Pendekar Penakhluk Surga

Pendekar Penakhluk Surga
Chapter 17 : Tekhnik Penakhluk Surga


__ADS_3

Zhao Feng terus menyusuri jalannya, memecah kesunyian malam yang sangat hening dan sepi. Selama dalam perjalanannya, ia sesekali bertemu dengan mayat orang yang mengenakan jubah berwarna hitam, ia juga sadar, bahwa itu adalah penjahat yang sebelumnya telah ia tumpas.


Zhao Feng sama sekali tidak menghiraukan mayat-mayat itu, ia terus melangkah, sembari sesekali mendongakkan kepalanya keatas untuk sekedar melihat langit malam yang terlihat sangat indah, dengan dihiasinya bintang-bintang yang saling berkelap-kelip.


Tidak ada hal menarik yang Zhao Feng temui, kecuali beberapa hewan malam yang kebetulan berpapasan dengannya. Ia pun mendecikkan lidahnya, ia berharap jika ia bisa menemukan sesuatu yang berharga disini, karena secara harfiah, hutan ini sangat misterius dan belum pernah dijelajahi oleh manusia biasa.


Zhao Feng terus berjalan, sampai pada akhirnya ia terhenti karena melihat sesuatu hal yang cukup menarik baginya. Tak jauh dihadapannya, ia bisa melihat, sebuah batang pohon berukuran besar yang telah tumbang dan menghalangi jalannya.


Memang, tidak ada yang menarik dari batang pohon tersebut, tapi memang bukan itulah yang menarik. Yang menarik adalah, Zhao Feng dapat melihat, sesosok siluet ular besar yang tengah melilit batang pohon besar tersebut.


Ular tersebut memiliki ukuran yang sangat besar, jauh lebih besar berkali-kali lipat dibandingkan tubuh Zhao Feng. Ular tersebut mempunyai sisik berwarna merah darah, dengan semacam permata berwarna biru laut yang terdapat di tengah-tengah dahinya.


Ular tersebut nampak tengah tertidur, tapi itu hanyalah tipuan belaka, dan Zhao Feng sadar akan hal itu sepenuhnya. Ular tersebut bukanlah ular biasa, dia sengaja untuk berpura-pura tidur, untuk menarik mangsanya mendekat.


Cukup cerdik, namun tidak akan berpengaruh sedikitpun bagi Zhao Feng. Pemuda tersebut terlihat hanya berdiri sembari memperhatikan tubuh ular raksasa tersebut, tanpa ada niatan untuk mendekatinya.


Ia pun mengalihkan pandangannya kebawah, lebih tepatnya kearah batang pohon yang dililit oleh ular tersebut. Pada saat pertamakali Zhao Feng memperhatikan batang pohon tersebut, ia langsung sadar, bahwasanya ada sesuatu yang tersimpan didalamnya.


Pada saat yang bersamaan, kedua mata ular tersebut tiba-tiba saja terbuka, Zhao Feng pun terkejut, ia secara spontan mundur beberapakali langkah kebelakang, pada saat ular tersebut mulai menatapnya dengan tatapan tajam.


Dihadapannya kini, adalah sesosok ular raksasa yang telah terbangun. Kedua mata ular tersebut berwarna ungu kehitaman, kedua mata tersebut tengah menatapnya dengan tatapan membunuh.


Cukup lama Zhao Feng dan sosok ular raksasa tersebut saling pandang dengan masing-masing mengeluarkan aura Qi yang menindas. Tapi sayangnya, Aura Qi milik Zhao Feng masihlah kalah jauh dibandingkan Aura Qi milik sesosok ular tersebut.


Blar!


Ledakan besar seketika terjadi tepat di tempat Zhao Feng berdiri, dan langsung menciptakan gelombang kejut yang dahsyat. Pohon-pohon seketika hancur, tanah bergetar dengan sangat hebat, semua hewan dan makhluk yang ada disekitarnya seketika berlari pergi menjauh.


