
Chapter 6.
Zhao Feng perlahan membuka kedua matanya, dan alangkah terkejutnya ia saat mendapati langit hitam yang penuh dengan awan petir yang menyambar-nyambar.
Tentu saja dirinya sangat terkejut saat melihat pemandangan dihadapannya, bagaimana tidak? Sebelumnya Zhao Feng sadar bahwa dirinya berada di Gua Kristal Abadi, namun sekarang dirinya ada disini hanya dalam satu kedipan mata! Benar-benar diluar nalar manusia!
Zhao Feng perlahan bangkit dan mengamati sekelilingnya, nampak hanya ada bangunan-bangunan yang terlihat sudah hancur, dengan bercak darah hitam bercampur emas dimana-mana.
Tentunya Zhao Feng semakin bingung setelah mendapati kejadian yang diluar nalarnya, namun dirinya perlahan mulai mengerti, jika mungkin semua ini adalah takdir yang tengah ditunjukkan kepadanya.
"Pewaris Klan ku, Zhao Feng. Bukan waktunya kamu berada disini... Pergilah."
Saat Zhao Feng tengah kebingungan dengan kejadian yang menimpanya, tiba-tiba saja ada suara yang terdengar dari arah belakangnya.
Perlahan Zhao Feng membalikkan tubuhnya, dan alangkah terkejutnya ia saat menyadari sumber dari suara itu. Nampak banyak sekali tubuh yang sudah tidak berbetuk, bau busuk yang menyengat seketika tercium di kedua hidungnya, yang bahkan membuat dirinya sedikit kesulitan untuk bernafas.
Namun keterkejutan Zhao Feng tidak hanya sampai disitu, saat dirinya menoleh ke tengah-tengah lingkaran tubuh yang sudah tak berbentuk itu, ia mendapati ada seseorang berbaju putih dengan awan emas dikedua lengannya tengah duduk membelakanginya.
Sekilas, Zhao Feng nampak seperti kenal dengan pakaian yang dikenakan oleh sosok misterius itu. Namun, sosok itu tiba-tiba saja berbalik dengan diiringi petir dahsyat yang menyambar-nyambar.
Zhao Feng sangat terkejut sekaligus ketakutan saat melihat wajah sosok itu. Sosok itu tak lain adalah seorang kakek tua, yang memiliki jenggot putih panjang yang sampai menyentuh dadanya.
Sekilas tidak ada yang menakutkan dari bentuk wajah kakek tua itu, namun yang sebegitu menakutkan adalah tatapan matanya yang sangat tajam. Hanya dengan tatapannya saja, sudah membuat Zhao Feng bergetar ketakutan. Tatapan itu bukan sembarang tatapan biasa, tatapan tajam itu hanya akan didapatkan oleh seseorang yang telah membunuh ratusan ribu makhluk hidup.
Namun saat Zhao Feng akan pingsan karena sangat ketakutan, tiba-tiba saja tatapan tajam dari kakek itu menghilang. Zhao Feng yang sebelumnya akan jatuh pingsan, lantas saja terkejut saat menyadari tatapan tajam yang tertuju kearahnya telah menghilang.
"Ehem... Apakah kamu pemilik dari Mata Surgawi?"
Sesosok kakek itu pada akhirnya bertanya pada Zhao Feng, namun dengan suara yang dingin. Zhao Feng yang mendengar suara dari kakek itu saja, sudah membuat bulu kuduknya berdiri.
Namun kini ia harus dibuat berpikir dengan apa yang dimaksud oleh kakek itu, Mata Surgawi? Apakah itu kekuatan? Dan juga mengapa kakek tua ini menanyakan hal seperti itu kepadanya? Tentunya Zhao Feng tidak mengetahui akan maksud itu semua.
"Ma-maksud Senior?"
Zhao Feng kembali bertanya pada kakek itu dengan hati-hati, sebab dirinya takut bahwa pertanyaannya akan menyinggungnya. Tentu saja dirinya tidak ingin hal itu terjadi, kalau tidak, maka dirinya dipastikan tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari sini.
"Hmmm... Tapi aku merasakan kekuatan itu ada pada dirimu."
Kakek itu membalas pertanyaan dari Zhao Feng sembari mengelus-elus jenggotnya yang panjang. Sekali lagi Zhao Feng dibuat sangat bingung dengan pernyataan kakek tua dihadapannya, bahkan kakek itu belum menjawab pertanyaannya, mengapa kini kakek tua itu harus membuat dirinya berpikir lebih keras lagi?!
"Hahahaha... Tak kusangka akan ada pewaris dari Mata Surgawi hanya dalam kurun waktu yang kurang dari satu abad!"
Saat Zhao Feng tengah kebingungan dengan ucapan kakek tua dihadapannya itu, tiba-tiba saja kakek misterius itu tertawa terbahak-bahak. Yang membuat kebingungan dari Zhao Feng, kini berubah menjadi keterkejutan.
