Pengacara Cintaku

Pengacara Cintaku
Masakan Pertama


__ADS_3

    Sehabis shalat Subuh Lani mulai berkutat di dapur, ia akan membuat sarapan. Andre masih di kamara, membaca Al-Qur'an. Ia membuka kulkas, memeriksa isinya. Ada sayur sawi, sosis, daun seledri dan daun bawang, telur, tomat dan ada kornet juga. Lani berpikir sebentar. Hmmm…kayaknya bikin nasi goreng aja deh, pikir Lani. Lani mulai mempersiapkan bumbu-bumbu untuk membuat nasi goreng. Ini masakan pertama buat suaminya, harus sempurna. Lani senyum-senyum sendiri.


Andre muncul di dapur dengan kaus oblong putih dan celana pendek sebatas betis. Ekspresi Lani yang terkejut membuat Andre mengernyitkan dahinya.


“Kenapa? Kaget lagi tiba-tiba ada laki-laki masuk? Lupa kalau kamu sudah menikah, malahan udah sah banget jadi istri aku. “


Wajah Lani bersemu merah.


“Atau kamu terpana melihat aku yang ganteng ini? “


Andre sudah menyebut dirinya ‘aku’ bukan ‘saya’ lagi, kesan formil nya sudah hilang nih, bisik hati Lani. Lani


senang.


“Anggap aja lah begitu. Kalau dibantah ntar ngamuk lagi. “ Lani mengalihkan matanya ke sawi yang sedang dipotong-potong.


“Lagi masak apa? “ Andre mendekat ke istrinya. Lani mencium wangi sabun dari tubuh Andre.


“Nasi goreng. “


“Pakai kornet? “


“Ya…ditambah sosis juga. “


Andre manggut-manggut lalu menuju meja makan. Dia duduk sambil membaca berita melalui gadget-nya.


“Mas, mau minum apa? Biar Lani buatin. “


“Coklat panas dong. “


“Ya udah, bentar ya. “


Andre melihat ada secangkir teh hangat diatas meja makan tersebut.


“Lani, ini teh kamu? “


“Iya.“


“Aku minum ya. “ Andre menyeruput teh istrinya. Setelah teh itu bersentuhan dengan lidahnya, Andre kaget dan buru-buru berlari ke kamar mandi.


“Lani, teh apaan nih? Kok rasanya nggak enak banget. “


Lani menghampiri suaminya yang sudah kembali duduk di meja makan.


“Itu teh hijau, Mas. Emang kenapa sih? Bukannya enak? “


“Rada pahit gitu kamu bilang enak. “


“Emang Mas belum pernah minum teh hijau ya? Rasanya emang gitu, Mas. Sebenarnya lebih enak kalau


ditambah gula atau madu. Itu tadi Lani kasih 1 sendok teh gula, karena kebetulan Lani kurang suka manis.“


“Kamu suka teh hijau? “


Lani mengangguk. “Rasanya sensasional. “ Lani tertawa. “ Kelat-kelat gitu. Pokoknya asyik…apalagi ditambah lemon.”


“Kamu suka lemon tea? “


“Iya. “


Andre menatap istrinya. “Trus, apalagi yang kamu suka? “


“Hmmm…Lani suka coklat, mie ayam dan ayam goreng. Lani juga suka keripik talas dan gorengan. Trus…apalagi ya? Hmm…sate ayam dan semua yang ada unsur ayamnya. Emang kenapa sih Mas, nanya-nanya gitu? “


“Pengen tahu aja. “


Lani kembali kepada masakannya.“Lan, aku pernah dengar katanya teh hijau bagus untuk menurunkan berat badan. Kamu mau ngurusin badan? “


