
Chapter 12.
Cahaya dari sang Surya yang sebelumnya bersinar dengan sangat gagah, kini perlahan mulai meredup, dan digantikan oleh gelapnya malam yang begitu menenangkan.
Disebuah hutan yang tidak tahu berada dimana, nampak dua orang anak manusia yang tengah menikmati keindahan malam yang begitu sangat indah.
Kedua anak manusia itu tak lain adalah Zhao Feng, dan juga gadis yang baru saja ditemuinya. Setelah berbincang-bincang dengan gadis itu, ia kini menjadi tahu alasan mengapa gadis itu bisa sampai kesini.
Sebelumnya gadis itu bersama dengan rombongannya tengah melakukan perjalan untuk menuju Kekaisaran, namun gagal saat mereka semua disergap oleh binatang buas dan juga Spiritual Beast.
Semua pengawalnya telah tewas dengan mengenaskan, dan hanya menyisakan gadis itu seorang diri. Setelah melewati pertempuran yang panjang, pada akhirnya gadis itu berniat untuk mandi di sungai, guna untuk membersikan darah dan juga kotoran yang menempel di tubuhnya.
Dan setelah itulah kejadian sebelumnya terjadi, dimana Zhao Feng yang entah darimana muncul. Tentu saja gadis itu merasa sangat marah saat menyadari bahwa ada seorang pemuda yang telah melihat seluruh tubuhnya, dan pada akhirnya kesalahpahaman itu terjadi.
Zhao Feng sedikit menyesal telah melakukan tindakan yang buruk pada gadis itu, sebenarnya ia sangat tidak ingin berbuat seburuk itu, namun jika ia tidak berbuat seperti itu, maka bisa saja nyawanya yang melayang.
"Ini, makanlah."
Zhao Feng berkata dengan sedikit acuh, namun sudah tidak terdengar dingin. Gadis itu perlahan menerima daging kelinci yang telah Zhao Feng bakar, guna untuk mengganjal perut mereka berdua selama beberapa hari.
Gadis itu makan dengan sangat lahap, yang menandakan betapa laparnya dia. Dalam sekejap saja, daging kelinci yang berukuran cukup besar, kini telah habis tanpa sisa.
Namun setelah memakan semua daging miliknya, Zhao Feng nampak bahwa gadis itu masih merasakan lapar. Oleh sebab itu, ia menyerahkan daging miliknya untuk dimakan oleh gadis itu.
"Makanlah."
Zhao Feng menyodorkan daging miliknya kepada gadis itu, namun hanya dibalas gelengan kepala oleh gadis itu.
"Tidak, aku sudah makan. Jika aku memakan punyamu, maka kamu sendiri yang tidak makan malam ini."
Gadis itu menolak tawaran dari Zhao Feng, yang membuat ia sedikit tersentak. Gadis ini masih berpikir akan kondisinya? Betapa baiknya dia.
"Jangan khawatirkan aku, makanlah. Jika tidak, maka aku berikan saja kepada hewan buas."
Zhao Feng berkata sembari perlahan bangkit dari duduknya, ia berjalan menuju salah satu semak belukar, dan mulai berpura-pura untuk melemparkan daging yang ia bawa.
"Tunggu! Aku akan memakannya!"
Gadis itu dengan cepat berlari kearah Zhao Feng dan mengambil daging itu darinya, setelah mendapatkan makanannya, gadis itu kembali duduk di tempatnya dan mulai memakan daging milik Zhao Feng.
Zhao Feng yang sebelumnya hanya tersenyum tipis, kini mulai menunjukkan suatu perubahan. Sekarang ia bisa terlihat tengah tersenyum lembut, yang mampu menambah kesan ketampanannya.
Gadis itu terus melanjutkan makannya dengan menundukkan kepalanya, yang tentunya sedikit mengundang keheranan bagi Zhao Feng. Namun setelah melihat bahwa kedua telinga gadis itu telah berubah menjadi warna merah, ia kini telah menyadari apa yang gadis itu rasakan.
"O-oh! Apapun itu, nikmati saja."
Zhao Feng berkata dengan singkat, namun dengan suara yang sedikit lebih lembut. Dengan cepat ia melesat ke salah satu dahan pohon, guna untuk memastikan tidak akan ada seekor binatang buas pun yang mendekat.
