
Chapter 22.
Langit bergemuruh, bersamaan dengan petir-petir yang menyambar dengan sangat ganas. Cahaya dari Matahari sudah tidak nampak lagi, tertutup oleh gumpalan awan hitam pekat. Angin berhembus dengan sangat kencang, menerbangkan segala sesuatu yang menghalanginya.
Semua makhluk merasa sangat gelisah akan fenomena mencekam tersebut, mereka semua merasa takut, karena menduga bahwa fenomena tersebut adalah pertanda akan terjadinya sebuah marabahaya yang sangat tidak terduga-duga.
Ctarrr!
Sebuah petir yang berukuran sangat besar menyambar salah satu pohon besar, dan langsung membuat pohon tersebut tumbang dan hangus. Sang Guru yang melihat hal tersebut, semakin terkagum-kagum akan kekuatan dahsyat muridnya itu.
Potensinya sangat besar sekali, bahkan jauh melampaui potensi para Dewa Nirwana. Amukan alam semakin bertambah mengganas, semua itu disebabkan oleh seorang pemuda yang tengah mencoba untuk mengeluarkan semua kekuatan Absolute yang ada didalam tubuhnya sendiri.
Zhao Feng melayang di atas udara sembari menatap tajam kearah Sang Guru. Kedua matanya mengeluarkan cahaya keemasan yang bersinar dengan sangat terang, dengan diiringi ukiran-ukiran unik berwarna keemasan yang tiba-tiba saja muncul di dahinya.
"Anak ini... Kekuatannya begitu amat dahsyat, padahal ia masih belum membuka potensi penuhnya..." Ucap sang Guru sembari tersenyum tipis menatap kearah Zhao Feng yang tengah melayang diatasnya.
"Guru... Aku harap kamu masih bisa bertahan setelah ini..." Ucap Zhao Feng dengan suaranya yang sangat dingin, seolah-olah dia berniat untuk melenyapkan gurunya sendiri.
"Hehh... Kalau begitu, tunjukkan padaku apa yang kau punya!" Seru sang Guru saat mendengar perkataan dari Zhao Feng.
Sang Guru tersenyum dengan sangat lebar kearah Zhao Feng, yang membuatnya merasa sedikit terkejut sekaligus terheran-heran. Bukannya merasa takut, Gurunya seperti terlihat sangat bersemangat untuk menantikan serangannya.
"Teknik Pedang Nirwana :"
Tidak ada pilihan lain, hari ini ia harus bisa mengalahkan Sang Guru. Tidak ada kata kembali kali ini, ia akan menunjukkan semua hasil latihannya kepada Sang Guru. Zhao Feng perlahan mengangkat tangan kanannya keatas, yang alhasil semakin membuat amukan alam semakin bertambah mengganas.
"Hujan Pedang Penghakiman!"
Zhao Feng berteriak dengan sangat lantang, yang mampu membuat bumi dan langit bergetar hebat. Tanah seketika berguncang dengan sangat hebat, disusul dengan permukaan tanah yang tiba-tiba saja meretak.
Akan tetapi, suasana mencekam tiba-tiba saja mereda, layaknya suasana normal pada umumnya. Amukan alam yang sebelumnya tengah mengganas, kini berangsur-angsur mulai mereda, yang bahkan membuat sang Guru terkejut.
Sunyi dan hening, hanya itulah suasana yang dapat dirasakan, semua suasana mencekam tersebut telah hilang lenyap bak ditelan bumi. Namun meski begitu, langit nampak masih tengah tertutup oleh gelapnya awan tebal.
"Apa ini?" Ucap sang Guru lirih, karena merasa ada sesuatu yang tidak beres diatas langit sana.
Walaupun suasana telah kembali normal layaknya pada umumnya, tetapi Sang Guru merasa ada sesuatu hal janggal yang tengah terjadi diatas langit. Ia perlahan mendongakkan kepalanya keatas, dan benar saja, ada sesuatu hal yang tidak beres.
Kedua mata dari Sang Guru seketika melebar, ia sangat tidak percaya akan apa yang tengah dilihatnya. Dibalik tebalnya awan-awan hitam tersebut, nampak banyak sekali garis-garis bercahaya berwana keemasan yang turun dari atas langit.