“Untuk saat ini belum, karena masih kurus. Khasiatnya bukan cuma itu aja kali Mas. Teh hijau juga bagus buat kesehatan; diantaranya dapat mencegah dan menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah timbulnya kadar gula darah yang tinggi, menurunkan kadar kolesterol, menurunkan resiko terkena berbagai penyakit hati, menurunkan resiko terkena stroke, membantu tubuh dalam melawan virus seperti virus influenza, dapat menghambat penurunan fungsi syaraf, memperbaiki fungsi kognitif, bermanfaat bagi kesehatan gusi, mencegah sesak nafas, mengurangi stres, menghilangkan kelelahan dan keletihan, mampu mencegah timbulnya penyakit kanker, mampu mengendalikan pertumbuhan tumor, membantu penyembuhan penyakit kanker, membantu menurunkan berat badan, mengurangi resiko timbulnya radang sendi dan reumatik, berfungsi sebagai anti radang tenggorokan, mencegah osteoforosis, mencegah timbulnya alergi, melindungi lever, mencegah hepatitis, membantu menghalangi penyebaran virus HIV, mengurangi bahaya merokok, memperlambat penuaan, baik dikonsumsi untuk penderita diabetes dan mampu mencegah keracunan makanan. “


Andre geleng-geleng kepala. “Itu bukan diantaranya, kamu udah nyebutin semuanya. Kayak penjual obat aja.


Aku ngos-ngosan mendengarnya. Tahu darimana, sih? “


Lani tertawa. “Baca buku dong Mas…”


Andre kembali sibuk dengan bacaannya, sementara Lani fokus memasak.


“Sayang, udah belum nasi gorengnya! “ teriak Andre beberapa menit kemudian.


Lani terpana mendengar sebutan Andre untuknya barusan. Sampai-sampai Lani mematung.


“Duh…kok nggak dijawab? Aku lapar nih…”


Lani tersadar dan kembali ke alam nyata setelah tadi sempat melayang ke negeri Cinderella.


“Iya…udah. “ dengan semangat Lani membawa hasil masakannya kehadapan Andre.


“Hmm…aromanya enak. “ Andre menghirup aroma nasi goreng dihadapannya sambil memejamkan mata. "Semoga rasanya juga enak."


Lani menyendok nasi goreng ke piring suaminya berikut dengan telur dadar dan irisan tomat.


“Masakan pertama Lani nih. “


“Emang sebelumnya nggak pernah masak ya? Wah…jangan-jangan nggak enak. “


“Maksud Lani masakan pertama buat Mas. Lani sering masak kok. Kalau nggak masak ya nggak makan. “


Andre tertawa lalu mulai menyuap nasi goreng ke mulutnya. Enak. Andre bersyukur dalam hati, dia tidak


salah pilih istri.


“Enak.“ Puji Andre


Wajah Lani sumringah. Dia bahagia, masakannya dipuji oleh suaminya.


"Alhamdulillah."


“Ternyata kamu jago masak ya…”


“Halah…baru nasi goreng. Biasa aja kok. Belum bisa jadi koki restoran, Mas. “


“Kalau untuk jadi koki di restoran istana Andre Maulana sih lebih dari cukup. Kamu tahu nggak, nasi goreng adalah salah satu makan kesukaanku. Dulu aku berangan-angan kalau udah punya istri, dia harus jago banget masak nasi goreng. Nggak boleh kalah dari masakanku, soalnya diantara semua anak ibu aku nih yang paling jago bikin nasi goreng. “


Lani terharu, hampir saja air matanya jatuh. Masakan pertamanya sukses membuat suaminya bahagia.


“Kamu makan juga dong. Masa’ ngeliatin aku terus. “


Lani tersenyum. Lihat kamu makan, rasanya aku udah kenyang Mas, kata hatinya.


Andre menyodorkan sesendok nasi goreng ke hadapan Lani. “Nih, aku suapin.”


Lani menerimanya dengan senang. Andre tersenyum.


“Mas suka apa lagi? Besok-besok Lani masakin. “


“Aku sih nggak susah diatur ya, hampir semua makanan aku suka. Tapi yang paling suka nasi goreng. Hmm…aku


juga suka coklat lho. Karena coklat bisa bikin aku tenang dan ngurangin stres. “


“Sama dong…”


Andre kembali menyuapkan nasi ke mulut Lani.


