyambar salah satu titik dibagian dalam hutan tersebut. Petir tersebut sangat besar sekali, bahkan sampai dapat dilihat sampai di Istana Kekaisaran Liu, dan dampaknya sampai bisa dirasakan di wilayah Kekaisaran tetangga.


Bzttt! Bzttt!


Petir besar berwarna keemasan tersebut menyambar tubuh Zhao Feng tanpa ampun, walaupun Zhao Feng sudah kehilangan kesadarannya, tetapi petir tersebut masih menyambar tubuhnya tanpa henti. Sang Guru yang melihatnya juga sempat merasa khawatir, karena muridnya itu sudah cukup lama tidak mendapatkan kembali kesadarannya, ia takut, jika sampai Zhao Feng termakan tipu daya licik yang ia lihat dalam penglihatannya.


Tetapi kemudian, petir besar tersebut dibuat semakin menyusut, aliran listriknya nampak mulai masuk kedalam tubuh Zhao Feng. Bersamaan dengan itu pula, hujan yang sebelumnya turun dengan sangat deras, kini mulai mereda, begitupun dengan amukan alam yang sebelumnya mengganas, kini mulai kembali tenang.


"Bagus! Zhao Feng sama sekali tidak termakan oleh tipu daya hasrat kutukannya! Kau benar-benar sangat menakjubkan, Muridku!" Ucap Sang Guru lirih sembari mengurai senyuman lembut diwajahnya yang tidak lagi muda.


Semakin lama, petir besar tersebut semakin menyusut, saat energi alam melimpah yang terkandung dalam petir tersebut telah banyak diserap oleh tubuh Zhao Feng. Tidak lama setelah itu, kedua mata Zhao Feng tiba-tiba saja terbuka, dan memancarkan cahaya keemasan yang bersinar dengan sangat terang. Pada keduanya, memancarkan seberkas api berwarna keemasan yang nampak transparan, pertanda bahwasanya ia telah berhasil membangkitkan kembali Mata Surgawi.


Swoosh! Ctarrr!


Tetapi nampaknya, petir besar tersebut sama sekali tidak rela jika semua energi alamnya diserap seluruhnya oleh Zhao Feng. Dengan sisa-sisa energi alam terakhir, petir tersebut mencoba untuk menghancurkan tubuh Zhao Feng berkeping-keping, dengan cara memperpadat energi alam agar tubuh Zhao Feng kesulitan untuk menyerapnya dan pada akhirnya tubuhnya akan meledak.


Merasakan bahwa energi alam yang ia serap semakin lama semakin memadat, Zhao Feng justru sama sekali tidak merasa panik. Semakin padat energi alam yang ia serap, maka akan semakin berkembang pula Kualitas Tulangnya dan akan semakin banyak pula lingkaran Qi yang berada dalam Dantiannya. Meskipun mengolah energi alam yang padat itu sangatlah sulit, tetapi dengan dibantu oleh Sang Guru, semuanya pasti akan berjalan lancar.


Sementara itu, Sang Guru yang melihat bahwa Petir Kesengsaraan berniat untuk menghancurkan tubuh muridnya, tentunya tidak akan membiarkan hal tersebut sampai terjadi. Ia mulai menutup kembali kedua matanya, dan memfokuskan semua energi alamnya untuk ia berikan pada Zhao Feng, supaya muridnya itu tidak kehabisan energi Qi nya saat proses pengolahan energi alam berlangsung.


Blastt!


Petir Kesengsaraan tiba-tiba saja kembali tertarik keatas langit dan meledak diatas sana, menghempaskan awan-awan tebal berwarna hitam dengan seketika. Cahaya Matahari kini kembali bersinar untuk menyinari dunia dari kegelapan yang menakutkan, mengakhiri amukan alam yang tidak berkesudahan.


Swoshh!


Kedua mata Zhao Feng masih diselimuti oleh api berwarna keemasan yang berkobar-kobar, membuat Sang Guru yang melihatnya tidak bisa untuk tidak mengurai senyuman diwajahnya. Kini muridnya telah berhasil untuk membangkitkan Mata Surgawi kembali, meskipun, Ranah Kultivasinya masih tertinggal cukup jauh. Tetapi tidak apa, dengan Mata Surgawi, Zhao Feng saat ini tentunya tidak akan mendapatkan masalah yang berarti, kecuali jika pemuda tersebut mencari masalah dengan Kultivator Ranah Kultivasi Langit keatas.


Dengan Ranah Kultivasi Prajurit Bintang *Bintang 2, Zhao Feng memancarkan suatu tekanan Qi yang begitu sangat menindas. Sungguh kemajuan yang sangat luar biasa sekali, dari yang awalnya berada pada Ranah Kultivasi Pendekar Emas Bintang 3 menuju Ranah Kultivasi Prajurit Bintang *Bintang 2 dalam sehari saja, tentunya benar-benar sangat menentang Surga.

__ADS_1


"Selamat, Muridku! Sungguh kau benar-benar sangat menakjubkan!" Ucap Sang Guru dengan senyuman lebar diwajahnya, menatap Zhao Feng dengan penuh kelembutan dan kebanggaan.


