Pendekar Penakhluk Surga

Pendekar Penakhluk Surga
Chapter 28 : Teknik Akupuntur 12 Rasi Bintang


__ADS_3

Chapter 28.


Zhao Feng tersenyum lembut saat menatap kedua orang dihadapannya ini, keduanya nampak dalam kondisi yang tidak baik-baik saja dan sangat membutuhkan pertolongan sesegera mungkin, terlebih lagi untuk sesosok pria paruh baya yang nampak terkapar tidak berdaya diatas tanah tersebut.


Sementara itu, gadis berparas cantik tersebut nampak terduduk disamping tubuh pria paruh baya tersebut dengan tangisannya yang sangat menyayat hati bagi sesiapapun yang melihat dan mendengarnya. Zhao Feng paham, bahwasanya siapapun sosok pria paruh baya tersebut, merupakan orang yang sangat berharga bagi gadis cantik tersebut, oleh sebab itu, sepertinya tidak ada alasan lain yang membuatnya tidak berniat untuk menolongnya.


Dengan lekas, Zhao Feng menghampiri tubuh pria paruh baya tersebut, dan langsung mengecek denyut nadinya yang ternyata sudah terasa sangat lemah sekali, bahkan hampir membuat Zhao Feng tidak dapat merasakannya. Sudah pasti, kondisi pria paruh baya ini sudah berada dalam ambang kematian, ia harus segera menolongnya, jika tidak, semuanya akan terlambat.


"Begitu ... Pria ini menderita luka dalam yang fatal, bahkan hampir merusak jalur Meridiannya. Beruntungnya ia memakai baju zirah yang tidak biasa ini, jika tidak, maka dia tidak akan pernah bisa Berkultivasi lagi selama-lamanya..." Batin Zhao Feng sembari menatap iba pada sosok pria paruh baya dihadapannya ini.


"Nona. Bisakah kamu sedikit menjauh?" Tanya Zhao Feng tanpa menatap gadis tersebut sedikitpun, semua perhatiannya tertuju pada pria paruh baya dihadapannya saja.


"Aku tidak bisa langsung memberikannya Pil Penyembuh, karena ada pecahan cakar Spritual Beast yang tertancap tepat di bagian hatinya, jika aku memaksa, maka bisa saja pecahan tersebut menghambat aliran darahnya. Tidak ada pilihan lain lagi, Aku harus mengeluarkannya..." Batin Zhao Feng dalam hati, mengindentifikasi seberapa fatalnya luka yang diterima sosok pria paruh baya tersebut.


Zhao Feng tanpa diduga-duga menutup kedua matanya, yang langsung membuat gadis yang melihatnya dari kejauhan, menjadi heran sekaligus kebingungan. Tetapi kemudian, ia kembali membuka kedua matanya, sembari membawa sebuah kotak kecil berwarna coklat di tangan kanannya.


"Aku akan menggunakan Teknik Akupuntur 12 Rasi Bintang untuk memperhambat peredaran Qi pada Meridiannya, hanya itu saja satu-satunya cara untuk mengeluarkan pecahan cakar tersebut tanpa menganggu peredaran Qi nya." Batin Zhao Feng sembari mulai menancapkan jarum-jarum berukuran kecil pada 12 titik vital pada tubuh pria paruh baya tersebut.


Keringat mulai membasahi tubuh Zhao Feng, konsentrasinya benar-benar diuji saat ini, kesalahan sedikit saja bisa mengarahkannya pada konsekuensi yang sangat fatal. Tetapi meskipun begitu, berkat semua konsentrasi dan ketelitiannya yang tinggi, ia berhasil menancapkan 12 jarum tersebut pada 12 titik vital tubuh pria paruh baya tersebut.


Sembari menunggu efek Teknik Akupuntur 12 Rasi Bintang bekerja untuk menghambat peredaran Qi dalam Meridian pria paruh baya tersebut, Zhao Feng mulai menyiapkan mentalnya untuk memulai pengobatan yang baru pertamakali ini ia coba pada seorang manusia. Karena pertamakali, ia merasa sangat gugup, ia takut jika ia akan membuat kesalahan dan pada akhirnya membuat pria tersebut tewas, tetapi jika ia tidak berusaha, maka pria tersebut juga akan tetap tewas, setidaknya berusaha namun gagal daripada tidak sama sekali, bukan?