“Mas, ulangi dong panggilan Mas yang tadi. Lani pengen dengar sekali lagi. “

__ADS_1


Dahi Andre mengernyit. “Panggilan yang mana? “ Andre bingung.


Lani manyun. “Yang tadi…”


“Yang mana? Lani. Itu biasa kan? Dari dulu aku juga manggil kamu begitu “


“Bukan yang itu. “


Andre berpikir. “Oh, yang itu. “ Andre tersenyum. “ Tadi malam aku manggil kamu begitu lebih dari sekali. Kamu nggak dengar ya. “


Kali ini Lani yang bingung. Kapan?


“Waduuh, telinga kamu bermasalah, ya? “


“Ih…sembarangan aja ngatain telinga istrinya bermasalah. “ Lani cemberut.


“Habisnya…”


“Lani emang nggak dengar, Mas.“


Andre menghela nafas. “Sama sekali nggak dengar apa pun?"


“Iya, nggak dengar apa pun, Lani ngantuk. “


Andre menepuk jidatnya. Lani garuk-garuk kepala. Berarti dia nggak dengar dong waktu aku ngungkapin cinta. Keluh batin Andre.  Andre tidak bersuara lagi. Lani malah sibuk berpikir, emang Andre ngomong apa tadi malam? Lani menepuk-nepuk dagunya sambil memonyongkan bibirnya.


“Jelek tahu. “


Lani nyengir. “Biarin, jelek-jelek udah ada yang punya kok. “


“Yang punya itu rugi banget, mau-maunya sama orang jelek. “


“Berarti yang punya bego dong ya. “ Lani berlagak bodoh.


“Untungnya biarpun jelek dia bisa masak, kalau nggak…”


“ Kalau nggak, apa? “


“Di poligami. “


“Ih…”


Andre tertawa. “ Becanda kok, sayang. Kamu tuh cantik di mata aku. “


Lani merasa terbang ke awan.


“Oh, ya kapan kita jemput barang-barang di kontrakan kamu. “


“Terserah Mas aja. “


“Hari ini aja gimana? Besok kan aku udah mulai ngantor, kamu juga kan? “


“Kalau Mas nggak capek, hayuk. “


“Nggak tuh. “


“Ya udah, kita sekalian belanja bahan masakan ya, Mas. isi kulkas Mas sangat standar untuk orang yang sudah menikah. “


Andre mengangguk.


                @ @ @


“Lani, buruan dong! “ Teriak Andre dari halaman.


Lani datang dengan berlari. Andre tertawa sambil geleng-geleng kepala.


“Kenapa? “ Lani bingung.


“Kamu tuh ya…masih suka lari-lari padahal udah punya suami. Dasar gadis aneh. “


udah punya suami masih gadis. “


“Ada. Kalau suaminya nggak nyentuh istrinya sama sekali. “


“Biarpun nggak disentuh tetap aja namanya perempuan bersuami dan bukan gadis lagi julukannya. “


Andre menjitak kepala Lani pelan. “Kalau gitu jangan lari-lari dong, feminin dikit emang nggak bisa? “


“Ntar kalau nggak lari-lari, Mas bilang lelet. “


“Ada…aja jawabannya. Udah ah, buruan masuk. “


Lani masuk kedalam mobil.


“Aduh…bentar Mas. Lani lupa sesuatu. “


Andre yang hampir saja menginjak gas mengurungkan niatnya. “Apa lagi? “


“Kacamata Lani. “


Andre menepuk jidatnya. “Mata kamu nggak parah-parah amat kan minusnya, jadi tanpa itu kamu masih bisa


melihat juga. “


“Melihat ya bisa lah…tapi kan kalau jauh rada kabur juga, namanya juga rabun jauh. Trus kalau ntar


tiba-tiba ada yang perlu dibaca di jalan, gimana. “


“Mau baca apa di jalan, sayang? Mau baca baliho, poster, spanduk? Ntar kalau kamu rasa perlu, biar pangeran tampan ini aja yang bacain. “ Andre menepuk dadanya. “ Aku bisa jadi mata kamu. “


“Pangeran tampan? Narsis banget sih? “ Lani mencibir.