Gadis itu yang menyadari kepergian dari Zhao Feng, perlahan mulai mencari keberadaannya. Ia menoleh kesana, menoleh kemari, guna untuk menemukan keberadaan dari seorang pemuda yang telah membuat dadanya berdebar-debar. Dan pada akhirnya ia berhasil menemukan keberadaan pemuda itu, yang ternyata tengah bersandar di salah satu dahan pohon yang menjulang tinggi.
Nampak jika tatapan dari pemuda itu terlihat sangat tajam, pertanda bahwa ia sangat waspada dengan area sekelilingnya. Melihat pemuda itu kembali, entah kenapa membuat dadanya semakin berdebar kencang.
"Lanjutkan makanmu, Nona. Atau daging itu akan dimakan oleh harimau jika kamu tidak segera memakannya."
Namun gadis itu harus merasakan perasaan malu yang luar biasa, saat mendengar ucapan dari Zhao Feng. Ia dengan cepat menundukkan pandangannya dan kembali memakan makanannya.
Tentu saja Zhao Feng sadar jika gadis itu tengah mengawasinya dirinya, namun ia hanya mengabaikannya. Namun semakin lama ia merasa semakin kesal, saat gadis itu terus-terusan menatapnya, seolah-olah dirinya adalah makanan baginya.
Setelah memastikan semua area telah ada dalam kendalinya, Zhao Feng memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya, guna untuk menghemat tenaganya untuk keesokan harinya. Ia juga tidak terlalu memperdulikan soal gadis itu, sebab ia merasa jika gadis itu akan menggunakan akalnya dalam mencari tempat untuk tidur. Jika tidak di atas pohon, maka gadis itu bisa menggunakan dedaunan sebagai selimut, atau apalah itu. Yang jelas ia tidak terlalu memperdulikannya, sebab telah ada sesuatu hal yang telah bersarang di benaknya sampai saat ini.
__ADS_1
...----------------...
Saat Zhao Feng tengah terlelap dalam tidurnya, ia. tiba-tiba mendengar suara seseorang yang tengah menggigil kedinginan. Lantas saja ia segera terbangun, guna untuk memastikan apa yang tengah terjadi.
Ternyata hari sudah sangat malam, dengan api unggun yang telah padam di telan dinginnya malam, ia menoleh ke kanan dan kiri, guna untuk mencari sumber suara yang telah membangunkannya.
Namun saat Zhao Feng tengah mendongak keatas, ia dapat melihat sebuah tas kecil berwarna putih yang tengah menggantung diatasnya. Sontak saja hal itu membuat ia sedikit terkejut dan kebingungan, padahal sebelumnya tas kecil itu tidak pernah menggantung disana.
Tanpa pikir panjang Zhao Feng akhirnya mengambil tas kecil itu dan membukanya, ternyata isi dari tas kecil itu berupa beberapa pil, bahan pembuatan pil dan juga sebuah tungku kecil. Namun semua itu tidak cukup untuk menarik perhatian darinya, ia lebih tertarik pada sebuah kertas kecil yang terselip diantara bahan-bahan itu.
"Zhao Feng, aku minta maaf akan perpisahan kita yang begitu menyedihkan. Namun jangan khawatir, karena kita suatu hari akan bertemu kembali. Aku sebelumnya ingin memberikan ini saat kamu akan pergi, namun sepertinya tidak bisa. Gunakanlah dengan bijak, muridku. Selamat berjuang, semoga dewa selalu memberkati dirimu."
Zhao Feng membaca tulisan di kertas itu dengan penuh kesedihan, ternyata semua ini berasal dari gurunya. Namun saat ia tengah tenggelam dalam kesedihannya, ia kembali dikejutkan oleh suara seseorang yang tengah menggigil.
Zhao Feng lantas saja menengok kebawah, dan mendapati gadis yang sebelumnya ia temui lah yang telah membuat suara menggigil kedinginan tersebut. Tidak ingin masalah datang kepada gadis itu, ia memutuskan untuk turun dan mengecek kondisinya.
Saat Zhao Feng baru saja turun dari dahan pohon, ia bisa melihat gadis itu tengah tertidur beralaskan sebuah dahan pisang, dengan sebuah kain yang gadis itu gunakan sebagai selimut.
"Hahhh... Seharusnya aku tidak membiarkan ia tidur seperti ini."
Zhao Feng menghela nafas panjang saat melihat gadis dihadapannya, ia merasa sedikit menyesal, karena tidak menyediakan tempat yang sedikit layak untuknya. Namun gadis itu tiba-tiba saja menggigil, yang membuat Zhao Feng dibuat cukup terkejut.