Efek penyumbatan peredaran Qi pada Meridian pria paruh baya tersebut nampaknya mulai bekerja, bisa dilihat jika tubuh pria tersebut berangsur-angsur mulai mengurus dan kulitnya yang berubah warna menjadi kebiruan. Tanpa adanya peredaran Qi dalam Meridian, darah pria tersebut tidak akan bisa mengalir menuju jantung karena darahnya yang tercemar oleh pecahan cakar Spritual Beast sebelumnya yang ternyata mengandung racun yang sangat mematikan.


Zhao Feng segera mencabut sebuah belati kecil yang terletak pada pinggangnya, yang akan ia gunakan untuk membedah perut bagian kanan pria tersebut untuk mengeluarkan pecahan cakar Spritual Beast sebelumnya.


Slash!


Melihat begitu banyak darah yang merembes keluar, membuat Zhao Feng merasa sedikit panik, karena ia masih belum dapat menggunakan Teknik Akupuntur 12 Rasi Bintang secara menyeluruh, ia hanya bisa menggunakan sebagian teknik Akupuntur 12 Rasi Bintang.

__ADS_1


Sadar bahwasanya waktunya tidak lama, Zhao Feng berusaha sekuat mungkin untuk menyelamatkan pria paruh baya tersebut. Untuk mengeluarkan pecahan cakar tersebut, adalah hal yang sangat sulit, ia tidak boleh sampai menganggu Aliran energi Qi yang sudah terhambat, jika tidak, semuanya akan gagal dan nyawa pria tersebut tidak akan selamat.


Tingg!


Zhao Feng mencongkel pecahan cakar tersebut, yang ternyata berukuran cukup besar. Pecahan cakar tersebut seketika melesat ke atas udara, yang menandakan bahwa hampir sebagian proses pengobatan telah selesai. Dikarenakan cakar tersebut adalah Cakar milik Spiritual Beast Beruang Cakar Salju, tentunya cakarnya mempunyai racun yang sangat mematikan.


Cara kerjanya adalah membekukan darah korbannya, dan akan mengantarkan kematian yang sangat sakit dan juga dingin pada targetnya. Berkat Akupuntur 12 Rasi Bintang, sebagian besar aliran darah milik pria tersebut masih belum membeku, yang menambah peluang keberhasilannya semakin besar.


Untuk menyingkirkan racun tersebut, Zhao Feng harus kembali mencairkan aliran darah yang telah membeku menggunakan Api Spiritual. Masalahnya, Zhao Feng masih tidak mempunyai Api Spiritual, yang menjadikan satu-satunya harapannya adalah pancaran Api dari kedua matanya.


Tidak ada pilihan lain lagi, Zhao Feng mulai mengangkat tangan kanannya, dan meletakkannya tepat diatas dada pria tersebut. Kedua matanya nampak terpejam, sebelum pada akhirnya terbuka dan memperlihatkan Mata Surgawi yang bersinar terang dengan warna keemasan dan seberkas Api berwarna keemasan yang berkobar-kobar disekitar kedua matanya.


Dari telapak tangannya, muncul cahaya keemasan yang bersinar samar dan mulai bergerak menuju setiap jarum-jarum yang telah tertancap pada tubuh pria paruh baya tersebut. Perlahan-lahan, kulit tubuh pria paruh baya tersebut yang sebelumnya berwarna kebiruan, kini telah mendapatkan kembali warna aslinya, bersamaan dengan masuknya Api Mata Surgawi Zhao Feng pada tubuh pria tersebut.


-------------------------------------------------------------------------------------------


Zhao Feng terengah-engah, ia merasa sangat lelah sekali dan hampir seluruh lingkaran yang ada pada Dantiannya telah kosong. Transfer Api Mata Surgawi adalah satu-satunya hal yang hampir menguras semua energi alamnya, tetapi beruntungnya, semua enegi alamnya tidak benar-benar sampai terkuras habis.


