
Chapter 30.
Dengan diiringi hembusan angin yang berhembus dengan sepoi-sepoi, Zhao Feng menatap kearah sebuah batu yang sebelumnya menghantam kepalanya tersebut. Sebuah senyuman lembut juga nampak menghiasi wajahnya yang tampan, karena ia menyadari ada suatu aura yang menyelimuti batu tersebut, aura yang sangat ia kenali, aura dari sosok yang sangat ia kagumi.
"Terimakasih, Guru." Ucap Zhao Feng lirih, berterimakasih atas pertolongan dari Sang Guru yang berhasil membuatnya tersadar dari semua marabahaya yang barusan menimpanya.
Untung saja ia berhasil disadarkan oleh sang Guru disaat-saat ia tengah diselimuti oleh marabahaya dari semua perasaan yang berniat untuk menjerumuskannya kedalam jurang balas dendam dan penderitaan yang tiada akhir. Hampir saja ia terjatuh dalam jurang tersebut, tetapi seorang penyelamat datang dan menolongnya untuk kembali bertahan.
Mengesampingkan semua pemikiran tersebut, Zhao Feng berganti menatap kearah dua sosok manusia yang berada tidak jauh dihadapannya. Kini, nampak bahwa dua sosok manusia tersebut tengah celingukan kesana kemari, seperti tengah mencari sesuatu, apapun itu, nampaknya begitu sangat penting sampai-sampai mereka berdua memasang raut wajah khawatir.
"Ternyata kalian berdua sudah bangun..."
Entah darimana munculnya, tiba-tiba saja muncul sosok Zhao Feng yang kini telah berada dihadapan mereka berdua, padahal mereka berdua tengah mencari-cari keberadaannya. Kedua mata dari kedua sosok tersebut nampak melebar, karena mereka sangat terkejut akan kehadiran sosok pemuda misterius yang sama sekali tidak dapat dirasakan oleh keduanya.
Bahkan sosok pria paruh baya yang mempunyai Ranah Kultivasi Kaisar Bintang 2, sama sekali tidak dapat merasakan kehadiran Zhao Feng, ia baru dapat merasakan kehadiran pemuda tersebut ketika mendengar suara dari pemuda tersebut. Apalagi setelah melihat sendiri bahwa Ranah Kultivasi Zhao Feng yang masih berada sangat jauh dibawahnya, yakni pada Ranah Kultivasi Pendekar Emas Bintang 3, tentunya semakin membuatnya keheranan dan kebingungan.
Begitupun dengan sosok gadis cantik yang sedari tadi bersama dengan sosok pria paruh baya tersebut, ia merasa sangat takjub dan terkagum akan pemuda dihadapannya ini. Tanpa bisa merasakan aura dan hawa keberadaan pemuda tersebut, sudah cukup untuk menjadi alasan mengapa ia bisa sampai merasa takjub, padahal Ranah Kultivasi pemuda tersebut masih berada dibawahnya.
Tetapi yang tidak mereka berdua ketahui, sebenarnya Ranah Kultivasi Zhao Feng berada pada Ranah Kultivasi Prajurit Bintang *Bintang 2, mereka berdua hanya terkecoh, karena Zhao Feng memakai Artefak untuk menyembunyikan Ranah Kultivasinya yang asli. Akan menjadi kegemparan jika mereka berdua sampai mengetahui Ranah Kultivasinya yang sebenarnya, seorang pemuda berumur 19 tahun berada di Ranah Kultivasi Prajurit Bintang *Bintang 2, tentunya seorang sesepuh Kultivator dengan Ranah Kultivasi Saint akan muntah darah karena terkejut bahwa ada seorang monster jenius seperti Zhao Feng.
"Maaf karena aku tiba-tiba saja datang dan muncul dengan tiba-tiba, tetapi, aku membawa makanan untuk kalian." Ucap Zhao Feng dengan sebuah senyuman ramah diwajahnya, sembari memperlihatkan empat ekor ikan yang berada dikedua tangannya.
Keduanya sama sekali tidak bisa mengatakan sepatah katapun, mereka berdua nampak terdiam dengan raut wajahnya yang sangat terkejut. Tentunya, Zhao Feng juga memaklumi keterkejutan yang dialami keduanya, barangkali ini adalah pertamakalinya mereka melihat seorang jenius seperti dirinya, meskipun ia tidak yakin jika ia adalah satu-satunya orang yang berhasil mencapai Ranah Kultivasi tinggi dengan umur yang masih tergolong sangat muda.
Zhao Feng paham, jika keduanya akan membutuhkan waktu untuk menerima kenyataan mengejutkan ini, jadi, ia mulai meletakkan empat ikan ekor yang baru saja ia tangkap pada sebuah batu, kemudian ia melesat pergi dan masuk kedalam hutan untuk mengumpulkan beberapa ranting kayu.
