Pendekar Penakhluk Surga

Pendekar Penakhluk Surga
Chapter 4 : Pengurungan Zhao Feng


__ADS_3

Chapter 4.


Zhao Feng perlahan berjalan menuju gedung utama ayahnya, untuk mengetahui apa yang tengah menunggunya. Namun apapun itu, yang pasti Zhao Feng tidak akan pernah mengetahui nasib apa yang akan menunggunya kelak.


Tok! Tok!


"Masuklah, Zhao Feng."


Saat Zhao Feng baru saja mengetuk pintu ruangan rapat, terdengar suara balasan dari sang ayah untuk menyuruhnya masuk.


Pintu pun dibuka oleh Zhao Feng, dan ia sontak terkejut saat melihat Tertua pertama, Shin Mo, ayah dari Shin Hye yang tengah duduk berbincang bersama dengan ayahnya.


"Zhao Feng! Duduklah disini!"


Melihat putranya yang telah datang, Zhao Yun dengan suasana hati yang tengah berbahagia segera menyuruh Zhao Feng untuk duduk disebelahnya.


Tentunya Zhao Feng segera menuruti perkataan dari ayahnya, meskipun ada sebuah pikiran buruk yang tengah mengganjal di kepalanya. Namun, ia dengan cepat menepis pemikiran-pemikiran itu, sebab belum tentu sang ayah akan memiliki sifat yang sama dengan putranya.


"Hahaha... Zhao Feng! Berbahagialah sebab Tetua pertama akan melatihmu sendiri untuk kompetisi yang akan datang dua tahun lagi dari sekarang!"


Zhao Yun berkata dengan suara yang terdengar penuh dengan kesenangan, yang membuat Zhao Feng membuat senyuman ringan setelah melihat betapa senangnya sang ayah.


"Benar, Saudara Yun, aku sendirilah yang akan melatihnya agar bisa berkultivasi kembali!"


Shin Mo menanggapi dengan suara yang penuh dengan kesenangan pula, dengan tawa yang terlihat sangat lebar, menandakan bahwa ia juga ikut senang bahwa ia sendirilah yang akan melatih Zhao Feng.


Namun yang tak diketahui oleh Zhao Yun dan juga Zhao Feng, ternyata Tetua Shin Mo tengah melancarkan rencananya. Dan setelah melihat bahwa rencananya telah berjalan dengan sempurna, membuat dirinya merasa sangat senang. Kini hanya waktu saja yang memisahkan dirinya dengan takdir Zhao Feng, namun sebentar lagi waktu itu jugalah yang akan menyerahkan takdir Zhao Feng kedalam cengkeramannya untuk selama-lamanya.


...----------------...


"Tunggulah disini sebentar, murid Zhao Feng. Aku akan mengambil Kitab Kultivasi khusus untuk dirimu."


Setelah berhasil membawa Zhao Feng kedalam cengkeramannya, pada akhirnya Shin Mo memulai awal dari rencananya, sebuah rencana yang akan mengubah drastis masa depan dari Zhao Feng.


Tentunya Zhao Feng tidak tahu menahu tentang apa yang tengah direncanakan oleh Tetua Shin Mo, saat ini dirinya tengah merasa sangat senang, sebab pada akhirnya ia akan bisa berkultivasi kembali layaknya seluruh murid yang ada di Sekte Seribu Bintang.


Saat ini dirinya tengah berada seorang diri di dalam sebuah gua yang terlihat sangat indah, sebab Tetua Shin Mo tengah keluar dengan alasan untuk mencarikannya sebuah Kitab Kultivasi.


Jika dilihat-lihat olehnya, nampak jika bagian dalam gua ini penuh dengan kristal-kristal es yang terlihat begitu sangat cantik. Dan Zhao Feng mulai menduga, bahwa dirinya saat ini tengah berada di Gua Kristal Abadi, sebuah Gua yang penuh dengan aura Qi yang sangat murni.


Saat Zhao Feng yang tengah terkagum-kagum dengan kondisi Gua disekitarnya yang begitu sangat indah, tiba-tiba saja dari luar Gua terdengar suara langkah kaki yang cukup banyak. Pertanda bahwa ada lebih dari satu orang yang tengah berjalan mendekat.


Mendengar bahwa ada langkah kaki yang tengah mendekatinya, Zhao Feng membuat senyuman lebar saat ia membayangkan bahwa langkah kaki itu berasal dari Tetua Shin Mo yang datang dengan membawa sebuah Kitab Kultivasi untuknya.


Namun harapan indah dari Zhao Feng hancur berkeping-keping saat melihat sosok dari suara langkah kaki tersebut. Muka dari Zhao Feng berubah menjadi masam, saat melihat Shin Hye yang tengah datang kemari bersama dengan teman-temannya.


