Pendekar Penakhluk Surga

Pendekar Penakhluk Surga
Chapter 18 : Sesosok Kakek Tua Misterius


__ADS_3

Zhao Feng dapat melihat, terdapat sebuah pedang berwarna biru yang tengah tertancap pada batang pohon besar tersebut. Pedang tersebut mengeluarkan cahaya berwarna biru laut yang bersinar samar, dengan diiringi butiran-butiran cahaya berwarna merah yang terlihat mengelilingi bilah pedang tersebut.


Zhao Feng seketika terkesima, ia tidak menyangka akan menemukan sebuah benda berharga seperti ini, apalagi ia merasa jika pedang tersebut bukanlah pedang sembarangan. Jika dilihat-lihat, disepanjang bilah pedang tersebut, terdapat ukiran yang berbentuk seperti seekor naga, dan juga dengan ukiran sepasang sayap berwarna merah di bagian pegangannya. Pedang tersebut juga mengeluarkan aura Qi yang terasa sangat menindas, cukup untuk membuat Zhao Feng memutuskan untuk mengurungkan niatnya untuk mendekat.


"Hmmm... Pedang ini... Siapa yang meninggalkannya disini?"


Zhao Feng kebingungan akan keberadaan pedang tersebut, ia tidak pernah melihat pedang aneh seperti ini sebelumnya. Tapi jika diingat-ingat, memang ia tidak pernah melihat benda berharga sebelumnya.


"Baiklah... Aku akan mencoba untuk mendekati pedang itu."


Zhao Feng memutuskan untuk mendekati pedang tersebut, berniat untuk mencari tahu tentang pedang aneh dihadapannya itu. Tetapi baru saja melangkahkan kakinya, tubuhnya terasa seperti dihimpit oleh tekanan yang sangat kuat, membuatnya harus kembali mundur.


"Akh! Pedang ini... Pedang ini adalah pusaka?!"


Zhao Feng kembali mundur dengan darah yang mengalir keluar dari mulutnya, ia terlihat tengah berdiri dengan sempoyongan sembari menatap penuh keterkejutan kearah pedang tersebut.


Zhao Feng seketika berpikir, jika Pedang tersebut setidaknya adalah Pusaka dengan Level yang sangat tinggi karena pedang tersebut mampu untuk memancarkan aura penindasan yang begitu sangat menindas, bahkan bagi dirinya sendiri.


Tapi baginya, tidak ada rintangan yang tidak akan bisa untuk dilaluinya. Zhao Feng segera bangkit kembali, menghiraukan segala aura penindasan yang menyebabkan tubuhnya terasa seperti dihimpit oleh gunung. Ia menatap tajam kearah pedang tersebut, sembari mulai menstabilkan aliran Qi yang mengalir melewati Meridian nya.


"Mata Surgawi..."


Kedua mata Zhao Feng seketika berubah, kedua matanya kini terlihat tengah bersinar dengan cahaya keemasan. Perlahan, tekanan penuh penindasan yang dipancarkan oleh pedang misterius terasa mulai berkurang, semua berkat sepasang Mata Surgawi Zhao Feng.


Tetapi tanpa diduga-duga, tubuh Zhao Feng seketika terpental menjauh dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bahkan Zhao Feng sama sekali tidak melihat serangan tersebut, ia tidak tahu bagaimana bisa tubuhnya tiba-tiba saja dibuat terpental menjauh.


Swoosh!


Zhao Feng segera memutar badannya di udara, dan berpijak pada salah satu dahan pohon yang berada didekatnya. Dengan nafas yang terengah-engah, ia mulai menyusuri area sekitarnya, mencari siapakah gerangan yang telah menyerangnya secara tiba-tiba saja.


"Siapapun disana, keluarlah!"


Dengan lantang, Zhao Feng berteriak menyuruh sosok tersebut untuk keluar. Tapi, ia sama sekali tidak mendapatkan satupun jawaban, hanya hembusan angin yang terdengar di kedua telinganya, bahkan ia sama sekali tidak mendengar suara pergerakan lain sedikitpun.


Keringat dingin mulai membasahi dahi Zhao Feng, ia sadar, bahwasanya saat ini hidupnya tengah berada dalam bahaya, dan itu sama sekali tidak main-main. Ia yakin, jika sosok yang barusan menyerangnya, bukanlah sosok sembarangan. Setidaknya, sosok tersebut mempunyai Kultivasi dengan Ranah Kultivasinya Langit keatas, hanya pemikiran itulah yang bisa dipikirkan olehnya, karena hawa keberadaan dan kekuatan sosok tersebut sama sekali tidak bisa dilacak oleh Zhao Feng bahkan dengan Mata Surgawi, dan sosok tersebut dapat menyerangnya tanpa bisa diketahui olehnya.


