
Chapter 21.
Pelatihan Zhao Feng masihlah belum usai, bahkan kali ini, pelatihannya jauh lebih berat daripada hari-hari yang sebelumnya. Masih tempat yang sama, yakni Hutan Ilusi Tiada Akhir, Zhao Feng terus menerus melakukan pelatihan tanpa mengenal kata lelah.
Bahkan Sang Guru sampai terkagum-kagum akan api semangat yang berkobar-kobar dalam diri Zhao Feng, melihat pemuda tersebut, seolah-olah dia tengah melihat sesosok orang yang dulunya, pernah menjadi orang yang sangat ia sayangi.
Meningkatkan kualitas tulang, tidaklah semudah dari yang Zhao Feng kira. Ia harus menjalani pelatihan yang berhubungan dengan fisik, seperti berlari, bertanding dengan sang Guru, dan berendam pada danau Ilusi yang mematikan.
Perlahan demi perlahan, usaha Zhao Feng sama sekali tidak mengkhianati hasil. Walaupun tidak terlalu banyak, kualitas tulang Naga Langit miliknya, mulai meningkat seiring dengan berjalannya pelatihannya.
Tak lupa, Sang Guru juga menjelaskan dirinya makna sebenarnya menjadi seorang Kultivator. Seorang Kultivator ada, karena memiliki tanggungjawab untuk melindungi orang-orang yang ada di dunia ini. Sedangkan para Kultivator-Kultivator sesat, adalah orang yang salah mempergunakan kelebihan dan kekutan mereka.
Semua Sang Guru lakukan, agar Zhao Feng tidak salah ketika mengambil langkahnya kelak. Jika ada orang yang mempunyai kekuatan dan kelebihan, hendaklah orang itu menggunakannya untuk kebaikan. Ia khawatir, jika berkah yang ada pada diri muridnya, akan berubah menjadi kutukan yang akan membawa kesedihan, penderitaan dan kesakitan pada Benua Bintang ini.
Sang Guru juga memberikan informasi lanjut kepada Zhao Feng, tentang dasar-dasar untuk menjadi seorang Alkemis. Alkemis sangatlah berbeda dari seorang Kultivator. Mereka bisa meracik Pil, meskipun, kekuatan yang mereka miliki sama sekali tidak seimbang dengan para Kultivator.
Alkemis dengan Ranah Tinggi, belum tentu dapat mengalahkan Kultivator dengan Ranah Tinggi pula, tetapi meskipun begitu, mereka sangatlah disegani dan dikagumi oleh Kekaisaran. Dengan kehebatannya untuk meracik Pil, tentunya mereka akan sangat disegani, karena dapat membantu para Kultivator-Kultivator dengan Pil-pil yang telah mereka buat.
Menjadi seorang Alkemis, tidaklah semudah layaknya menjadi seorang Kultivator. Seorang Alkemis tentu dapat membuat Pil untuk mereka sendiri, tetapi menjadi seorang Kultivator, belum tentu dapat membuat Pil untuk mereka sendiri. Dibutuhkan fokus dan konsentrasi yang sangat tinggi, dan juga Api Spiritual yang mumpuni pula, jika ingin menjadi seorang Alkemis.
Fokus dan konsentrasi yang sangat tinggi, tentunya diperlukan oleh seorang Alkemis agar tidak salah saat meracik Pil-pil Kultivasi yang amat sangat berharga. Jika sampai mereka salah, tentunya mereka akan gagal, dan semua bahan-bahan dan upaya mereka akan menjadi sia-sia belaka. Ada juga dibeberapa kasus, seorang Alkemis tewas saat mencoba meracik Pil mereka sendiri.
Api Spiritual adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh seorang Kultivator, tanpanya, seorang Alkemis tidak akan bisa meracik Pil-pil dengan Kualitas dan Level yang tinggi. Api Spiritual merupakan api yang digunakan untuk membakar bahan-bahan pembuatan Pil, Api Spiritual juga bukanlah api biasa yang dapat dijumpai dengan mudah di Benua Bintang.
