
Chapter 3.
•Kediaman Tetua Pertama•
Nampak seorang pemuda yang tengah terbaring di atas ranjang kamarnya dengan wajah penuh kekesalan. Pemuda itu tak lain adalah Shin Hye, putra dari Shin Mo, sang tetua pertama Sekte Seribu Bintang.
"Ayah! Aku tidak terima atas kondisiku seperti ini!"
Pemuda itu berteriak dengan sangat kesal kepada ayahnya, yang hanya dibalas helaaan nafas panjang oleh Shin Mo.
"Aku tahu, Putraku. Aku juga tidak akan membiarkan hal ini terjadi begitu saja kepadamu."
Mendengar balasan dari sang Ayah, membuat hati Shin Hye sedikit lega. Yang pastinya dia tidak sabar pada saat momen-momen dirinya membalaskan semua ini kepada Zhao Feng.
Shin Mo perlahan berjalan menuju salah satu jendela kamar putranya, yang membuat Shin Hye sedikit kebingungan dengan perubahan sikap dari sang ayah.
"Zhao Feng... Berbahagialah... Sebab saat ini adalah momen-momen paling bahagia sebelum kau merasakan penderitaan yang tiada duanya..."
Shin Mo menatap tajam kearah langit biru yang membentang indah diatasnya, namun dibalik itu semua, terdapat sebuah rencana busuk yang telah ia buat untuk menjebak musuh putranya sekaligus dirinya, sebuah rencana yang akan merubah masa depan Zhao Feng untuk selama-lamanya.
...----------------...
Cahaya pagi merengsek masuk melalui sela-sela kamar yang nampak sederhana, di atas kasur yang juga terlihat sederhana, nampak seorang pemuda yang masih terlelap dalam tidurnya.
Pemuda itu adalah Zhao Feng, meskipun dirinya tahu bahwa hari telah berganti pagi, namun rasa cinta akan tidurnya tidak akan membiarkan dirinya untuk bangun dari belaian mimpinya.
Nampak kedua mata pemuda itu sedikit bergetar, pertanda dia akan segera bangun. Udara khas pagi begitu sangat lembut, cocok untuk para Kultivator muda agar bergegas untuk menyerap aliran energi Qi yang begitu sangat murni.
Zhao Feng perlahan bangkit dari tidurnya dan menatap jendela yang telah terbuka dengan lebar disampingnya. Nampak pemandangan halaman rumahnya yang begitu sangat indah, dengan disinari cahaya pagi yang begitu sangat menenangkan.
Namun ada sesosok yang mencuri perhatian dari Zhao Feng, sesosok itu adalah seorang gadis kecil berambut hitam yang terlihat sangat cantik. Dengan senyumannya yang lebar, gadis itu berjalan dengan riangnya mendekati pintu kamarnya.
Zhao Feng tersenyum lembut saat melihat adiknya, Zhao Lin yang tengah mengantarkannya sarapan. Memang, selama inilah Zhao Lin yang telah memberikan makanan sarapan untuknya, tentu saja dirinya pernah menegur Zhao Lin untuk tidak terlalu memikirkan dirinya dan menyuruhnya untuk hanya fokus kepada Kultivasinya, namun gadis itu sama sekali tidak mendengarkan ucapannya.
"Feng Gege! Apa kakak sudah bangun?!"
Terdengar suara indah dari seorang gadis yang terdengar dari balik pintu kamarnya, dengan perasaan yang senang, Zhao Feng membuka pintu kamarnya untuk mempersilahkan tamunya masuk.
"Adik Lin? Aku sudah bilang tidak perlu untuk melakukan ini setiap hari, lebih baik kamu fokus kepada Kultivasi mu..."
Zhao Feng menegur dengan lembut adiknya itu, dan hanya mendapatkan reaksi yang sama dari Zhao Lin.
"Kakak! Apa kakak tidak senang jika aku berkunjung kemari...?"