"Begitu... Kecepatan ular ini sangatlah tinggi, dan jauh berada diatasku. Tak salah lagi, ini adalah Spiritual Beast Roh Tingkat Tinggi, aku harus berhati-hati."


Pada sebuah dahan pohon yang berada tak jauh dari ular tersebut, nampak sesosok pemuda berambut hitam legam yang tengah berdiri sembari menatap tajam kearah ular raksasa tersebut.


Zhao Feng berkeringat dingin pada saat melihat kekuatan dahsyat ular raksasa tersebut, jika saja ia terlambat sedikit saja, maka ia dipastikan akan langsung tewas. Beruntung dengan Mata Surgawi, ia masih dapat melihat pergerakan ular tersebut.


"Teknik Pedang Nirwana :"


Zhao Feng tanpa basa-basi, segera menyiapkan serangannya untuk segera menaklukkan ular tersebut. Ini adalah salah satu Teknik yang dikuasai olehnya, yakni Teknik Pedang Nirwana, Teknik berpedang yang telah ia pelajari dari Sang Guru.


"Hujan Pedang Penghakiman!"


Zhao Feng mengangkat tangan kanannya ke atas, dan dari atas langit, muncul berbagai macam pedang berwarna putih yang berjumlah sangat banyak. Pedang-pedang tersebut bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, menyabet dan menusuk apapun yang ada dibawahnya.


Clash! Clash! Clash!


Tapi sayangnya, pedang-pedang tersebut tidak mampu untuk menembus sisik ular tersebut yang ternyata sangat keras. Bukannya merasa kesakitan, justru ular tersebut hanya dibuat semakin marah saja setelah menerima serangan dari Zhao Feng.


"Apa?!"


Zhao Feng sangat terkejut saat menyadari bahwa serangannya sama sekali tidak mempan dihadapan ular tersebut. Alhasil, ia harus memutar otaknya sesegera mungkin, jika tidak, maka ia dipastikan akan binasa untuk selama-lamanya.


"Ular Kristal Mistis ini sangatlah kuat, aku harus memikirkan rencana lain."


Zhao Feng segera berpindah tempat lagi, agar Ular Kristal Mistis tidak mempunyai kesempatan untuk leluasa menyerangnya. Ular Kristal Mistis adalah Spiritual Beast Tingkat Roh Tinggi, dengan ciri khas sebuah Kristal berwarna biru laut yang terdapat pada tengah-tengah dahinya.


"Aku harus mengambil resiko!"

__ADS_1


Tanpa memikirkan adanya cara lain, Zhao Feng memutuskan untuk menyerang Ular Kristal Mistis tersebut secara langsung. Ia mengeluarkan pedang pemberian dari sang Guru, dan mulai mengalirkan energi Qi pada pedang tersebut.


"Teknik Pedang Nirwana : Cahaya Surgawi Yang Agung!"


Bilah pedang Zhao Feng tiba-tiba saja menunjukkan keanehan, yaitu munculnya cahaya keemasan disepanjang bilahnya. Itu adalah Teknik Pedang Nirwana, dengan melapisi pedang dengan Qi miliknya, setidaknya kekuatan pedang tersebut dikalikan beberapa kali lipat dari pedang biasa.


"Teknik Meringankan Tubuh : Langkah Dewa Angkasa!"


Dengan bermodalkan tekad yang kuat, Zhao Feng melesat mendekati tubuh Ular Kristal Mistis dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sedangkan Ular Kristal Mistis juga turut ikut menyerang saat menyadari bahwa musuhnya tengah berniat untuk menyerangnya.


Swuush!


Zhao Feng dengan cepat memutarkan tubuhnya, saat menyadari bahwa ia berada sangat dekat dengan mulut Ular Kristal Mistis. Ia berputar-putar selama beberapa saat di udara, sebelum kembali melesat mendekati salah satu titik pada bagian tubuh Ular tersebut.


Tinggg!