"Hmm? Coba kulihat..."
Zhao Feng perlahan berjalan mendekati gadis itu dengan senyap, agar tidak membangunkannya. Ia sudah muak akan semua kesalahpahaman yang sebelumnya terjadi, oleh sebab itu ia tidak ingin kembali membuat kesalahan yang sama.
Zhao Feng menyentuh pergelangan tangan dari gadis itu, dan mencoba untuk mengecek detak nadi di ditubuhnya.
Dek!
Sontak saja jantung dari Zhao Feng terhenti beberapa saat, setelah ia berhasil menemukan sumber masalah dari dalam tubuh gadis itu.
"Ra-racun bunga malam!"
"Entah bagaimana gadis ini bisa mendapatkannya, yang jelas aku akan menyembuhkannya!"
Zhao Feng dengan cepat kembali ke dahan pohon tempat ia istirahat sebelumnya, guna untuk mencari bahan-bahan pembuatan pil yang telah gurunya berikan kepadanya.
"Aku membutuhkan Daun Darah Dewa, Darah Spiritual Suci, dan juga Bunga Sinar Nirwana!"
Zhao Feng dengan cepat segera mencari bahan-bahan yang ia butuhkan, walaupun tas itu terlihat kecil dari luar, namun jangan salah, didalamnya bahkan bisa menampung beribu-ribu bahan dalam sekaligus! Tas kecil itu dinamakan "Tas Ruang Dimensi".
"Untung saja Guru telah menyiapkan bahan-bahan yang aku butuhkan, sekarang hanya tinggal membuat pil nya saja."
Zhao Feng kembali turun kebawah dengan membawa berbagai macam bahan-bahan dan juga sebuah tungku, yang akan digunakannya dalam meracik sebuah pil.
Tungku telah diletakkan di atas tanah, dan semua bahan telah dimasukkan. Kini semuanya hanya bergantung kepada Zhao Feng, sebab semuanya telah siap, hanya menunggunya untuk memulai semuanya.
"Apa api ini bisa membakarnya? Aku ragu jika api ini tidak akan cukup panas untuk membakar semua bahan-bahan itu."
Zhao Feng menatap penuh keraguan kearah api berwarna Merah yang muncul dari telapak tangannya, itu adalah api biasa yang ada di dunia ini, namun telah Zhao Feng modifikasi dengan sedemikian rupa, yang menjadikan api itu menjadi lebih panas dari api biasa.
"Ahh! Aku harus mencobanya!"
Zhao Feng pada akhirnya memutuskan untuk meracik pil yang akan dia gunakan untuk menyembuhkan gadis itu, walaupun ia tidak tahu pasti akan hasilnya. Dengan bermodalkan tekad, ia dengan penuh kehati-hatian memulai proses dalam pembuatan pil.
Keringat membasahi seluruh tubuh dari Zhao Feng, saat api yang ia keluarkan semakin mengecil. Ini adalah proses yang paling sulit dilakukan, yaitu pembakaran, dimana api yang digunakan harus kecil, namun tetap mempertahankan panasnya agar tidak turun sedikitpun.
Angin sekitar mulai berhembus dengan sangat kencang, yang mampu membuat dedaunan mulai berguguran dari pohonnya. Tungku yang digunakan oleh Zhao Feng untuk membuat pil, kini mulai menunjukkan keanehan, di mana dari dalam tungku itu muncul cahaya biru yang bersinar samar.
__ADS_1
"Fokus, Zhao Feng! Fokus!"
Zhao Feng terus mempertahankan fokusnya dalam membuat pil, agar menghindari kesalahan sedikitpun. Meskipun sangat sulit baginya, namun ia harus bertahan, sebab semuanya sudah hampir berhasil.
Blup! Blup! Duar!
Tiba-tiba saja tungku milik Zhao Feng meledak, dan memuntahkan segala bahan yang ada di dalamnya. Lantas saja semua itu membuat Zhao Feng terkejut sekaligus kecewa, setelah mengetahui bahwa ia telah gagal dalam membuat sebuah pil.
Namun saat Zhao Feng tengah menghela nafas kecewa, tiba-tiba saja dua buah cahaya berwarna biru melayang keluar dari dalam tungku. Tentu saja kekecewaan dari Zhao Feng, berubah menjadi kebanggaan, ternyata usahanya dalam membuat pil tidak mengecewakannya!