Zhao Feng melayang pelan di udara, melewati danau Ilusi yang sangat berbahaya untuk diarungi. Dengan menggunakan Teknik Meringankan Tubuh, Zhao Feng tidak perlu susah-susah lagi untuk berenang melewati air danau Ilusi yang mematikan untuk bisa sampai ke tepian


"Murid tidak akan bisa sampai sejauh ini tanpa bantuan dan arahan dari Guru..." Ucap Zhao Feng penuh dengan rasa hormat sembari berlutut dihadapan Sang Guru.


"Kerja bagus, Muridku. Kau berhasil mengalahkan tipu daya muslihat yang mencoba untuk menjerumuskan dirimu ke jalan yang penuh dengan kegelapan. Apa yang kau lihat itu sama sekali tidak akan pernah terjadi, itu hanya sebatas tipu daya saja, jadi kau tidak perlu khawatir tentang itu." Jelas Sang Guru secara merinci, agar Zhao Feng tidak terlalu mengkhawatirkan tentang semua hal buruk yang telah ia lihat.


"Untuk seminggu berikutnya, aku ingin kau menguatkan pondasi Kultivasimu terlebih dahulu, agar kau tidak akan mendapatkan masalah dikemudian hari." Lanjut Sang Guru dengan lembut sebelum berlalu meninggalkan Zhao Feng seorang diri.


...----------------...


"Zhao Feng, aku berikan cincin Dimensi ini padamu. Didalamnya, ada banyak sekali sumber daya yang akan membantumu untuk menerobos ke Ranah Kultivasi selanjutnya. Untuk membuat cincin ini mengakuimu sebagai tuannya, cukup kau teteskan darahmu pada cincin ini." Ucap Sang Guru sembari memberikan sebuah cincin berwarna biru dengan selingan berwarna merah pada Zhao Feng.


Zhao Feng menerimanya dengan senang hati, siapa yang tidak ingin mendapatkan bantuan besar untuk meningkatkan Kultivasinya? Hanya orang bodoh yang tidak akan mau menerima sebuah cincin Dimensi, apalagi didalamnya ada begitu banyak sekali sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh seorang Kultivator.


Dengan cepat, Zhao Feng mengeluarkan belati kecil dari balik jubahnya, dan segera menyayat telapak tangan kanannya. Darah segar seketika mengalir keluar dari luka yang telah ia buat, ia meneteskan darahnya pada cincin Dimensi tersebut agar cincin tersebut dapat menjadi miliknya sepenuhnya.


"Untuk masuk kedalam cincin Dimensi, cukup pejamkan kedua matamu dan satukan kesadaranmu dengan cincin tersebut. Maka kau akan dapat masuk kedalamnya. Untuk keluar, cukup lepaskan kesadaranmu dari cincin tersebut, maka kau akan bisa keluar." Jelas Sang Guru, menjelaskan kepada Zhao Feng bagaimana cara kerja Cincin Dimensi.


Zhao Feng yang mendengar penjelasan dari Sang Guru, hanya bisa manggut-manggut saja. Ia dengan lekas mencoba untuk masuk kedalam dimensi cincin tersebut, ia perlahan menutup kedua matanya, dan menyatukan kesadarannya pada cincin yang sudah terpakai pada jari kelingking kanannya tersebut.


Swuush!


Belaian angin lembut menerpa wajah Zhao Feng, membawa perasaan tenang sekaligus menyejukkan. Ia perlahan membuka kedua matanya, dan mendapati bahwa dirinya sudah berada di tempat lain. Dihadapannya, nampak tumpukan koin koin emas yang menjulang tinggi layaknya sebuah bukit kecil. Disela-sela koin-koin tersebut, ia dapat melihat berbagai tumbuhan langka yang merupakan bahan-bahan pembuatan Pil dan juga gulungan-gulungan Teknik dan juga Kitab.


Zhao Feng melongo saat melihat begitu banyaknya sumber daya dihadapannya, benar-benar sangat menakjubkan! Belum pernah sekalipun ia melihat kekayaan yang sangat luar biasa banyak seperti ini, sepertinya Sang Guru memiliki banyak rahasia lain yang masih belum ditunjukkan kepadanya. Sudah cukup Zhao Feng melihat tumpukan sumber daya yang sangat banyak ini, dan ia memutuskan untuk keluar dari Dimensi cincin ini. Ia kembali menutup kedua matanya, dan melepaskan kesadarannya dari cincin Dimensi.


Swuush!


Belaian angin lembut kembali terasa di wajah Zhao Feng, membawa perasaan ketenangan dan kelembutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Kemudian, ia kembali membuka kedua matanya, dan mendapati bahwa ia saat ini tengah berada di Hutan Ilusi Tiada Akhir. Dihadapannya bahkan nampak Sang Guru yang tengah menatapnya sembari tersenyum tipis, dengan sebuah pedang berwarna keemasan yang masih tertancap disampingnya.