Suara pecahan besi seketika terdengar pada saat pedang Zhao Feng bersentuhan dengan sisik Ular Kristal Mistis. Ternyata suara tersebut adalah suara pedang Zhao Feng yang patah karena tidak mampu untuk menebas sisik Ular Kristal Mistis yang ternyata jauh lebih keras dibandingkan perkiraannya.


"Apa?!"


Tapi tanpa diduga-duga, sebenarnya Ular Kristal Mistis juga telah menyiapkan strategi untuk menaklukkan Zhao Feng. Tanpa sepengetahuannya, Ular tersebut menebaskan ekornya tepat kearah tubuh Zhao Feng yang masih melayang didekatnya.


Kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba, tanpa bisa dihindari oleh Zhao Feng. Alhasil, tubuh pemuda tersebut terpental sangat jauh ketika terkena sabetan ekor ular tersebut.


Brak!


Tubuh Zhao Feng terhempas dengan sangat keras pada sebuah batu yang cukup besar, dan menyebabkan batu tersebut seketika hancur berkeping-keping. Darah seketika merembes keluar dari balik pakaian Zhao Feng, bersamaan dengan aliran Qi yang melonjak tidak karuan di dalam Meridian nya.


Tubuhnya terasa sangat sakit sekali, ia berkesimpulan, bahwa sebagian besar tulang dan organ dalamnya telah hancur. Hanya dengan menggerakkan tangannya sedikit saja, Zhao Feng dapat mendengar suara tulang yang berderit.


Samar-samar, Zhao Feng dapat melihat Ular Kristal Mistis yang bergerak semakin dekat dengannya. Ia tidak bisa bergerak, ia hanya bisa memandangi Ular tersebut yang seakan-akan seperti Malaikat Maut yang hendak menjemput nyawanya.


"Apa yang kau tunggu? Cepat selesaikan ini!"


Tetapi Ular tersebut tidak kunjung menelan Zhao Feng, membuatnya merasa seperti tengah dihina. Sampai pada akhirnya Ular tersebut mulai membuka mulutnya dengan lebar-lebar, dan hendak menelan tubuh Zhao Feng secara utuh.


Tepat sebelum tubuh Zhao Feng ditelan dengan sepenuhnya, tiba-tiba saja muncul sebuah keanehan. Ular tersebut tiba-tiba saja melengking dengan sangat keras, sembari menggeleparkan tubuhnya ke segala arah.


Zhao Feng pun terkejut, karena melihat kejadian aneh yang terjadi pada Ular dihadapannya tersebut. Tetapi rasa keterkejutannya itu berubah, pada saat ia melihat sesosok siluet seseorang yang tengah berdiri di salah satu dahan pohon tak jauh darinya.


Ular tersebut terus menggeleparkan tubuhnya, dengan diiringi suara melengking yang sangat memekakkan telinga. Tepat setelah Zhao Feng melihat siluet tersebut, siluet tersebut tiba-tiba saja menghilang dengan sekejap mata.


Zhao Feng pun berupaya untuk bangkit kembali, dengan menggunakan sisa-sisa Qi yang ada didalam Dantiannya, Zhao Feng berniat untuk mengakhiri pertempuran ini.


"Teknik Penakluk Surga :"


Dengan memanfaatkan kelengahan Ular Kristal Mistis, Zhao Feng tanpa membuang-buang waktu lagi, segera mengeluarkan Teknik terkuatnya. Tekhnik ini sama sekali belum sempurna, yang berarti, akan ada kekurangan besar yang ada didalamnya.


Tetapi tiada pilihan lain, lebih baik gagal dalam berusaha, daripada gagal dengan sukarela. Zhao Feng berlutut diatas tanah, meletakkan tangan kanannya di dadanya, dan mengangkat tangan kirinya ke atas.


"Langit Membelah Bumi!"


Tubuh Zhao Feng seketika memunculkan cahaya keemasan yang bersinar, bersamaan dengan pancaran energi Qi yang sangat amat besar dari dalam tubuhnya. Ular Kristal Mistis yang sadar bahwa ada kekuatan besar yang bersumber dari arah belakangnya, segera membalikkan badannya kearah Zhao Feng.