Api Spiritual diciptakan dari kekuatan Jiwa seorang Alkemis, semakin tinggi kekuatan jiwa seorang Alkemis, maka akan semakin tinggi pula kualitas api yang dapat mereka ciptakan. Untuk mendapatkan Api Spiritual, tentunya tidak mudah, ada yang mendapatkannya dengan melalui cara pelatihan yang sangat amat ekstrem. Tetapi, Api Spiritual yang didapat, tidak akan jauh lebih baik dibandingkan dengan Alkemis yang mendapatkannya melalui warisan.
Untuk seorang Alkemis yang mendapatkan warisan berupa Api Spiritual dari pendahulunya, tentunya akan sangat beruntung, tergantung Kualitas Api Spiritual yang diturunkan pula. Yang jelas, menjadi seorang Alkemis bukanlah perkara yang mudah.
Tetapi beruntungnya bagi Zhao Feng, karena pada pelatihannya bersama dengan Sang Guru pertamanya, ia sempat mencoba untuk belajar menjadi seorang Alkemis. Walaupun tidak terlalu hebat, tetapi setidaknya ia mampu untuk memurnikan Pil sampai Level 5.
Tetapi sayangnya juga, Zhao Feng mendapatkan hambatan jika dirinya ingin menjadi seorang Alkemis Tingkat Tinggi. Yang mana, ia sama sekali tidak mempunyai Api Spiritual yang mumpuni, membuat pelatihannya untuk menjadi seorang Alkemis, sedikit lebih sulit. Tetapi yang pasti, ia akan segera mendapatkannya nanti, disaat ia telah mempunyai ilmu yang cukup, dan berkelana menyusuri luasnya dunia ini.
Tetapi untuk pelatihan tentang mengenai dasar-dasar untuk menjadi seorang Alkemis dan cara memurnikan Pil dengan benar, belumlah waktu yang tepat untuk Zhao Feng, ia kini lebih fokus untuk mengembangkan Tekhnik-Tekhnik yang sebelumnya telah ia pelajari. Untuk metode pengembangannya, ia harus bertarung secara langsung melawan musuh-musuh yang kuat, layaknya Spiritual Beast dengan Tingkatan Spritual yang tinggi pula.
Memang, ia sama sekali tidak mempunyai pengalaman bertarung sebelumnya, walaupun ia pernah mendapatkan pelatihan. Pelatihan 3 tahun sebelumnya, hanya berfokus untuk mengembalikan bakatnya dalam Berkultivasi, dan mempelajari Teknik-teknik yang ada di dalam Kitab Penakhluk Surga.
__ADS_1
Sesekali juga, ia akan berduel dengan Sang Guru, untuk sekedar mengetes sejauh mana ia dapat mempelajari teknik-teknik tersebut. Ia sama sekali tidak pernah bertarung sampai situasi hidup dan mati, dan itu juga, menjadi sebuah kelemahan terbesar yang ada pada diri Zhao Feng.
Walaupun ia mempunyai kekuatan, Teknik dan kelebihan yang Absolute, itu semua tidak akan ada apa-apanya tanpa adanya pengalaman dalam bertempur. Oleh karena itulah, Gurunya kali ini, lebih memfokuskan dirinya untuk mengembangkan pengalaman, strategi dan insting pertempurannya melalui sebuah pertempuran yang nyata.
Nyatanya, itu sangat efektif untuk melatih pengalaman bertarung Zhao Feng dalam keadaan hidup dan mati. Jika seseorang dalam kondisi yang sangat terdesak, biasanya mereka akan bertindak tanpa memikirkannya secara matang, dan disinilah letak hal yang perlu diperbaiki dari Zhao Feng.
Jika ia berhasil membawa pulang hasil buruannya, maka pelatihannya dianggap selesai, dan ia diperkenankan oleh Sang Guru untuk beristirahat untuk hari esok. Begitulah rutinitas sehari-hari dari Zhao Feng, berlatih tak kenal lelah, demi menggapai masa depan yang lebih baik.
----------------------------------------------------------------
(Current Time)
Zhao Feng menatap tajam kearah gurunya yang tengah berdiri tak jauh dihadapannya. Sudah 6 bulan ini ia terus menerus dikalahkan, tak peduli seberapa kerasnya ia berusaha.
Menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya, Zhao Feng terlihat tengah tersenyum tipis sembari memikirkan ulang kembali proses-proses latihannya yang berat dulu. Berkat sang Guru, ia telah berkembang sampai sejauh ini. Memang, ia selalu kalah saat melawan sang Guru, tapi ia merasa sangat percaya diri akan menang saat melawan kebanyakan Kultivator di dunia yang luas sana.
"Hahahaha... Apakah hanya ini yang bisa kau lakukan? Jika hanya ini, maka sia-sia belaka semua ilmu yang telah aku berikan kepadamu!"
Sang Guru mencoba untuk menyemangati Zhao Feng, untuk berusaha memenangkan pertandingan ini. Ia sudah bosan terus menerus menjadi pemenang, setidaknya, ia ingin merasakan kekalahan di tangan murid satu-satunya itu.
Zhao Feng perlahan memejamkan kedua matanya, dan mulai merasakan aliran energi Qi yang mengalir disekitarnya. Sangat nyaman sekali, saat aliran energi-energi Qi tersebut mengalir melewati tubuhnya. Angin berhembus dengan sepoi-sepoi, menggugurkan dedaunan dari dahan pohon yang begitu amat rindang.
"Langkah Dewa Angkasa!"
Blast!
Tanah disekitar tempat Zhao Feng seketika hancur berkeping-keping, menerbangkan bebatuan dan debu-debu tebal ke udara. Tubuh dari Zhao Feng juga telah menghilang dengan kecepatan yang sangat tinggi, tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
Sang Guru yang melihat hal tersebut, hanya mengurai senyuman tipis di wajahnya. Kekuatan Zhao Feng memang sudah tidak diragukan lagi, pemuda tersebut mempunyai tekad dan kekuatan yang amat sangat besar, sungguh, pemuda tersebut sangat layak untuk menjadi seorang Legenda Dunia.
Brak!!
Gelombang kejut yang cukup dahsyat terbentuk, saat kaki kanan Zhao Feng tengah bertabrakan dengan lengan kiri Sang Guru. Kecepatan Zhao Feng memang sangat cepat, bahkan tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Tetapi yang dilawannya adalah Gurunya sendiri, yang tentu sangatlah jauh berbeda dari para Kultivator dengan Ranah Tinggi pada umumnya.
"Bagus! Tunjukkan taringmu, Muridku!"
__ADS_1
Sang Guru menghempaskan lengan kanannya, yang membuat Zhao Feng gelagapan. Ia terpental beberapa meter kebelakang, sebelum kembali menghilang dan menyatu dengan kehampaan. Sementara Sang Guru yang tengah menantikan kelanjutan dari aksinya, Zhao Feng tengah berpikir keras untuk mencari strategi dalam mengalahkan sang Guru.
Ia tahu, bahwa Sang Guru tidak akan bisa terperangkap dalam strategi biasa, oleh sebab itu, ia harus berpikir lebih keras lagi untuk mencari strategi yang tidak akan bisa terpikirkan oleh Sang Guru. Sampai pada akhirnya, sebuah senyuman tipis terbentuk pada wajah tampan Zhao Feng, saat sebuah strategi tiba-tiba saja muncul dibenaknya.
Zhao Feng pada akhirnya berhenti pada sebuah dahan pohon yang berada tak jauh dari tempat dimana Sang Guru berada. Ia terlihat tengah berdiri mematung, sembari menatap tajam kearah Gurunya tersebut. Sunyi, itulah suasana yang bisa dirasakan diantara kedua manusia tersebut, dan yang hanya bisa terdengar hanyalah suara angin yang berhembus melewati dedaunan pepohonan.
"Teknik Pedang Nirwana : Tarian Dewa Pedang!"
Zhao Feng menyabetkan pedangnya kedepan, yang alhasil langsung menciptakan puluhan bilah pedang yang bersinar berwarna putih disamping tubuhnya. Bilah-bilah pedang tersebut melesat dengan sangat cepat kearah Sang Guru, bersama dengan tebasan yang dilakukan oleh Zhao Feng.