"Hei, sampah! Bagaimana kabarmu? Apakah kau sudah menikmati momen-momen bahagia untuk terakhir kalinya dalam hidupmu?!"


Shin Hye berkata dengan senyuman sinis, yang membuat Zhao Feng semakin kebingungan dengan semua situasi ini. Shin Hye? Mengapa dia bisa berada disini? Bukankah Gua ini sudah dilarang oleh Tetua Shin Mo agar seseorang pun tidak boleh masuk sebab disinilah dia akan dilatih? Dan sekarang, malah ada Shin Hye dan juga teman-temannya yang kini sudah berdiri dihadapannya.


"Shin Hye? Apa yang kalian lakukan disini?"


Zhao Feng yang kebingungan akhirnya bertanya kepada Shin Hye dan juga teman-temannya, namun hanya dibalas oleh tawa mereka yang terdengar sangat senang.


"Apa-apaan ini?!"

__ADS_1


Zhao Feng kembali dilanda kebingungan yang besar saat melihat Shin Hye dan juga teman-temannya yang tengah tertawa, namun belum sempat dirinya sadar akan situasi yang sebenarnya, tiba-tiba saja dirinya terlempar ke sudut Gua dengan sangat keras.


Sontak saja tubuh dari Zhao Feng menabrak dinding Gua yang penuh dengan kristal es yang sangat tajam, bahkan tabrakan dari tubuh Zhao Feng mampu memecahkan seluruh kristal es yang dia tabrak.


Darah segar seketika memenuhi punggung Zhao Feng yang kini telah terluka dengan sangat fatal. Sementara Shin Hye dan juga teman-temannya hanya menertawakannya, Zhao Feng berusaha untuk kembali bangkit, tetapi tiba-tiba saja, dirinya dikejutkan oleh suara yang sangat dikenalinya dan juga yang selama ini ia tunggu-tunggu.


"Dasar sampah! Berani-beraninya kau membuat Zhao Yuan menghajar putraku sedemikian rupa!"


Terdengar suara pria paruh baya yang terdengar dengan sangat dingin, tanda bahwa setiap kata-kata yang dilontarkannya penuh dengan kebencian. Setelah melihat sesosok yang telah berbuat seperti ini kepadanya, yang sontak membuat Zhao Feng terkejut sekaligus tak percaya, jika saat ini ia telah masuk kedalam jebakan yang sangat mematikan.


Kini ia akan hidup dengan penuh penderitaan yang lebih daripada hidupnya pada saat berada di Sekte Seribu Bintang, yang akan mengubah takdirnya menjadi lebih buruk lagi. Atau tidak...?


 


...---------------...


Brakkk!


Terdengar suara gebrakan yang sangat keras, yang mampu membuat meja yang digebrak seketika hancur berkeping-keping. Nampak seorang pria paruh baya yang kini tengah mengeluarkan aura membunuh yang begitu sangat pekat, pria paruh baya itu tak lain adalah ayah angkat dari Zhao Feng, Tetua Zhao Yun.


Zhao Yun saat ini merasa sangat marah saat mendengar sebuah kebenaran yang akan dijalani oleh putranya bersama dengan Tetua Shin Mo. Bagaimana tidak?! Selama ini Tetua Shin Mo tidak mengatakan secara persis dimana putranya akan dilatih. Dan sekarang, kemarahan itu semakin bertambah saat mendengar bahwa putranya akan dilatih di hutan Kabut, sebuah hutan lebat yang ada dipinggiran Sekte.


Apalagi didekat hutan itu ada sebuah Gua yang terkenal dengan tekanan Qi nya yang sangat kuat, bahkan para Tetua tidak akan berani untuk melangkah kakinya kesana, sebab tekanan Qi didalam gua itu akan menghancurkan seluruh Meridian seseorang, yang bisa saja menyebabkan kematian, atau yang paling ringan yaitu kecacatan.


"Saudara Zhao Yun! Pikirkan baik-baik tentang apa yang saudara lakukan saat ini!"


Terdengar suara seseorang yang begitu sangat kesal saat melihat kemarahan dari Tetua Zhao Yun, seorang Tetua ketiga yang bernama Shin Mo Chi, adik dari Tetua pertama.


Mendengar perkataan dari Tetua yang lain, membuat kemarahan dari Tetua Zhao Yun semakin menjadi-jadi. Dia merasa sangat bodoh sekali, sudah tahu bahwa Zhao Feng tidak bisa berkultivasi, malah dia sendiri dengan senang hati menyerahkan Zhao Feng pada Tetua Shin Mo untuk tujuan berkultivasi. Sangat bodoh sekali!


"Tenanglah, Saudaraku. Zhao Feng akan baik-baik saja, lagipula yang akan melatihnya adalah Tetua Shin Mo sendiri, semuanya pasti akan baik-baik saja."