"Menjauhlah, anak muda. Ini bukanlah tempat yang seharusnya kau kunjungi."


Terdengar suara yang menggema dari kedalaman hutan, suara tersebut terdengar sangat mengintimidasi dan penuh dengan penindasan. Sepasang Mata Zhao Feng tak henti hentinya bergerak-gerak, mencari keberadaan suara tanpa wujud tersebut.


"Siapa itu?! Keluarlah!"


Zhao Feng kembali berteriak dengan sangat lantang, menyuruh sosok tersebut untuk segera keluar dan bertemu dengannya secara langsung. Walaupun ia merasa hanya akan mati saja jika bertarung melawan sosok tersebut, tetapi setidaknya ia bisa tahu siapa orang yang akan membunuhnya.


Tidak ada jawaban lagi, alhasil membuat Zhao Feng semakin panik karena bisa saja sosok tersebut hendak menyerangnya dengan senyap. Hembusan angin semakin berhembus dengan kencang, membuat suasana malam semakin terasa mencekam. Bulan yang bersinar dengan terang, kini telah meredup, tertutup oleh awan tebal yang seakan-akan tengah membawa kegelapan pada dunia ini.


Swoosh!


Tapi dengan tiba-tiba saja, Zhao Feng merasa ada hembusan angin dibelakangnya, ia pun segera membalikkan badannya dan mendapati tidak ada yang aneh sedikitpun. Tetapi, kedua mata Zhao Feng seketika melebar, keringat dingin semakin mengalir deras di dahinya, karena ia sadar bahwa ia telah membuat suatu kesalahan yang fatal.

__ADS_1


"Sudah kubilang, menjauhlah, anak muda..."


Suara misterius tersebut kembali terdengar oleh Zhao Feng, namun kini, suara tersebut terdengar begitu sangat dekat dengannya. Tubuhnya seketika bergetar, karena ia merasa jika sosok tersebut telah berada dibelakangnya dan siap untuk melakukan apapun padanya.


Tanpa bisa berkata-kata apapun lagi, Zhao Feng spontan mengangkat kedua tangannya keatas dengan perlahan. Ia sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk melawan kali ini, oleh sebab itu, hanya tindakan itulah yang bisa dilakukan oleh Zhao Feng.


Menyerah bukan berarti kalah, ia menyerah karena memang ia belum dapat melihat kesempatan untuk melawan, tapi ia yakin, ia akan mendapatkan kesempatan untuk melawan dan keluar dari situasi ini dengan nyawa yang masih bersatu dengan raganya tentunya.


"Ma-maafkan aku, Senior..."


Suara Zhao Feng terdengar begitu sangat gemetar, bisa dikatakan bahwa ia merasa ketakutan saat ini. Dengan kedua tangannya yang masih dirinya angkat, pemuda tersebut tidak berani untuk melakukan hal-hal kecil yang akan mengarahkan dirinya pada konsekuensi yang paling fatal.


"Berbalik lah, dan tatap aku dengan kedua matamu."


Terdengar balasan dari suara misterius tersebut, yang menyuruh Zhao Feng untuk berbalik dan menatapnya secara langsung. Tanpa ada pilihan lain lagi, Zhao Feng dengan perlahan, mulai membalikkan tubuhnya untuk menghadap sosok misterius tersebut.


Kedua mata Zhao Feng seketika semakin melebar, tubuhnya semakin bergetar dengan sangat hebat, keringat dingin juga semakin mengalir deras dari dahinya. Zhao Feng pun seketika jatuh berlutut keatas tanah tanpa bisa melakukan perlawanan sedikitpun, dengan diiringi oleh kedua matanya yang juga terlihat semakin meredup.


"Sudah aku peringatkan, tapi kau sama sekali tidak mendengarkannya. Karena itu, aku akan membuatmu untuk selamanya berkelana tanpa arah di hutan tanpa ujung ini!"


Suara misterius tersebut kembali terdengar, namun kali ini, suara tersebut terdengar sangat menggelegar. Zhao Feng hanya bisa berlutut diatas tanah tanpa bisa melakukan apapun, bersamaan dengan itu, kedua matanya yang bersinar dengan cahaya keemasan, kini semakin meredup.


Sosok tersebut juga terlihat tengah memandangi Zhao Feng dengan tatapannya yang sangat tajam, raut wajahnya terlihat sangat datar, tanpa memperlihatkan ekspresi sedikitpun. Sosok tersebut perlahan membalikkan tubuhnya, dan mulai berjalan pelan meninggalkan Zhao Feng yang masih berlutut dengan pandangannya yang tertunduk.