Nampak jika ia tengah terduduk lemah disamping tubuh pasiennya yang masih tidak sadarkan diri, jarum-jarum Akupuntur telah dirinya cabut dan hanya menunggunya untuk memberikannya Pil Penyembuh Level 5. Zhao Feng memandangi tubuh pria tersebut dengan sebuah senyuman tipis yang terbentuk diwajahnya yang lelah, ia merasa sangat senang bahwa pengobatan pertamanya akan berujung pada kesuksesan besar. Mengesampingkan itu semua, ia berganti menatap ke samping kanannya, dimana ia bisa melihat sesosok gadis cantik berambut putih panjang yang tengah tertidur dalam kondisi terduduk.


Entah kenapa, melihat sosok gadis tersebut, Zhao Feng merasa seperti pernah melihatnya. Entah dimana dan kapan, ia sama sekali tidak ingat, yang jelas, ada perasaan yang mengatakan bahwa ia sebelumnya pernah mengenal gadis tersebut dan mempunyai hubungan yang sangat dekat sekali. Wajahnya yang cantik, kulitnya yang putih bersih, bibirnya yang merah, dan rambut panjangnya yang berwarna putih tergerai tertiup hembusan angin yang sepoi-sepoi, menambah kecantikan gadis tersebut.


Zhao Feng terkekeh saat melihat rupa gadis tersebut, walaupun penuh dengan luka, wajahnya masih terlihat sangat cantik sekali. Juga, Zhao Feng juga sudah menyiapkan Pil Penyembuh Level 3 untuk gadis tersebut, yang hanya menderita luka ringan saja. Gadis tersebut hanya kehabisan Energi Alam, hanya itu saja yang terjadi, semua lukanya terbilang sangat ringan dan jauh dari kata fatal.


Hari juga semakin larut, membuat Zhao Feng semakin merasa kantuk hebat yang mulai menyerangnya dengan bertubi-tubi. Sebelum tidur, Zhao Feng kembali masuk kedalam Dimensi Cincinnya untuk mengambil beberapa kain untuk ia gunakan sebagai selimut yang nantinya akan ia berikan pada gadis dan sosok pria paruh baya yang baru saja ditemuinya sebelumnya.


Zhao Feng menyelimuti tubuh gadis tersebut dengan penuh kehati-hatian, ia tidak mau kejadian buruk kembali terulang dan akan berujung pada sebuah kesalahpahaman. Cukup terjadi pada pertemuannya dengan Yun Zae Si saja, ia tidak mau kejadian serupa kembali terjadi pada gadis-gadis yang kebetulan akan ditemuinya nanti.


Berbicara dengan Yun Zae Si, Zhao Feng seketika teringat akan gadis tersebut. Ia penasaran apa yang terjadi pada gadis tersebut, tapi yang jelas, sepertinya ia telah bahagia karena bisa kembali pada keluarganya, karena ia meninggalkan gadis tersebut ketika gadis tersebut sudah bersama dengan utusan Kekaisaran yang tengah mencari keberadaannya.

__ADS_1


Setelah memastikan semuanya dalam kendali, Zhao Feng memutuskan untuk mengakhiri harinya dengan beristirahat demi untuk memulihkan tenaganya setelah melewati berbagai kejadian yang menyusahkan. Ia merebahkan dirinya pada sebuah dahan pohon yang cukup besar, karena diatas sini ia langsung bisa mengawasi area sekitarnya dengan sangat leluasa. Walaupun ia sudah mempunyai Artefak yang dapat menghalau datangnya para Spritual Beast, akan tetapi ia harus senantiasa tetap waspada, karena pada dasarnya, dunia ini penuh dengan kejutan.


-------------------------------------------------------------------------------------------


Cittt! Cittt!


Suara kicauan burung saling bersahutan dapat terdengar ditempat dimana Zhao Feng bersama dengan orang yang baru ia temui berada, menandakan bahwa malam telah berganti pagi. Hawa dingin masih bisa terasa menusuk kedalam tulang, karena sebagian besar Cahaya Matahari pagi tidak mampu untuk menerobos lebatnya dedaunan.


Semuanya terasa begitu damai dan menenangkan, hanya ada suara hewan-hewan hutan dan juga kicauan burung yang dapat terdengar, sungguh benar-benar sangat menenangkan. Sampai pada akhirnya, kedua mata Zhao Feng nampak mulai bergetar, dengan diiringi tubuhnya yang mulai bergeliat. Saat pertamakali membuka kedua matanya, Zhao Feng dapat melihat rimbunnya dedaunan hijau yang menutupi Cahaya Matahari pagi, dengan diiringi kicauan burung yang saling bersahut-sahutan.