__ADS_1
"Ehem... Kau adalah pewaris dari Klan Shao, bukan?"
Kini Zhao Feng kembali kebingungan dengan pertanyaan yang kembali dilontarkan oleh kakek tua itu. Bagaimana kakek tua ini bisa tahu, padahal identitasnya saja sudah dicabut dari Klan Shao, dan semua Klan Shao sudah dinyatakan musnah oleh Kekaisaran Liu.
"Ya, Senior. Nama Junior ini adalah Shao Lin Fang. Junior adalah satu-satunya anggota Klan Shao yang tersisa."
Zhao Feng pada akhirnya memutuskan untuk mengatakan kebenaran pada kakek tua misterius itu, sebab dirinya yakin bahwa kakek tua dihadapannya itu bukanlah sosok sembarangan.
Kakek tua itu terlihat tersenyum sembari manggut-manggut setelah mendengar jawaban dari Zhao Feng. Setelah melihat perilaku kakek misterius dihadapannya itu, membuat Zhao Feng semakin khawatir akan apa yang akan dilakukan kakek tua misterius itu kepadanya.
"Jangan berpikiran buruk kepada ku. Aku tidak akan membunuhmu, mana mungkin pendahulu Klan Shao berniat untuk membunuh keturunannya sendiri."
Saat Zhao Feng tengah dilanda dengan perasaan cemas, tiba-tiba saja kakek tua itu berkata dengan suara yang lembut. Tentunya ini adalah angin segar baginya, mengingat ada banyak sekali hal yang ingin dilakukannya saat hidup.
Namun ucapan dari kakek tua itu, yang menyatakan dirinya adalah pendahulu Klan Shao membuat Zhao Feng terkejut bukan kepalang. Pendahulu? Jika itu benar, maka kakek tua dihadapannya ini adalah Shao Lin Huang, seorang Legenda yang sangat dikenal oleh para masyarakat, baik itu Kultivator di seluruh Kekaisaran Liu.
Sontak saja tubuh Zhao Feng bergetar, dihadapannya adalah seorang Legenda Kekaisaran Liu, yang merupakan pendahulunya sendiri. Tentunya Zhao Feng tidak tahu harus berbuat apa dihadapan sosok yang begitu dikagumi oleh banyak orang.
"Tidak perlu sungkan, cucuku. Kekuatan Mata yang ada padamu, menandakan bahwa aku dan kamu memiliki satu ikatan darah yang kuat."
Saat Zhao Feng hendak berlutut dihadapan kakek itu, tiba-tiba saja kakek itu berkata tentang sebuah kebenaran yang sangat tidak diduga-duga olehnya.
"Se-senior- adalah keluargaku?!"
"Ya. Tapi simpan keterkejutan mu untuk nanti, mulai saat ini akan ada banyak sekali kejutan yang tengah menunggu dirimu."
Zhao Feng perlahan bangkit dan menatap leluhurnya itu dengan tatapan penuh tanda tanya, namun semua itu hanya dibalas berupa senyuman lembut oleh Shao Lin Huang.
"Kelak kamu sendirilah yang akan menemukan jawabannya. Untuk sekarang, kamu harus segera kembali dari sini. Tapi jangan khawatir, sebab takdir telah memihak dirimu saat ini."
Zhao Feng mengangguk kepalanya saat mendengar penjelasan dari leluhurnya itu, meskipun banyak sekali pertanyaan yang ada di benaknya, ia telah menepis semua itu, setidaknya untuk saat ini.
"Tapi ingatlah, Zhao Feng! Jangan pernah menjadikan berkah itu menjadi sebuah kutukan. Jika tidak, maka aku sendirilah yang akan mengambil kembali kekuatan itu!"
Namun pada saat Zhao Feng tengah merasakan sedikit perasaan lega sebab mengetahui bahwa dirinya bisa kembali lagi, tiba-tiba saja Leluhur Shao Lin Huang mengancamnya dengan suara yang sangat menindas.
Tentu saja Leluhur Shao Lin Huang tidak akan pernah membiarkan kekuatan yang diwariskan olehnya menjadi sebuah kutukan, dan jika itu sampai terjadi, maka para Dewa tidak akan bisa tinggal diam untuk lebih lama lagi.
Bahkan saat ini dirinya yakin, para Dewa pasti akan menyadari bahwa kekuatan itu telah terlahir kembali, oleh sebab itu, Shao Lin Huang memiliki sebuah ide untuk menyembunyikan keberadaan Zhao Feng menjauh dari pengawasan para Dewa.
"Ingat itu, Pewaris ku. Sebab jika kamu memiliki sebuah kelebihan, maka gunakanlah untuk membantu makhluk hidup di dunia ini. Niscaya kamu akan disayangi oleh apa yang ada di muka bumi ini, dan juga apa yang ada di langit."
"Mata itu akan memandu dirimu menuju garis hidupmu yang baru, sisanya kuserahkan kepadamu. Sebab, akan ada kejahatan besar, yang mungkin akan kembali terbangun di muka bumi lagi."