"Senior berpikir bahwa Senior telah mengalahkan Junior ini, tapi, Junior tidak akan pernah menerima kekalahan tanpa adanya perlawanan!"


Blast!


Sosok tersebut terlihat sedikit terkejut, namun keterkejutan tersebut seketika berubah, dan digantikan oleh sebuah seringai kecil di wajahnya. Zhao Feng kini terlihat telah kembali berdiri, dengan cahaya keemasan yang bersinar terang diseluruh bagian tubuhnya. Kedua matanya juga bersinar terang dengan cahaya keemasan, tatapannya terlihat begitu sangat menyorot.


"Begitu... Jadi kaulah yang akan datang! Kemarilah! Majulah! Aku akan segera menunjukkan kepadamu, apa itu bentuk perlawanan yang tidak akan pernah bisa kau lupakan!"


Sosok tersebut terlihat tengah menyeringai dengan sangat lebar, tatapannya terlihat sangat tajam, namun dibalik tatapan tajamnya, menyimpan sebuah makna yang tidak diketahui.


Zhao Feng juga menatap tajam kearah sosok misterius tersebut, yang ternyata adalah seorang kakek tua yang mempunyai jenggot panjang berwarna putih. Kakek tua tersebut juga terlihat begitu bersemangat saat melihat kekuatannya, mengindikasikan jika kakek tua tersebut sama sekali tidak terpengaruh oleh tekanan aura energi Qi yang ia pancarkan.


Tanah yang dipijak oleh Zhao Feng seketika retak dengan retakan yang sangat besar, melihat hal tersebut, kakek tua misterius tersebut terlihat tersenyum semakin lebar, seolah-olah ia sangat menantikan tindakan apa yang akan segera dilakukan oleh Zhao Feng.


"Langkah Dewa Angkasa!"


Tanah yang dipijak oleh Zhao Feng seketika hancur berkeping-keping, bersamaan dengan tubuhnya yang tiba-tiba saja menghilang dengan sekejap mata. Namun semua itu, nampaknya sama sekali tidak berpengaruh bagi kakek tua misterius tersebut, bisa dilihat jika ia hanya diam dengan seringai lebar yang masih terpampang di wajahnya.


"Tinju Membelah Neraka!"


Dengan sekejap mata, Zhao Feng tiba-tiba saja muncul dihadapan kakek tua misterius tersebut dan langsung melancarkan tinjunya yang terlihat tengah bersinar terang dengan warna merah menyala. Tapi sayangnya, serangannya luput karena kakek tua tersebut menahan tinjunya menggunakan tangan kanannya.


Kembali, Zhao Feng sontak membelalakkan kedua matanya saat menyadari bahwa serangannya dengan sangat mudah ditahan oleh kakek tua tersebut, bahkan serangannya hanya ditahan oleh satu tangan saja.


"Cukup mengagumkan, tapi itu tidaklah cukup!"

__ADS_1


Melihat jika serangannya telah gagal, Zhao Feng seketika kembali menghilang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia memutuskan untuk tidak menyerang kakek tua tersebut lagi, karena setelah melihat betapa jauhnya perbandingan kekuatannya dengan kakek tua misterius itu, ia sadar bahwa yang dibutuhkan olehnya bukanlah kekuatan, melainkan sebuah strategi yang matang.


Zhao Feng berdiri dengan keringat dingin yang kembali mulai membasahi dahinya, ia tengah berpikir keras tentang strategi apa yang akan ia gunakan selanjutnya. Sampai pada akhirnya sebuah strategi yang tidak diduga-duga tiba-tiba saja muncul dalam benaknya.


"Langkah Dewa Angkasa!"


Tubuh Zhao Feng seketika kembali menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, melihat hal tersebut, kakek tua misterius tersebut hanya bisa menyeringai tipis sembari menantikan kejutan apa yang akan diberikan oleh pemuda tersebut kepadanya.


"Tinju Membelah Neraka!"


Tapi nampaknya, Zhao Feng tidak berniat untuk menyerang kakek tua tersebut secara langsung. Pemuda tersebut tiba-tiba saja muncul dibelakang kakek tua tersebut, dan langsung menghujamkan tinjunya pada tanah yang dipijak oleh kakek tua misterius itu.


Blast! Duar!


Alhasil, ledakan yang cukup dahsyat seketika terjadi, dan langsung menghancurkan tanah yang Zhao Feng tinju. Debu tebal seketika terbang tinggi ke atas udara, bersamaan dengan batu-batuan dan juga puing-puing tanah yang telah hancur dengan sedemikian rupa.


Kakek tua tersebut mau tidak mau juga harus menghindari serangan Zhao Feng, ia melesat menjauh beberapa meter dan pada akhirnya mendarat kembali. Kini, debu-debu tebal terlihat tengah menyelimuti area sekitarnya, membuatnya sama sekali tidak bisa melihat apa yang tengah terjadi dibaliknya.