Tidak membutuhkan waktu lama, Zhao Feng telah kembali dengan berjalan kaki sembari membawa puluhan ranting kayu kering yang sudah ia ikat menjadi satu dengan sebuah tali kain yang ia ambil dari sebagian pakaiannya. Ia berniat untuk menyalakan api unggun untuk membakar ikan yang baru saja ia tangkap, meskipun, akan menjadi hal yang aneh seorang Kultivator mengumpulkan ranting-ranting kayu untuk dibuat menjadi api unggun.
Tetapi mau bagaimana lagi, Zhao Feng masih belum mampu untuk menstabilkan elemen api miliknya, meskipun ia sudah memodifikasi sedemikian rupa, tetapi tetap saja, apinya masih belum stabil, akan menjadi repot jika ia sampai membakar seluruh hutan ini hanya untuk membakar empat ikan hasil tangkapannya, benar?
Sret! Wush!
Dari atas telunjuk Zhao Feng, muncul seberkas api berwarna merah kekuningan yang berkobar dengan sangat kecil, tetapi sekali mengenai ranting kayu yang sudah ia siapkan, api tersebut akan langsung membakar semua ranting kayu tersebut. Dengan sekejap mata saja, api unggun telah berhasil dibuat, kobaran apinya juga cukup besar, cukup untuk bertahan lama sekaligus membakar ikan hasil tangkapannya sampai matang.
(Short Timeskip)
Saat ini, Zhao Feng tengah duduk diatas sebuah batang pohon yang telah rubuh, sembari memegang sebuah ikan bakar yang sudah dirinya bakar. Dihadapannya, adalah dua orang yang kemarin dirinya selamat, nampak juga bahwa keduanya telah memegang masing-masing satu ekor ikan bakar yang sudah siap untuk dimakan.
"Terimakasih telah menyelamatkan saya dan tuan putri, tuan muda. Jasa tuan muda selamanya tidak akan pernah saya lupakan." Ucap pria paruh baya tersebut dengan penuh rasa hormat dan kesopanan, membungkukkan sedikit tubuhnya kearah Zhao Feng.
"Tidak perlu seperti itu, Senior. Junior ini hanya kebetulan melintas saja, dan mendapati bahwa paman dan gadis disamping paman tengah mendapatkan masalah. Semuanya karena takdir, takdirlah yang mengantarkan senior ini untuk membantu paman." Balas Zhao Feng dengan sopan, sembari mengurai sebuah senyuman lembut diwajahnya.
"Maaf atas perkenalan diriku yang terlambat, nama pria paruh baya ini adalah Zha Wu Jhi, saya adalah seorang kapten dari pasukan Kekaisaran Liu. Berada pada posisi wakil pimpinan pasukan Kekaisaran, sekaligus pengawal pribadi untuk Tuan Putri Kekaisaran Liu." Ucap Zha Wu Jhi dengan tegas, memperkenalkan siapa dirinya sekaligus latar belakangnya.
"Sementara disebelah pria paruh baya ini, adalah Tuan Putri Liu Yun Ming, putri semata wayang Kaisar Liu Yang Shin." Lanjut Zha Wu Jhi, memperkenalkan seorang gadis cantik yang tengah duduk disebelahnya.
__ADS_1
Zhao Feng berganti menatap kearah gadis cantik disebelah paman Zha Wu Jhi tersebut, yang ternyata mempunyai nama Liu Yun Ming, seorang Tuan Putri Kekaisaran Liu. Seorang gadis cantik dengan rambut panjangnya berwarna putih, bibirnya yang merah, kedua matanya yang besar berwarna biru, kulitnya yang putih bersih, sungguh terlihat seperti seorang Dewi Nirwana.
Degg!
Jantung Zhao Feng terasa seperti terhenti dengan seketika, kedua matanya nampak melebar, gadis dihadapannya ini, sepertinya bukanlah orang asing untuknya. Hatinya mengatakan bahwa Liu Yun Ming adalah orang yang mempunyai ikatan yang sangat dekat dan erat dengannya, namun, ia sama sekali tidak bisa mengingat siapa sosok gadis dihadapannya ini. Semenjak kejadian ia mencoba untuk membuka kembali Mata Surgawi, hampir sebagian ingatannya telah memudar, hanya menyisakan sebagian ingatan kecilnya yang sangat rapuh.
"Terimakasih sudah menyelamatkanku, tuan. Saya sebagai Tuan Putri Kekaisaran Liu, selamanya tidak akan pernah melupakan jasa Senior" Ucap Liu Yun Ming dengan penuh wibawa, memperlihatkan sebuah senyuman indah diwajahnya yang cantik.