“Emang aku tampan kan, kalau nggak tampan mana mungkin kamu mau? “


“Whatever lah…apa kata lo aja dah…”


Andre terbahak. “Kita berangkat ya…”


Lani mengangguk.


“Kenapa nggak pakai soft lens aja sih? “


“Ih, nggak ah. Lebih enak pakai kacamata. Merawatnya ribet. Lagipula kalau pakai kacamata kesannya kan lebih


dewasa gitu. He…he…” Lani terkekeh.


“Sejak kapan pakai kacamata?“


“Sejak kelas III SMA. Untungnya belum terlalu parah. Dulu jarang makai juga sih, Mas. Malu dan berat


banget rasanya di mata. Baru setelah kerja ini jadi dipakai tiap hari. “


Andre manggut-manggut. Lalu tangannya menyetel musik di mobilnya melalui flash disk. Terdengar lagu Naff yang berjudul Akhirnya Kumenemukanmu.


Akhirnya, kumenemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh…


Akhirnya kumenemukanmu


Saat raga ini mulai merapuh


Lani senyum-senyum.


"Kok senyum-senyum?"

__ADS_1


Lani menggeleng


Kuberharap…engkaulah, jawaban sgala risau hatiku


Dan biarkan diriku, mencintaimu hingga ujung usiaku…


“Nggak ada yang jelek kan dari liriknya? “


Lani mengangguk.


Jika nanti kusanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahanku


Dan bila nanti engkau disampingku


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


 "Dapat dari Mardin. Aku copy dari flashdisk nya." Ujar Andre tanpa ditanya.


Lani menyandarkan kepalanya sambil tersenyum.


“Lani suka liriknya. “ ujarnya lirih


Alis Andre terangkat. "Oh, ya? Kamu tahu nggak, lagu ini aku banget. “ Andre melirik istrinya sekilas. “ Aku sebenarnya nggak terlalu suka musik, paling kalau musik juga sukanya instrumental, nasyid sesekali. Tapi entah kenapa lagu ini terasa beda banget. “


Lani menatap suaminya.


“Disaat keluarga besarku selalu mempertanyakan kenapa belum menikah, aku hanya bisa tersenyum dan bilang


aku belum ketemu soulmate ku. Meskipun terkesan tidak peduli, sebenarnya aku mencari juga. Yah…lewat


doa-doaku di sepertiga malam terakhir, aku meminta Allah mengirimkanku orang yang tepat dan disaat yang tepat. Dan diujung pencarianku, aku dipertemukan dengan kamu. “ Andre tertawa. “ Ternyata jodoh memang penuh misteri a. Nggak nyangka aja jodohku adalah orang yang dekat denganku, orang yang paling sering bikin aku kesal." Andre meraih tangan istrinya, mengecupnya lembut lalu menaruh tangan itu didadanya. “Ternyata kamu lah bidadari yang telah dipersiapkan oleh Allah untukku, kamu hadir disaat hatiku sudah hampir rapuh, disaat raga


ini butuh tempat berlabuh dikala letih setelah seharian bekerja, dan disaat aku butuh orang yang bersedia mendengar semua ceritaku. Kamu benar-benar orang yang tepat dan hadir disaat yang tepat. “


Lani perlu berkali-kali meyakinkan dirinya bahwa yang baru saja berbicara itu adalah Andre Maulana. Andre yang dulu di matanya sangat sombong, menyeramkan, jutek dan suka membuatnya kesal sekaligus terlihat bodoh, ternyata bisa juga mengucapkan kata-kata romantis seperti itu. Apa ini pertanda bahwa Andre mencintainya? Jujur, hari ini Lani merasa bahwa dia adalah wanita yang paling bahagia.