"Bagus! Dalam sekali coba aku bisa membuat pil dengan level 5!"
Zhao Feng segera mengambil dua buah pil itu dan mengamati bentuknya, dua buah pil itu berwarna biru tua, dengan garis-garis yang melingkar di seluruh bagian pil itu. Setelah Zhao Feng menghitung jumlah dari garis-garis pada keduanya, ia kembali merasa Sangat bangga sekaligus senang.
"9?! Kedua pil ini dalam kondisi yang hampir sempurna!"
Zhao Feng melompat-lompat kegirangan, saat mengetahui bahwa percobaan pertamanya telah berujung pada sebuah kesuksesan besar. Namun ia tidak terlalu lama menyimpan semua kesenangannya, sebab saat ini ada seseorang yang tengah membutuhkan pertolongannya.
Zhao Feng berjalan mendekati gadis yang tengah menggigil itu, tanpa menunggu kesiapan darinya, Zhao Feng langsung menelankan pil itu kedalam mulutnya.
"Ahhh... Maaf, tapi aku tidak bisa menyembuhkan mu sepenuhnya, guna ada kualitas Tulang Dewi Bulan Purnama yang ada di tubuhmu. Jika aku memaksa, maka bisa saja kamu akan menemui ajal mu."
Setelah pil tersebut diserap dengan sempurna oleh tubuh gadis itu, perlahan-lahan gadis itu mengurai senyuman di wajahnya. Suara menggigil sudah tidak terdengar, yang berarti bahwa efek racun Bunga Malam telah menghilang.
Menyadari ada perubahan, Zhao Feng juga ikut merasakan lega. Setelah semua yang dia lakukan, hasil akhirnya telah membayar semuanya. Tentu saja ia merasa sangat senang.
Namun saat ini masih ada 1 buah pil Dewi Rembulan yang ada padanya, yang juga tidak akan dirinya butuhkan. Pada akhirnya ia berniat untuk menyerahkan sisanya juga, namun ia akan menyerahkan pil itu besok hari, setelah gadis itu terbangun dari tidurnya.
Dengan langkah pelan, Zhao Feng kembali menuju salah satu dahan pohon guna untuk beristirahat. Ia sangat lelah setelah melakukan itu semua, namun kini ia akan bisa tidur nyenyak tanpa mengkhawatirkan apapun.
Tak terasa, sebuah pertemuan yang sangat tidak di duga-duga olehnya, mampu membuat Zhao Feng melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang sebayanya. Tentu saja itu semua akan menjadi sebuah rahasia, yang hanya diketahui oleh Zhao Feng, dan juga alam yang telah melihat semua prosesinya.
...----------------...
Dalam meracik pil, dibutuhkan bahan-bahan yang memang telah menjadi bahan dasar pil apa yang ingin dibuat. Biasanya sebuah pil hanya akan dihasilkan oleh seorang Alkemis, namun itu semua tidak menutup kemungkinan jika seorang Kultivator biasa, bisa untuk membuatnya.
Untuk membuat sebuah pil, tidaklah sangat mudah. Maka oleh sebab itu, tidak banyak yang dapat menjadi seorang Alkemis. Selain dibutuhkan tingkat fokus yang tinggi, faktor elemen api juga sangat bergantung bagi seorang Alkemis. Semakin bagus kualitas api yang dimiliki oleh seorang Alkemis, maka semakin besar pula kesempatan untuk dapat membuat sebuah pil dengan tingkat yang lebih tinggi lagi. Semua tingkat pil dan juga kualitasnya terbagi menjadi beberapa tingkatan antara lain:
Untuk pil:
-Level 1 (rendah, menengah, tinggi, sempurna)
-Level 2 (rendah, menengah, tinggi, sempurna)
-Level 3 (rendah, menengah, tinggi, sempurna)
-Level 4 (rendah, menengah, tinggi, sempurna)
-Level 5 (rendah, menengah, tinggi, sempurna)
-Level 6 (rendah, menengah, tinggi, sempurna)
-Level 7 (rendah, menengah, tinggi, sempurna)
-Level 8 (rendah, menengah, tinggi, sempurna)
-Level 9 (rendah, menengah, tinggi, sempurna)
-Level 10 (rendah, menengah, tinggi, sempurna)
__ADS_1
Ini sudah bersifat permanen, jadi tidak akan ada penambahan tingkatan-tingkatan lagi dalam Pil. Jadi hanya ada 10 tingkatan saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...