Zhao Lin memasang muka sedih saat mendengar perkataan dari Zhao Feng, reaksi sama yang selalu ia tunjukkan jika sang kakak tengah menegurnya.
"Ti-tidak! Tentu saja kakak sangat senang jika kamu berkunjung kemari!"
Zhao Feng merasa serba salah setelah melihat reaksi dari Zhao Lin, ingin rasanya dia untuk menegur kembali, namun setelah melihat wajah adiknya yang tengah bersedih, membuatnya merasa tidak tega.
Mendengar perkataan dari Zhao Feng, Zhao Lin langsung mengganti wajahnya yang sebelumnya penuh dengan kesedihan menjadi senyuman yang lebar. Gadis itu tersenyum dengan lebar sembari melangkah masuk kedalam kamar dari Zhao Feng.
"Wah... Kamar kakak terlihat sangat bersih, jauh berbeda dengan kamar kakak Zhao Yuan!"
__ADS_1
Zhao Feng tertawa ringan setelah mendengar perkataan dari Zhao Lin, memang selama ini kegiatannya hanya berlatih dan membersihkan kamarnya. Ia maklum jika kamar kakaknya terlihat sangat berantakan, sebab Zhao Yuan tentunya tidak punya waktu membersihkan kamarnya sendiri, dan juga semua waktunya telah dipergunakan untuk Berkultivasi.
"Sudah... Sudah... Biar bagaimanapun kotornya kamar kakak Zhao Yuan, dia jauh lebih hebat dariku. Selama ini kakak Yuan lah selalu menjaga kita berdua, kamu tidak boleh berkata seperti itu."
Zhao Lin terkikik setelah mendengar kembali teguran dari sang kakak, sedangkan Zhao Feng hanya tersenyum lembut setelah melihat reaksi dari adiknya itu.
"Nah, Zhao Lin, bagaimana perkembangan Kultivasi mu?"
Zhao Feng pada akhirnya mengganti topik pembicaraan, jujur saja, dirinya sangat kagum setelah melihat bakat dari adik kecilnya yang sangat cantik itu. Dirinya pernah mendengar, bahwa Zhao Lin tengah dilatih sendiri oleh Tetua Keempat dan satu-satunya tetua wanita yang ada di Sekte Seribu Bintang, yaitu Ming Yao Si.
"Kakak Feng, aku telah menerobos ke Ranah Pengembangan Qi bintang 5, dan saat ini hanya tinggal sedikit lagi dorongan untuk dapat menerobos ke tingkat selanjutnya!"
Zhao Feng tersenyum lembut menatap adiknya yang terlihat sangat senang itu, hanya dalam umurnya yang baru 12 tahun, gadis kecil itu telah menyentuh Ranah Pengembangan Qi Bintang 5. Sungguh ia sangat terkagum-kagum akan bakat monster dari adik kecilnya itu.
"Wah! Kamu benar-benar jenius, Zhao Lin ku yang manis!"
Zhao Feng memuji adiknya itu dengan penuh rasa kasih sayang, ia mencubit kedua pipi Zhao Lin dan mencium lembut dahinya.
Cupp...
Zhao Feng mencium kening dari Zhao Lin dengan penuh rasa kasih sayang, yang langsung membuat wajah Zhao Lin berubah warna menjadi merah padam karena malu.
Dan dengan secepat kilat, Zhao Lin langsung lari meninggalkan kamar Zhao Feng. Sedangkan Zhao Feng hanya bisa tertawa ringan setelah melihat kelakuan imut adiknya tersebut.
"Zhao Lin... Selamat atas prestasi jenius mu, aku berharap kamu bisa membanggakan ayah, dan tidak menjadi seperti diriku ini..."
Zhao Feng berkata dengan suara yang terdengar sangat memilukan, semua penderitaan itu terasa sangat berat baginya. Ingin rasanya dia untuk mengakhiri takdirnya, namun saat melihat senyuman dari sang adik dan juga kasih sayang dari ayah dan juga kakaknya, membuat Zhao Feng kembali memperkuat tekadnya untuk tetap bertahan.
