
Chapter 19.
Zhao Feng sama sekali tidak bisa melihat apa yang ada dihadapannya maupun sekitar, pandangannya gelap gulita, inilah efek samping yang harus diterimanya setelah menggunakan Teknik yang sama sekali belum dikuasai sepenuh olehnya, terlebih lagi itu adalah sebuah Teknik Tingkat Absolute.
Tapi walaupun ia tidak bisa melihat, setidaknya ia masih bisa mendengar, ia saat ini dapat mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat kearahnya, dan ia yakin jika langkah kaki tersebut adalah langkah kaki milik kakek tua yang sebelumnya ia lawan.
"Setelah melihat sendiri berkah apa yang ada padamu, aku semakin yakin..."
Zhao Feng dapat mendengar suara seorang kakek tua yang terdengar sangat dingin, membuatnya sedikit merasa ketakutan. Ia hanya bisa berpasrah, karena ia juga tidak dapat melawan.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sini... Sebelum kau mendapatkan pelatihan dariku."
Seketika Zhao Feng merasa terkejut setengah mati, alih-alih perkataan mengerikan yang akan dengar, ia malah mendengar perkataan yang sangat-sangat tidak terduga. Pelatihan? Mengapa kakek tersebut ingin melatihnya dan bukan membunuhnya? Sungguh sangat membingungkan bagi Zhao Feng.
Zhao Feng merasa seperti ada banyak sekali jarum-jarum yang tengah menancap disekujur tubuhnya. Awalnya, ia berpikir bahwa jarum-jarum tersebut adalah bentuk serangan dari Kakek tua tersebut untuk membuatnya tewas, tetapi nyatanya bukan. Rasa hangat yang menenangkan mulai bisa dirasakan olehnya pada sekujur tubuhnya, sangat menenangkan sekali, sampai-sampai membuat Zhao Feng hampir terlena akan rasa nyaman tersebut.
Perlahan, Zhao Feng dapat merasa bahwa penglihatannya mulai membaik, bersamaan dengan rasa sakit yang mulai menghilang dari tubuhnya. Samar-samar, ia dapat melihat sesosok kakek tua yang tengah berdiri dihadapannya dengan senyuman lembut diwajahnya.
"Se-senior?"
Tentu saja, Zhao Feng sangat terkejut saat menyadari jika seluruh luka yang ia terima telah menghilang dengan sekejap mata. Ia semakin yakin, jika kakek tua dihadapannya ini bukanlah seorang Kultivator biasa, Zhao Feng berkesimpulan, jika Ranah Kultivasi kakek tua misterius ini setidaknya berada di Ranah Saint.
"Jangan takut, aku tidak akan mencelakakan dirimu, takdir telah mempertemukanmu padaku."
Kakek tua tersebut tersenyum lembut pada saat menyadari jika pemuda dihadapannya tersebut masih merasa ketakutan padanya. Setelah melihat semua tanda-tanda yang ada pada Zhao Feng, ia yakin, jika pemuda itulah yang selama ini ditunggu-tunggu kehadirannya oleh dunia ini.
Mata Surgawi, Sepasang Mata Dewa yang mempunyai kekuatan untuk melipat gandakan kekuatan asli seseorang dan mampu untuk menajamkan indera sekaligus persepsi pengguna, adalah salah satu tanda yang berhasil dikenalinya.
Ditambah dengan Tekhnik Penakhluk Surga, Tekhnik Tingkat Absolute yang keberadaannya masih menjadi misteri, dan digadang-gadang telah dimusnahkan oleh para Dewa karena sangat menentang Surga, juga ada pada Zhao Feng. Itu semua sudah cukup untuk membuatnya sadar, bahwa Zhao Feng adalah orang terpilih yang akan menjadi Legenda Dunia.
Kembali melihat Tekhnik yang sama setelah ribuan tahun, membuatnya kembali teringat akan momen-momen indah bersama dengan Saudaranya dulu. Tapi kini, semuanya hanya menjadi kenangan indah yang tak akan pernah bisa dilupakan olehnya.
Walaupun mempunyai berkah dan sebuah Teknik Absolute, sayangnya, ia merasa jika Zhao Feng masih mempunyai kelemahan besar. Ia sadar, bahwa pemuda tersebut masih belum siap untuk menerima berkah dan kekuatan semacam itu, alih-alih membuatnya menjadi sesosok yang kuat, berkah dan kekuatan tersebut hanya akan membuatnya hancur.