Tetapi sudah terlambat, dari atas langit, muncul sebuah Cahaya berwarna emas yang bersinar dengan sangat terang. Cahaya tersebut berukuran cukup besar, turun dari Surga Nirwana untuk memusnahkan segala makhluk yang ada di dunia ini.

__ADS_1


Blast!


Cahaya tersebut menimpa tubuh Ular Kristal Mistis dengan telak, dan langsung menyebabkan ledakan dahsyat yang mampu menggetarkan seluruh penjuru hutan. Angin berhembus dengan sangat kencang, menerbangkan segala yang dilewatinya, langit terlihat seperti terbelah.


Semua makhluk yang berada disekitar ledakan tersebut seketika terhapus tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, semuanya tidak ada yang tersisa. Cahaya keemasan tersebut bertahan selama beberapa waktu, sebelum pada akhirnya padam dan berubah menjadi butiran-butiran cahaya berwarna emas yang melayang-layang di udara.


Ledakan tersebut membuat area hutan yang sebelumnya terlihat sangat lebat, kini menjadi sebuah lahan gundul dengan sebuah kawah yang berukuran cukup besar.


Ular Kristal Mistis telah tiada, dan bahkan telah lenyap dari dunia ini tanpa menyisakan sedikitpun abu dari tubuhnya. Dari kejauhan, nampak jika Zhao Feng tengah berlutut dengan tubuhnya yang penuh dengan darah segar.


Pemuda tersebut terlihat tengah berlutut dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Tubuhnya terlihat telah berubah warna menjadi kemerahan, dengan asap berwarna putih yang muncul dari permukaan kulitnya.


Pada akhirnya, pertempuran ini telah berhasil ia menangkan, walaupun juga ia harus keluar sebagai pemenang dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Zhao Feng sama sekali tidak bisa bergerak, ia juga sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas, seiring dengan berjalannya waktu, penglihatannya semakin memudar. Kondisinya sangat rentan saat ini, bahkan seorang anak kecil pun bisa untuk melenyapkannya saat ini juga.


Zhao Feng merasakan sangat sakit disekujur tubuhnya, tubuhnya terasa seperti dibakar oleh suhu yang sangat panas, tulangnya seperti telah hancur berkeping-keping, dan aliran Qi yang juga tengah melonjak dalam Meridian nya, rasanya seperti tubuhnya akan meledak kapan saja.


Dar! Dar! Dar! Dar!


Tetapi tanpa diduga-duga, terdengar ledakan kecil sebanyak 4 kali dari dalam tubuh Zhao Feng, yang langsung membuatnya merasa sangat tidak percaya. Saat ini ia berada dalam kondisi yang sangat mengenaskan, bahkan hampir mati, tapi mengapa ia bisa melakukan penerobosan secara tiba-tiba, bahkan ia melakukan penerobosan sebanyak 4 kali berturut-turut. Kini Zhao Feng sudah berada pada Ranah Kultivasi Prajurit Bintang *Bintang 1, sungguh sangat menakjubkan!


Kondisi tubuhnya yang sebelumnya mengenaskan, kini berangsur-angsur mulai membaik. Rasa sakit yang sebelumnya ia rasakan, kini juga mulai mereda. Zhao Feng pun kembali bangkit, dan merasa sangat terkejut akan pemandangan yang ada dihadapannya.


Ia tidak menyangka, jika daya rusak Tekhnik terkuatnya akan sampai sejauh ini, padahal Tekhnik tersebut belumlah ia kuasai dengan sepenuhnya. Dengan ini, Zhao Feng sadar, mengapa Gurunya memberitahukan kepadanya agar Kitab dan Teknik Penakhluk Surga tidak boleh bocor. Sungguh Teknik yang sangat menentang Surga.


Cukup lama Zhao Feng termenung, memikirkan betapa besarnya tanggung jawab yang harus dirinya tanggung saat ini. Sampai pada akhirnya ia memutuskan, untuk tidak menggunakan Teknik Penakhluk Surga ketika ia berkelana nanti, ia takut jika sampai ada orang yang tahu, maka dipastikan bahwa ia akan diburu untuk selama sisa hidupnya.