“Lan, bantu aku untuk menjadi suami yang baik buat kamu ya. Aku ingin membahagiakanmu. “


Lani mengangguk. “Lani juga ya, Mas. Bimbing Lani agar lebih dekat dengan-Nya. “


Andre tersenyum. Lani, aku cinta kamu. Bisik hati Andre.


“Eh, Mas fokus dong nyetirnya. Kan nggak lucu sepasang pengantin baru masuk rumah sakit karena


kecelakaan, trus kekurangan darah, trus sama-sama koma. “


Andre tergelak. “Kamu insuka sekali mengkhayal. “


“Lani kan emang suka hidup dalam dunia khayal Lani sendiri. “ Lani tertawa.


“Asal jangan mengkhayal yang aneh-aneh aja. “


“Aneh-aneh gimana? “


Andre mengangkat bahunya. “ Oh, ya ngomong-ngomong soal darah, golongan darah kamu apa? “


“B. Mas sendiri? “


“B juga. Ha…ha…ternyata kita emang soulmate ya…sampai-sampai golongan darahnya aja sama. “


Lani tertegun. Benar juga ya. MasyaAllah.


“Berarti kalau aku kekurangan darah nggak usah capek-capek nyari donor, kan donornya udah


tersedia. “


Lani tersenyum. “Kayaknya di biodata yang Lani kasih waktu taaruf dulu ada deh Lani buat golongan darah.


Mas nggak baca ya? “


“Baca. Tapi udah lupa. Habisnya udah beberapa bulan yang lalu kan. “


“Belum tua udah pikun. “


“Tapi tetap ganteng kan. “


Lani geleng-geleng kepala. Andre tertawa melihat istrinya.


“Mas, ingat nggak dulu Lani nabrakin mobil ini ke pohon. “ kata Lani


“Ingat lah. “


“Rugi berapa? “


“Berapa ya? Lupa tuh…tapi, lumayan lah. Kamu ngerusakinnya nggak tanggung-tanggung sih. Lampunya lho…”


“Lani kan bilang, biar Lani aja yang bayar. “


“Sayang, waktu itu kamu masih magang. Duit segitu pasti berat buat kamu. “


“Kumat deh…”


 "Kumat apanya? “


“Sombongnya. “


“Kamu selalu anggap aku sombong. “


“Emang kenyataan kan…”


“Itu cuma kesannya aja. Aslinya kan nggak. “


Lani mencibir, lalu tersenyum. Aslinya, kamu lebih kacau dari yang dulu aku kenal, Mas. Walaupun harus diakui kalau kamu itu juga baik.


“Mas tahu nggak.Lani suka mobil ini. Makanya senang banget waktu Mas kasih kesempatan untuk nyetir mobil ini. Eh, ternyata malah kecelakaan."


“Oh, ya? “


Lani tertawa. "Iya, pengen punya mobil seperti ini kalau udah punya duit. Lani kan memang suka mobil sport."


“Sekarang kan udah terwujud punya mobil ini. “


“Ini kan mobilnya Mas. “


“Mobil aku kan mobil kamujuga. Kita kan suami istri…”


“Kalau gitu kapan-kapan Lani boleh dong nyetir sendiri? “


“Boleh. Asal nggak kamutabrakin lagi. “


“Ye…kemarin itu kan nggak sengaja. Lani sebenarnya udah mahir kok bawa mobil Mas. Serius! “


“Percaya. Oh, ya motor kamu dimana? “


“Dirumah Latifah. Besok aja Lani jemput  sepulang dari kantor. “


“Ya udah. “


“Ntar habis ngangkat barang, kita ke toko furniture ya…lihat


tempat tidur dan lemari baru. Silahkan kamu pilih yang kamu suka. Tempat tidur yang sekarang kurang luas.“ Andre menyeringai.


“Siap Bos! “ Lani memberi hormat pada Andre. Andre mengucek kepala istrinya. Lani tersenyum bahagia.

__ADS_1


                                    @ @ @


__ADS_2