Zhao Feng masih belum mempunyai kualitas tulang yang mumpuni, Lingkaran Qi yang masih sangat sedikit, dan pondasi Kultivasinya sangat jauh tertinggal dibandingkan Tingkatan Ranah Kultivasinya.
Jika saja Zhao Feng terus menerus menggunakan Mata Surgawi dan Teknik Penakhluk Surga, maka pemuda tersebut dipastikan akan binasa untuk selama-lamanya, karena tubuhnya masih belum mampu untuk mengimbangi kekuatan semacam itu.
Kakek tua misterius tersebut terlihat menggelengkan kepalanya pelan, seolah-olah ia baru saja memikirkan sebuah hal yang sangat membebani kepalanya. Untuk memastikan bahwa Sang Legenda baru akan berjaya, maka ia memutuskan untuk mengangkat Zhao Feng sebagai muridnya sendiri.
"Anak muda, kau mempunyai berkah dan kekuatan yang sangat hebat, aku mengakui itu. Tapi sayangnya, kau sama sekali belum siap untuk menerimanya. Untuk itu, jadilah Muridku."
Kakek tua tersebut mengulurkan tangan kanannya kepada Zhao Feng yang masih berlutut diatas tanah. Alhasil, perkataan dan tindakan kakek tua tersebut, kembali mengejutkan dirinya untuk yang kesekian kalinya.
"Guru, suatu kehormatan aku bisa menjadi muridmu."
__ADS_1
Melihat jika masa depannya akan jauh lebih baik jika menjadi Guru dari kakek tua tersebut, Zhao Feng menerima tawarannya untuk menjadi muridnya. Dengan ini, perjalanan baru bagi Sang Legenda akan kembali berlanjut. Tidak ada orang yang terkuat, tanpa melewati pelatihan yang sulit, dan seekor harimau tidak akan bisa menjadi Raja Hutan, tanpa melewati berbagai pertarungan yang mematikan. Hal yang sama juga akan berlaku bagi Zhao Feng, dengan melewati begitu banyak rintangan, pada akhirnya ia akan menjadi semakin tangguh dan kuat. Karena yang terkuat, akan selalu dimulai dari yang terlemah.
"Argh!"
Tubuh Zhao Feng terpental beberapa meter dengan kecepatan yang sangat cepat, seolah-olah ia baru saja ditabrak oleh benda yang melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Blast!
Tubuh Zhao Feng menabrak sebuah batu yang berukuran cukup besar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Alhasil, batu besar yang sebelumnya berdiri dengan kokoh, seketika hancur berkeping-keping setelah terkena hempasan tubuh Zhao Feng.
Darah seketika mengalir keluar dari mulut Zhao Feng, tubuhnya terasa sangat sakit sekali, sangat sakit bahkan sampai membuatnya hampir kehilangan kesadarannya. Tetapi Zhao Feng tidak ingin menyerah begitu saja, dengan tertatih-tatih, ia berusaha untuk kembali bangkit, meskipun dengan luka yang cukup fatal.
"Tahan, Bocah! Aku belum mengerahkan kekuatanku sedikitpun!"
Terdengar suara seorang kakek yang terdengar dari kejauhan, suara tersebut adalah suara yang sangat amat dikenali oleh Zhao Feng, yaitu suara dari Gurunya sendiri. Ia saat ini tengah berlatih untuk meningkatkan kualitas tulangnya, dengan mencoba untuk menahan serangan dari Gurunya.
Terdengar cukup simpel dan mudah, bukan? Tapi tidak bagi Zhao Feng, Gurunya bukanlah seorang manusia biasa, juga bukan seorang Kultivator biasa. Hanya dengan satu pukulan ringan saja, sudah membuatnya terpental dengan sangat jauh, juga memberikannya luka yang fatal juga.
"Benar-benar..."
Zhao Feng hanya bisa menggerutu dalam hatinya karena berlatih dengan Gurunya, layaknya berlatih dengan seorang Iblis. Semua metode latihannya sangatlah sulit, mulai dari berendam pada Danau Ilusi, sebuah Danau besar yang akan membuat siapapun yang ada disekitarnya untuk berhalusinasi. Ditambah lagi dengan airnya yang sangat berbahaya, jika berendam didalam Danau tersebut, orang biasa akan seketika meleleh, karena air Danau tersebut mempunyai suhu yang sangat panas.
Tidak sampai disitu, kadang Zhao Feng juga disuruh untuk berburu Spiritual Beast, bukan main-main lagi, ia disuruh untuk memburu Spiritual Beast dengan Tingkatan Roh Tingkat Tinggi keatas, yang mana, menjadi pelatihan yang sangat amat berbahaya bagi Zhao Feng. Jika sampai ia tidak berhasil, maka ia harus bersiap untuk dijadikan samsak oleh sang Guru.