Itu bukanlah garis-garis biasa, melainkan ribuan bilah-bilah pedang bercahaya keemasan yang tengah melesat kebawah dengan kecepatan yang sangat cepat. Pemandangan tersebut, terlihat sangat mencekam dan mengerikan, pemandangan akan ribuan bilah-bilah pedang tersebut seolah-olah adalah sebuah hukuman yang diturunkan oleh para Dewa Nirwana untuk menghukum semua makhluk yang ada di bumi.
Sang Guru tentu juga tidak akan membiarkan ribuan bilah-bilah pedang tersebut sampai menyentuh permukaan bumi, karena ia tahu, akan sangat fatal jika hal itu sampai terjadi. Zhao Feng memang memberikannya sebuah kejutan yang sangat tidak terduga-duga, tetapi kali ini, ia harus menghentikan Zhao Feng untuk memberikan kejutan mengagumkan tersebut kepadanya.
__ADS_1
"Teknik Alam Semesta :"
Tubuh Sang Guru seketika diselimuti oleh cahaya berwarna-warni yang bersinar dengan sangat terang, bahkan mampu untuk menerangi area sekitarnya yang gelap gulita. Tanah yang dipijaknya seketika retak, dengan disusul oleh munculnya berbagai ukiran-ukiran misterius yang muncul di atas langit.
"Penghalang Semesta dan Surgawi!"
Sang Guru berteriak dengan sangat lantang, yang langsung membuat tubuhnya memancarkan cahaya berwarna-warni dari dalam tubuhnya keatas langit. Cahaya tersebut membentuk layaknya sebuah pilar berwarna-warni yang terbuat dari cahaya, sangat indah sekali.
Ujung pilar cahaya berwarna-warni tersebut dibengkokkan ke segala arah, membentuk sebuah perisai datar yang berukuran sangat amat besar. Serangan Zhao Feng sudah berada di luar batas, jika ia tidak segera bertindak, maka seluruh hutan ini tidak akan tersisa.
Blast!
Ledakan yang amat sangat dahsyat terjadi diatas langit, memancarkan cahaya berwarna keemasan yang sangat terang sekali, bahkan cahaya yang dihasilkan oleh ledakan tersebut hampir sama terang dengan sinar yang dipancarkan oleh Matahari setiap harinya.
Seharusnya, semua kehidupan yang ada di hutan ini akan musnah jika terkena ledakan yang amat sangat dahsyat tersebut, tetapi beruntungnya, perisai milik Sang Guru berhasil menahan semua dampak ledakan tersebut.
Ledakan tersebut bertahan selama beberapa saat, sebelum mulai mereda dan menjadi butiran-butiran cahaya kecil berwarna putih keemasan. Sang Guru yang menyadari bahwa semuanya telah berakhir, mulai menghilangkan penghalang yang ia ciptakan diatas langit.
"Anak ini... Benar-benar mengagumkan..." Ucap sang Guru lirih, sembari menatap penuh makna kearah tubuh Zhao Feng yang tengah tergeletak tak berdaya di atas tanah.
Kegelapan dan kesunyian, hanya itulah yang bisa dilihat dan dirasakan oleh Zhao Feng saat ini. Ia hanya bisa melihat kegelapan tiada akhir yang terbentang dihadapannya, seolah-olah, ia tengah berada di dalam kehampaan itu sendiri.
"Menakjubkan, bukan? Itulah berkah Surga yang ada padamu. Satukanlah aku denganmu, maka kau akan menjadi seorang yang tidak akan terkalahkan, bahkan jika para Dewa Nirwana menentang dirimu."
Namun dengan tiba-tiba saja, terdengar suara seseorang yang sangat menggelegar dari segala arah. Zhao Feng menoleh ke sekelilingnya dengan sangat cepat, namun hanya ada kegelapan yang tidak terbatas yang bisa ia lihat.
"Tidak perlu seperti itu, aku akan selalu berada disampingmu. Aku akan selalu menemanimu dimanapun kamu berada."
Zhao Feng terdiam selama beberapa saat, ia sangat kebingungan akan fenomena aneh ini. Sampai pada akhirnya, dihadapannya muncul sesosok siluet manusia yang sangat familiar dengannya.