"Terimakasih, Guru." Zhao Feng menyatukan tinjunya dan berlutut dihadapan Sang Guru sebagai bentuk rasa terimakasih yang tidak terhingga atas semua yang diberikan oleh Sang Guru kepadanya.

__ADS_1


"Kau sungguh Murid yang sangat sopan, Zhao Feng. Pantas saja Mata Surgawi memilih dirimu untuk menjadi penerusnya..." Ucap Sang Guru lembut sembari tersenyum tipis.


"Untuk sekarang, kau bisa lihat disampingku bahwa ada sebuah pedang disini. Pedang ini adalah pedang yang pernah digunakan oleh Pewaris pertama Mata Surgawi untuk menumpas Raja Iblis. Tetapi fisik dari pedang ini telah menghilang, dan yang bisa kau lihat ini hanyalah jiwanya saja." Ucap Sang Guru menjelaskan perihal pedang keemasan yang tertancap disebelahnya.


"Pedang ini hanya bisa digunakan oleh Pewaris Mata Surgawi, seorang Pewaris Mata Surgawi tidak akan sepenuhnya dapat memaksimalkan potensinya tanpa pedang ini. Karena itulah, aku akan menanamkan jiwa pedang ini pada jiwamu. Jiwa pedang ini akan mengantarkan dirimu kepada bentuk fisiknya." Lanjut Sang Guru dengan suaranya yang terdengar datar, dan kemudian, ia mencabut jiwa pedang tersebut.


Pedang keemasan tersebut kini telah berada dalam genggaman tangan kanan Sang Guru, membuat Zhao Feng yang melihatnya tidak bisa untuk tidak merasa takjub akan pemandangan tersebut. Pedang tersebut memancarkan kobaran api berwarna keemasan disepanjang bilahnya, sangat kontras sekali dengan kobaran api yang diciptakan oleh Mata Surgawi Zhao Feng.


"Bersiaplah!" Sang Guru memperingatkan Zhao Feng untuk bersiap, karena proses penyatuan akan segera dimulai.


Zhao Feng perlahan menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara lembut. Setelah dirasa ia sudah siap, Zhao Feng menganggukkan kepalanya pelan kearah Sang Guru sebagai pertanda bahwa proses penyatuan dapat dimulai.


Sang Guru mulai mengalirkan energi Qi pada jiwa pedang tersebut, yang membuat pedang tersebut semakin memancarkan api berwarna keemasan yang berkobar-kobar. Suhu disekitarnya juga mulai memanas, akibat dari energi Qi milik Sang Guru yang kini diserap oleh jiwa pedang tersebut. Dengan sekali hentakkan saja, Sang Guru melemparkan jiwa pedang tersebut tepat kearah dahi Zhao Feng.


Clash!


"Arghh!"


Zhao Feng berteriak histeris, tubuhnya terdorong beberapa langkah kebelakang saat rasa panas yang teramat mulai terasa tepat didahinya. Pemuda tersebut terus menerus memegangi dahinya yang mulai mengeluarkan asap transparan, sembari terus menerus berteriak histeris karena kesakitan.


"Dasar lemah! Hanya ini saja kau kesakitan?" Hina Sang Guru pada Zhao Feng dengan sinis.


Dalam hatinya, Zhao Feng terus menerus menggerutu setelah mendengar hinaan dari Sang Guru padanya. Hanya ini saja katanya? Benar-benar keterlaluan! Bagaimana bisa Sang Guru menghinanya seperti ini padahal ia belum pernah merasakan sakit yang teramat karena proses ini?!


"Aku bisa mendengarmu, bocah!" Umpat Sang Guru dengan kesal.


Gerutuan Zhao Feng seketika terhenti setelah mendengar umpatan dari Sang Guru. Ia lupa, bahwa Gurunya itu dapat mendengar perkataan hati orang lain yang berada didekatnya. Zhao Feng tidak melanjutkan gerutuannya lagi dan memfokuskan dirinya untuk menahan semua rasa sakit yang teramat ini.


Dahinya terasa seperti tengah dibakar oleh api yang mempunyai panas yang jauh berkali-kali lipat dengan semua api yang pernah ia temui di dunia ini. Otaknya terasa mendidih, kedua matanya juga terasa ikut mendidih, sungguh sangat menyakitkan sekali baginya. Proses penyatuan jiwa pedang dengan jiwa Zhao Feng berlangsung selama beberapa menit, sebelum pada akhirnya bersatu menjadi satu kesatuan.


Asap transparan mulai menyelimuti seluruh wajah Zhao Feng, membuat Sang Guru yang melihatnya semakin tersenyum lebar. Jiwa pedang yang selama berabad-abad ini selalu menantikan kedatangan Tuan barunya, pada akhirnya telah menemukan Tuannya yang telah ditunggu-tunggu olehnya. Dengan ini juga, Pewaris Mata Surgawi telah menemukan sebagian kekuatannya dan hanya tersisa sedikit lagi sebelum semua kekuatannya yang terpecah berhasil dikumpulkan secara lengkap, sampai disaat dimana hari itu telah tiba, bahkan Dewa Jatuh dan Raja Iblis pun tidak akan mampu untuk mengalahkannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2