Lagi, tidak sampai disitu, yang paling sulit dan menyakitkan, adalah pelatihan untuk Meningkatkan kekuatan jiwa, Mata Surgawi dan juga Aura Qi dalam tubuhnya. Metode pelatihan tersebut dimulai oleh Sang Guru yang meniupkan sebuah seruling yang terbuat dari bambu, terdengar menyakinkan dan mudah, benar? Tapi jangan salah, justru pelatihan tersebut adalah pelatihan yang sangat ditakuti oleh Zhao Feng.
Hidup dibawah pelatihan Sang Guru, memang sangat menderita, tapi itu semua berbanding dengan apa yang didapatkan oleh Zhao Feng. Kini, Kesadaran, kekuatan jiwa dan aura Qi nya menjadi jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya, begitupun dengan Ranah Kultivasinya.
Yang sebelumnya berada pada Ranah Kultivasi Prajurit Bintang *Bintang 1, kini telah meningkatkan menjadi Ranah Kultivasi Prajurit Bintang *Bintang 6 dalam waktu setengah tahun saja! Sungguh sangat mengagumkan!
Kini, ia harus kembali menderita untuk sekedar meningkatkan kualitas tulangnya, tapi beruntungnya ia, karena sedari lahir Zhao Feng telah mendapatkan kualitas tulang yang tinggi, yaitu Tulang Naga Langit.
• Untuk Kualitas Tulang, dibagi menjadi berikut ini :
- Kualitas Tulang Harimau Perak (Rendah, Menengah, Akhir)
- Kualitas Tulang Harimau Berlian (Rendah, Menengah, Akhir)
- Kualitas Tulang Serigala Perak (Rendah, Menengah, Akhir)
- Kualitas Tulang Serigala Emas (Rendah, Menengah, Akhir)
- Kualitas Tulang Serigala Berlian (Rendah, Menengah, Akhir)
- Kualitas Tulang Naga Bumi (Rendah, Menengah, Akhir)
__ADS_1
- Kualitas Tulang Naga Berlian (Rendah, Menengah, Akhir)
- Kualitas Tulang Naga Langit (Rendah, Menengah Akhir)
- Kualitas Tulang Naga Bintang (Rendah, Menengah, Akhir)
- Kualitas Tulang Dewa Naga (Rendah, Menengah, Tinggi, Akhir, Puncak)
Zhao Feng hanya bisa tersenyum tipis, setelah bertahun-tahun hidup dengan penderitaan, kini perjalanan barunya akan jauh lebih menderita dibandingkan sebelumnya. Menjadi seorang Kultivator, bukanlah perkara yang mudah, tidak akan ada waktu untuk bersantai, ataupun bersenang-senang. Mereka akan selalu hidup dalam pelarian, dan akan selamanya diburu dimanapun mereka berada.
Hidup dengan penuh penderitaan, kesedihan dan ketakutan, semuanya sudah Zhao Feng lalui. Kini, perjalanan yang sebenarnya baru akan dimulai untuknya, jika ia tidak siap, maka ia harus menanggung resikonya. Ia sudah sangat jauh melangkah, sudah tidak ada jalan untuk berhenti, ia harus tetap melangkah, setengah tahun ini, sudah ia lewati dengan penuh tekad dan semangat untuk berlatih.
Zhao Feng perlahan menutup kedua matanya, saat ingatan saat dirinya pertamakali bertemu dengan Sang Guru mulai terkenang kembali dalam benaknya. Ia tidak menyangka, jika musuh terkuat yang pernah ia hadapi, akan menjadi seorang Guru yang yang sangat dirinya teladani.
...----------------...
(Flashback)
Setelah menjadi murid Guru barunya, Zhao Feng tinggal dalam hutan "Ilusi Tiada Akhir", sebuah hutan lebat yang sangat berbahaya dan sama sekali tidak pernah terjamah oleh manusia sebelumnya. Hutan tersebut dipenuhi oleh berbagai Spiritual Beast berbagai tingkat, menjadikannya sebagai hutan paling berbahaya di seluruh penjuru Kekaisaran Liu.
Zhao Feng tinggal pada sebuah gua yang berada dibalik sebuah air terjun yang berukuran cukup besar, dengan pemandangan yang indah pula. Ia tinggal berdua bersama dengan Sang Guru, guna untuk melakukan pelatihan untuk menjadi yang terkuat.