Zhao Feng sama sekali tidak mengerti kesalahan apa yang telah ia perbuat sampai bisa membuatnya hidup seperti ini. Ia merasa tidak pernah membuat kesalahan yang sangat fatal sampai-sampai orang-orang itu membalasnya dengan ini semua.
...----------------...
Dulunya, Zhao Feng mempunyai nama asli Shao Lin Fang, namun saat ini berganti menjadi Zhao Feng. Sebab dirinya telah diambil menjadi salah satu anggota Klan Zhao, selepas kematian dari seluruh anggota Klan Shao yang ada.
Kejadian itu bermula enam tahun yang lalu, dimana Zhao Feng saat itu masih berumur tujuh tahun. Zhao Feng lahir di dalam Klan yang cukup besar, dengan ayahnya yang menjadi Tetua Agung Sekte Seribu Bintang, dan ibunya yang berasal dari Sekte Lembah Persik dan menjabat sebagai salah satu Tetua di sekte itu.
Kehidupan masa kecil Zhao Feng bisa dibilang sangat nikmat, dengan kedua orangtuanya yang telah menjadi sosok terpandang, namun dengan kondisi keluarga yang sangat kaya, Zhao Feng tidak menumbuhkan sifat sombong apalagi sifat pemalas.
Sejak kecil dirinya telah diajarkan oleh sang ayah untuk berkultivasi, dan pada saat berumur 4 tahun, Zhao Feng kecil telah memulai perjalan Kultivasi nya.
Bisa dibilang seorang anak yang berumur empat tahun telah dapat berkultivasi adalah seorang jenius, yang bahkan digadang-gadang hanya ada seribu tahun sekali, sebab seseorang memulai perjalanan Kultivasi kebanyakan jika mereka baru menginjak umur 6 tahun.
Melihat putranya yang digadang-gadang sebagai sesosok yang jenius, timbul rasa bangga sekaligus bahagia dari kedua orangtuanya. Namun mereka tetap menjaga fakta itu agar tidak tersebar luas, agar Zhao Feng kecil dapat terhindar dari bahaya yang akan selalu mengintainya.
Zhao Feng dibesarkan di Sekte Seribu Bintang bersama dengan sang ayah, sedangkan ibunya hanya berkunjung sebulan sekali karena ia harus menjalankan tugasnya sebagai salah satu Tetua dari Sekte Lembah Persik.
Namun sekeras apapun kedua orang tua Zhao Feng untuk menyembunyikan kejeniusannya, fakta yang selama mereka simpan itu perlahan-lahan mulai bocor dan didengar oleh kalangan publik.
Dan pada sampai Zhao Feng yang baru saja menginjak usia 6 tahun, fakta itu telah menyebar ke segala penjuru Kekaisaran Liu.
Para tetua Sekte-sekte lain yang telah mendengarnya, segera berbondong-bondong menuju ke Sekte Seribu Bintang untuk mencoba keberuntungannya agar dapat mengambil sesosok jenius yang digadang-gadang hanya akan muncul seribu tahun sekali. Sebab jika seorang anak yang berumur 8 tahun kebawah, maka anak itu masih dianggap tidak memiliki ikatan apapun dalam Sekte apapun, baik Sekte Seribu Bintang yang menjadi tempat kelahirannya.
Namun mereka semua terpaksa harus menelan pil pahit, sebab Zhao Feng kecil menolak semua tawaran mereka. Meskipun Zhao Feng masihlah kecil, namun pola pikirnya bisa disandingkan dengan orang yang lebih tua sepuluh tahun darinya.
__ADS_1
Dan pada akhirnya, fakta bahwa Zhao Feng merupakan anak yang jenius terdengar di telinga sang Kaisar Kekaisaran Liu, Liu Yang Shin.