Suasana terasa hening, karena Zhao Feng masih terdiam dengan raut wajahnya yang nampak penuh dengan keterkejutan. Saat ia melihat sosok gadis dihadapannya ini, hatinya terasa bergetar, seolah-olah hatinya mencoha memberitahu bahwa gadis dihadapannya ini bukanlah gadis biasa.
"S-suatu kehormatan bagi Junior ini untuk bisa bertemu dengan Tuan Putri." Balas Zhao Feng dengan terbata-bata, mengalihkan pandangannya dari sosok Liu Yun Ming agar ia tidak kehilangan kendali.
Tentunya setelah melihat reaksi aneh dari Zhao Feng, membuat Zha Wu Jhi dan juga Liu Yun Ming menjadi kebingungan dan keheranan, apa mungkin, pemuda dihadapan keduanya ini tengah terluka atau mungkin tengah merasakan adanya sesuatu hal buruk yang akan terjadi, siapa yang tahu?
"Ehem ... Untuk diriku, nama junior ini adalah Lin Fang. Junior ini adalah seorang pemuda biasa yang tinggal disekitaran hutan ini. Junior adalah rakyat biasa yang mengandalkan sumber daya alam untuk sekedar mencari sesuap nasi." Ucap Zhao Feng lirih sembari menundukkan pandangannya kebawah karena ia masih tidak mampu untuk melihat sosok Liu Yun Ming dihadapannya.
Tetapi, hal tersebut malah diartikan lain oleh Zha Wu Jhi dan juga Liu Yun Ming, mereka berdua mengira, bahwa Lin Fang tengah bersedih saat mengingat nasib hidupnya yang buruk. Akan tetapi, terbesit rasa curiga didalam hari keduanya, tidak mungkin Lin Fang adalah seorang rakyat biasa yang mengandalkan sumber daya alam untuk mencari uang, apalagi dengan Ranah Kultivasinya yang tinggi yang bahkan mampu mengalahkan Spiritual Beast Roh Tingkat Tinggi dengan mudah, benar-benar tidak bisa dipercaya.
"Ahh ... Tetapi dengan bakat anda yang terbilang cukup jenius, mengapa Senior tidak mencoba untuk mencari keberuntungan di Kekaisaran? Atau mungkin, di kota-kota besar seperti Kota Bintang?" Tanya Liu Yun Ming pada Lin Fang, mempertanyakan mengapa pemuda tersebut tidak mencoba untuk mencari pekerjaan di Kekaisaran ataupun di Kota-kota besar.
Dengan bakat Kultivasinya yang cukup jenius, setidaknya Lin Fang akan diterima untuk menjadi pengawal Kekaisaran, itu akan jauh lebih baik daripada harus mencari uang dengan cara berburu sumber daya didalam hutan mengerikan ini, tentunya akan sangat berbahaya apalagi hutan ini penuh dengan Spiritual Beast berbagai tingkat.
"Junior ini sudah mencoba, tetapi takdir sepertinya tidak mengizinkan Junior untuk menikmati hidup ini..." Balas Zhao Feng lirih, sembari tetap menundukkan pandangannya kebawah.
"Kalau begitu, bagaimana jika tuan muda berkenan untuk ikut bersama saya dan juga Tuan Putri. Di kekaisaran, saya akan merekomendasikan Anda untuk menjadi salah satu pengawal Kekaisaran." Ucap Zha Wu Jhi, menawarkan bantuan kepada Lin Fang untuk menjadi salah satu anggota pasukan pengawal Kekaisaran.
"Semuanya bergantung kepada anda, Tuan muda Lin Fang." Ucap Zha Wu Jhi dengan penuh kesopanan, meskipun Lin Fang berumur jauh lebih muda darinya tetapi kekuatan pemuda tersebut berkemungkinan melampaui dirinya saat ini.
Zhao Feng terdiam sejenak, meskipun tawaran dari paman Zha Wu Jhi terdengar sangat menggiurkan, akan tetapi, semuanya akan menjadi masalah jika sampai kebohongannya terungkap. Tetapi nampaknya, tidak akan ada yang tahu mengenai identitas aslinya, karena pada dasarnya, Zhao Feng setelah kehilangan seluruh statusnya, semuanya sudah tidak peduli lagi dengannya.
"Baiklah, paman. Aku akan ikut." Balas Lin Fang, menyetujui tawaran dari paman Zha Wu Jhi untuk menjadi salah satu dari pasukan pengawal Kekaisaran.
Paman Zha Wu Jhi dan juga Putri Liu Yun Ming tentunya merasa sangat senang karena Lin Fang menyetujui tawaran untuk menjadi salah satu pengawal Kekaisaran, tetapi sebenarnya, Lin Fang setuju bukan karena hal tersebut. Untuk mencari tahu tentang dunia ini, ia harus membutuhkan batu loncatan, untuk saat ini, ia akan terus berada dalam penyamarannya, menggali setiap informasi, untuk penunjang kesuksesan dari tujuannya kelak.
