Pendekar Penakhluk Surga

Pendekar Penakhluk Surga
Chapter 13 : Yun Zae Si


__ADS_3

Chapter 13.


Di sebuah hutan belantara yang tidak tahu letaknya dimana, terdapat dua orang pemuda pemudi yang tengah berjalan menyusuri lebatnya hutan.


Kedua pemuda-pemudi itu tak lain adalah Zhao Feng, dan juga gadis misterius yang bahkan sampai saat ini masih tidak ia ketahui namanya.


Setelah menghabiskan malam yang begitu sangat melelahkan baginya, jujur saja Zhao Feng masihlah belum sepenuhnya mengisi Qi yang ada di dalam Dantiannya. Namun untung saja masih tidak ada Spiritual Beast yang muncul, yang bisa saja membuatnya sedikit kerepotan.


"Ehhh... Namaku Yun Zae Si, senang berkenalan denganmu."


Namun saat Zhao Feng tengah larut dalam pemikirannya sendiri, tiba-tiba saja gadis disampingnya itu memperkenalkan dirinya. Walaupun sedikit terlambat, namun ia masih merasa senang akan perkenalkan ramah dari Yun Zae Si.


"Namaku Zhao Feng, senang berkenalan denganmu juga, Nona Yun."


Zhao Feng memperkenalkan dirinya sendiri, walau dengan sedikit acuh. Sebab dirinya masih belum tahu betul tujuan sekaligus asal usul dari Yun Zae Si, ia tidak ingin membuat kesalahan lagi seperti saat ia masih berada di Sekte Seribu Bintang.


"Bagaimana bisa kamu sampai disini?"


Namun Yun Zae Si terlihat masih ingin untuk berbincang-bincang bersama dengan Zhao Feng, yang sedikit membuat Zhao Feng tersenyum ringan.


"Aku tidak tahu, aku hanya membiarkan aliran sungai membawaku. Aku juga tidak tahu jika aliran sungai ini akan membawaku bertemu denganmu."


Zhao Feng membalas pertanyaan gadis itu dengan separuh kebenaran, juga separuh kebohongan. Dan kenapa ia melakukan hal itu? Sebab dia tidak ingin kembali membuat kesalahan yang sama.


"Oh, berarti kamu sebelumnya berasal dari Hutan Spiritual Mistis!"


Yun Zae Si merasa sangat terkejut setelah mendengar penjelasan dari Zhao Feng, sebab ia mengatakan jika aliran sungai lah yang membawanya sampai kesini. Sebab ia pernah mendengar sebuah sejarah, yang mengatakan ada seorang Legenda yang muncul tiba-tiba dari dalam aliran sungai. Dan sangat kebetulan sekali, jika seorang Legenda itu muncul di sungai tempat ia mandi sebelumnya.


"Entahlah, yang pasti aku berasal sangatjauh dari sini."


Zhao Feng kembali membalas keterkejutan Yun Zae Si dengan jawaban yang singkat, yang membuat gadis itu menggembungkan kedua pipinya.


Zhao Feng perlahan melirik untuk melihat kelakuan aneh dari Yun Zae Si, yang ternyata terlihat cukup lucu baginya. Tentu saja itu adalah hal baru baginya, mengingat selama 3 tahun ini ia tidak pernah bertemu dengan seorang wanita pun.


"Yah, apapun itu. Tapi aku yakin jika kita akan sampai ke tepi hutan ini."


Guna untuk mencairkan suasana yang semakin canggung, Zhao Feng mengatakan bahwa ia telah merasa akan segera keluar dari sini. Dan bagaimana bisa dirinya tahu? Tentu saja dengan memanfaatkan kelebihan kedua matanya.


Zhao Feng mencoba untuk menggunakan kekuatan matanya terlebih dahulu, sebab kekuatan dari kedua matanya lah yang terkuat dari seluruh teknik yang dirinya kuasai. Meskipun tidak bisa bertahan lama, namun ia bisa menggunakan kekuatan itu selama beberapa saat saja.