Tetapi pada akhirnya, kakek misterius tersebut tiba-tiba saja kembali tersenyum dengan lebar, tanpa ada yang mengetahui apa makna yang tersimpan dibaliknya.


Dibalik debu-debu tebal yang menyelimuti area tempat kakek misterius berada, nampak Zhao Feng yang tengah berdiri dengan tatapannya yang tajam. Mendapatkan kesempatan emas, Zhao Feng tanpa membuang-buang waktu lagi, kembali melancarkan strateginya.


Zhao Feng segera berlutut diatas tanah, meletakkan tangan kanannya pada dadanya, dan mengangkat tangan kirinya keatas. Alhasil, langit seketika terdengar bergemuruh, awan tebal tiba-tiba saja muncul, dan petir-petir seketika menyambar-nyambar dengan sangat ganas.


"Teknik Penakluk Surga : Langit Membelah Bumi!"


Zhao Feng berteriak dengan sangat lantang, suaranya terdengar sangat menggelegar, melebihi suara petir-petir yang tengah menyambar-nyambar dengan sangat ganas. Kedua matanya semakin bersinar keemasan, tubuhnya juga terlihat semakin bersinar terang dengan cahaya keemasan, tanah yang ia pijak juga seketika retak.


Petir berwarna keemasan yang berukuran sangat besar seketika muncul dari langit, dan langsung menyambar tempat dimana kakek tua misterius tersebut berada.


Blast!


Ledakan yang amat sangat dahsyat seketika terjadi pada saat petir emas terbesar menyambar permukaan tanah. Tanah seketika bergetar dengan sangat hebat, angin berhembus dengan sangat kencang, dan langit juga seketika terbelah.


Petir tersebut terus menerus tanpa henti menyambar tempat dimana kakek misterius berada, menyebabkan amukan alam semakin mengganas. Sampai pada akhirnya, petir tersebut kian mereda, dan berubah menjadi butiran-butiran cahaya keemasan yang berukuran kecil.


Serangan tersebut mengakibatkan terbentuknya kawah yang berukuran sangat amat besar, melebihi ukuran kawah yang juga terbentuk karena serangan yang sama. Dikarenakan kekuatan penuh Mata Surgawi yang aktif, serangan Zhao Feng juga ikut berubah, yang mana, daya kerusakannya juga akan bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya.


Pada akhirnya, kemenangan kembali bisa diraih oleh Zhao Feng, namun lagi-lagi, ia kembali keluar sebagai pemenang dengan kondisi yang mengenaskan. Tidak seperti sebelumnya, tubuh Zhao Feng terlihat telah hangus, tubuhnya terlihat sangat kurus, dan dengan kedua matanya yang telah terpejam dengan sepenuhnya.


"Akhirnya... Akhirnya..."


Suara Zhao Feng terdengar begitu sangat lirih, dikarenakan kondisinya yang sangat jauh dari kata baik. Ia pada akhirnya lega, karena sepertinya kemenangan telah berhasil ia raih, dan untuk memulihkan kondisinya, ia tidak perlu khawatir, karena ia masih mempunyai pil yang diberikan oleh sang Guru.


Tetapi, nampaknya, kemenangan masih belum bisa dicapai oleh Zhao Feng. Tepat pada saat pemuda tersebut berusaha setengah mati untuk mengambil pil yang berada pada kantong kecil di pinggangnya, tiba-tiba saja muncul suatu keanehan yang membuatnya merasa seperti kehilangan nyawanya.


"USAHA YANG BAGUS, ANAK MUDA. SETELAH MELIHAT SENDIRI KEKUATAN DAHYSAT YANG ADA PADAMU, JANGAN HARAP BAHWA AKU AKAN MEMBIARKANMU PERGI DARI SINI..."


Suara kakek misterius tersebut kembali terdengar di kedua telinga Zhao Feng, yang seketika membuatnya merasa seperti disambar oleh petir terdahsyat diseluruh alam semesta. Sontak saja, setelah mendengar hal itu, Zhao Feng merasa bahwa kemungkinan untuk keluar dari sini dengan hidup-hidup sangatlah kecil, bahkan tidak mungkin. Kini ia hanya memiliki satu kemungkinan yang terjadi kepadanya, yakni kematian, setidaknya ia akan mati dengan perlawanan, daripada mati menyedihkan tanpa melakukan sedikitpun perlawanan. Setidaknya, pemikiran itulah yang akan selalu membuatnya merasa bangga, sampai pada saat dimana ajal pada akhirnya akan menjemput dirinya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2