
Chapter 11.
Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Di sebuah hutan yang berada sangat jauh dari peradaban manusia, terdapat sebuah Gua yang menjadi tempat pelatihan seseorang.
Di luar Gua tersebut, nampak seorang pemuda yang tengah menstabilkan nafasnya. Pemuda itu tak lain adalah Zhao Feng, yang baru saja berlatih bersama dengan gurunya. Berbagai penderitaan, keseruan dan kebahagiaan, telah ia lewati selama 3 tahun bersama dengan gurunya, dulunya ia hanyalah seorang bocah yang tidak bisa Berkultivasi, kini telah menjadi seorang remaja yang tentunya telah mempunyai bakat untuk Berkultivasi.
Sudah 3 tahun dirinya berada disini, terus berlatih tanpa kenal lelah, semuanya Zhao Feng lakukan hanya untuk membuatnya menjadi seseorang yang lebih kuat. Sekarang, Zhao Feng sudah bisa Berkultivasi layaknya Kultivator pada umumnya, dan ia juga berada pada Ranah Kultivasi Pendekar Emas Bintang 7. Umurnya juga sudah mencapai 16 tahun, bisa dibilang cukup berbakat, tidak banyak pemuda berumur sebayanya yang mampu untuk mencapai Ranah Kultivasi seperti dirinya saat ini.
"Bagus, Zhao Feng. Kamu telah berusaha sekeras mungkin, tapi kamu bahkan belum bisa untuk mengalahkan ku dalam tiga tahun ini."
Melihat muridnya yang tengah menstabilkan nafasnya dengan tubuh yang penuh luka, kakek tua misterius itu tersenyum ringan sembari terus memberikan semangat kepada Zhao Feng.
Sedangkan Zhao Feng hanya bisa tersenyum kecut, karena semua yang dikatakan oleh gurunya itu memang benar adanya. Selama tiga tahun ini ia belum bisa mengalahkan gurunya, walaupun sekali. Rasanya ia sangat ingin mengalahkan gurunya itu, walaupun dia tahu bahwa ia tidak akan pernah bisa.
Kakek tua misterius itu tersenyum ringan setelah melihat semangat Zhao Feng yang masih berkobar, namun hari ini, kakek tua itu harus melakukan sesuatu kepadanya.
Ya, hari ini adalah hari dimana kakek tua misterius itu akan melepaskan muridnya itu, agar Zhao Feng berkelana dan mengenal dunia luar. Sudah tidak ada yang bisa dirinya berikan kepada Zhao Feng lagi, oleh sebab itu ia memutuskan untuk menyuruh muridnya itu untuk pergi mencari ilmu tambahan di dunia luar.
"Zhao Feng, sudah tiga tahun kamu berada dibawah pelatihan ku, sekarang tidak ada lagi yang bisa aku berikan kepadamu. Sekarang kamu harus pergi, guna untuk mencari ilmu yang lebih tinggi lagi di luar sana."
Mendengar perkataan dari gurunya, membuat jantung dari Zhao Feng tiba-tiba saja berhenti selama beberapa saat. Ia menatap keheranan kepada gurunya itu, namun hanya dibalas dengan senyuman lembut olehnya.
"Seekor Rajawali tidak bisa selamanya dalam sangkarnya, karena pada hakekatnya Rajawali hidup di alam bebas. Begitu juga denganmu, dengan kamu yang berkelana di dunia luar, kamu bisa menemukan hal baru, ilmu baru, bahkan mungkin seseorang yang baru dalam hidupmu."
Kakek tua misterius itu berterus terang kepada Zhao Feng mengapa dia harus melepasnya, hanya dengan itulah muridnya itu akan bisa berkembang. Jika ia hanya mengurung Zhao Feng disini, maka pemuda tersebut tidak akan bisa berkembang.
"Ak-Aku..."
"Aku tahu, pasti akan sangat berat bagimu. Namun ini semua demi kebaikan dirimu sendiri."
Mengetahui bahwa Zhao Feng akan menolak keputusannya, sang guru kembali menyerukan kenapa dia harus melakukan hal itu. Ia tahu akan sangat berat bagi Zhao Feng, namu tidak hanya bagi Zhao Feng, ia juga merasakan hal yang sama.
"Pergilah!"
Menyadari jika semua keputusannya akan hancur jika Zhao Feng tidak segera pergi, kakek tua misterius itu dengan terpaksa harus mengusir muridnya itu untuk pergi.