Kedua mata pupil mata dari Zhao Feng perlahan mengeluarkan cahaya yang samar, dengan diiringi pupil matanya yang berubah warna menjadi keemasan. Tentu saja Yun Zae Si tidak bisa melihat semua keajaiban dari Zhao Feng, sebab Ranah Kultivasi gadis itu masih berada di bawahnya. Saat ini Kultivasi dari Zhao Feng berada pada Ranah Kultivasi Pendekar Emas Bintang 6. Namun jika dilihat oleh orang lain hanya berada di Ranah Pengembangan Qi Bintang 3, sebab ia telah mengenakan sebuah Artefak untuk menyembunyikan Ranah Kultivasi aslinya, Artefak itu juga diberikan kepadanya oleh sang Guru.


Zhao Feng dapat melihat ada sebuah desa yang terletak tak jauh darinya, dan ia yakin bahwa ia bisa menemukan suatu jawaban akan sebuah pertanyaan yang selama ini mengganjal di kepalanya.


Namun pada saat Zhao Feng tengah sibuk mengawasi keadaan desa itu menggunakan kekuatan matanya, tiba-tiba saja ia merasa ada suatu makhluk yang ikut hadir di antara mereka berdua.


Dengan sigap, Zhao Feng menggendong Yun Zae Si, dan segera melesat pergi menuju kearah desa yang sebelumnya telah ia lihat. Dan benar saja, saat ia baru saja pergi meninggalkan tempat berdirinya, tiba-tiba saja muncul seekor kalajengking raksasa yang entah berasal darimana.


"Turunkan aku, dasar mesum!"


Yun Zae Si tentu saja merasakan sangat panik, saat menyadari bahwa Zhao Feng tiba-tiba saja menggendong tubuhnya. Namun pemuda mesum itu tidak menanggapi apa yang ia katakan, yang membuatnya merasa semakin kesal.


"Lepaskan aku! Atau aku akan membunuhmu!"


Yun Zae Si terus-menerus mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan Zhao Feng, sebab ia merasakan sangat malu saat tubuhnya di peluk oleh pemuda yang baru saja dikenalnya itu.


"Aku ragu jika kamu bisa membunuhku, sebelum makhluk itulah yang terlebih dahulu membunuhmu."


Zhao Feng berkata dengan acuh, tanpa sedikitpun menoleh kearah Yun Zae Si. Sontak saja perkataan dari Zhao Feng membuat gadis itu terkejut, dengan penuh tanda tanya, ia menoleh kebelakang dan alangkah terkejutnya ia setelah mengetahui alasan dari Zhao Feng yang dengan tiba-tiba saja menggendongnya.


Nampak seekor kalajengking raksasa yang tengah mengejar mereka berdua, dengan ganasnya tanpa henti memburu mereka berdua.


Lantas saja setelah melihat hal itu Yun Zae Si sangat terkejut sekaligus ketakutan, sebab dirinya tahu bahwa kalajengking itu bukanlah hewan sembarangan.


Kalajengking yang tengah mengejar Zhao Feng dan juga Yun Zae Si, adalah Spritual Beast. Yaitu Kalajengking Racun Malam, yang merupakan Spritual Beast dengan Tingkat Roh Tingkat Lanjut.


Tentunya Spritual Beast Kalajengking itu jauh berada diatas kendali Zhao Feng, yang membuat ia tidak punya pilihan lain selain melarikan diri. Namun melarikan diri bukanlah pilihan terbaik bagi Zhao Feng, mengingat ada sebuah desa yang terletak tidak jauh darinya. Ia tidak ingin dirinya mengundang Kalajengking itu kesana, sebab Spiritual Beast ini pastinya akan membuat kerusakan parah.


"Lari! Jangan kembali kesini!"

__ADS_1


Zhao Feng menurunkan Yun Zae Si setelah jarak yang memisahkan mereka berdua sudah tidak cukup jauh, sedangkan Zhao Feng memutuskan untuk mengalihkan perhatian dari Kalajengking Racun Malam agar tidak sampai masuk kedalam desa.


"Tapi bagaimana denganmu?!"


Yun Zae Si tentu saja khawatir akan keadaan Zhao Feng, sebab akan sangat berbahaya jika sampai berurusan dengan Kalajengking Racun Malam. Tidak hanya tingkatnya yang sangat tinggi, namun juga racun yang dimilikinya.