Akan tetapi, disaat-saat paman Zha Wu Jhi dan juga Putri Liu Yun Ming tengah merayakan keputusan Lin Fang yang menyetujui untuk ikut bersama dengan mereka kembali ke Kekaisaran, justru saat ini Lin Fang merasa sangat berbeda dari kedua orang tersebut. Raut wajahnya terlihat begitu sangat dingin, kedua matanya menjadi tajam, saat ia melihat suatu siluet yang tengah memperhatikannya dari kejauhan.
Tanpa sepengetahuan paman Zha Wu Jhi dan juga Putri Liu Yun Ming, kedua mata Lin Fang mulai memancarkan cahaya berwarna keemasan yang bersinar samar, dengan diiringi kobaran api berwarna emas yang terlihat begitu sangat transparan, bahkan hampir tidak bisa terlihat. Dengan kedua matanya, Lin Fang memperhatikan tepat kearah sosok siluet yang tengah memperhatikannya dari kejauhan, yang ternyata, adalah seekor gagak berwarna hitam pekat dengan kedua matanya yang berwarna merah darah.
Gagak tersebut tengah hinggap pada sebuah dahan pohon yang berada tidak jauh dari Lin Fang dan juga kedua rekan barunya berada. Gagak tersebut terlihat seperti seekor gagak pada umumnya, namun, ada suatu keanehan yang ada pada gagak tersebut, yang tidak dimiliki oleh burung gagak biasa pada umumnya. Kedua mata gagak tersebut berwarna merah pekat, dan pupil matanya yang membentuk seperti sebuah bulan sabit, sangat aneh karena tidak ada burung gagak yang mempunyai mata seperti itu.
Tidak hanya sampai disitu, dibagian dahi gagak tersebut, nampak juga sebuah mata berwarna hitam pekat yang hampir tidak bisa dilihat oleh mata biasa, hanya dengan ciri fisiknya yang aneh, sudah dapat dipastikan bahwa gagak tersebut bukanlah gagak biasa.
Dengan Mata Surgawi, Lin Fang dapat mengetahui secara detail fisik daripada gagak tersebut yang sangat aneh, sama sekali berbeda daripada burung gagak biasa pada umumnya. Sampai pada akhirnya, burung gagak tersebut tiba-tiba saja terbang ke atas langit, dan menghilang diantara awan-awan tebal yang berwarna putih.
Lin Fang terus memandangi kearah dimana sosok gagak aneh tersebut menghilang, karena pada dasarnya, ia tahu bahwa gagak tersebut bukanlah gagak biasa. Ia yakin, bahwa gagak tersebut adalah jelmaan dari suatu malapetaka yang tidak bisa dirinya bayangkan. Dengan munculnya sosok gagak tersebut, Lin Fang tahu, bahwa sepertinya, beban yang ia pikul semakin bertambah berat, karena, sosok yang pernah ia lihat pada penglihatannya ketika ia mencoba untuk membuka kembali Mata Surgawi, sepertinya telah menyapanya dan juga mengingatkannya kembali bahwa sebenarnya ia diberikan semua keberkahan luar biasa asa tersebut tidak lain dan tidak bukan hanya untuk satu tujuan saja. Tujuan yang tidak akan bisa dipikul oleh manusia lain selain dirinya, suatu tujuan yang akan mengubah takdir dunia ini untuk selama-lamanya.
__ADS_1
**Author Note** :
**Pada Chapter ini, ada sedikit perubahan pada Ranah Kultivasi Zhao Feng, karena saya yang ceroboh, saya jadi terlalu tinggi menaikkan Ranah Kultivasi dari Zhao Feng itu sendiri. Jadinya, saya rubah Ranah Kultivasi Zhao Feng pada Chapter ini, begitu juga pada Chapter yang sebelumnya**.
**Saya minta maaf atas ketidaknyamanannya**.
**Juga, karena Zhao Feng sedang merahasiakan identitasnya, nama Zhao Feng akan berganti menjadi Lin Fang** :)
...----------------...
**Untuk tingkat kultivasi**:
\-**Penguatan tubuh (Bintang 1 - 9**)
\-**Pengembangan Qi (Bintang 1 - 9**)
\-**Pendekar Emas (Bintang 1 - 9**)
\-**Prajurit Bintang (Bintang 1 - 9**)
\-**Kaisar (Bintang 1 - 9**)
\-**Bumi (Bintang 1 - 9**)
\-**Langit (Bintang 1 - 8**)
\-**Saint (Bintang 1 - 8**)
__ADS_1
...----------------...