Walau dengan kesedihan yang sangat mendalam, Zhao Feng bersujud dihadapan orang yang selama ini telah menjadi guru yang sangat berharga baginya. Ia sangat bersyukur, bahwa dirinya bisa menemui orang sebaik gurunya itu.
Setelah beberapa saat bersujud dihadapan sang Guru, Zhao Feng dengan langkah gontai perlahan pergi meninggalkan tempat yang telah memberikan banyak kenangan indah baginya.
Walau penuh dengan kesedihan, Zhao Feng berusaha untuk tetap tegar. Jikalau dia tidak pergi, maka semakin lama dia akan tertinggal. Sudah banyak sekali hal yang telah menunggunya disana, yang tentu saja Zhao Feng tidak ingin semua hal itu menunggunya semakin lama.
Dengan ilmu meringankan tubuh yang telah dipelajari dari Kitab Kultivasi Penakhluk Surga, hanya dalam hitungan detik Zhao Feng telah lenyap dari pandangan, bahkan juga dari pandangan sang Guru.
"Jangan terlalu bersedih, Zhao Feng. Kita akan segera bertemu kembali, setelah kamu mengetahui asal usul diriku, dan juga dirimu."
Kakek tua misterius itu berkata dengan pelan, sembari memandangi lebatnya pepohonan dihadapannya. Tak terasa air mata pun mulai mengalir di pipinya, saat hal yang paling menyakitkan kembali terulang kepadanya.
...----------------...
Zhao Feng terus melesat menjauh guna untuk keluar dari hutan ini, mengingat dirinya yang tidak pernah keluar Gua, alhasil ia sangat kesulitan saat menentukan arah keluar dari hutan ini.
__ADS_1
Zhao Feng terus melesat, tak peduli arah mana yang sedang diambilnya. Semua perasaannya telah kacau, saat kejadian serupa kembali terulang pada hidupnya.
Akibat dari Zhao Feng yang tidak memperhatikan area sekelilingnya, tanpa sengaja ia menabrak sebuah pohon yang membuatnya jatuh kebawah dengan sangat cepat.
Zhao Feng terjatuh kebawah dengan sangat cepat, namun ia tidak melakukan apapun saat menyadari dirinya tengah terjatuh. Dengan mengandalkan semuanya kepada takdir, ia yakin bahwa takdirlah sendiri yang akan menuntunnya.
Tubuh Zhao Feng tercebur ke dalam sungai yang sangat besar, yang tentunya arusnya juga sangat kuat. Tubuhnya berputar-putar, saat seluruh tubuhnya ikut tertelan kedalam sebuah pusaran air yang sangat besar.
Namun semua itu tidak membuat Zhao Feng panik sedikitpun, dengan mengandalkan semua kekuatannya saat ini, ia yakin akan bisa mengalahkan kebanyakan Beast Spiritual yang ada di hutan ini.
Semakin dirinya membiarkan pusaran itu membawa dirinya lebih dalam lagi, maka semakin dalam pula tubuh Zhao Feng tenggelam.
Namun ada hal aneh yang sekilas Zhao Feng lihat saat dirinya semakin dalam tenggelam ke dasar sungai, bahwa pusaran yang menyedotnya itu berakar di bawah tanah. Tentunya ini menjadi hal baru baginya, dan hal baru itulah yang membuat rasa penasarannya muncul.
Wush!
Dengan sekejap mata, seluruh tubuh dari Zhao Feng telah lenyap ditelan pusaran air itu. Setelah tubuhnya tersedot sepenuhnya, perlahan pusaran air itu kembali berubah menjadi arus yang tenang, seolah-olah memang tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
Zhao Feng hanya bisa melihat kegelapan yang pekat disekelilingnya, yang sangat membuatnya terkejut. Dengan sekuat tenaga ia mencoba untuk kembali kepermukaan, guna untuk keluar dari semua kejadian yang sangat aneh ini.
Namun semakin lama dirinya mencoba untuk berenang ke permukaan, maka semakin besar pula arus yang mencoba untuk menyeretnya kebawah. Bahkan setelah mengerahkan hampir seluruh Qi yang ada di Dantiannya, arus kuat itu masih saja mencoba untuk menariknya semakin kebawah.
"Teknik Meringankan Tubuh: Langkah Dewa Angkasa!"