"Tenang saja, yang terpenting ada salah satu dari kita yang sudah pasti selamat!"


Zhao Feng tahu jika akan sangat berbahaya jika dirinya sampai berurusan dengan Kalajengking itu seorang diri, namun ia juga tidak bisa membiarkan orang-orang yang tidak tahu apa-apa sampai berurusan dengan makhluk itu. Sebab itulah ia akan menangani Kalajengking itu, walaupun nyawanya sendiri yang akan menjadi taruhannya.


Tanpa menunggu balasan dari Yun Zae Si, Zhao Feng dengan cepat melesat pergi meninggalkan gadis itu. Ia berniat untuk mengalihkan perhatian Kalajengking itu, sebelum situasi menjadi diluar kendali.


"Hei, Kalajengking! Kemarilah!"


Zhao Feng berteriak sembari melemparkan beberapa batu kearah Kalajengking itu. Seakan-akan tahu bahwa pemuda itu tengah menantangnya, Kalajengking itu dengan ganas segera melesat mendekati Zhao Feng.


"Bagus! Kemari dasar Serangga ingusan!"


Zhao Feng terus berteriak sembari melesat kesana-kemari, guna untuk menghindari seluruh serangan mematikan dari Spritual Beast dibelakangnya. Sedangkan Kalajengking itu semakin murka, saat menyadari bahwa mangsanya itu tengah meremehkannya.


"Apa-apaan serangan itu tadi? Memang tidak pantas jika Kalajengking sepertimu dianggap sebagai Spiritual Beast Tingkat Roh Tingkat Lanjut!"


Zhao Feng terus menerus mencoba untuk memprovokasi Kalajengking itu, sebab semakin saat serangga itu semakin terprovokasi, maka semakin mengecil pula konsentrasinya.


Kalajengking itu terus menerus melancarkan serangannya tanpa henti kepada Zhao Feng, yang semakin lama serangan dari Kalajengking itu semakin tidak terarah dengan baik.


Seluruh pepohonan yang terkena racun dari Kalajengking Racun Malam, seketika meleleh dan mati. Pertanda betapa mematikannya efek dari racun itu jika sampai terkena di tubuh Zhao Feng.


**Bagus! Dengan begini aku masih memiliki kesempatan untuk mengalahkannya!**


Zhao Feng berkata dalam hati sembari tersenyum sinis, saat menyadari ada sebuah kesempatan baginya. Walaupun sangat kecil, namun bukan berarti bahwa kesempatan itu akan berujung menjadi sebuah kegagalan.


Zhao Feng tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, dan berbalik kearah Kalajengking Racun Malam yang tengah mengejarnya. Dengan mengeluarkan pedang dari sarung nya, ia berniat untuk melumpuhkan Beast Spiritual itu hanya dengan satu serangan saja.


"Langkah Dewa Angkasa!"


Tubuh Zhao Feng berkedip-kedip dan menghilang dalam sekejap mata. Namun pada saat Kalajengking itu tengah kebingungan guna untuk mencari keberadaan mangsanya, tiba-tiba saja Kalajengking itu melengking dengan sangat keras.


Di sebuah dahan pohon yang berada tak jauh dari Kalajengking Racun Malam yang tengah kesakitan, muncul Zhao Feng dengan seluruh tubuh yang berlumuran dengan darah berwarna biru keunguan.


"Akh! Darah dari serangga ini akan berakibat fatal jika aku tidak segera membersihkan seluruh darah ini!"


Zhao Feng menggerutu dengan kesal, ia sadar bahwa darah dari Kalajengking Racun Malam juga mengandung racun. Namun darah beracun ini tidak cukup mematikan dari Racun yang ada di sengat Kalajengking Racun Malam.


Zhao Feng mengibaskan darah yang menempel di bajunya, sembari menunggu serangan lain yang akan dilancarkan oleh Kalajengking Racun Malam itu.


Mengapa ia bisa sangat percaya diri akan hal itu? Sebab Zhao Feng tahu jika biasanya Spritual Beast akan semakin marah jika mangsa yang jauh lebih lemah darinya, berhasil membuat luka padanya.