Sang Kaisar dengan cepat segera menyiapkan seluruh pasukannya untuk mengawal dirinya yang akan bertujuan untuk datang dan melihat secara langsung sesosok jenius yang telah dibicarakan oleh orang ramai itu.
Berita bahwa sang Kaisar yang akan datang untuk melihat sesosok jenius dengan kedua matanya sendiri itu menyebar dengan sangat cepat. Yang membuat para Tetua Sekte-sekte lain semakin giat untuk mengambil Zhao Feng untuk masuk kedalam Sekte mereka. Dan sekeras apapun mereka berusaha, mereka juga tetap akan menelan pil pahit yang sama.
Berita akan datangnya sang Kaisar akhirnya sampai di telinga kedua orangtuanya Zhao Feng, yang membuat sepasang suami-istri itu dilanda kekhawatiran akan keselamatan putranya itu.
Memang, kejeniusan Zhao Feng telah membuat mereka sangat bangga, namun dengan bocornya fakta itu, membuat kematian juga ikut melangkah mendekati putra mereka satu-satunya itu.
Mendengar jika sang Kaisar akan segera datang, para tetua-tetua Sekte Seribu Bintang mulai menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut datangnya sang Kaisar. Kedatangan sang Kaisar tentunya membuat mereka sangat senang sekaligus bangga, sebab jarang sekali Kaisar Liu Yang Shin datang sendiri untuk mengunjungi Sekte mereka.
"Tetua Agung, dengan adanya Zhao Feng, maka nama dari Sekte Seribu Bintang akan melambung dengan sangat tinggi!"
Salah satu Tetua akhirnya membuka suara atas kejeniusan dari Zhao Feng, yang kini telah dibicarakan oleh orang-orang ramai berkat kejeniusannya.
Namun berbeda dengan para tetua yang terlihat sangat senang akan hal itu, nampak jika Tetua Agung, Shao Lan Yang, menunjukkan reaksi yang sangat berbeda.
Nampak bahwa ia tengah memikirkan sesuatu, yang hanya bisa diketahui oleh dirinya sendiri. Dan tanpa sepengetahuan dirinya, salah satu pihak telah bergerak satu langkah darinya.
...----------------...
"Zhao Feng! Keluarlah, ada sesuatu hal yang telah menunggumu..."
Saat Zhao Feng tengah terjebak dengan masa lalunya yang sangat kelam, terdengar suara menenangkan yang berasal dari balik pintu kamarnya.
"Baik, ayah! Tunggu sebentar."
Zhao Feng tahu jika ayahnya lah yang tengah memanggilnya, dan dengan cepat ia segera memakai baju khas Sekte Seribu Bintang, sebab jika Zhao Yun sendirilah yang telah memanggilnya, itu berarti ada sesuatu hal yang penting untuknya.
Namun yang tak Zhao Feng sadari dan duga-duga, sesuatu hal yang tengah menunggunya itu akan membawa perubahan yang begitu sangat besar baginya. Suatu perubahan, yang akan mengubah takdir hidupnya sekaligus dunia ini untuk selama-lamanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Untuk tingkat kultivasi:
-Penguatan tubuh (Bintang 1 - 9)
-Pengembangan Qi (Bintang 1 - 9)
-Pendekar Emas (Bintang 1 - 9)
-Prajurit Bintang (Bintang 1 - 9)
-Kaisar (Bintang 1 - 9)
-Bumi (Bintang 1 - 9)
-Langit (Bintang 1 - 8)
-Saint (Bintang 1 - 8)
Tidak ada yang tahu Ranah apa yang ada di tingkat setelah Ranah Saint, digadang-gadang, Ranah Kultivasi diatas Saint adalah Ranah Kultivasi yang setingkat dengan para Dewa Nirwana.
__ADS_1
Untuk tingkatkan Kultivasi, hanya bersifat sementara. Kemungkinan juga Author akan menambahkan Tingkatan lagi, seiring berlanjutnya perjalanan Zhao Feng.
...****************...