Pada akhirnya Zhao Feng memutuskan untuk menggunakan teknik meringankan tubuh yang baru saja dirinya sempurnakan. Dengan melakukan gerakan langkah ringan, kecepatan renang dari Zhao Feng tiba-tiba saja meningkat dengan sangat drastis.
Alhasil usaha Zhao Feng untuk keluar dari mautnya itu berhasil, saat ia secara samar dapat melihat cahaya yang berasal dari permukaaan. Gerakan demi gerakan telah ia lakukan, saat mencoba untuk menggapai permukaan.
Dan pada akhirnya Zhao Feng berhasil mencapai permukaan air, dengan mengorbankan hampir semua aliran Qi yang mengalir dalam Meridian nya. Jika dilihat-lihat olehnya, nampak disekitarnya hanya ada pepohonan yang lebat, yang membuat ia yakin bahwa dirinya masih berada di kawasan hutan tempat dia dulunya berlatih.
Namun saat Zhao Feng tengah mengamati area sekitarnya, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan suara teriakan dari seorang wanita. Lantas saja ia sangat terkejut dan segera mencoba untuk mencari sumber dari suara tersebut, namun belum sempat dirinya menemukan sumber suara tersebut, tiba-tiba saja ia merasakan ada sebuah tekanan kuat yang tengah tertuju kepadanya.
Tentunya Zhao Feng tidak akan membiarkan bahaya itu untuk dapat melukainya, dengan menggunakan sisa-sisa Qi yang ada dalam Dantiannya, ia mencoba untuk menahan semua tekanan yang besar itu agar tidak berakibat fatal pada tubuhnya sendiri.
Disebabkan oleh aliran Qi yang tidak terlalu banyak di dalam Dantian nya, alhasil Zhao Feng harus menerima kenyataan jika tekanan itu berhasil melukai dirinya. Tubuh Zhao Feng terpental kebelakang dengan sangat cepat, dan menabrak sebuah batu dengan sangat keras.
Blast!
Darah sontak mengalir keluar dari mulut Zhao Feng, akibat terkena secara langsung tekanan yang mematikan itu. Namun semua itu bukan berarti bahwa ia berhasil dikalahkan sepenuhnya, walaupun ia telah mengalami luka yang cukup parah, namun semua itu masih tidak menurunkan kekuatannya sedikitpun.
Dengan cepat Zhao Feng kembali bangkit dari keterpurukannya, guna untuk membalas siapa yang telah melakukan serangan tersebut kepadanya. Namun saat ia melihat sosok yang telah menyerangnya, ia merasa bahwa jantungnya serasa akan keluar dari dalam dadanya.
Seluruh wajah dari Zhao Feng lantas saja berubah menjadi kemerahan, saat melihat pemandangan terlarang yang sekarang ada dihadapannya. Bukan Spiritual Beast, Iblis atau apapun yang menyeramkan, melainkan sebuah pemandangan indah bagi kaum lelaki.
"Ka-kau! Dasar mesum! Aku akan membunuhmu!"
Segera setelah Zhao Feng melihat pemandangan dihadapannya, berbagai macam serangan tertuju kepadanya, namun semuanya bisa dihindar olehnyai dengan sangat mudah. Menyadari semua serangannya meleset dari targetnya, membuat sosok tersebut semakin murka.
"Tu-tunggu, nona! Ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan!"
Zhao Feng berusaha untuk meluruskan kesalahpahaman yang telah dirinya buat, namun semua ucapannya itu sama sekali tidak berpengaruh dalam melawan kemurkaan seorang wanita.
__ADS_1
"Akh! Aku tidak akan membiarkan kesalahpahaman ini berlangsung lebih lama lagi!"
Setelah menghindari seluruh serangan yang telah tertuju kepadanya, maka semakin lama Qi yang ada di Dantian nya semakin terkuras habis. Semakin lama pula serangan itu terbentuk terhadapnya, maka semakin kesal pula dirinya.
"Langkah Kesenyapan Malam Berbintang."
Zhao Feng memutuskan untuk menggunakan salah satu teknik meringankan tubuh yang telah dikuasainya, alhasil tubuhnya dengan cepat berubah menjadi sekelebat bayangan hitam dan bergerak berpindah pindah tempat dengan kecepatan yang sangat tinggi.
"Cukup sampai disini!"
Saat gadis itu semakin marah karena seluruh serangannya telah luput dari pemuda mesum itu, tiba-tiba saja sebuah pedang telah berada tepat di depan lehernya. Tentu saja dirinya sangat terkejut, karena ia sama sekali tidak menyadari akan perpindahan dari Zhao Feng yang begitu sangat cepat.