"Hehh... Bagus! Kemari!"


Zhao Feng tersenyum sinis saat melihat kemarahan dari Kalajengking Racun Malam yang semakin menjadi-jadi. Kali ini ia tidak akan segan-segan untuk mengeluarkan kartu andalannya, jika tidak dirinyalah yang akan tewas.


Namun pada saat Zhao Feng hendak mengeluarkan kartu andalannya, tiba-tiba saja Kalajengking itu berbalik arah, sebab telah ada sesuatu hal yang mengalihkan perhatian Kalajengking itu darinya.


"Zae Si?!"


Zhao Feng sontak saja terkejut saat melihat Yun Zae Si yang telah menyerang Kalajengking Racun Malam, yang mengakibatkan rencananya hancur total.


Entah apa yang dipikirkan oleh gadis itu, Zhao Feng sama sekali tidak mengerti. Kini ia akan semakin repot, karena nyawa dari Yun Zae Si sekarang berada dalam bahaya, jika ia tidak segera bertindak.


"Langkah Dewa Angkasa!"


Zhao Feng dengan cepat menggunakan teknik meringankan tubuh yang telah sangat dikuasainya, agar nyawa Yun Zae Si tidak melayang karena serangan dari Kalajengking Racun Malam.


Kalajengking Racun Malam dengan cepat menyemburkan Racun dari sengatnya tepat kearah Yun Zae Si berada, sedangkan gadis tersebut hanya bisa terdiam saat melihat kematian yang semakin dekat dengannya.


"Akh!"


Namun sesaat sebelum Racun itu berhasil mengenai tubuh dari Yun Zae Si, Zhao Feng telah terlebih dulu memindahkan tubuh dari gadis itu ke tempat yang aman. Namun ia juga harus menanggung resiko atas tindakannya itu, yaitu ia telah terkena Racun Malam yang berasal dari serangan Kalajengking Racun Malam.

__ADS_1


"Kenapa kamu kembali kesini?!"


Zhao Feng berkata dengan suara yang terengah-engah, sebab sudah banyak sekali Qi yang sudah ia buang dengan sia-sia. Menyadari kesalahan yang ia buat, Yun Zae Si hanya bisa terdiam sembari menundukkan pandangannya.


"Tetaplah disini! Jangan melakukan hal-hal apapun!"


Zhao Feng berkata dengan suara yang sedikit mengancam, ia tidak ingin tindakan bodoh dari Yun Zae Si terulang kembali. Jika ini sampai terulang, maka ia harus mengucapkan selamat tinggal kepada dunia yang sangat ia cintai ini.


Dengan tertatih-tatih, Zhao Feng kembali melesat mendekati Kalajengking Racun Malam, guna untuk melakukan serangannya. Namun kini Kalajengking Racun Malam itu semakin waspada, yang membuatnya semakin kesulitan untuk menemukan sebuah celah.


Namun pada akhirnya ia menyadari, bahwa Racun yang dimiliki oleh Kalajengking itu juga berefek pada Kalajengking itu sendiri. Yang membuat kesempatan emas bagi Zhao Feng kembali terbuka.


Ia kini hanya harus mencari cara, agar Racun Kalajengking itu berbalik menyerang dirinya sendiri. Ia memperhatikan sekeliling Kalajengking itu, berniat untuk mencari sebuah celah.


Namun pada akhirnya ia tersadar, bahwa kesempatan emasnya itu berada pada sengat yang dimiliki oleh Kalajengking Racun Malam. Tanpa menyia-nyiakan banyak waktu, Zhao Feng dengan cepat melemparkan pedangnya kearah mata Kalajengking itu.


Namun tentu saja serangan dari Zhao Feng dapat ditangkis dengan begitu mudah oleh Kalajengking itu, namun tindakan itulah yang selama ini ditunggu oleh Zhao Feng.


Pedang yang ia lemparkan tak lain hanyalah sebuah ilusi cahaya, dengan menggunakan T****eknik Ilusi Cahaya Bintang, ia bisa membuat Ilusi dari cahaya yang ada disekitarnya. Beruntungnya ia, jika tempat bertarungnya saat ini berupa tanah lapang, yang membuat cahaya dari Matahari dapat dengan mudah menyinari area sekitarnya.