__ADS_1
Mendengar peringatan dari leluhurnya, membuat Zhao Feng semakin mengerti betapa besarnya tanggungjawab yang saat ini akan dirinya tanggung. Ia telah bertekad, akan berusaha menjadi yang terkuat di muka bumi ini, untuk bisa mengalahkan kegelapan yang dimaksud oleh leluhur Shao Lin Huang.
Sang cahaya telah terlahir kembali di muka bumi ini, dan akan segera disusul oleh kegelapan. Sebab dimana ada cahaya, maka akan ada bayangan pula yang akan selalu mendampinginya.
...----------------...
Disebuah tempat yang sangat jauh dari keberadaan umat manusia, ada sebuah tempat yang begitu sangat mencekam. Tidak ada yang tahu dimana letak tempat itu, sebab tempat itu memang sengaja disembunyikan letak persisnya.
Tempat itu layaknya sebuah hutan biasa, sama seperti hutan-hutan pada umumnya. Namun yang membedakan, pohon-pohon yang ada di hutan itu nampak sangat aneh.
Berbagai bentuk pohon dapat ditemui di tempat itu, mulai dari yang mempunyai cabang sangat banyak, dan juga ada pohon yang memiliki daun berwarna emas, layaknya daun-daun pohon tersebut terbuat dari emas.
Namun tak ada hewan apapun yang terlihat di hutan itu, bahkan semut kecil pun tidak ada. Yang ada hanyalah jajaran pohon yang begitu sangat rimbun, tanpa ada apapun lagi.
Namun dibalik rimbunnya hutan itu, nampak sebuah istana megah yang terletak ditengah-tengah hutan antah berantah itu. Istana itu berdiri dengan sangat megah, dengan pondasinya yang berjumlah 9.
Masing-masing pondasinya itu memiliki warna yang berbeda, pertanda bahwa pondasi itu memiliki makna yang berbeda antar satu sama lain.
Sedangkan warna dari Istana itu sendiri berwana hitam legam, tanpa ada campuran dari warna lain, walau sedikitpun. Tak seperti istana pada umumnya, tak ada seorangpun yang terlihat tengah beraktivitas di sekitar istana itu, istana itu terlihat sangat sepi, bak sebuah istana yang sudah lama ditinggalkan.
Namun jika tidak akan seorangpun yang ada di dalam Istana itu, itu tidaklah sepenuhnya benar. Di atas sebuah singgasana yang terbuat dari Emas, nampak sesosok siluet hitam yang terlihat tengah duduk diatasnya.
Sosok siluet itu nampak seperti sebuah kabut hitam, yang membentuk sesosok dari tubuh manusia. Tak ada yang tahu persis sosok apa itu, sebab belum ada seorangpun yang pernah melihatnya.
"Sepertinya cahaya sudah mulai terlahir kembali..."
Namun tiba-tiba saja terdengar suara yang begitu sangat mencekam, yang bersumber dari kabut hitam yang membentuk sesosok siluet tubuh manusia.
Tiba-tiba saja dari gumpalan kabut hitam itu, muncul dua bola cahaya berwarna merah pekat yang muncul entah darimana. Kedua bola cahaya itu tengah melayang didepan sebuah pedang berwarna emas yang terlihat menancap didalam sebuah bongkahan batu berwarna hitam pekat, layaknya dua bola cahaya merah itu merupakan sepasang mata yang tengah mengawasi pedang emas didepannya.
Perlahan kabut hitam itu semakin memadat dan membentuk sepasang mata merah yang melayang-layang, dengan diiringi pedang emas yang mulai mengeluarkan cahaya keemasan.
"Ini hanyalah permulaan... Sebuah permulaan dari sebuah kehancuran besar yang akan segera terjadi..."
Suara mencekam itu kembali terdengar di sepenjuru ruangan, dengan diiringi kabut hitam yang semakin memadat. Begitu juga dengan pedang emas yang tengah menancap itu, perlahan bongkahan batu hitam itu mulai retak, dengan diiringi cahaya keemasan yang menyelimuti sepanjang bilahnya.
Semakin kabut hitam itu memadat, maka semakin terangkat pula pedang emas itu dari sebuah batu yang telah menjadi penjaranya. Kini sang bayangan telah terlahir kembali, yang akan menjadi pendamping abadi bagi sang cahaya.
Dan dengan itu semua, pewaris masing-masing telah lahir ke dunia ini, yang sebelumnya pernah terjadi berabad-abad yang lalu.
Tentunya kejadian itu masih tidak tercium oleh para Dewa, mengingat betapa tersembunyinya tempat itu. Tapi yang pasti, sebuah kejadian yang telah terjadi beribu-ribu tahun silam, akan kembali terulang. Sebuah kejadian yang amat sangat dahsyat, yang bahkan para Dewa tidak akan pernah sanggup untuk melupakannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1