Zhao Feng pun memutuskan untuk kembali, ia tidak ingin membuat semua orang khawatir kepadanya. Beruntungnya ia, bahwa pertempuran sebelumnya berjarak sangat jauh dari tempat dimana rombongannya berada, dengan begitu, mereka semua tidak akan terkena dampak dari Tekhniknya yang dahsyat tersebut secara langsung.


Tepat saat Zhao Feng hendak menggunakan Teknik Meringankan Tubuh, lagi-lagi ada sesuatu hal yang menarik perhatiannya. Ia pun mengurungkan niatnya untuk pergi, dan menoleh kearah sesuatu hal yang telah menarik perhatiannya itu.


Sampai pada akhirnya Zhao Feng menemukan sebuah batang pohon sebelumnya yang kini telah hancur, sekilas, tidak ada yang menarik sama sekali darinya. Sampai pada sebuah benda berwarna biru dan merah yang tengah tertancap di sela-sela batang pohon tersebut. Zhao Feng tanpa pikir panjang lagi, segera berjalan mendekati benda tersebut.


Alhasil, alangkah terkejutnya ia, setelah melihat dengan jelas benda tersebut. Ia sangat tidak menyangka akan menemukan sebuah benda yang sangat berharga, bahkan saking berharganya, akan membuat seluruh dunia ini menjadi lautan darah karena menginginkan benda tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Untuk sekedar pengingat lagi, barangkali kalian lupa dengan Tingkatan Spritual Beast, saya akan kembali mencantumkan Tingkatan-tingkatan tersebut di Chapter ini, agar kalian tidak kesulitan untuk mencari Tingkatan Spritual Beast di Chapter sebelumnya.


Spiritual Beast adalah Makhluk yang sudah mempunyai kesadaran diri sepenuhnya, dan mempunyai kekuatan yang bisa dikatakan sama seperti para Kultivator. Untuk tingkatannya, sebagai berikut ini :


- Spritual Beast/ Binatang Roh Tingkat Roh Awal (Setara dengan Kultivator Penguatan Tubuh Bintang 4 keatas.)


- Spritual Beast/ Binatang Roh Tingkat Roh Lanjut (Setara dengan Kultivator Ranah Pendekar Emas Bintang 5 keatas.)


- Spiritual Beast / Binatang Roh Tingkat Roh Tinggi (Setara dengan Kultivator dengan Ranah Prajurit Bintang *Bintang 5 keatas.)


- Spritual Beast/ Binatang Roh Tingkat Roh Mistis (Setara dengan Kultivator Ranah Kaisar Bintang 5 keatas.)


- Spritual Beast/ Binatang Roh Tingkat Roh Kuno (Setara dengan Kultivator Ranah Langit Bintang 6 keatas.)


- Celestial Beast Tingkat Roh Surgawi (Setara dengan Kultivator Ranah Saint Bintang 5 keatas.)


Untuk Spritual Beast yang ada di Tingkat Roh Surgawi, lebih dikenal dengan sebutan Celestial Beast. Sebab mereka mampu bersaing dengan para Dewa itu sendiri, tidak ada Celestial Beast yang tinggal di dunia ini, mereka hanya akan tinggal di alam Celestial, yang setingkat dengan alam Nirwana tempat para Dewa berada.


Untuk Chapter ini, saya menambahkan satu Tingkatan untuk Spritual Beast, karena di Chapter sebelumnya, saya sudah memberitahukan kepada kalian semua bahwa daftar Tingkatan Spritual Beast hanyalah sementara saja.

__ADS_1


Untuk memastikan lagi, Daftar Tingkatan untuk Spritual Beast hanyalah sementara saja, kemungkinan saya akan menambahkan Tingkatan Spritual Beast lagi seiring dengan perkembangan Zhao Feng.


...****************...


__ADS_2