"Ini hanyalah sebuah kesalahpahaman, dan aku ingin menyelesaikannya dengan sebuah perdamaian. Jika Nona menolaknya, maka dengan senang hati aku akan membuat sungai ini berubah menjadi merah karena darahmu sendiri."
Zhao Feng berkata dengan sangat dingin, ia sangat serius dengan ucapannya. Jika gadis ini menolak, maka sudah tidak ada alasan lain lagi baginya untuk menunjukkan belas kasihan.
Lantas saja tubuh gadis itu bergetar dengan sangat hebat, karena telah menyadari betapa jauhnya tingkat perbedaan antar kekuatannya sendiri dengan pemuda itu. Memikirkan bahwa nyawanya sedang terancam, maka timbul perasaan takut terhadap pemuda itu dari dalam hatinya.
"Seharusnya hal seperti ini tidak perlu terjadi, tapi Nona lah yang memaksa ku untuk melakukan ini."
Zhao Feng kembali berkata dengan sangat dingin, namun pedang yang sebelumnya ia tempelkan di depan leher gadis itu, kini telah ia sarungkan kembali.
Tanpa pikir panjang lagi, Zhao Feng hendak pergi meninggalkan tempat ini, guna untuk menghindari masalah lain yang akan datang. Namun baru saja ia melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh perkataan gadis yang sebelumnya ia lawan.
"Apakah kau berasal dari sekitar hutan ini?"
Gadis itu berkata dengan suara yang sedikit bergetar, pertanda bahwa ia sedang dilanda oleh rasa takut. Namun Zhao Feng merasa bahwa ia tidak mempunyai kewajiban untuk membalas pertanyaannya, namun setelah menyadari tidak ada seorang pun lagi selain dirinya dan gadis tersebut, timbul suatu pemikiran yang tiba-tiba saja terbentuk di benaknya.
"Tidak, bahkan aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa aku datang kemari. Namun yang jelas, aku akan segera pergi."
Zhao Feng membalas pertanyaan gadis itu dengan jujur, mengingat ia tidak merasa akan ada masalah yang datang darinya. Jikalau memang ada, maka Zhao Feng dengan senang hati akan menghadapinya sendiri.
"A-aku tersesat di hutan ini, dan semua pengawalku telah tewas terbunuh.'
Namun saat Zhao Feng hendak melanjutkan perjalanannya, tiba-tiba saja ia kembali terhenti saat mendengar perkataan dari gadis itu. Ia perlahan menghela nafas panjang, dan berbalik untuk menatap gadis dibelakangnya itu.
"Lantas, apa yang Nona inginkan dariku?"
Kini Zhao Feng yang kembali bertanya kepada gadis itu, berbeda dengan sebelumnya, kini ia terlihat sangat tenang, seolah-olah keindahan tubuh gadis itu sama sekali tidak berpengaruh baginya.
"Jika kamu mau untuk menemaniku dalam mencari jalan keluar dari sini, maka aku akan menghadiahkan apapun yang kamu inginkan!"
Gadis itu menjawab dengan suara yang gemetar, dan juga wajahnya yang telah memerah. Ia sangat malu saat melihat seorang pemuda tampan yang tengah menatapnya, ia tentunya merasa sangat malu saat seluruh tubuhnya dapat dengan leluasa dilihat oleh pemuda tersebut.
Zhao Feng terdiam sejenak setelah mendengar tawaran dari gadis itu, semuanya? Bukankah itu berarti bahwa gadis dihadapannya itu bukanlah orang sembarangan, tentunya ini akan menjadi peluang emas baginya, mengingat dirinya ingin mengetahui tentang hal-hal yang ada di dunia luar.
"Baiklah, kita sepakat."
Zhao Feng berkata dengan senyuman ringan yang menghiasi wajahnya, kini ia sudah menganggap gadis dihadapannya itu sebagai teman, maka sekarang ini ia juga tidak segan-segan untuk menebar senyuman.
Setelah berkata demikian, Zhao Feng tanpa basa-basi segera meninggalkan sungai tempat dimana gadis itu tengah mandi. Ia merasa tidak ada untungnya untuk tetap berlama-lama tinggal, maka ia pada akhirnya memutuskan untuk berburu guna mendapatkan hasil buruan yang bisa dimakan olehnya dan juga gadis yang baru saja ditemuinya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...