Zhao Feng perlahan membangkitkan tubuhnya yang terasa masih sedikit lelah, tetapi sudah tidak sebegitu lelahnya seperti kemarin malam. Ia terlihat duduk pada sebuah dahan pohon besar dengan tatapan matanya yang terlihat masih separuh menutup. Mengedarkan penglihatannya ke segala sisi, ia tidak menemukan adanya kejadian janggal yang telah terjadi, semuanya benar-benar berjalan dengan semestinya.


Kedua orang yang kemarin baru ia temui juga nampak masih tertidur lelap, menandakan betapa lelahnya mereka setelah melalui hari yang sangat keras kemarin demi bisa bertahan hidup. Zhao Feng yang melihatnya, hanya bisa mengurai sebuah senyuman tipis diwajahnya, sembari langsung menjatuhkan tubuhnya kebawah.


Zhao Feng mendarat dengan sempurna tanpa menghasilkan suara gaduh sedikitpun berkat Teknik Meringankan Tubuhnya yang berada pada tingkat penguasaan yang tinggi. Kemudian ia berjalan pelan mendekati tubuh pria paruh baya yang kemarin malam ia coba untuk selamatkan, untuk mengecek kondisinya yang membaik atau sebaliknya.


Zhao Feng meletakkan jari telunjuknya pada nadi pria paruh baya tersebut, dan mendapati bahwa denyut nadinya terasa normal. Nafasnya juga normal, menandakan bahwa kondisi pria tersebut telah membaik dari sebelumnya. Karena tidak ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi, Zhao Feng memutuskan untuk mencari aliran sungai terdekat, untuk sekedar mencari makanan dan membersihkan tubuhnya.


-------------------------------------------------------------------------------------------


Tidak berselang lama, Zhao Feng kembali sembari membawa lima ekor ikan pada kedua tangannya, dan dengan penampilannya yang terlihat lebih segar dari sebelumnya. Pemuda berwajah tampan tersebut terlihat layaknya seorang Pangeran Nirwana yang baru saja turun ke bumi untuk sekedar mandi, seperti cerita-cerita rakyat yang mengisahkan turunnya Dewi-Dewi Nirwana ke bumi untuk mandi.


Dengan mengenakan pakaian berwarna putih bersih, dengan simbol Yin-Yang pada bagian punggungnya, Zhao Feng nampak seperti seorang Murid dari sebuah Sekte ternama di Kekaisaran Liu. Tidak salah memang, sebenarnya, pakaian tersebut adalah pakaian yang dikenakan oleh Pewaris Darah Pendiri Sekte Seribu Bintang yang bahkan belum pernah dikenakan oleh Zhao Feng selama ia berada didalam Sekte Seribu Bintang.


Berjalan dengan langkahnya yang santai, Zhao Feng menikmati suasana sekitarnya yang begitu sangat asri dan damai. Sampai pada akhirnya, sebuah senyuman lembut kembali terukir diwajahnya yang tampan, saat ia melihat suatu pemandangan hangat dengan kedua matanya sendiri. Tak jauh dihadapannya, ia dapat melihat, seorang gadis yang tengah berbincang-bincang dengan seorang pria paruh baya dengan penuh kehangatan.


Nampak jika keduanya tengah tersenyum dengan penuh kelembutan dan kehangatan, sungguh pemandangan yang begitu sangat diinginkan oleh Zhao Feng untuk terjadi pada hidupnya. Kasih sayang keluarga, adalah sesuatu hal yang benar-benar sangat dirindukan olehnya, setelah semua kejadian buruk yang beruntun menerpa dirinya. Tetapi beruntungnya ia, setidaknya ia pernah merasakan kehangatan layaknya sebuah keluarga dari kedua sosok yang begitu sangat berarti baginya, terimakasih untuk takdir, walaupun selalu saja memberikannya takdir buruk, setidaknya takdir masih mengirimkannya dua sosok Malaikat yang menolongnya untuk terbebas dari takdirnya yang menyedihkan.


__ADS_1


__ADS_2