Tetapi, serangan yang dilakukan oleh Zhao Feng, sama sekali tidak berdampak sedikitpun dihadapan sang Guru. Kakek tua tersebut hanya diam berdiri, tanpa menghiraukan bilah-bilah pedang yang tengah menyabet tubuhnya tanpa henti.
Dengan Ranah Kultivasinya yang sangat amat tinggi, dan juga Teknik misterius yang digunakan olehnya, tebasan pedang dari Zhao Feng sama sekali tidak berdampak apapun kepadanya. Bahkan tidak ada sedikit goresan pun yang terbentuk pada jubah putihnya.
Bilah-bilah pedang dari Zhao Feng, nampak seperti menembus melewati tubuh Sang Guru. Seolah-olah tubuh Sang Guru hanyalah tak lebih dari sekedar bayangan saja. Tetapi Zhao Feng sama sekali tidak berhenti, ia terus menerus menyabetkan bilah-bilah pedangnya kepada Gurunya, meskipun sudah jelas bahwa semua itu sama sekali tidak berguna.
"Cukup."
Gelombang kejut kembali terjadi, kini lebih dahsyat dari yang sebelumnya. Bahkan pepohonan yang ada disekitar tempat terjadinya gelombang kejut tersebut, seketika tumbang karena tidak mampu untuk menahan gelombang kejut sedahsyat itu. Angin berhembus dengan sangat kencang, mampu untuk menambah suasana penuh mencekam yang ada disekitar tempat tersebut.
Zhao Feng juga ikut terhempas ketika terkena gelombang kejut tersebut, tubuhnya terpental dengan sangat jauh dengan kecepatan yang sangat tinggi pula. Tak terhitung berapa banyaknya pepohonan yang ia tabrak, tapi yang pasti, ia telah berhasil membuatnya dikalahkan.
Dengan kekalahannya, ia akan semakin bertekad untuk menjadi yang terkuat, tak peduli jika ia harus melewati penderitaan dan kesedihan yang tidak terhitung jumlahnya. Ia akan membuktikan, ia akan menunjukkan kepada dunia, bahwa ia adalah seorang Kultivator hebat, yang seharusnya dipandang dengan hormat oleh seluruh manusia yang ada di dunia ini.
Duar!
Tubuh Zhao Feng mendarat pada sebuah pohon yang berukuran sangat besar, dan seketika langsung menumbangkan pohon tersebut. Tubuhnya penuh dengan darah, tatapan matanya terlihat sayu, ia terbaring lemah diatas tanah tanpa bisa melakukan apapun lagi.
Tak lama setelah itu, Sang Guru telah muncul dihadapannya. Kakek tua tersebut terlihat tengah tersenyum dengan lebar, seolah-olah ia merasa terhibur akan kekalahan dari Zhao Feng untuk yang kesekian kalinya.
Sang Guru perlahan menggelengkan kepalanya pelan, dan mulai berjalan mendekati tubuh muridnya yang tengah tidak berdaya tersebut. Saat ia telah berada begitu sangat dekat dengan tubuh Zhao Feng, tiba-tiba saja, sebuah keanehan terjadi.
Kedua mata dari Sang Guru seketika melebar, ia terperanjat kaget saat menyadari bahwa ia pada akhirnya akan membuat sebuah kesalahan. Tetapi semua keterkejutannya, berubah menjadi sebuah rasa kagum dan kebanggaan, karena ia tahu bahwa akan ada kejutan besar untuknya.
Setelah menunggu selama setengah tahun ini, pada akhirnya muridnya akan memberikannya sebuah kejutan yang sangat tidak diduga-duga. Angin berhembus dengan sangat kencang, dengan diiringi petir-petir besar yang menyambar-nyambar. Sang Guru perlahan membalikkan badannya, dan seketika ia dibuat tersenyum dengan lebar. Sang Cahaya yang sebelumnya bersinar dengan redup, kini telah bersinar semakin terang. Walaupun begitu, kegelapan pastinya telah berkembang dengan sangat pesat, untuk menenggelamkan dunia kedalam kehampaan dan kegelapan yang tidak terbatas.
__ADS_1