Gua tersebut berukuran tidak terlalu besar, tapi lebih dari cukup untuk menjadi tempat tinggalnya bersama dengan Sang Guru. Sebenarnya, Gua tersebut berukuran sangat luas, tapi sang Guru telah memperingatkannya untuk tidak pergi terlalu dalam, karena ada bahaya besar yang tinggal disana.
Zhao Feng juga tidak terlalu tahu bentuk bahaya tersebut, tapi yang jelas, ia tidak akan pernah melanggar perintah Gurunya. Saat ini, ia tengah berada seorang diri di dalam Gua, karena sang Guru tengah pergi keluar untuk berburu.
Sebelum pergi, Sang Guru sempat berpesan kepadanya, untuk jangan pernah pergi keluar dari dalam Gua ketika waktu malam. Zhao Feng tentu saja penasaran akan alasan dibalik perintah tersebut, tapi Sang Guru sama sekali tidak menjelaskannya.
Daripada membuang-buang waktu dengan sia-sia belaka, Zhao Feng memutuskan untuk membuat api unggun menggunakan peralatan seadanya. Jujur, ia masih belum dapat membentuk api, karena lingkaran Qi miliknya masih sangat sedikit. Memang, selama pelatihannya bersama dengan Guru pertamanya, ia hanya berlatih berbagai Tekhnik bertarung saja, untuk Tekhnik Kultivasi, ia hanya diberikan satu Kitab saja.
Kitab tersebut mempunyai nama "Tekhnik Kultivasi Langit", dan cukup susah untuk dipelajari olehnya. Didalamnya, terdapat berbagai petunjuk untuk mempelajarinya, tapi tetap, Zhao Feng masih kesulitan untuk mempelajarinya.
Untuk saat ini, Zhao Feng berharap jika Guru barunya ini akan mengajarkan Tekhnik Berkultivasi yang benar, karena ia sama sekali masih belum dapat untuk menguasai Kitab "Tekhnik Kultivasi Langit" dengan sepenuhnya.
Memikirkan hal tersebut, membuat Zhao Feng merasa untuk ingin kembali mencoba Tekhnik Kultivasi Langit kembali. Sudah lama ia tidak pernah menggunakan Teknik tersebut, selama ia berlatih, ia hanya berendam pada sebuah Kolam dengan khasiat untuk meningkatkan Ranah Kultivasi seseorang.
Zhao Feng mulai melepaskan pakaiannya satu-persatu, ini dilakukan agar semakin banyak Qi murni yang berhasil ia serap kedalam tubuhnya. Agak sedikit unik, tapi memang begitu petunjuk yang terdapat dalam Kitab tersebut. Ia duduk pada sebuah batu yang berukuran cukup besar, meletakkan kedua tangannya pada kedua lutut kakinya, dan perlahan menutup kedua matanya.
Itu disebut sikap Lotus, sikap yang harus digunakan para Kultivator agar dapat dengan lancar menyerap energi Qi disekitarnya. Untuk menyerap energi Qi disekitar, cukup mudah untuk dilakukan oleh Zhao Feng, tetapi untuk memurnikannya, adalah hal yang menjadi masalah baginya.
Ia hanya mempelajari Teknik pertama dalam Kitab Kultivasi Langit, yakni Teknik untuk menyerap aliran Qi disekitar. Untuk Tekhnik memurnikannya, ia masih belum tahu, tapi ia yakin jika Teknik tersebut juga ada pada Kitab Kultivasi Langit.
Tubuh dari Zhao Feng perlahan mulai memancarkan cahaya samar berwana biru laut, sedikit membuat bagian Gua yang sebelumnya gelap, menjadi sedikit lebih terang. Dari sekitarnya, mulai muncul butiran-butiran kecil berwarna biru laut juga, butiran-butiran tersebut bergerak mengitari tubuh Zhao Feng sebelum masuk kedalam tubuhnya.
Tetapi tanpa disadari oleh Zhao Feng, sebenarnya, didekatnya telah hadir sesosok misterius yang tengah memperhatikannya dengan seksama. Sosok tersebut terlihat tengah tersenyum, sembari terus menatap tajam Zhao Feng yang tengah menyerap aliran Qi disekitarnya. Siapa sosok tersebut? Dan apa tujuannya untuk datang pada Gua Zhao Feng, tentu saja tidak ada yang tahu. Namun yang jelas, sosok tersebut datang dengan satu tujuan, ia datang untuk memastikan jika Zhao Feng akan....
__ADS_1