Sosok tersebut perlahan berjalan semakin dekat dengannya, dengan sebuah seringai lebar yang terpampang diwajahnya. Zhao Feng seketika sangat terkejut, karena penampilan sosok tersebut... Sama persis dengan penampilannya.
Wajahnya menyerupai dirinya, hanya saja, sosok tersebut mempunyai kedua mata yang bercahaya terang berwarna keemasan, dengan ukiran membentuk seperti seekor Naga di dahinya. Sosok tersebut tengah tersenyum menyeringai kearahnya, entah apa maksudnya, Zhao Feng sama sekali tidak tahu.
Sosok tersebut perlahan mengangkat tangan kanannya, dan berniat untuk menyentuh dahi Zhao Feng. Namun semua itu gagal, karena terdapat sebuah penghalang yang memisahkan sosok tersebut dengan Zhao Feng. Penghalang tersebut berwarna putih transparan, dengan berbagai ukiran tulisan-tulisan aneh yang bahkan tidak Zhao Feng ketahui maknanya.
"Satukanlah dirimu denganku, maka aku akan memberikanmu kekuatan yang tidak terhingga. Cukup tempelkan telapak tangan kirimu pada penghalang ini, maka kita berdua akan bersatu."
Sosok tersebut memberikan instruksi kepada Zhao Feng untuk menyatukan dirinya sendiri dengannya. Zhao Feng sebenarnya juga merasa tertarik setelah mendengar bahwa sosok tersebut akan memberikannya kekuatan yang tidak terhingga jika dirinya mau bersatu dengan sosok misterius yang menyerupai dirinya itu.
Tetapi jauh di dalam lubuk hatinya, ia merasa jika akan ada kesalahan yang sangat fatal jika ia sampai bersatu dengannya. Entah mengapa, tetapi ia merasa jika sosok tersebut juga tengah menyimpan sebuah tujuan yang tidak dirinya ketahui.
__ADS_1
"Jangan khawatir, aku tidak akan berbuat jahat padamu. Tidak kau lihat, bahwa aku memilih tanda pada kedua mata dan dahiku? Aku adalah wujud dari kekuatan absolute yang ada padamu. Percayalah."
Sosok tersebut berusaha menyakinkan Zhao Feng bahwa tujuannya hanya untuk membantunya untuk menjadi kuat. Sementara sosok tersebut tengah berusaha membujuknya, Zhao Feng saat ini tengah bergelut dengan semua perasaannya sendiri.
Ia merasa jika sosok tersebut memang berniat untuk membantu dirinya, tapi di lubuk hatinya yang terdalam, ia merasa jika sosok tersebut tengah menginginkan sesuatu darinya. Tetapi setelah melihat jika sesosok tersebut mempunyai ciri khas yang sama dengannya, yakni Mata Surgawi, ia pada akhirnya memutuskan untuk percaya dengan semua perkataannya.
Dengan perasaan yang campur aduk, Zhao Feng perlahan mengangkat tangan kirinya. Saat tangan kirinya semakin dekat dengan penghalang yang memisahkan dirinya dengan sosok tersebut, sebenarnya ada perasaan yang menahannya untuk tidak melakukan hal tersebut. Tetapi keinginan untuk menjadi yang terkuat, memaksanya untuk bergabung dengan sosok tersebut, yang bahkan Zhao Feng tidak tahu niat sebenarnya dari sesosok tersebut.
Saat tangan kiri Zhao Feng menyentuh penghalang tersebut, seketika penghalang tersebut retak. Penghalang tersebut kian retak, dan terlihat seperti akan hancur. Tetapi sebelum penghalang tersebut hancur berkeping-keping, tiba-tiba saja suatu keanehan terjadi pada Zhao Feng.
Tiba-tiba saja, muncul sepasang tangan yang langsung menyeret tubuh Zhao Feng kebelakang, menjauhi penghalang yang memisahkannya dengan sesosok misterius tersebut. Kemana sepasang tangan tersebut akan membawanya, Zhao Feng sama sekali tidak tahu, tapi yang pasti, sepasang tangan tersebut tengah menyeretnya menjauh dari sosok misterius tersebut.
Zhao Feng meronta-ronta, berusaha untuk melepaskan cengkraman sepasang tangan yang tengah menyeretnya menjauh. Sesekali ia kembali menatap kearah sosok tersebut, dan melihat ada sesuatu yang aneh pada sosok misterius tersebut.