Dalam hati Tetua Agung, ia merasa sangat tidak enak mengatakan hal tersebut kepada Tetua Zhao Yun. Ia sudah tahu jika Terus Shin Mo sangat membenci Zhao Feng, tetapi hanya inilah yang bisa ia lakukan, jika Tetua Zhao Yun terus menerus terbakar amarah, maka bisa saja terjadi hal yang sangat tidak diinginkan di dalam Sekte Seribu Bintang.


"Baiklah! Tapi jika Tetua Shin Mo melakukan sesuatu yang merugikan bagi putraku, maka aku tidak akan segan-segan untuk menghajarnya walaupun kalian semua akan menentangku!"


Dengan amarah yang masih meluap-luap, Zhao Yun memberikan ancaman kepada para pihak yang sepertinya tengah merencanakan sesuatu terhadap putranya. Zhao Yun tidak peduli, siapapun yang akan menyakiti putranya, maka dia akan menghancurkan orang tersebut, tak peduli jika orang tersebut adalah dewa sekalipun.


...----------------...


"Hughh!"


Di dalam gua yang terlihat sangat cantik dengan berbagai kristal yang berwarna-warni, nampak seorang pemuda yang tengah jatuh tersungkur dengan tubuh yang penuh dengan luka memar.


Pemuda itu adalah Zhao Feng, putra angkat dari salah satu Tetua Sekte Seribu Bintang, Zhao Yun. Dengan semangat yang membara agar dirinya bisa untuk berkultivasi, telah membawanya ke tempat ini.


Zhao Feng sangat tidak menyangka, jika salah satu Tetua begitu sangat membenci dirinya. Terlebih lagi bahwa Tetua itu adalah salah satu teman dari ayahnya, membuat Zhao Feng semakin merasa sangat naif.


"Hei, Sampah! Terima makananmu!"


Saat Zhao Feng tengah memikirkan betapa menyedihkannya nasibnya, terdengar suara seseorang yang bersumber tak jauh darinya.


Dengan tertatih-tatih, Zhao Feng perlahan menoleh kearah sumber suara itu, dan mendapati seorang pemuda dengan baju khas Sekte Seribu Bintang tengah berdiri dengan tak jauh darinya dengan wajah sinis.


Pemuda itu tak lain adalah salah satu murid dari Tetua Shin Mo, yang ditugaskan untuk selalu mengawasi dirinya agar tidak bisa kabur. Namun yang tak pemuda itu ketahui, bahwa Zhao Feng tengah melakukan sebuah rencana yang tak pernah dipikirkan olehnya.

__ADS_1


Tentunya menjadi sebuah keajaiban saat melihat seseorang yang berani masuk kedalam, sebab tekanan Qi didalam gua sangatlah besar. Namun ada pengecualian untuk hal tersebut, yaitu dengan menggunakan Artefak yang hanya dimiliki oleh Tetua pertama, Shin Mo.


Mendapatkan Artefak itu tentu tidaklah mudah bagi Shin Mo, sebab Artefak itu hanya dimilki oleh Tetua Agung terdahulu, yaitu Shao Lan Yang. Setelah kematian Tetua Agung, dengan memanfaatkan lemahnya pengawasan dari para tetua-tetua Sekte Seribu Bintang yang lain, pada akhirnya Tetua Shin Mo berhasil mencuri beberapa Artefak langka tersebut.


Dengan memanfaatkan Artefak itu, pada akhirnya Shin Mo mempunyai ide untuk mengurung Zhao Feng didalam Gua Kristal Abadi, sebab para Tetua Sekte Seribu Bintang lainnya tidak akan mempunyai keberanian untuk mendekat, apalagi masuk kedalam Gua.


"Uhugh!"


Saat mencoba untuk bangkit berdiri, Zhao Feng tiba-tiba saja terbatuk darah dan kembali jatuh tersungkur. Melihat ada yang salah dengan tingkah laku Zhao Feng dihadapannya, membuat pemuda itu sedikit panik.


Ia dengan cepat bergegas mendekati tubuh Zhao Feng yang tengah tersungkur di atas tanah, ia mencoba untuk mengecek kondisi dari Zhao Feng, sebab Tetua Shin Mo telah memberikannya sebuah perintah bahwa Zhao Feng tidak boleh sampai mati.


Memikirkannya kembali saja sudah membuat pemuda itu takut setengah mati, bagaimana tidak? Semua orang telah mengetahui betapa kejamnya Tetua Shin Mo dalam memberikan hukuman pada murid-muridnya, dan pemuda itu tak akan pernah terbesit untuk merasakan salah satu hukuman itu.


Oleh sebab itu, saat menyadari kondisi dari Zhao Feng, membuat pemuda itu sedikit ketakutan. Namun yang tak pemuda itu sadari, bahwa dirinya telah masuk kedalam perangkap dari Zhao Feng, yang akan merubah nasib dunia ini untuk selama-lamanya.