Dengan cepat Zhao Feng menusuk mata Kalajengking Racun Malam, yang membuat Kalajengking itu melengking kesakitan. Dengan tak terarah, Kalajengking itu berniat menyerang Zhao Feng menggunakan sengatnya, yang tentu saja Zhao Feng sudah perkirakan.


Dengan cepat Zhao Feng melompat keatas punggung Kalajengking itu, berniat untuk melancarkan aksinya. Tentu saja Kalajengking itu masih menyerangnya menggunakan sengat, namun Zhao Feng telah merencanakan sesuatu guna untuk melenyapkan Kalajengking ini selama-lamanya.


Saat sengatan hendak mengenai tubuhnya, Zhao Feng dengan sigap menusukkan pedangnya ke punggung Kalajengking Racun Malam, yang membuat kepala dari Kalajengking itu mendongak keatas karena kesakitan.


"Langkah Dewa Angkasa!"


Zhao Feng dengan cepat melesat meninggalkan punggung Kalajengking itu, yang membuat sengatnya sendirilah yang menjadi alasan dibalik kematian Kalajengking Racun Malam yang menyedihkan.


Darah menyembur kemana-mana, saat sengat miliknya sendiri telah tertancap di kepala Kalajengking Malam itu sendiri. Zhao Feng tersenyum tipis saat melihat kematian yang perlahan merenggut nyawa dari Kalajengking dihadapannya itu, ia merasa sedikit senang, bisa melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan oleh seseorang yang berada di Ranah yang sama dengannya.


Untuk Ranah Spiritual dari Spritual Beast, maupun binatang roh, Ranah mereka lebih dikenal dengan Tingkatan Roh. Semakin tinggi pula Tingkat Roh para binatang-binatang itu, maka semakin berbahaya pula mereka. Untuk Tingkatkan Roh mereka, antara lain:


- Spritual Beast/ Binatang Roh Tingkat Roh Awal (Setara dengan Kultivator Penguatan Tubuh Bintang 4 keatas.)


- Spritual Beast/ Binatang Roh Tingkat Roh Lanjut (Setara dengan Kultivator Ranah Pendekar Emas Bintang 5 keatas.)


- Spritual Beast/ Binatang Roh Tingkat Roh Mistis (Setara dengan Kultivator Ranah Kaisar Bintang 5 keatas.)


- Spritual Beast/ Binatang Roh Tingkat Roh Kuno (Setara dengan Kultivator Ranah Langit Bintang 6 keatas.)


- Celestial Beast Tingkat Roh Surgawi (Setara dengan Kultivator Ranah Saint Bintang 5 keatas.)


Untuk Spritual Beast yang ada di Tingkat Roh Surgawi, lebih dikenal dengan sebutan Celestial Beast. Sebab mereka mampu bersaing dengan para Dewa itu sendiri, tidak ada Celestial Beast yang tinggal di dunia ini, mereka hanya akan tinggal di alam para Celestial, yang setingkat dengan alam Nirwana para Dewa.


Untuk Tingkatkan Spiritual Beast, Binatang Roh, dan juga Celestial Beast, masih sementara. Mungkin akan Author akan tambahkan lagi, seiring berkembangnya perjalanan dari Zhao Feng.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Juga, hanya untuk menegaskan kembali, Tingkatan Ranah Kultivasi masih belum berubah, sama seperti sebelumnya. Agar kalian tidak perlu mengulang kembali ke Chapter awal, Author akan kembali menyertakan Tingkatan Ranah Kultivasi pada Chapter ini. Antara lain :


Untuk tingkat kultivasi:


-Penguatan tubuh (Bintang 1 - 9)


-Pengembangan Qi (Bintang 1 - 9)


-Pendekar Emas (Bintang 1 - 9)


-Prajurit Bintang (Bintang 1 - 9)


-Kaisar (Bintang 1 - 9)


-Bumi (Bintang 1 - 9)


-Langit (Bintang 1 - 8)


-Saint (Bintang 1 - 8)

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2