"Kita akan segera bertemu lagi..."
Sesosok tersebut menyeringai dengan sangat lebar kearah Zhao Feng, sampai membuat semua buku kuduknya berdiri. Seringai tersebut, sangatlah mengerikan, entah apa maksudnya, yang jelas, seringai mengerikan tersebut tidak akan pernah bisa dilupakan olehnya.
Suara burung yang saling berkicauan, ditambah dengan suara dedaunan yang ditiup oleh hembusan angin yang sepoi-sepoi, membuat suasana Hutan Ilusi Tiada Akhir yang terkenal akan keangkerannya dan bahayanya, terasa seperti sebuah Hutan yang sangat asri dan menenangkan.
Pada sebuah Gua yang berada dibalik sebuah air terjun, nampak seorang pemuda yang tengah terbaring lemah tak berdaya diatas tanah, pemuda tersebut telah kehilangan kesadarannya selama beberapa hari ini.
Setelah Zhao Feng berhasil mengeluarkan Teknik Absolute yang sangat menentang surga, telah membuatnya seperti ini. Memang ia berhasil menggunakannya, tetapi sayangnya ia masih belum mampu untuk mengendalikan semua kekuatan tersebut.
Sangat ironis memang, saat diberikan berkah yang sangat menentang Surga, bahkan hampir menyemai kekuatan para Dewa Nirwana itu sendiri, Zhao Feng malah tidak dapat mengendalikannya. tetapi mau bagaimana lagi, Zhao Feng masih belum mampu untuk menanggung kekuatan Absolute tersebut.
Samar-samar, Zhao Feng dapat mendengar berbagai macam suara yang ada diluar sana, tetapi ia masih belum mampu untuk membuka kedua matanya. Rasanya, tubuhnya terasa sangat tidak berdaya, bahkan untuk menggerakkan sedikit jarinya saja, ia tidak mampu.
Sampai pada akhirnya, ia berhasil membuka kedua matanya. Meskipun tidak lebar, tetapi ia sudah bisa untuk melihat sekitarnya, walaupun sangat samar sekali. Ternyata, ia tengah berada pada sebuah Gua tempat ia dan Sang Guru tinggal selama pelatihannya, dan ia tidak dapat melihat seorangpun disekitarnya.
Berpikiran mungkin Gurunya masih berada di luar, entah melakukan apa, yang pasti gurunya pasti masih hidup. Ia yakin, bahwa semua kekuatan yang telah ia kerahkan sebelumnya, pasti tidak akan membuat Sang Guru terluka, bahkan tidak akan membuat jubah yang ia kenakan sobek.
Zhao Feng dengan sekuat tenaga, berusaha bangkit, walaupun tidak ada energi yang tersisa didalam tubuhnya. Terasa sangat sakit sekali, tulangnya seperti telah remuk, saat digerakkan, ia bisa mendengar tulang-tulangnya yang berderit.
"Dasar bocah nakal, akhirnya kau bangun juga..."
Zhao Feng lantas mengurangi senyumannya yang lembut, saat mendengar suara tersebut. Sudah pasti, serangannya tidak akan ada apa-apanya dihadapan Sang Guru. Walaupun begitu, ia merasa lega, bahwa ternyata Gurunya tidak apa-apa.
Sang Guru menatap penuh makna kearah Zhao Feng yang tengah duduk bersandar dengan kondisi yang lemah. Tentu, tidak akan ada orang yang mampu untuk menahan tekanan sedahsyat itu, seorang Kultivator dengan Ranah Kultivasi yang sama dengan Zhao Feng pastinya akan hancur saat mencoba untuk mengeluarkan Teknik yang sangat dahsyat tersebut.
Tetapi tentunya itu tidak berlaku bagi Zhao Feng, karena dia adalah orang yang terpilih. Dipilih sendiri oleh Takdir, untuk menjadi perwujudan dari Cahaya yang akan menerangi dunia ini dari cengkraman kegelapan. Sampai saat ini juga, tidak ada yang tahu nasib dan siapakah yang menjadi perwujudan dari Kegelapan, tapi yang pasti, siapapun itu, akan mempunyai kekuatan, kelebihan dan juga potensi yang sangat jauh melebihi para Dewa-dewi Nirwana sekalipun.
__ADS_1