...----------------...


Dikediaman Tetua kedua, Zhao Yun. Nampak seorang pria paruh baya yang tengah duduk di depan teras rumahnya bersama dengan gadis kecil yang memiliki paras yang sangat cantik.


Walaupun masih kecil, gadis itu sudah menunjukkan tanda-tanda kecantikannya yang bahkan melebihi para dewi Nirwana. Bahkan gadis itu sudah beberapa kali menerima tawaran tunangan dari para pemuda-pemuda jenius dari Sekte lain, namun semuanya ditolak olehnya.


Gadis itu juga dikenal dengan sifat cerianya, yang membuat semua orang akan tersenyum saat melihat dirinya. Dengan sifat periang dan juga hatinya yang baik, membuat gadis itu sangat disegani oleh para Tetua sekaligus semua murid Sekte Seribu Bintang.


Namun tidak untuk hari ini, nampak gadis kecil itu tengah menangis di pelukan sang ayah, pemandangan yang sangat jarang sekali untuk dilihat bagi para murid-murid Sekte Seribu Bintang.


"Ayah! Mengapa Kakak Feng pergi tanpa mengatakan apapun kepadaku?!"


Gadis itu berkata dengan terisak, seolah-olah dirinya tengah mengalami kesedihan yang sangat berat. Gadis kecil itu tak lain adalah Zhao Lin, adik dari Zhao Yuan dan juga Zhao Feng.


Zhao Lin merasa sangat sedih saat mengetahui bahwa sang kakak tengah melakukan latihan tanpa sepengetahuan darinya, setidaknya dia ingin untuk menghabiskan waktu dengan Zhao Feng sebelum ia pergi untuk melakukan latihan.


"Maafkan ayah, Zhao Lin. Ayah begitu terburu-buru untuk menyuruh Zhao Feng pergi berlatih."


Zhao Yun ikut merasakan betapa sedihnya putri semata wayangnya itu, ia tahu bahwa Zhao Lin tengah menyimpan perasaan kepada Zhao Feng, lebih dari sekedar perasaan seorang adik kepada kakaknya.


"Ayah... Kapan Feng Gege akan kembali?"


Dengan suara yang penuh dengan kesedihan, Zhao Lin bertanya kepada sang ayah, berharap bahwa ayahnya akan mengatakan bahwa Zhao Feng akan segera kembali secepatnya kepadanya.


Mendengar pertanyaan dari sang putri, membuat hati dari Zhao Yun bak teriris pisau yang sangat tajam. Tak hanya membuat Zhao Feng harus menderita selama latihannya, kini ia juga telah menghancurkan hati putri yang sangat disayanginya itu.


"Jangan khawatir, Zhao Lin. Kakakmu sebentar lagi akan kembali, dengan kekuatan yang lebih besar, dia akan kembali dan akan selalu melindungi dirimu selama sisa hidupnya."


Zhao Yun berkata dengan penuh kebanggaan, ia saat ini terpaksa untuk berbohong kepada putrinya itu. Padahal, dia tidak akan pernah tahu kapan Zhao Feng akan kembali, apalagi hasil dari latihannya. Walaupun dirinya ingin memaksa untuk membatalkan latihan dari Zhao Feng, itu hanya akan sia-sia. Sebab semua Tetua Sekte Seribu Bintang telah menyetujui latihan Zhao Feng bersama dengan Tetua Shin Mo.


"Benarkah, Ayah?! Kalau begitu aku juga akan berlatih agar tidak menjadi beban bagi Kakak Feng!"


Mendengar balasan dari sang ayah, membuat keceriaan dari Zhao Lin kembali bersemi. Dengan tekad untuk menjadi kuat, Zhao Lin telah bertekad untuk berlatih keras agar bisa bersanding sejajar bersama dengan Zhao Feng.


Zhao Yun menganggukkan kepalanya pelan sembari tersenyum dengan lembut kearah putrinya itu. Dan dengan secepat kilat, Zhao Lin tiba-tiba saja berlari meninggalkan kediaman ayahnya.


Saat melihat betapa besarnya semangat yang ada di dalam diri putrinya, membuat Zhao Yun hanya bisa menghela nafas panjang.


"Maafkan ayah, Zhao Lin. Tetapi yakinlah, bahwa Zhao Feng pasti akan kembali kepadamu..."

__ADS_1


Zhao Yun membatin saat mengingat kejadian yang barusan terjadi pada saat rapat para Tetua Sekte Seribu Bintang. Ia hanya bisa berpasrah kepada takdir akan nasib putranya yang begitu sangat menyedihkan. Namun ada satu hal yang membuat Zhao Yun tidak kehilangan harapannya, yaitu takdir tidak akan selalu berlaku tidak adil bagi seseorang di dunia ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2